
"Ini laporan dari beberapa bisnis keluarga tiri mu. Mereka ingin menjual rumah peninggalan Papa mu" Ucap Andrean menyerahkan beberapa berkas pada Linny.
"Mereka sudah kehabisan sumber dana?" Tanya Linny penasaran.
"Belum. Masih ada beberapa yang menyokong salah satunya bisnis gelap mereka di bidang penjualan barang ilegal. Sepertinya beberapa tahun belakangan mereka menekuni hal itu sebagai pasokan tambahan untuk keuangan yang kacau" Jelas Andrean.
"Dan ini harga rumah Papa mu yang ingin mereka lepas. Cukup tinggi sehingga tidak ada yang mau meliriknya. Apalagi situasi ekonomi saat ini sedang melemah. Hanya orang yang memiliki kelebihan dana tak terpakai yang mau membeli rumah yang tidak berada di lokasi bisnis itu" Ucap Sisilia memberi informasi tambahan.
Rumah peninggalan sang Papa memang tidak berada di lokasi strategis untuk bisnis. Itu merupakan rumah biasa namun nyaman. Hanya bagi Linny rumah itu memiliki banyak nilai sejarahnya bersama sang Papa.
"Cari tahu harga yang bisa kita tawarkan dan buat mereka melepas rumah itu semurah mungkin. Mereka tidak pantas mendapat keuntungan dari rumah Papa ku" Tegas Linny.
Andrean dan Sisilia paham apa yang harus mereka lakukan. Linny benar-benar mengambil satu persatu peninggalan milik Papanya kembali ke tangannya.
Dan perlahan dia menghancurkan bisnis keluarga bajingan yang sudah menginjak kehidupannya itu dulu. Bahkan Linny tanpa rasa kasihan terhadap Mama kandungnya yang pasti juga menerima dampak buruk akibat pembalasan Linny.
Linny sudah tidak peduli jika sang Mama akan hidup dalam penyiksaan ataupun kemiskinan nantinya. Rasa dendam dan kebenciannya terlalu tinggi untuk mengasihani orang yang pernah melahirkannya itu.
Nicolas juga tidak melarang Linny. Dia mendukung semua keputusan Linny apa pun itu. Sama seperti Linny, bagi Nicolas dia hanya memiliki Linny sebagai keluarganya. Kedua orang tua mereka sudah mati bersama dalam kecelakaan.
Padahal sebenarnya sang Mama beberapa kali mencoba menghubungi Nicolas dan tentu Nicolas mengabaikannya bahkan menghilang tanpa jejak. Begitu benci Nicolas pada sang Mama yang hanya memikirkan cinta butanya, harta, juga sikap menjunjung anak laki-laki di atas segalanya.
Pantas saja Linny sejak kecil di abaikan. Sang Mama hanya selalu fokus pada Nicolas di tambah setelah menikah dengan Hendra Abdi Wijaya dan memiliki anak sambung Rendy Abdi Wijaya membuat sang Mama semakin berfokus pada Rendy.
Meskipun kenyataan Rendy yang sudah menghancurkan kehormatan Linny namun di mata Sisca Natalie -Mama kandung Linny dan Nicolas, tetap saja anak kandungnya alias Linny yang bersalah. Anak yang berbagi darah dengannya tidak lebih penting di banding kekayaan dan kehormatannya saat bersama Hendra Abdi Wijaya yang membuatnya hidup mewah dan disegani.
"Dokter akan datang sore ini memeriksa luka mu lagi" Ucap Andrean memberi informasi.
"Pengamanan akan di perketat mulai sekarang" Ucap Sisilia terdengar serius.
"Kau dan Sean berhati-hatilah. Yang kau hadapi bukan hanya mafia, tapi juga orang yang kelainan. Mereka sama berbahayanya seperti psikopat" Ucap Andrean yang sudah tau kejadian Linny yang hampir menghabisi kekasih Madam Rain.
"Aku paham. Maaf merepotkan kalian untuk mengurus perusahaan dan keamanan Sean" Ucap Linny pada Andrean dan Sisilia.
"Kau juga akan di jaga lebih ketat. Kau sudah masuk ke dalam lubang api itu, Linny" Ucap Sisilia yang benar-benar tidak menyangka Linny akan sangat mengerikan membabat habis orang-orang yang mencoba menyakiti Sean lagi.
Linny hanya tersenyum. Sean yang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka hanya bisa menghela nafas berat.
Melihat wajah Sean yang tertekan dan penuh penyesalan membuat Andrean merasa kasihan. Hal yang di alami Sean sejak awal sudah dia dengar lengkap dan dia tidak menyalahkan Sean dengan banyaknya kekacauan yang terjadi.
Malah Andrean takut Sean tidak kuat dengan segala bentuk ancaman dan teror dalam menghadapi Erik juga Madam Rain. Belum lagi Carlie yang masih buron hingga saat ini.
Apalagi Andrean juga tau jika rekaman vulgar hubungan terlarang Sean dengan Erik juga rekaman pemerkosaan Sean yang dilakukan Agus ada di tangan Erik. Hal itu tentu menjadi sebuah tekanan besar bagi Sean yang selalu menjaga nama baiknya.
Jika sampai rekaman itu tersebar luas pastinya dia akan di jatuhkan dan dicaci maki oleh masyarakat. Belum lagi hal itu pasti akan berimbas pada Linny yang sudah memperkenalkannya sebagai partner.
"Kau harus lebih kuat Sean. Kami selalu bersama mu. Apa pun perkataan orang-orang tidak akan membuat kami meninggalkan mu" Ucap Andrean mencoba memberi Sean semangat.
"Nicolas akan membantu. Dia akan mencari tahu di semua situs ilegal apakah ada yang memasukkan video mu. Dia IT yang handal. Kau tenang saja. Nicolas punya team sendiri" Ucap Linny menambahi.
Sean merasa sangat terharu. Mereka semua mendukungnya bahkan rela terlibat menghadapi orang yang padahal tidak punya masalah dengan mereka.
"Terima kasih" Ucap Sean berkaca-kaca.
Dia merasa keluarga kandungnya saja tidak mungkin akan sekuat itu mendukung dan melindunginya. Tapi orang-orang yang ada di sekelilingnya ini tidak memiliki ikatan darah dengannya malah sangat melindungi dan memahaminya.
"Kau cukup lebih baik pada Linny saja. Tidak usah berterima kasih, kau sudah seperti keluarga kami" Ucap Sisilia sambil tersenyum pada Sean.
"Yang boleh membully dan membunuhmu hanya Linny. Itu yang harus kau camkan" Tambah Andrean menekankan hal itu pada Sean.
Seolah ingin memberi tahu Sean jika Linny jauh lebih menakutkan di bandingkan Madam Rain, Erik ataupun Carlie.
Bahkan Om Donald saja mengatakan jika Linny masuk dalam kelompok mafia maka dia akan menjadi mafia terkuat di masa itu.
Seorang perempuan yang tidak punya rasa kasihan pada musuhnya tentu akan sangat di takuti.
"Kalian jauh lebih melindungiku di banding keluargaku sendiri" Ucap Sean jujur.
Andrean, Sisilia dan Linny saling berpandangan lalu tersenyum pada Sean.
"Tidak selamanya darah itu lebih baik dari pada ikatan persahabatan. Kehidupanku bisa sejauh ini juga berkat Andrean, Sisilia dan kedua orang tuanya yang bahkan tidak ada hubungan saudara dengan ku. Mereka yang mengangkat ku naik dari jurang dalam" Jelas Linny sambil tersenyum pada Andrean dan Sisilia.
"Oh God.. Please Linny. Itu sudah lama. Dan jangan pernah ungkit itu lagi okey?" Ucap Sisilia yang tidak suka Linny mengungkit kebaikan keluarganya.
Ke empat anak manusia itu tertawa bersama lalu melanjutkan pembahasan tentang proses dan kinerja perusahaan Linny.
Setelah tiga jam berlalu, Andrean dan Sisilia pamit untuk meneruskan pekerjaan mereka di perusahaan. Selain itu Linny juga harus banyak beristirahat agar lebih cepat pulih.
Se-peninggallan Andrean dan Sisilia. Sean tampak menuju dapur hendak memasakkan sesuatu untuk Linny sebelum waktu Linny minum obat.
"Kau mau makan apa?" Tanya Sean pada Linny.
"Mau memakan mu"
Linny tersenyum menggoda pada Sean. Tangannya sengaja mengelus lembut Pluto.
"Shhh... Linny. Please~"
.
.
.