A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Kimberlyn...



Linny masuk ke dalam kamar mandi dan menyalakan shower. Dirinya membungkuk membiarkan tubuhnya disirami air.


" Sial!! Argh!! " Umpat Linny yang tampak menahan emosi.


Linny merasa kepalanya berat. Dia benar-benar lelah.


Di luar kamar mandi tampak Sean masih menunggu.


30 menit sudah berlalu dan Linny tidak kunjung keluar dari kamar mandi.


Karena khawatir, Sean memutuskan untuk masuk ke dalam dan memeriksa keadaan Linny.


Terlihat Linny masih meringkuk dan menangis.


" Linny???!! "


Sean langsung mematikan shower dan membungkus tubuh Linny yang menggigil kedinginan.


Di gendongnya Linny keluar dari kamar mandi dan mendudukkannya di atas sofa.


" Kau harus melepaskan pakaian ini, jika tidak nanti Kau masuk angin"  Ucap Sean cemas.


Sean mencari baju kaos miliknya yang lain dan sebuah celana kain miliknya yang mungkin akan terlalu besar untuk Linny.


" Pakai ini"  Ucap Sean menyodorkan kaos dan celana kain yang bersih untuk Linny.


Linny mencoba membuka pakaiannya sendiri. Dia merasa kesulitan. Seluruh tenaganya yang kuat seperti menghilang saat itu.


" Ada apa? "  Tanya Sean melihat Linny yang kembali diam.


" Tidak apa. Aku akan pakai baju ini saja nanti juga kering"  Ucap Linny.


" Jangan. Nanti kau masuk angin. Atau perlu aku bantu? " Tanya Sean yang sebenarnya menahan gairahnya sejak tadi karena bentuk tubuh Linny tercetak jelas dalam kondisi basah.


" Tidak usah mengotori tangan mu dengan menyentuh orang seperti Ku Sean. Aku tidak lebih baik daripada seorang gay sepertimu"  Ucap Linny yang tampak tidak bersemangat.


Sean terdiam. Dirinya merasa Linny sedang membutuhkan teman berbicara.


Linny yang biasa menjadi pendengar setia dan selalu ceria, ternyata juga manusia biasa yang butuh sandaran dan bisa merasa lelah.


" Ceritakan" Ucap Sean sambil merendahkan tubuhnya untuk sejajar dengan Linny.


Linny menatap wajah Sean yang tampak tersenyum lembut padanya.


"Bicaralah kalau itu bisa membuat mu merasa lebih baik. Sama seperti saat Kau membuatku merasa lebih baik ketika berbicara"  Ucap Sean tersenyum. Entah apa yang membuat Sean begitu memperhatikan dan peduli pada Linny.


Linny menghela nafas panjang sebelum berbicara.


" Aku memang suka bermain dengan pria dewasa, lebih tepatnya suami atau pasangan wanita lain. Aku memang sakit. Sama seperti mu. Aku mencoba mendapatkan kepuasan dari pria tapi aku hanya tertarik mencoba dengan suami atau pasangan orang lain. Meskipun aku belum sekali pun bisa menemukan rasa surga yang sering di katakan orang-orang saat bercinta ", ucap Linny yang membuat Sean terkejut.


Awalnya Sean berpikir, Linny melakukan itu untuk mendapatkan uang. Tapi ternyata untuk mengetahui rasa nikmat dari hubungan suami istri itu.


" Kenapa harus suami atau pasangan orang lain?"  Tanya Sean penasaran.


" Apa Kau mau mendengarkan Ku? "  Tanya Linny menatap wajah Sean. Terlihat tatapan itu penuh luka.


Sean mengangguk pelan.


" Aku di per*kosa saat berusia 17 tahun"  Ucap Linny.


"Hah?"


Sean begitu terkejut mendengar pengakuan. Linny pernah mengalami pelecehan di usia belia.


"Aku di per*kosa Kakak tiri Ku, dan juga Ayah tiri Ku ingin melecehkan Ku juga. Hingga Aku memberontak dan hampir mati"  Ucap Linny menatap Sean.


*** *Flashback on****


Linny bernama asli Kimberlyn Fransisca Pratama. Dirinya lahir di keluarga yang penuh cinta. Papa-nya Kimberlyn  merupakan pengusaha pakaian yang memiliki pabrik cukup besar saat itu. Mama-nya Kimberlyn tampak sangat mencintai pasangan hidupnya itu juga anak darah daging mereka.


Di keluarga itu, Kimberlyn  sangat di cintai oleh Papa-nya.


*** "Kim-Kim!! Sini!!! "***


***Seru Papa setiap pulang kerja, dirinya selalu membawakan sebuah roti dan susu kesukaan Kimberlyn. ***


*** Itu adalah masa terindah bagi Kimberlyn. ***


*** Hingga usia Kimberlyn menginjak 10 tahun. Papa meninggal dunia. Meninggalkan Kimberlyn bersama Mama dan adik laki-lakinya yang masih berusia 4 tahun saat itu ***


*** Sepeninggal Papa. Usaha pabrik pakaian itu semakin merosot. Keuangan keluarga mereka terancam. ***


Hingga saat usia Kimberlyn menginjak 12 tahun. Mama meminta ijin untuk menikah lagi kepada Kimberlyn dan adiknya.


*** Suami baru Mama membantu menyelamatkan pabrik peninggalan almarhum Papa. ***


*** Papa tiri Kimberlyn tampak sangat menyayangi Kimberlyn dan Adiknya. Selain itu dia memiliki seorang Kakak tiri dari Papa tirinya itu yang berusia 2 tahun di atas usia Kimberlyn. ***


*** " Kenalkan. Ini Rendi, nanti Kimberlyn dan Nicolas akan punya kakak laki-laki yang menjaga kalian"***


***Begitu ucapan yang sering dikatakan Papa tiri juga Mama mereka. ***


*** Saat itu Kimberlyn merasa senang karena keluarga mereka lengkap. Hingga suatu saat Papa tiri Kimberlyn hampir melecehkan Kimberlyn yang baru berusia 12 tahun itu. ***


*** Kimberlyn lolos dari perbuatan bejat Papa tiri-nya itu karena di tolong seorang anak laki-laki yang lebih tua darinya. ***


*** Kimberlyn berpikir Papa tirinya akan berubah. Namun ternyata tidak. Kehidupannya di hantui rasa takut. ***


*** Baik sang Papa tiri maupun Kakak tirinya selalu mencoba mengintip dan menyentuh bagian pribadi Kimberlyn. ***


*** Kimberlyn yang masih kecil hanya bisa merasa takut. ***


***Dirinya pernah mencoba melaporkan hal itu kepada sang Mama, namun Mamanya tidak percaya dan berkata Kimberlyn hanya mengada-ngada dan berkhayal hal aneh. ***


*** Kimberlyn yang di acuhkan sang Mama menjadi keras kepala dan sering membantah. ***


*** Dirinya merasa percuma berbicara dengan sang Mama. ***


*** Di usia Kimberlyn menginjak 17 tahun. Dirinya di rudapaksa oleh Kakak tirinya yang sedang mabuk karena bertengkar dengan kekasihnya. ***


*** " Bangsttt!! Pergi kauu!!! Minggirrr. Arghh!!! Sakit!!!"***


***Rintih Kimberlyn kesakitan. Namun tidak menyurutkan perbuatan bejat Kakak tirinya itu. ***


*** " Jangan coba melaporkan hal ini. Kalau tidak adik mu akan Aku lukai! "***


***Ancam Rendi--kakak tiri Kimberlyn yang bejat itu. ***


*** Kimberlyn frustrasi dan mengurung diri. ***


*** Sang Mama mencoba bertanya namun Kimberlyn enggan berbicara karena dia tau sang Mama tidak akan mempercayainya.***


*** Mama hanya menyalahkan Kimberlyn yang semakin nakal bahkan melawan orang tua. ***


*** Nicolas -- adik Kimberlyn yang masih berusia 11 tahun saat itu hanya bisa menangis. Dia tahu Kimberlyn telah di lecehkan dan sangat terluka. ***


*** Setelah kejadian itu. Papa tiri Kimberlyn juga mencoba melecehkan Kimberlyn lagi. ***


*** Kimberlyn yang merasa sudah tidak ada gunanya hidup itu memberontak dan mencoba melukai Papa tirinya itu. ***


*** " Kalau kau menyentuhku. Aku akan mati di hadapan mu!! Atau aku akan membunuh mu terlebih dahulu untuk ikut bersamaku ke neraka!!! "***


***Teriak Kimberlyn sambil mengacungkan gunting di hadapan Papa tirinya. ***


Baju Kimberlyn telah rusak akibat di robek secara paksa oleh Papa tirinya itu.


*** " Sampai mati pun Aku tidak akan sudi di sentuh Kau!! "  Teriak Kimberlyn dengan lantang.***


*** Terjadi pergulatan antara Kimberlyn dengan Papa tirinya hingga gunting itu melukai tangan Papa tirinya itu. Juga melukai dada kiri atas Kimberlyn. ***


*** Melihat hal itu Sang Mama sangat marah dan meneriaki Kimberlyn.***


*** " Anak kurang ajar!! "  Bentak Mama lalu menampar Kimberlyn ***


*** Kimberlyn hanya memegang pipinya yang ditampar sang Mama. ***


*** " Tampar!!! Tampar lagi!!  Bunuh aku saja kalau perlu!!! Bela saja pria bajingan yang mau memper*kosa anak mu!!! Bela saja anak tiri yang sudah memper*kosa anak mu ini!!!!! "***


***Teriak Kimberlyn yang sangat frustrasi itu kepada sang Mama. ***


*** " Kau!! Jangan sembarangan menuduh!!! Kau berbuat mesum di luar dan menuduh anggota keluarga mu!! ", ucap Sang Mama yang otaknya sudah dicuci oleh Papa Tiri dan Kakak Tiri Kimberlyn. ***


*** " Sudah Aku bilang. Bunuh saja Aku biar Aau dan mereka semua puas!! "  Ucap Kimberlyn menantang Mama-nya. ***


*** Papa tiri Kimberlyn mendorong tubuh Kimberlyn dengan keras hingga membentur kaca jendela. ***


*** Kaca jendela itu pecah dan melukai sebagian besar punggung Kimberlyn. Dada kirinya yang terluka karena sayatan gunting juga mengucurkan darah. ***


*** Kimberlyn pingsan hingga saat tersadar dirinya berada di sebuah kamar perawatan. ***


*** Dia mendengar suara Nicolas menangis di sampingnya. ***


*** " Kakak.. Jangan matiiii. Nico tidak punya siapa-siapa lagi"  Ucap Nicolas menangis. ***


*** " Kakak tidak akan mati sayang. Jangan menangis"  Ucap Kimberlyn sambil menahan sakit di tubuhnya. ***


*** Terlihat Papa tiri dan Mama nya masuk ke ruangan. Kimberlyn membuang wajah tidak ingin melihat mereka. ***


*** " Nicolas! Ayo ikut Mama! "  Ucap Mama yang tidak menanyakan kondisi Kimberlyn. ***


*** " Tidak!!  Aku hanya mau bersama Kakak! "  Ucap Nicolas dengan tegas. ***


*** " Ok kalau begitu. Jangan salahkan Mama! Mama tidak akan membiayai kalian lagi! Mulai besok Mama akan pindah bersama Papa Hendra!"  Ucap sang Mama. ***


***" Mama jahat! Kakak sedang terluka seperti ini tapi masih saja Mama buta! "  Teriak Nicolas yang sudah tidak bisa menghargai sikap Mama mereka. ***


*** " Kurang ajar! Kau sama saja dengan Kim! Lihat perbuatan mu, Kim! Kau mengajarkan hal buruk kepada adikmu! "  Bentak Mama mereka. ***


*** " Sudahlah. Kita tinggalkan saja mereka. Nanti juga mereka akan mencari kita kembali dan minta maaf kepada kita. Ayo pergi"  Ucap Papa Tiri Kimberlyn sambil tersenyum membawa Mama mereka pergi dari tempat itu.***


*** Hati Kimberlyn begitu pilu. Sejenak dia masih berharap sang Mama memedulikan atau meminta maaf atas kejadian itu. Namun ternyata tidak. Sang Mama sudah terlalu mencintai suami barunya yang bajingan itu. ***


*** Kimberlyn dan Nicolas di tinggalkan begitu saja. Mereka benar-benar tidak di biayai bahkan tidak di beri tempat tinggal. ***


*** Beruntung Papa dan Mama sahabat Kimberlyn menampung Kimberlyn dan adiknya. Mereka di sekolahkan dengan layak dan mendapatkan kasih sayang yang sama seperti anak kandung mereka. ***


*** Sejak saat itu Kimberlyn dan adiknya memutuskan untuk melupakan sang Mama. ***


***Dalam ingatan mereka. Kedua orang tua kandung mereka sudah mati. ***


*flashback off*


" Sejak saat itu, Aku menjadi maniak. Rasa ingin tahu Ku tentang **** menjadi semakin besar. Aku sudah mencoba dengan berbagai pria tapi tidak satu pun mampu membuatku puas"  Ucap Linny.


" Aku sengaja melampiaskannya kepada pria mesum yang sudah memiliki istri atau pacar. Dan Aku lebih senang lagi jika tahu sifat pasangan mereka juga buruk. Melihat mereka begitu menderita karena sangat ingin memiliki lagi membuat Ku puas dan bangga. Terlebih saat mereka dicurigai pasangan mereka dan bertengkar hebat. Entah mengapa Aku merasa sangat senang melihat hal itu"  Ucap Linny lagi.


Sean menghela nafas berat mendengar kehidupan Linny yang menyakitkan dan membuatnya trauma. Padahal Linny tidak pernah menunjukkan kelemahannya selama ini.


" Jadi nama asli mu Kimberlyn? Dan biasanya di panggil Kim? "  Tanya Sean memastikan.


" Aku tidak suka dipanggil seperti itu. Itu selalu mengingat Ku tentang semua luka lama Ku. Aku lebih suka di panggil Linny seperti cara sahabatku memanggilku"  Ucap Linny berusaha tersenyum.


Sean bisa melihat luka dari senyuman itu.


" Biarkan Aku membantu mu berganti pakaian. Aku hanya tidak ingin Kau masuk angin"  Ucap Sean serius.


Linny membiarkan Sean melepaskan semua pakaiannya.


Terlihat luka di dada kiri atas serta punggung Linny. Luka itu jelas terlihat jika dari dekat. Namun jika dari jauh yang terlihat hanya tato bunga rose yang besar dan banyak serta penuh duri.


" Apa ini sakit? "  Tanya Sean mencoba menyentuh bagian bekas luka di punggung Linny.


" Tidak. Dibanding dengan hatiku"  Ucap Linny lirih.


Sean refleks memeluk tubuh Linny dengan erat.


" Maafkan aku. Aku sempat berpikiran buruk tentang mu"  Ucap Sean merasa bersalah.


" Tidak apa. Kau tidak tahu hal yang terjadi"  Ucap Linny dengan santai.


Sean melepaskan pelukan nya.


" Dan Aku juga mau minta maaf. Sejak bermalam di tempat mu, sejujurnya Aku bermimpi sedang bercinta dengan seorang wanita. Dan sejak saat itu. Aku hanya bisa 'berdiri' jika membayangkan wajahmu"  Ucap Sean sambil menahan malu.


Mata Linny membola terkejut mendengar pengakuan Sean.


" M-maaf"  Ucap Sean menundukkan kepalanya


Dirinya selalu merasa bodoh menghadapi Linny.


" Aku juga harus jujur"  Linny memandangi Sean.


" Hm? "  Sean terheran.


" Malam itu kita memang bercinta. Itu bukan mimpi"  Ucap Linny sambil menghela nafasnya berat.


Kini giliran Sean yang membola terkejut mendengar perkataan Linny.


"Bahkan aku sampai keluar dua kali"  Ucap Linny meringis menahan malu.


'What? Linny bilang dia keluar dua kali? Dengan Ku? Bukannya dia bilang dia tidak pernah bisa puas saat bermain dengan laki-laki? '  Batin Sean terkejut.


" Awalnya Aku pikir Aku juga sudah melenceng, tidak bisa menikmati bersama pria. Ternyata enggak. Aku mencoba konsultasi sesuai saran dari sahabat Ku, hasilnya orientasi Ku normal. "  Ucap Linny jujur.


" Aku juga terkejut saat melakukannya dengan mu, Aku bisa merasa puas. Padahal Aku juga tahu Kau gay. Apalagi Kau meneriakkan nama pacarmu saat kita bercinta"  Ucap Linny.


Bukan hanya Linny yang malu mengakui hal itu, Sean yang mendengarkannya turut merasa malu.


Terbesit ide gila di pikiran Sean. Dia ingin mencoba melakukannya dengan sadar untuk membuktikan apakah dia benar-benar sudah bisa kembali pada orientasi  yang sewajarnya.


" Linny. Ah itu. Apa boleh kita coba lagi? " Tanya Sean tergagap.


" HAH??? "


Linny membola tidak percaya mendengar permintaan Sean.


.


.


.


Kira-kira dikasih enggak ya sama Linny??


Bang Sean juga aneh, masa nyoba sih!! Di kirain anak orang tuh tester kue??


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-WAKTU-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT TERHADAP SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN.


-linalim-