
Di rumah Sean tampak Mahaprana --Papa Sean merasa geram. Mahaprana mendengar laporan dari Prilly bahwa Sean menyukai wanita lain yang tidak jelas dan mungkin wanita itu yang mengajari Sean menjadi anak yang pembangkang.
" Sudahlah Pa. Setidaknya Sean memang memiliki kekasih. Mungkin dia belum siap menikah saja" Ucap Eni berusaha menenangkan sang Papa dan membela Sean.
" Jika ada kenapa tidak bawa ke rumah? Entah siapa wanita yang di maksud itu! Jangan-jangan memang bukan wanita baik-baik! Makanya Sean semakin pemberontak!" Ucap Mahaprana dengan keras.
Nyonya Mahaprana merasa lelah, sifat suaminya yang keras kepala menurun sempurna kepada Sean.
Dan malah lebih lucunya saat ini sang suami menyalahkan anaknya yang menjadi keras kepala.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya bukan?? Tentu saja Sean meniru sikap sang Papa yang keras kepala itu!
" Aku akan mencari tahu siapa wanita itu! Jika bukan wanita baik-baik maka kita harus menjauhkannya dari Sean" Ucap Mahaprana dengan tegas tanpa bisa di bantah.
Eni merasa bingung, Eni yakin jika sampai Sean bisa menyebut nama seorang wanita berarti di hatinya benar-benar spesial wanita itu.
.
.
.
Di dalam gedung FP corporation terdengar issue yang tidak menyenangkan tentang Sean.
Sean di kabarkan menjalani hubungan dengan seorang pria penjaja kepuasan dan sering menginap di rumah pria itu.
Kabar itu tentunya membuat Sean merasa jengah namun dia tidak bisa berbicara apa pun.
Dia baru bekerja tidak lama dan dari mana orang bisa mengatakan hal seperti itu. Ya, meski benar adanya dia seorang gay yang menjalani hubungan dengan pria.
Issue tidak menyenangkan itu tentu sampai di telinga Linny.
Selain dari Sean yang menceritakan hal itu, dirinya juga mendengar laporan langsung dari Andrean.
" Jadi kau mau gimana? " Tanya Linny pada Sean yang menceritakan masalahnya.
" Entahlah. Meskipun benar Aku gay. Tapi rasanya tidak nyaman karena membuat seisi perusahaan ribut. Aku takut jika di dengar CEO maka bisa-bisa Aku langsung dipecat sebelum mendapatkan pekerjaan lain" Ucap Sean frustrasi.
Linny hanya tersenyum mendengar keluhan Sean lalu menuliskan sesuatu di ponselnya.
" Sudahlah. Kau datang ke apartemen Ku hanya untuk mengatakan itu? Santai sekali ya Pak Manager ini bisa keluar jalan-jalan" Ledek Linny.
" Ah, ini kan jam makan siang. Aku merasa lebih tenang jika sudah bicara dengan mu" Ucap Sean jujur. Dirinya memang nyaman bersama Linny.
" Benarkah? Kalau begitu Aku rasa Aku bisa melakukan sesuatu untuk meredakan stress mu" Ucap Linny lalu mendekati Sean.
Sean masih belum paham maksud Linny.
" Berdiri! Cepat! " Ucap Linny menarik Sean berdiri dari sofa bed.
Dengan cepat Linny menurunkan pengait celana serta boxer milik Sean.
" Linny... " Ucap Sean tertahan saat Linny memanjakan si Pluto menggunakan mulut.
" Ada apa? Mau berhenti? " Tanya Linny meledek.
" Kau ini... Benar-benar membuat Ku gila! " Ucap Sean lalu merebahkan tubuh Linny.
Keduanya saling berciuman satu sama lain dan membiarkan si Pluto bermain-main dengan Venus.
30 menit pergumulan itu terjadi hingga keduanya mencapai titik puncak masing-masing.
" Terima kasih. " Ucap Sean sambil mencium kening Linny.
Sean mempercayai semua perkataan Linny lalu bergegas membersihkan diri sebelum kembali ke kantor.
Sepeninggalan Sean, tampak Andrean mendatangi apartemen Linny.
" Sudah datang Kau rupanya. Cepat juga" Ucap Linny merapikan rambut panjang dan di tusuk menggunakan tusuk konde kesayangannya.
" Ya. Maaf Aku habis meeting dengan manager keuangan. Ada apa? " Tanya Andrean heran Linny menyuruhnya datang dengan kata urgent.
" Cari tahu siapa yang memulai menyebarkan hal buruk tentang Sean. Bereskan segera. Aku tidak mau ada bunyi sumbang lagi tentang Sean" Ucap Linny memerintahkan Andrean.
" Tumben Kau sangat peduli dengan laki-laki. Baru kali ini Aku melihat mu begitu " Ucap Andrean jujur.
" Jangan mengata-ngataiku. Lakukan saja. Pokoknya besok harus selesai masalah ini. Jika tidak maka Aku akan membereskan mereka dengan cara Ku sendiri" Ucap Linny mengancam.
" Hah~ Baiklah Ibu CEO FP Corporation. Sepertinya aku harus mendapat kenaikan gaji setelah ini. Bukan hanya mengurus perusahaan dan kau saja, sekarang aku harus mengurusi pria milikmu! " Ledek Andrean.
" Sial! Pria apanya!. Aku hanya mengasihani pria gay itu! " Ucap Linny membantah perkataan Andrean.
" Ya apa pun itu. Akhirnya kau mau menerima pria lajang di sampingmu!" Ucap Andrean masih meledek.
" Sialan kau ini! "
Linny melempar bantal sofa ke arah Andrean dan membuat Andrean tertawa senang.
" Tapi siapa yang segila itu berani menyebarkan rumor di perusahaan?" Tanya Andrean heran.
" Aku tidak tahu tapi sebaiknya cari siapa orang itu dan hancurkan. Aku tidak mau ada lagi orang yang melakukan tindakan pencemaran di perusahaan ku" Ucap Linny serius.
" Baiklah. Aku mengerti. Ah ya, tampaknya kami membutuhkan mu untuk benar-benar ada di kantor Linny. Ayolah , hanya kau yang bisa mengendalikan semua investor " Ucap Andrean membujuk Linny yang tidak pernah mau menunjukkan diri sebagai pemilik perusahaan.
" Untuk apa? Lagi pula kau dan Sisilia biasanya bisa mengurus semua hal itu" Jawab Linny dengan santai.
" Tapi ini serius. Kau tidak tahu bukan banyak yang berpura-pura mengaku dirinya lah CEO FP corporation dan membuat masalah dimana-mana. Aku sampai lelah mengurusnya" Ucap Andrean yang memang tampak lelah.
" Akan ku pertimbangkan. Kerjakan saja dulu yang ku suruh. Selebihnya akan aku urus. Jika memang harus menggunakan bantuan om Donald maka lakukan saja.", ucap Linny.
Om Donald -- ketua mafia terbesar di Asia Tenggara dan bahkan Australia. Sahabat baik dari Papa kandung Linny.
Om Donald menjaga Linny secara diam-diam dari orang yang berniat buruk. Termasuk pria-pria yang pernah dikencani oleh Linny.
Apa bila pria itu mencoba mengusik dan menjatuhkan Linny, maka Om Donald yang bergerak membereskan orang-orang itu.
" Okey. Kalau begitu aku akan kembali ke kantor. Aku benar-benar berharap kau mau mempublikasikan diri mulai sekarang, apalagi semakin banyak dan luas perusahaan mu. Aku takut tidak sanggup menghandel nya sendirian" Ucap Andrean serius.
Linny hanya diam dan merenung.
Dia belum ingin menunjukkan diri sebenarnya, dia masih mencari di mana keluarga orang-orang laknat yang sudah menghancurkan hidup dan masa depannya.
Dan jika dia memunculkan diri maka dia tidak bisa lagi sembarangan mengencani pria beristri. Sudah dipastikan CEO muda sepertinya akan menjadi sorotan publik dan santapan komentar pedas dari netizen.
.
.
.
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPAMENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.
-linalim-