A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Konferensi Pers2



"Saya yang masih berusia 17 tahun mengalami pelecehan. Masa depan saya di hancurkan oleh orang yang seharusnya menjadi kakak saya. Bahkan saya di ancam jika saya melaporkan hal itu maka adik saya akan di bunuh olehnya"


"Saya tidak memiliki apa pun saat itu dan tidak bisa berbuat banyak. Pikiran saya hanya keselamatan adik saya satu-satunya itu. Karena hanya saya yang dia punya untuk melindunginya. Kami memang tinggal di rumah mewah tapi kami bersekolah di sekolah biasa dan bisa di bilang tak ada fasilitas selain makan 3 kali sehari yang ala kadarnya dan biaya uang sekolah untuk kami tanpa uang saku. Saya tidak mau adik saya malah kesusahan karena saya"


Ucap Linny yang membuat beberapa orang di sana menangis mendengarkannya. Tak ada yang menyangka wanita secantik dan sehebat CEO Kim memiliki masa lalu yang begitu menyakitkan.


"Puncaknya. Satu hari saya hampir kembali di lecehkan oleh Hendra. Saya melawan dan itu membuat tangan Hendra terluka karena saya meraih sebuah gunting. Tapi berujung dada saya ini ikut tertusuk cukup dalam"  Ucap Linny menunjuk salah satu bagian dada dekat bahunya yang memang dia tattoo untuk menutupi bekas luka.


"Sebagian dari kalian pasti pernah melihat tattoo saya di bagian ini. Itu saya lakukan untuk menutupi bekas luka lama saya yang tidak bisa hilang dengan sempurna"  Ucap Linny menambahi.


Wartawan mulai kasak-kusuk. Tanpa Linny ketahui, Nicolas dan Ayu turut menyaksikan live konferensi persnya Linny. Nicolas menangis mengingat hari-hari kejam yang harus Linny lalui itu.


"Ibu saya melihat itu bertengkar dengan saya. 1000 kali pun saya jelaskan dia masih membela Hendra dan Rendy serta mengatakan saya seorang j@l@ng yang menghancurkan keluarganya. Dia tidak percaya putrinya ini sudah di lecehkan dan di perkaos oleh orang di dalam rumah itu"


"Hati saya sangat sakit. Dan karenanya saya masih bertengkar dengan Hendra, dia mendorong saya hingga menghantam dinding kaca dapur dan melukai punggung belakang saya. Beruntung saya tidak cacat atau pun lumpuh namun terdapat bekas goresan panjang di punggung saya hingga sekarang"


Semua yang mendengar hal itu kini meneteskan air mata. Mereka ikut merinding mendengar kisah mengerikan itu. Tentu luka itu pasti sangat dalam dan mengerikan. Rasa sakitnya itu tak mampu di bayangkan siapa pun.


"Saya pingsan dan saat sadar saya sudah di rumah sakit dan di rawat. Di saat itu ibu saya mengatakan dia tidak mengakui saya sebagai anak lagi karena saya bersikeras Hendra dan Rendy yang salah, saya tidak mau minta maaf pada Hendra dan Rendy karena saya tidak salah. Saya korbannya. Kenapa korban harus minta maaf? Saya yang terluka tercabik-cabik dan masa depan saya yang di hancurkan. Kenapa saya yang jadi tersangka?"


"Adik saya juga di tinggalkan karena memilih mengikuti saya karena adik saya rupanya melihat tindakan tak senonoh Hendra dan Rendy. Dia sempat trauma saat itu hingga tidak mau di pisahkan dari saya sedetik pun"


"Saat keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumah. Barang-barang kami sudah di buang ke halaman rumah dan rumah terkunci. Kami tidak ada tujuan karena semua milik almarhum ayah saya itu di pegang ibu saya. Hingga Andrean dan Sisilia, orang yang kalian kenal sebagai asisten dan tangan kanan saya ini meraih tangan saya. Orang tuanya merawat saya dan Nicolas. Menyekolahkan kami di tempat terbaik. Dan mengobati trauma saya juga Nicolas. Maka dari itu saya sangat menghormati Om Wisnu dan Tante Lisa"


Ucap Linny yang membuat semua orang mendapat jawaban atas pertanyaan kenapa Linny sangat baik dan dekat dengan Andrean dan Sisilia. Karena mereka tau Linny bahkan membeli kapal pesiar demi mewujudkan acara pernikahan mewah yang di impikan Sisilia. Juga Andrean dan Sisilia mendapat saham perusahaan Linny masing-masing 2% itu.


"Melihat saya yang sukses entah mengapa membuat mereka datang dan terus mengancam saya. Saya punya bukti rekaman mereka yang datang ke kantor saya dan mau memukuli saya yang tidak mau menyerahkan apa yang saya miliki. Dengan dalih Ibu saya adalah wali sah saya, mereka mau menguasai apa yang saya miliki. Mereka juga mencoba memfitnah dan merendahkan Sean - tunangan saya karena takut saya tidak mau menyerahkan harta saya pada mereka dan menyerahkannya pada Sean. Padahal aset almarhum ayah saya sudah mereka ambil dan hamburkan padahal itu hak saya dan adik saya"


"Saya berjuang beberapa tahun untuk mengambil kembali satu persatu aset almarhum ayah saya yang di salah gunakan itu. Dan kini saya menuntut karena aset itu di sita. Jadi apa saya salah?"


Linny tampak begitu serius dengan ucapannya dan tak terbantahkan.


Anak mana yang tak kecewa dan sedih saat kenangan dari almarhum ayahnya digunakan orang yang salah.


"Dan juga saya dengar banyak yang meragukan dan mengata-ngatai buruk tentang Sean saat saya mengenalkan dia sebagai partner hingga menjadi tunangan saya. Apalagi saat saya katakan saya akan meresmikan semua aset saya sebagai aset dia juga. Sean - Winsen Darren Mahaprana adalah pria yang menyelamatkan saya saat saya berusia 12 tahun dan hampir di lecehkan Hendra"


Ucap Linny lalu menatap hangat pada Sean. Sean tersenyum dan meraih tangan Linny memberinya kekuatan lebih.


"Sean membantu saya dua kali di masa saya masih kecil. Dan saat dewasa kami bertemu kembali tanpa saling mengingat. Baru-baru ini kami baru menyadari satu sama lain. Dia juga menjaga saya dengan baik. Dia selalu berdedikasi tinggi pada perusahaan. Dia selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk saya. Jadi tidak heran jika saya yakin dan memilihnya sebagai satu-satunya pasangan saya hingga mati nanti"


Ucapan Linny membuat banyak pihak berdecak kagum. Yang pernah mengatai-ngatai Sean kini merasa malu akan fakta yang ada.


"Satu lagi. Saya juga akan menuntut semua ujaran kebencian yang berlebihan dan tidak berdasar. Jadi siapkan diri kalian menghadapi kuasa hukum saya. Ini pelajaran untuk kita semua agar bisa lebih bijak menanggapi masalah dan mengemukakan suara di mana pun. Tidak selamanya apa yang kita lihat sudah menjelaskan segala sesuatu. Banyak hal yang belum kita pahami di dunia ini. Dan hingga kini saya sendiri masih belajar untuk itu"


Ucap Linny menutup penjelasannya hari itu. Lalu di ambil alih oleh Andrean, Sisilia, juga Gerry sebagai wakil Linny untuk mengurus kejadian itu.


Sean dan Linny saling berpandangan lega. Berbeda dengan orang yang pernah mencaci maki Sean dan Linny kini sedang ketar-ketir di luar sana.


Sedangkan Sisca Natalie dan Hendra Abdi Wijaya yang mendengar berita tentang konferensi pers itu terkejut bukan main. Mereka tidak menyangka Linny seberani itu mengumbar aib yang pernah terjadi.


Dan keluarga Wijaya kini semakin di kecam dan di incar wartawan. Mereka terus bersembunyi ketakutan. Mereka sudah salah langkah karena berpikir memiliki kesempatan ikut menjatuhkan Linny saat Ibu Kandungnya sendiri hendak menjatuhkannya.


Di rumah Om Donald tampak Erik begitu lega melihat berita itu. Akhirnya masalah itu selesai. Entah mengapa Erik malah yakin Linny tidak seburuk pemberitaan dan Erik malah turut membantu mencari akun yang menebar kebencian itu dan melaporkannya pada Om Donald agar bisa di urus Linny untuk di tuntut.


"Kau seperti sangat senang"  Ucap Joe melihat ekspresi bahagia Erik.


"Tentu. Aku senang Sean dan Linny melewati hal buruk ini"  Ucap Erik terdengar tulus.


"Mereka akan segera menikah. Bagaimana jika kita juga menikah?"  Tanya Joe dengan serius.


"Joe-"  Erik terkejut mendengar perkataan Joe itu.


"Aku akan menjaga mu., asal kau tidak masalah jika hidup sederhana denganku"  Ucap Joe.


Keduanya berpelukan. Keinginan Erik di cintai dengan tulus seumur hidupnya kini dia dapat dari Joe.


Terbukti pria itu tidak meninggalkannya meskipun dia sedang sakit dan rela merawatnya,


.


.