
"Nona mau menuntut ibu kandung Nona sendiri?" Tanya pengacara Gerry memastikan.
"Iya" Ucap Linny dengan yakin.
"Baiklah. Tapi pasti dari pihak sana akan melawan dan mungkin dia akan mencari perhatian publik untuk mengasihani dia dan mengecam Nona" Ucap pengacara Gerry mengingatkan itu.
"Tidak masalah. Bisa aku hadapi" Tanya Linny.
Pengacara Gerry merupakan anak saudara sepupu Om Wisnu dan Tante Lisa. Dia mengetahui kisah hidup Linny. Sampai saat ini dia masih tidak percaya ada ibu se-tega Sisca Natalie pada putri kandungnya. Yang lebih menyayangi dan mencintai suami bajingannya.
"Jika memang begitu keputusan Nona maka aku akan melakukan yang terbaik untuk membantu Nona" Ucap pengacara Gerry dengan pasti.
"Terima kasih. Tolong uruskan semua ini. Aku dan Sean akan sibuk untuk masalah pernikahan" Ucap Linny.
"Aku senang akhirnya Nona mau menikah. Sean pria yang baik dan berbeda dari yang lainnya" Ucap pengacara Gerry dengan tulus.
"Tapi masih banyak yang aku khawatirkan. Entah bagaimana nantinya jika keturunan ku tau jika aku monster yang penuh darah" Ucap Linny menatap kosong pada dinding ruangannya.
"Tenang saja Nona. Nona orang yang kuat dan saya yakin siapa pun yang mengenali Nona dengan dekat akan paham kenapa nona seperti itu" Ucap pengacara Gerry meyakinkan Linny.
Linny hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Gerry. Tak lama Sean masuk membawa berkas copy-an untuk Gerry.
"Map Merah untuk berkas pernikahan kami. Dan yang biru itu bukti surat-surat wasiat tambahan dari almarhum Frans John Pratama" Ucap Sean menyerahkan dua buah map pada Gerry.
"Baik, semua akan aku urus dengan cepat. Kalian tenang saja" Ucap pengacara Gerry.
"Terima kasih" Ucap Sean sambil tersenyum.
"Selamat untuk kalian yang akan segera menikah. Aku doakan semua lancar. Kalau begitu aku pamit dulu" Ucap pengacara Gerry.
"Silakan" Ucap Sean mempersilahkan Gerry keluar dari ruangan.
Se-peninggalan pengacara Gerry, Sean mengajak Linny pulang ke rumah. Dia melihat Linny sudah kelelahan.
"Ayo kita pulang. Kau sudah kelelahan. Jangan sampai nanti sakit" Ucap Sean.
"Ayo. Aku juga lapar. Sekalian kita makan di luar baru pulang" Ucap Linny.
Sean mengikuti keinginan Linny. Mereka menuju salah satu restoran pasta yang terkenal. Alfa-Jun dan 10 pengawal lainnya turut makan bersama di ruang VVIP yang di pesan Sean.
Mereka tampak menikmati makanan dengan nikmat dan tidak banyak berbicara. Hanya sesekali Sean memberi pengarahan pada para pengawal akan kejadian hari ini dan kemungkinan akan ada kejadian lainnya yang akan terjadi.
Semua pengawal paham dan akan berusaha lebih menjaga ketat lagi dan turut membantu meredam masalah yang muncul ke publik.
Selesai makan mereka kembali ke penthouse untuk beristirahat. Mereka sudah terlalu lelah dengan segala masalah yang ada.
"Besok kita fitting gaun lagi" Ucap Linny.
Sean mengangguk paham dan langsung mengajak Linny untuk tidur. Melupakan semua rasa lelah dan emosi yang muncul hari itu. Mereka harus lebih fokus untuk pernikahan mereka.
Erik sudah mendapat kabar pernikahan Linny dan Sean. Dia sangat senang dan semakin bersemangat untuk sembuh. Terlebih Joe juga di sisinya dan merawatnya dengan baik.
Meskipun harus hidup tersembunyi namun itu jauh lebih baik untuk Erik dan Joe agar tidak di ketahui oleh Rain. Erik dan Joe juga tau jika Rain pasti sudah curiga mereka hilang bersamaan. Antara menganggap Erik dan Joe sudah mati karena di bunuh Linny atau malah berkhianat. Hanya dua hal itu. Tapi tidak ada kabar dan tanda-tanda Rain kembali mencari mereka.
Sepertinya Rain memang sangat fokus pada kesembuhan Zin dan mengabaikan hal lain selama markasnya aman tidak di serang Linny. Begitulah menurut informasi dari Om Donald yang terus memantau kegiatan Rain juga.
Linny bukannya tidak ingin atau tidak bisa menyerang Rain, namun masalahnya masih banyak yang harus di urus dan dia harus mengutamakan apa yang sedang terjadi untuk di bereskan tanpa celah.
.
.
Pagi nya seperti biasa Sean bangun lebih dulu dan menyiapkan sarapan untuknya dan Linny. Sedangkan Alfa Jun dan yang lainnya kini selalu makan bersama Dewi dan Farid.
Dewi benar-benar menunjukkan dia dan Farid akan mengabdi pada Linny. Dewi selalu memastikan semua body guard Linny mendapat asupan makanan dan gizi yang baik. Bahkan Dewi berani meminta pada Linny agar di perbolehkan membeli vitamin untuk semua body guard Linny.
Linny tidak mempermasalahkan itu dan mengizinkan Dewi melakukan tugasnya dengan baik. Selain melanjutkan pendidikan yang tertinggal Dewi juga banyak belajar. Termasuk bela diri. Jun selalu menyediakan sedikit waktunya untuk mengajari Dewi. Karena Dewi mengatakan mungkin suatu saat nanti dia di butuh kan tenaganya untuk melindungi Linny.
Selesai sarapan Sean dan Linny menuju ke perusahaan terlebih dahulu. Keduanya menyelesaikan pekerjaan kantor sebelum menuju lokasi fitting baju. Linny memesan gaun design khusus dari salah satu designer terkenal di negara itu.
Keduanya fokus melakukan fitting kedua kalinya. Untuk memastikan apa yang kurang dan apa yang ingin di ubah oleh mereka.
Linny puas dengan hasil yang gaun yang di buat oleh Sonia - designer terkenal itu.
"Kau suka Nona Kim? Ini sudah aku coba ikuti sesuai dengan yang kau gambar" Ucap Sonia dengan ramah.
"Ini sangat bagus. Aku suka. Kau memang hebat" Ucap Linny memuji Sonia.
Tampak beberapa staff berbisik-bisik sambil melihat ke arah Linny. Sean yang penasaran langsung melihat pada Jun dan Alfa. Keduanya paham maksud Sean. Mereka segera mengecek apa yang terjadi.
Jun dan Alfa terkejut melihat pemberitaan di media sosial juga komentar orang-orang yang sedang mencibir Linny.
"Ada apa?" Tanya Linny terdengar tegas.
Sonia yang merasa heran juga langsung menegur para pegawainya karena merasa mereka sangat tidak sopan.
Pegawai-pegawai itu tampak takut pada Linny.
"Katakan saja. Aku tidak mungkin marah jika kalian jujur" Ucap Linny lagi.
Mereka menyerahkan ponsel milik salah satu pegawai dengan ragu-ragu pada Linny.
"Maaf Nona Kim. Ada berita buruk tentang Nona. Kami tidak bermaksud mengatai Nona kami hanya terkejut karena ada foto Nona semasa remaja" Ucap salah satu dari mereka.
Linny melihat isi berita itu dan dia malah hanya tersenyum santai menanggapi berita itu. Sonia yang penasaran turut mencari tau berita apa tentang CEO Kim yang terkenal itu.
Mata Sonia membelalak terkejut. Kurang lebih begini isi berita itu :
..."Seorang ibu berinisial SN mengaku dia adalah ibu kandung dari CEO Kim yang sangat terkenal pemilik FP Corporation. Menurut SN, CEO Kim sangat nakal dan tidak bisa di atur sejak kecil bahkan CEO Kim kini mengabaikan SN dan tidak mengakuinya sebagai ibu kandung serta mengancam SN. SN yang sangat merindukan dan menyayangi putrinya itu tampak terpukul karena kehilangan sang putri yang tidak mau mengakui SN sebagai ibu"...
Bahkan ada pula berita tambahan lainnya yang cukup mengejutkan :
^^^"Seorang wanita dari keluarga W mengakui CEO Kim atau yang dia kenal sebagai Kimberlyn adalah wanita yang buruk. Dia pernah hamil anak dari putranya dan mengancam keluarga W untuk meminta sejumlah uang. Karena tidak di beri CEO Kim menggugurkan calon keturunan keluarga W itu meski sudah di hadang. Bahkan setelahnya saat anak dari W mencari CEO Kim dia juga di pukuli dan di rendahkan karena CEO Kim merasa sudah lebih kaya daripada mereka"^^^
Komentar dari para netizen yang budiman tampak tak kalah pedas dan mengerikan di banding isi berita
-Gila jadi benar CEO Kim seburuk itu-
-Cantik, kaya, pintar tapi ternyata buruk hatinya-
-Pantas masih muda begitu sukses. Jangan-jangan benar issue dia suka menggoda pria pengusaha-
-Wah jadi usahanya besar hasil dari jual diri?-
-Buang ibu kandung dan malah bahagia dengan uang sendiri. Durhaka!-
-Illfeel Gue. Nyesal pernah mengidolakan orang seperti itu. Lebih jahat dari pada iblis-
-Dia buang ibu kandung dan gugurin anaknya sendiri. Wah sungguh gila-
-Kasihan jangan bilang calon suaminya tidak tau apa pun. Wah. sial sekali pria itu-
Dan masih banyak lainnya yang tak lagi sanggup di baca Sonia maupun Sean. Sean sangat geram dan meminta Alfa mengurus untuk men take down berita bohong itu.
"Jangan percaya berita itu. Semua bohong. Jika benar maka Linny tidak mungkin akan sesukses ini. Kalian paham hukum timbal balik bukan? Yang jahat pasti akan dapat kejahatan dan yang baik maka akan semakin baik hidupnya" Ucap Sean yang langsung berdiri di dekat Linny.
Wajah Sean tampak sangat marah, dia melakukan itu agar tak ada lagi yang berani memandang aneh pada Linny. Sonia pun mengangguk yakin jika Linny tidak mungkin seperti itu.
Apalagi sebagai seorang CEO terkenal pasti banyak orang yang mau menjatuhkannya dengan berita buruk.
"Ayo pulang"
Ajak Linny pada Sean. Dia harus mulai bergerak. Sekali tepuk dua iblis akan mati di tangannya. Memang ternyata keluarga Wijaya masih dendam dengan penolakan Linny kembali pada Reza.
"Kami duluan ya Son. See for the last fitting 3 minggu lagi" Ucap Linny pada Sonia.
"Iya. Semangat ya. Aku yakin itu tidak benar" Ucap Sonia mendukung Linny.
"Thanks. Bye" Ucap Linny.
Di dalam mobil Sean menggenggam tangan Linny dengan erat.
"Kenapa?" Tanya Linny yang melihat ekspresi Sean begitu marah.
"Mereka benar-benar gila" Ucap Sean.
"Aku sudah tau ini akan terjadi. Santai saja" Ucap Linny tampak tidak terganggu dengan hal itu.
Sean menatap heran pada Linny.
"Kita ke apartemen lama ku. Pasti banyak reporter yang sudah memenuhi kantor. Panggil Gerry ke apartemen" Ucap Linny memberitahu Sean.
Mobil Linny menuju apartemen lama miliknya.
.
.
.