
Sean heran, rumor mengenainya tiba-tiba menghilang. Tak ada lagi tatapan aneh. Tak ada lagi suara suara sumbang.
Semua orang bersikap biasa dan malah semakin menghormati Sean.
" Kenapa dengan sikap mereka? Aneh " Tanya Sean pada diri sendiri.
Sean fokus dengan pekerjaannya. Ponselnya berbunyi. Kak Eni menyuruhnya pulang karena ada masalah besar, Papa mereka marah dan menyebut nama Linny.
Sean bingung bagaimana keluarganya bisa tahu nama Linny.
" Ah sial! Apalagi ini! " Ucap Sean kesal.
Namun mau tak mau Sean harus pulang, dia takut jika sang Papa mengetahui keberadaan Linny maka di pastikan Linny akan di cecar dan di hina.
Sean tidak mau hal itu terjadi. Dirinya sangat menyayangi Linny, setidaknya itu yang dia akui. Sean tidak ingin Linny di sakiti siapa pun.
Sore sepulang bekerja Sean langsung pulang ke rumah keluarganya.
" Masih tau jalan pulang ternyata kau ya?! ", Tegur Mahaprana saat Sean baru masuk kedalam rumah.
" Masih belum puas membuat masalah? Bisa bisanya kau berhubungan dengan wanita Bar! Apa kau tidak malu Sean?! Percuma kau bekerja di perusahaan besar!!! Apa kurangnya Prilly?!!! " Tanya Mahaprana dengan suara dan nada bicara penuh emosi.
" Kurang akhlak" Jawab Sean dengan santai.
" Anak kurang ajar!! Apa wanita bar itu yang mengajari mu untuk kurang ajar dengan orang tua?!!!! Kau semakin menjadi-jadi sekarang!!!" Bentak Mahaprana.
Melihat kemarahan sang suami, Nyonya Mahaprana mencoba menengahi pembicaraan antara Ayah dan Anak itu.
" Sean apa benar kau menggoda Prilly untuk berhubungan dan mengatakan kepada Prilly bahwa kau akan menikahinya tapi kau akan menjadikan wanita bernama Linny sebagai istri kedua mu? " Tanya Nyonya Mahaprana dengan lembut.
Sean benar-benar terkejut. Dia tidak habis pikir ternyata ini adalah ulah Prilly. Sudah gila wanita itu. Sean tidak pernah mau menyentuh Prilly apalagi menikahi wanita itu.
" Kalian lebih percaya Prilly kan dari pada anak sendiri. Untuk apa bertanya kalau begitu? " Ucap Sean yang sudah muak dengan semuanya.
" Anak tak tau di untung! Kau hanya merusak nama baik keluarga ini! Mau di taruh di mana muka Papa dan Mama kalau kau punya pasangan seorang wanita bar?!! " Tanya Mahaprana yang terus emosi.
" Setidaknya dia jauh lebih baik dari pada Prilly. Dia tidak memiliki mulut berbisa seperti orang yang Papa katakan terpelajar dan dari keluarga baik-baik" Ucap Sean dengan tegas.
" Maksud mu apa Sean? " Tanya Eni merasa janggal.
Eni yang memang curiga dengan pengakuan Prilly di hadapan orang tua mereka. Eni merasa tangisan Prilly palsu, dan kata katanya bertolak belakang dengan sikap Sean terhadapnya.
" Wanita gila itu mencoba merayuku dengan obat per@ngsang! Untungnya otak ku masih bekerja lebih baik daripada nafsu ku! Dan aku jelas-jelas menolaknya bukan karena Linny atau wanita mana pun! Tapi karena sifat dia yang buruk! Ternyata dia juga licik! Beruntung aku tidak mau menerima perjodohan konyol ini! " Jelas Sean yang benar-benar marah.
" Mana mungkin Prilly berbohong! " Ucap Mahaprana yang kekeh membela Prilly
" Ya! Dan Anakmu ini lah bajingan yang selalu salah bukan?! Sudahlah aku lelah berbicara dengan kalian. Jika kalian memang merasa aku hanya benalu dan membuat malu. Maka anggap saja kalian tidak memiliki anak yang bernama Winsen Darren Mahaprana. Anggap saja aku sudah mati! " Tegas Sean lalu pergi dari rumah itu.
Sean memutuskan untuk tidak akan pernah lagi menginjakkan kaki di rumah orang tuanya itu.
" Sean... Seann.... ", Nyonya Mahaprana memanggil nama Sean lalu menangis dan pingsan.
Melihat hal itu, Mahaprana dan Eni segera membawa Mama untuk beristirahat dan memanggil dokter ke rumah mereka.
Sean memacu mobil menuju kembali ke apartemennya.
.
" Kau yakin untuk melakukan ini Linny? " Tanya Andrean memastikan.
" Tentu. Lakukan saja. Aku jamin akan berhasil. Tenanglah Dre! " Ucap Linny sambil menikmati jus buah naga buatan Tante Lisa --Mama dari Sisilia dan Andrean.
" Baiklah. Ah ya, Nicolas kapan kembali? " Tanya Andrean pada Linny.
" Dia akan melanjutkan hingga S3 di sana. Biarkan saja dia melakukan yang dia mau. Aku cukup menggembung kan kantong agar bisa mendukungnya" Ucap Linny dengan santai.
" Dasar kau ini! Menikahlah! Masa seorang CEO dan pendiri FP Corporation jomblo abadi! " Ucap Sisilia mengejek.
" Malas! Jangan ribut ah! " Ucap Linny dengan santai.
" Ah ya gimana? Kapan kau akan mengurus perusahaan secara langsung. Aku rasa sudah cukup waktunya kau berada di balik layar. Sudah 6 tahun kau menyembunyikan diri dan identitas mu" Ucap Andrean yang masih membujuk Linny untuk mau muncul ke permukaan.
" Nanti jika sudah waktunya. Oh ya Om Donald titip salam buat kalian. Bulan depan ulang tahunnya yang sudah setengah abad itu. Dia mengundang kita" Ucap Linny mengabari kedua sahabatnya itu.
" Baiklah kami tahu. Ya sudah. Apa ini sudah cukup? " Tanya Sisilia memastikan hasil diskusi mereka terkait perusahaan
" Sudah. Akan aku beritahu jika ada ide tambahan. Jalan kan saja dulu rencana itu " Ucap Linny.
Sisilia dan Andrean paham dengan perintah dari Linny. Meskipun dia selalu berada di balik layar, namun Linny lah pendiri juga CEO dari FP corporation, dirinya yang mendirikan perusahaan itu dari 0 hingga saat ini.
Meskipun Linny hanya berada di balik layar dirinya yang selalu mencetuskan ide dan memberi paduan kepada Sisilia dan Andrean agar apa yang mereka sampaikan bisa sesuai planing. Seluruh roda bisnis perusahaan di pantau dan digerakkan oleh Linny dengan bantuan Sisilia dan Andrean.
Terkadang Linny harus ikut meeting namun dia hanya akan ikut secara virtual tanpa menunjukkan wajahnya.
Sisilia dan Andrean yang menjadi orang kepercayaan serta asisten pribadi Linny.
Linny hanya memantau semua hal berkaitan dengan perusahaan tanpa harus menginjakkan kaki ke perusahaan itu.
Dirinya lebih suka berada di meja bar dan berbicara dengan berbagai orang, untuk mengetahui semua hal dari besar sampai kecil tanpa ada yang bisa menutup-nutupi.
Linny tahu jika orang mengenalinya sebagai CEO maka orang-orang tidak akan berani berkata jujur, mereka hanya akan memberi kata-kata yang menyenangkan di dengar telinga.
Tanpa ketiganya sadari, Aston berada di luar ruangan mereka yang tidak tertutup rapat.
Aston yang di minta sang Mama untuk mengantarkan undangan acara makan malam dan peresmian usaha berliannya ke rumah saudara sepupunya itu tidak sengaja mendengar pembicaraan sepupu sepupunya dengan Linny.
' Gila! Jadi Linny pemilik FP! Wah Sean pasti kaget kalau tahu. Aku harus memberitahu anak-anak besok! ' Batin Aston yang senang karena Linny bukan orang sembarangan. Tentunya keluarga Sean tidak akan menolak kehadiran Linny nantinya.
Karena menurut Aston, William, Danu juga Doni, Sean sudah jatuh hati pada Linny, hanya mereka khawatir profesi Linny akan di cemooh keluarga Sean apalagi mereka semua tahu Mahaprana memiliki watak yang keras dan mengutamakan nama baik keluarga serta kekuasaan.
Aston segera kembali ke rumahnya. Dia tidak sabar bertemu dengan sahabat-sahabatnya besok yang juga di undang Mama nya.
Ini merupakan hal yang sangat membahagiakan.
.
.
.
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.
-linalim-