
"Ke mana kau semalam? Mama bilang kau tidak pulang dan tidak memberi kabar setelah bilang mau makan malam dengan rekan bisnis perusahaan"
Ucap Sisilia yang tanpa ijin masuk ke ruangan Andrean.
Andrean menatap Sisilia dengan wajah yang masih kacau dan bingung.
"Why? Kau???" Sisilia mencoba menerka makna tatapan itu.
Bagaimanapun keduanya kakak beradik yang sangat dekat hingga Sisilia mampu menerka semua pikiran Andrean.
Terkecuali fakta Andrean yang ternyata mencintai Linny dalam diam. Itu benar rapi di sembunyikan Andrean dari Sisilia.
Sisilia merasa sangat janggal dengan tatapan Andrean itu seolah sesuatu buruk telah terjadi.
"Semalam aku tidur di hotel" Ucap Andrean sambil menahan gugupnya.
"So?" Tanya Sisilia lagi yang mencurigai sang Kakak mencari wanita malam.
Jika hanya bermain wanita malam maka Sisilia akan memakluminya. Usia Andrean sudah sangat matang untuk berumah tangga dan dia juga pria yang butuh pelampiasan sewaktu-waktu.
Asal Andrean melakukannya dengan sehat dan tidak merugikan siapa pun maka Sisilia tidak akan mempermasalahkannya.
Walau Sisilia berharap lebih baik Andrean mencari wanita baik-baik dan di jadikan istri agar bisa memiliki kehidupan ranjang yang lebih sehat dan mungkin bisa menjadi solusi untuk melupakan Linny.
Andrean tampak menarik nafas dalam hingga kalimat selanjutnya begitu berat terdengar.
"Pria sialan itu ternyata mau menjebakku tidur dengan putrinya yang hamil"
Kalimat itu membuat Sisilia membelakan mata terkejut dan hampir berteriak jika itu bukan di kantor.
"Sh**it! Pengen di habisin Linny tuh orang!" Ucap Sisilia kesal.
Tentu dia tak terima sang kakak akan di jebak dengan cara picik itu. Apalagi di jebak untuk bertanggung jawab dengan kehamilan yang bukan perbuatan Andrean.
"Tenang. Orang itu gagal soalnya Angel tahu niat busuknya" Ucap Andrean melanjutkan.
"Jangan bilang kau semalam tidur dengan Angel?"
Pertanyaan Sisilia membuat Andrean menatap lirih pada Sisilia. Dia benar-benar merasa sangat buruk saat ini.
Sisilia sampai tercekat, sang Kakak yang terkenal baik dan sopan tak mungkin bermain wanita malah tidur dengan teman mereka sendiri.
Dan masalahnya Sisilia tau seberapa Angel mencintai Andrean, dia tentu setuju Andrean menikahi Angel tapi hati Angel akan tersakiti setelah Sisilia paham kenapa sang Kakak yang ternyata tak mau berpacaran karena masih mencintai Linny itu.
"Serius? Kau melakukan 'itu' dengan Angel?" Tanya Sisilia memastikan.
Andrean mengangguk perlahan. Tubuh Sisilia seketika lemas. Entah bagaimana dia menghadapi Angel nantinya. Andrean dua kali menyakiti perasaan wanita itu.
"Okey tenang. Hal itu lumrah bukan untuk jaman sekarang. Jangan terlalu di pikirkan Dre" Ucap Sisilia berusaha menghibur sang Kakak.
Meskipun sebenarnya Sisilia juga merasa kecewa, sedih, dan bingung harus bagaimana. Dia tidak bisa memaksa sang Kakak. Tapi dia juga tidak tega dengan Angel yang sudah melayani nafsu sang Kakak akibat jebakan orang lain.
"Dia masih virgin, dan aku yang mengambilnya"
Kalimat Andrean seketika membuat Sisilia semakin pusing. Tentu bagi wanita manapun jika mahkota kesuciannya di ambil oleh orang yang dia cintai akan sangat membahagiakan.
Itu dengan catatan jika di lakukan karena saling cinta, sudah menikah atau akan menikah minimal. Namun tidak dengan kasus Andrean dan Angel.
Di siang hari Andrean membuat Angel merasa sakit hati telah di tolak terang-terangan dan mengakui fakta penolakan itu. Di malamnya niat membantu Andrean malah berujung masa depan Angel yang di rusak oleh Andrean.
"Aku juga melakukannya dengan kasar"
Mata Sisilia membola semakin tidak percaya dengan tindakan sang kakak satu-satunya itu.
Ucap Sisilia yang khawatir dengan keadaan Angel. Kenapa Sisilia berkata begitu tentu karena dia yakin, tindakan spontan Andrean dan Angel tentu di lakukan tanpa pengaman.
Andrean menatap Sisilia dengan penuh tanya, dia tidak sempat berpikir akan kemungkinan itu. Benar saja jika sampai Angel hamil bagaimana. Tapi dia tidak mencintai wanita itu. Andrean hanya menganggap Angel seperti teman lainnya.
Andrean mengakui Angel sangat cantik. Sangat cantik di mata kaum adam dan juga terpelajar. Pria mana pun pasti akan menyukai Angel. Tapi Andrean masih sangat menyayangi Linny hingga saat ini.
Dan Andrean tau rasa cinta untuk Linny sebenarnya mulai memudar seiring waktu dan menjadi rasa sayang dan hormat. Hanya Andrean masih belum bisa menerima wanita lain di hatinya. Andrean tidak semudah itu bisa mencintai wanita.
"Temui Angel. Kalian harus membicarakannya. Jangan sampai kau menghancurkan hidup seorang wanita. Jangan lupa Linny contoh nyata wanita yang sangat di sakiti dan hampir hancur hidupnya"
Ucap Sisilia menasihati. Hanya itu yang bisa dia katakan pada Andrean. Dia tidak berani ikut campur terlalu jauh.
.
.
Bali~
"Sudah di urus surat-suratnya?"
Linny memastikan semua surat kepemilikan sudah di urus oleh Sean. Linny benar-benar membeli Ruko terbengkalai itu dan si pemilik tentu sangat senang.
"Sudah. Tinggal mencari tanah di dekat pantai. Masih belum ketemu" Ucap Sean sambil menyerahkan berkas kepemilikan pada Linny.
Linny hanya mengangguk puas. Tak lama terdengar suara ribut-ribut di area luar Villa mereka.
"Ada apa?" Tanya Linny pada Jun.
"Ada pencuri Nona" Jawab Jun.
"Pencuri?" Tanya Linny heran.
Linny merasa janggal. Pencuri masuk di daerah pemukiman Villa mewah yang memiliki penjagaan ketat itu sangat tidak masuk di akal.
Bukan hanya penjagaan di villa Linny tapi di luar gerbang kompleks Villa juga memang di jaga ketat oleh pengelola Villa. Karena Villa di sana di sewa oleh orang-orang berada juga berpengaruh biasanya.
Tak mungkin begitu ceroboh dan lemah keamanan yang di tawarkan hingga bisa di masuki pencuri.
"Iya. Dia mencuri beberapa barang milik pengawal. Kami sedang memeriksa apa dia hanya mencuri atau malah suruhan dari Rain dan Erik" Jelas Jun yang memang sangat meningkatkan kewaspadaannya.
Sesuai perintah dari Om Donald, mereka sangat meningkatkan kewaspadaan terhadap segala sesuatu yang ada.
"Oh. Okey. Jangan sembarang bertindak tanpa ijinku. Kita di tanah orang lain, ini bukan kota tempat kita tinggal biasanya"
Linny mewanti-wanti Jun dan yang lainnya agar tidak membuat kericuhan di daerah milik orang lain.
"Baik Nona. Akan saya urus"
.
.
.
Note : Kisah ini hanya fiksi belaka. Jangan terlalu di ambil hati jika nama dan kejadian serta lokasi terasa mirip dengan dunia nyata. Ingatlah di dunia nyata wanita seperti Linny sangat mustahil di dapat.
Dan sedikit info tambahan. Akan ada Giveaway lanjutan yang akan Author adakan. Kira-kira kali ini mau hadiah apa dan untuk berapa orang ya?
Nah agar tidak ketinggalan jangan lupa subscribe semua cerita yang Author terbitkan dan jangan lupa Follow IG Author @lunagelim.author karena info mengenai Give away akan author taruh di sana. Semoga terhibur. Salam hangat Sean Linny.