
Pagi ini kantor FP Corporation tampak sibuk. Semua karyawan tampak tidak seperti biasanya sangat terburu-buru.
Beberapa Office Boy bahkan terus mondar-mandir membersihkan seluruh celah di setiap ruangan tanpa menyisakan satu debu pun.
Melihat kesibukan itu, Sean cukup heran dan bertanya kepada rekan manager lainnya.
" Ada apa? Tumben semua sibuk banget? " Tanya Sean dengan wajah heran.
" Oh kamu enggak baca group?? " Tanya Manager itu.
" Ah, aku belum sempat membaca semua pesan. Ada apa? " Tanya Sean lagi.
" CEO akan datang pagi ini" Ucap Manager itu setengah berbisik.
" CEO? " Mata Sean membola terkejut.
" Iya. Setahuku selama bekerja di sini. Belum pernah CEO menunjukkan diri di kantor sejak kantor berdiri. Makanya semua sibuk takut buat salah" Ucap Manager itu lagi.
Sean terkejut mendengar perkataan rekan kerjanya itu, Jika CEO mau datang itu berarti Linny akan hadir di kantor hari ini.
Entah bagaimana dia harus menanggapi kehadiran Linny yang biasanya berbicara santai dengannya saat di bar.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
Sebuah mobil BMW seri 7 tampak berhenti di lobby gedung kantor FP Corporation.
Terlihat Linny turun dari mobil bersama Andrean dan Sisilia tentunya.
Langkah Linny tampak elegant sudah menunjukkan siapa dirinya. Terlebih Andrean dan Sisilia berjalan tepat di belakang Linny.
Linny langsung menuju lift naik ke lantai ruangan meeting.
Semua manager sudah berkumpul di ruangan meeting menunggu kehadiran sang CEO.
Banyak staff yang melihat kehadiran Linny masih tampak bingung.
Ada pula yang langsung menyadari, Linny bukan orang sembarangan karena melihat Andrean dan Sisilia yang berada di belakangnya.
Tiba di depan ruangan meeting, Bodyguard membukakan pintu ruangan meeting untuk Linny.
Semua manager tampak berdiri menghormat termasuk Sean.
Linny tampak berbeda di banding penampilannya saat di Bar RB yang lebih terbuka. Linny hari ini memakai celana kain panjang, baju yang tertutup namun menunjukkan berapa class dan elegant-nya Linny.
" Duduk " Ucap Andrean setelah Linny duduk di kursi kebesaran.
" Seperti yang sudah di informasikan di group. Hari ini kita kedatangan CEO kita. Mulai saat ini CEO akan memantau langsung semuanya dari kantor. Setelah sebelumnya hanya memantau dari balik layar. Semoga kinerja dan kekompakan kalian semakin kuat untuk memajukan perusahaan ini " Ucap Andrean memperkenalkan Linny secara resmi.
" Nona Kim ada yang ingin di sampaikan? " Tanya Sisilia dengan sopan menghormati Linny
Andrean dan Sisilia memang sangat profesional. Meskipun sahabat Linny, namun tetaplah Linny adalah CEO mereka. Artinya Linny adalah boss mereka di kantor dan tentunya sikap mereka harus sopan dan menghormati Linny.
" Mungkin banyak yang bertanya alasan apa yang membuat aku muncul saat ini. Tidak ada alasan khusus hanya saja aku merasa sudah waktunya untuk muncul mulai sekarang. Terlebih sering beredarnya CEO palsu dari FP Corporation. Selain itu, perusahaan sedang mengembangkan produk baru dan juga kerja sama baru. Kalian harus lebih ekstra bekerja lagi mulai sekarang. Karena kalian bisa terpilih dan menduduki posisi saat ini didasari kemampuan yang aku rasa kompeten dibidang masing-masing. Semua laporan tetap di serah kan kepada Andrean dan Sisilia. Apa ada yang mau ditanyakan? " Ucap Linny dengan serius dan panjang.
Tampak tidak ada yang berani bersuara termasuk Sean yang hanya menatap Linny yang tampak berkarisma di hadapan semua orang.
Melihat tidak ada yang mau bicara membuat Linny berdiri dari duduknya.
" Aku, Kimberlyn Fransisca Pratama, CEO dari perusahaan FP ini ingin menyampaikan secara langsung terima kasih atas kerja keras kalian dalam membangun perusahaan dan semoga ke depannya kalian bisa bekerja lebih baik lagi " Ucap Linny sambil tersenyum tipis dan mengakhiri meeting dadakan itu.
Siapa yang bisa menyangka wanita pemilik bar yang sebelumnya di anggap remeh ternyata merupakan seorang CEO dan pendiri perusahaan besar itu. Karena selama ini saat meeting penting yang mengharuskan kehadiran Linny, Linny hanya muncul secara virtual tanpa menunjukkan wajah sama sekali.
Liny menuju ruangan CEO miliknya yang biasanya kosong atau terkadang Andrean dan Sisilia mengerjakan pekerjaan kantor di ruangan CEO milik Linny.
" Apa ada hal lain lagi? " Tanya Linny sesaat memasuki ruangan CEO.
" Sejauh ini belum Nona. Hanya beberapa berkas laporan yang harus Anda baca. " Ucap Andrean menginformasikan.
" Bersikap lah santai dengan ku. Jangan terlalu formal" Ucap Linny yang kurang suka diperlakukan seperti itu oleh sahabatnya.
Andrean dan Sisilia segera menutup pintu ruangan CEO, takut jika ada yang mendengar pembicaraan mereka.
" Ini di kantor Linny. Selama di kantor dan kegiatan formal lainnya maka aku dan Sisil harus bersikap hormat pada mu. Itu sudah seharusnya. Kau adalah CEO di sini " Ucap Andrean menjelaskan.
" Itu lah yang ku takutkan. Kalian seperti asing bagiku " Ucap Linny menghela nafas lelah.
" Jangan berpikir begitu. Ini hanya agar semua karyawan bisa berlaku sopan pada mu" Ucap Sisilia menambahi.
" Terserah kalian saja.. Mana berkas yang harus ku baca? Ah laptop ku sepertinya masih di mobil " Ucap Linny lalu duduk di kursi kebesaran CEO itu.
" Akan aku suruh orang mengambilnya " Ucap Andrean lalu menyuruh salah satu bodyguard mengambil kan laptop Linny.
" Ini berkasnya. Aku harus keluar dulu memantau toko skincare. Baru masuk barang " Ucap Sisilia.
Linny masih tampak sibuk membaca berkas-berkas yang ada di atas mejanya.
" Aku dengar penjualan meningkat di produk tertentu. Penjualan apa?" Tanya Linny kepada Andrean.
" Minuman ringan dan makanan ringan. Itu meningkat pesat sejak Sean menjabat posisi manager pemasaran untuk bidang itu. Namun ada hal lain yang bermasalah, untuk skincare dan property mengalami masalah penjualan. Merosot tajam sejak 3 bulan lalu " Ujar Andrean menginformasikan kondisi penjualan.
" Ada masalah apa?" Tanya Linny heran.
" Sepertinya manager-nya yang kurang mengerti di bidang tersebut. Kita harus mengganti dengan yang lain" Ucap Andrean.
" Mereka adalah manager pemasaran, berarti pemasaran produk apa pun harus mereka paham! " Ucap Linny tegas sambil meletakkan map berisi laporan.
" Panggil para manager itu segera kemari. Properti, skincare, dan yang lainnya! " Ucap Linny kesal.
3 bulan penjualan makin merosot tanpa perubahan lebih baik. Semua fasilitas dari kantor di berikan bahkan sepertinya penjualan tidak sesulit itu karena sebenarnya produk Linny sudah berjalan lama dan di kenal. Hanya tinggal bagaimana pengemasan dalam pemasaran dan cara marketing untuk terus melancarkan penjualan dengan baik.
Karena jika produk itu buruk, mana mungkin manager lama yang resign sanggup membeli aset bahkan memiliki usaha sendiri dengan mengumpulkan bonus melimpah. Karena ingin fokus dengan usaha yang dibangun lah maka manager lama itu berhenti. Bukan karena tidak kompeten dalam melaksanakan tugas mereka.
Andrean segera memberitahukan semua manager pemasaran untuk menyiapkan laporan penjualan mulai dari 3 bulan lalu hingga ter-update.
Semua manager pun berkumpul di ruangan CEO termasuk juga Sean.
.
.
.
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.
-linalim-