A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Tidak Bisa Dibohongi...



"Astaga Linny!!! Ck!!! Kau mau bercocok tanam atau meeting sih???"


Sisilia terdengar kesal sedangkan Andrean memalingkan wajah melihat adegan dewasa di dalam ruangan kantor itu.


"Ck! Ganggu aja"  Ucap Linny sambil merapikan bajunya yang sudah setengah terbuka itu.


Sedangkan Sean tampak malu seolah kepergok berbuat mesum oleh guru BK sekolah.


"Kami akan kembali 30 menit lagi"  Ucap Sisilia hendak keluar dari ruangan itu.


"Tidak usah. Kalian duduk saja"  Linny mencegah Sisilia dan Andrean keluar.


"Tapi kalian  masih-"


"Diam! Hah~ Sean ayo ke kamar mandi bereskan pakaianmu"


Linny langsung menarik Sean masuk ke kamar mandi di dalam ruangan itu untuk membersihkan diri.


Sisilia dan Andrean hanya bisa saling memandang bingung melihat Linny dan Sean.


Di dalam kamar mandi Linny masih mencium Sean seolah kesal karena tidak bisa menuntaskan permainan mereka tadi.


"Sudah. Lanjutkan nanti di penthouse saja Linny"  Ucap Sean.


Linny hanya mengangguk paham dan segera merapikan pakaiannya.


15 menit kemudian keduanya keluar dari kamar mandi dan duduk bergabung dengan Sisilia dan Andrean.


Linny kembali dalam mode serius. Melihat wajah Linny yang serius membuat Sisilia tidak berani meledeknya lagi.


"Ini beberapa laporan tambahan dan ada beberapa video yang bisa kau tonton dulu dan putuskan apakah mau membocorkan isi video ini atau tidak ke public"


Sisilia menyerahkan sebuah map dan Andrean memperlihatkan iPad miliknya pada Linny.


Linny membaca isi map itu terlebih dulu. Setelahnya Linny menekan tombol play untuk melihat isi dari video itu.


Isi video yang berupa adegan menjijikkan Hendra dengan wanita selingkuhannya. Ya, Hendra selingkuh di belakang ibu kandung Linny.


Namun Linny tidak merasa kasihan atau sedih untuk sang Mama. Dia malah tertawa sinis dan sudah tau jika manusia itu sangat menjijikkan.


Tidak heran bagi Linny karena saat Linny masih di bawah umur saja mau di lecehkan oleh pria bajingan itu. Jadi jika pria itu berselingkuh malah menurut Linny itu hal yang wajar.


Bukan hanya satu video tapi banyak video dengan 5 wanita berbeda yang menjadi simpanan Hendra lengkap dengan bukti transferan dan isi chat menjijikkan mereka.


Wanita yang seusia sang Mama sampai yang masih muda menjadi simpanan Hendra. Sungguh luar biasa manusia satu itu.


"Dia menggadaikan harta peninggalan Papa mu yang sudah di atas namakan Mama mu. Dan aliran dananya selain menyokong usahanya yang sudah beberapa tahun ini goyah juga untuk menafkahi selingkuhannya"


Jelas Andrean yang membuat Linny murka.


Bajingan itu berani menggunakan peninggalan almarhum Papa Linny untuk di jual sebagai dana membiayai selingkuhan-selingkuhannya. Menjijikkan.


Itu yang terlintas di pikiran Linny dengan penuh amarah dia menatap ke arah Sisilia dan Andrean.


"Rampas kembali semua itu. Termasuk barang mewah yang dia berikan pada selingkuhannya. Bgssttt!"  Umpat Linny kesal.


"Baiklah. Akan aku cari caranya"  Jawab Andrean meskipun kini pikiran Andrean masih kacau karena Angel masih tidak bisa di hubungi.


Hingga beberapa hari ini tubuh Andrean benar-benar sakit. Dia merasa mual dan tidak bernafsu makan. Mungkin efek terlalu banyak pikiran.


"Kau yakin bisa? Sepertinya kau banyak pikiran belakangan"  Ucap Linny menatap Andrean yang tampak tidak sehat itu.


"Tenang. Aku tidak apa-apa. Sudah ku bilang hanya telat makan"  Jawab Andrean dengan tenang seperti biasanya.


"Kau yakin?"  Tanya Sisilia memicing menatap Andrean.


Entah mengapa Sisilia merasa sesuatu yang aneh pada Andrean. Semoga feeling-nya salah. Itu saja yang dia terus rapal kan dalam pikiran dan hatinya.


"Ya sudah . Aku sudah kembali. Semua tugasku kembalikan pada ku. Dan kau cutilah beberapa hari. Ke dokter dan pulihkan tubuhmu. Jangan sampai kau drop total"  Ucap Linny pada Andrean.


"Tenang saja. Tidak usah. Aku kembali ke ruanganku dulu. Setelah aku mendapat caranya dan mulai bergerak akan aku kabari" Ucap Andrean lalu keluar dari ruangan.


Pintu ruangan Linny kembali tertutup rapat. Kini tersisa Sean, Linny dan Sisilia di dalam ruangan itu.


"Ada apa? Jangan membohongiku!"  Tegas Linny pada Sisilia.


Seperti yang Sisilia duga, sangat sulit menyimpan apa pun untuk luput dari perhatian Linny.


"Jangan coba-coba berbohong padaku!"  Tegas Linny lagi.


"Andrean meniduri Angel"  Ucap Sisilia singkat.


Mata Linny membola terkejut begitu pula Sean. Tapi keduanya masih berpikir positif dan menganggap hal biasa yang umum terjadi bagi sesama teman yang One Night Stand bersama.


"So? Apa masalahnya? Hanya berbagi kesenangan. Apa dia ketagihan dan Angel gak mau layani dia lagi?"  Tanya Linny dengan nada mengejek.


Sean hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Linny.


"Lebih parah daripada itu Linny. Aku serius"  Ucap Sisilia terdengar sangat serius.


Mata Linny menatap heran pada Sisilia begitu pula dengan Sean.


.


.


.


Tiba di penthouse Linny membuka semua pakaiannya. Dia tampak  melamun hingga Sean memeluknya dari belakang.


Linny  tersentak terkejut. Pikirannya sedang tidak bersamanya saat ini.


"Kau masih memikirkan perkataan Sisilia?"  Tanya Sean penasaran.


Sebenarnya Sean juga cukup terkejut dengan pengakuan tadi. Ternyata sesuatu yang besar sudah terjadi dan Linny terlibat di dalamnya secara tak langsung.


Bagaimana tidak. Sisilia menceritakan hal yang sungguh tidak pernah di duga atau pun tercium gelagatnya oleh Linny selama ini.


"Andrean sudah mengambil kehormatan Angel. Itu pertama kali untuk Angel dan Andrean merusaknya dengan sangat kasar bahkan bisa di bilang kekerasan. Andrean yang mengakui hal itu padaku"


Sean dan Linny tidak menyangka Andrean memiliki sisi gelap dan kasar dalam bercinta. Tapi itu di pengaruhi obat-obatan. Tidak bisa mereka menyalahkan Andrean dalam hal ini.


Hanya pengakuan Sisilia selanjutnya yang membuat Linny dan Sean terkejut dan tidak menyangka.


"Andrean mencintai mu sejak dulu Linny. Hanya dia tidak berani mendekatimu. Selama ini dia di sisi mu dan menjaga mu saja tanpa mengharap lebih. Dan Angel tahu itu. Itu juga yang di katakan Andrean saat menolak Angel yang terang-terangan mencintainya. Kini Angel menjauhi Andrean. Dia masih mau merespons panggilanku jika ada keperluan. Tapi dia benar-benar memblokir semua akses Andrean"


Linny benar-benar tak habis pikir Andrean menyimpan sejauh itu perasaannya. Hingga saat ini secara tak langsung Linny turut terbawa dalam masalah Andrean dan Angel.


Linny memang pernah mencurigai Andrean menyimpan rasa padanya. Tapi itu dulu. Saat Linny baru mengalami keguguran karena keluarga Reza.


Dia juga tidak berpikir Andrean akan sejauh itu perasaannya apalagi mereka sudah berteman selama ini dan Andrean tidak pernah menunjukkan gelagat aneh padanya.


"Itu bukan salah mu atau pun salah mereka. Masalah perasaan tidak ada yang bisa mengaturnya Linny"


Ucap Sean berusaha menghibur Linny yang sejak kembali dari kantor tampak murung dan memikirkan perkataan Sisilia itu.


"Aku bingung. Padahal minggu depan aku akan membawa Farid bertemu dengan Angel. Entah bagaimana caraku menghadapinya nanti. Astaga. Gara-gara pria sialan yang mencoba menjebak Andrean makanya jadi ribet begini"  Ucap Linny kesal.


Sean yang tahu Linny sangat emosi kembali menciumi tengkuk Linny.


"Hei! Aku sedang bicara"  Ucap Linny yang kesal menahan hasratnya di pancing oleh Sean.


"Tapi aku sedang ingin menciummu. Sejak tadi aku menahan hal yang tak tuntas itu. Dan itu urusan mereka, kita tidak bisa ikut campur terlalu jauh. Hanya kita bisa memberikan bantuan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Angel ataupun Andrean"


Ucap Sean dengan menunjukkan puppy eyes-nya pada Linny.


Melihat wajah Sean membuat Linny tidak tahan dan langsung menciumnya. Sepertinya memang benar perkataan Sean.


Linny tidak bisa ikut campur. Masalah hati tidak ada yang bisa menduga.


Semoga saja Andrean dan Angel bisa menyelesaikan masalah tanpa ada salah satu diantar mereka yang ter sakiti.


Karena Linny tau, Angel perempuan yang sangat baik dan pemaaf. Hanya saja Angel butuh waktu sepertinya yang dulu pernah kecewa oleh kaum adam dan baru kini bisa membuka hatinya untuk Sean.


"May i take off you clothes?"  Tanya Sean dengan senyum yang menggoda.


Linny langsung membuka dengan sensual kemeja-nya di hadapan Sean dan kembali berciuman dengan Sean.


What a wonderful night


.


.


.