A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Pesta Menegangkan 2



"Kau akan menyesal atas ucapan dan tindakan mu Pak MAHAPRANA!! Kau sudah berani menyentuh---"


Ucapan Andrean terhenti saat  Austin --Papa Aston mendekati mereka.


" Ada apa ini? "


" Linny?? "


" Kapan kau tiba sayang? "


Austin yang melihat Linny langsung memeluk dan mencium pipi Linny dengan penuh kasih sayang.


Hal itu membuat semua orang di ruangan itu terkejut, tak terkecuali Mahaprana dan Nyonya Senata.


"Om Austin kenal Linny?"  Tanya Sean yang kebingungan melihat sikap Austin yang sangat ramah pada Linny.


Sean merasa cemburu melihat kedekatan Linny dengan Austin.


Aston juga sangat terkejut melihat Papa-nya yang begitu ramah dengan Linny, padahal sang Papa terkenal cuek dengan wanita mana pun selain kepada Rebecca --istrinya alias Mamanya Aston.


 Baru saja Aston memikirkan sang Mama, tak lama Rebecca muncul dengan setengah berlari menuju Linny.


" Ah Linnyyyy!!! Akhirnya kau datang jugaaa!!! "


Rebecca sangat senang langsung mendorong Austin--suaminya menjauh dan berganti memeluk Linny dengan hangat.


" Iya Tante. Om. Maaf aku terlambat"  Ucap Linny dengan santai dan tersenyum ramah.


" Tidak apa-apa, yang penting Kau datang!! Tante ingin kenalin Kau sama anak tante. Mana anak bandel itu sih"  Ucap Rebecca mencari-cari di mana Aston berada.


" Nah itu dia! Aston kemari !! "  Teriak Rebecca yang sangat antusias untuk mengenalkan putranya kepada Linny.


Aston mendekati Mama-nya yang masih terus memeluk Linny.


" Kenalin ini Linny, ini loh yang menjadi investor usaha berlian Mama"  Ucap Rebecca yang tentu membuat semua orang terkejut.


Mata semua orang membola seakan tidak percaya atas pernyataan Rebecca.


Sean juga terkejut mendengar hal itu. Linny investor keluarga Aston? Ada apa dengan dunia ini sebenarnya!


" Linny ini anak tante. Meski terlihat brandalan dia baik kok. Masih jomblo loh"  Ucap Rebecca yang ternyata ingin menjodohkan Linny dengan Aston.


Mendengar perkataan Rebecca membuat Sean menatap tajam Aston. Aston menciut ketakutan dan bergetar. Sial sekali sang Mama malah mengatakan hal itu di hadapan Sean yang sudah seperti singa hendak menerkam siapapun yang berani mengambil Linny-nya itu.


" Ma, pleaseeee"  Ucap Aston merasa tidak enak.


Keluarga Sean dan Prilly merasa bingung. Ada apa sebenarnya.


" Maaf nyonya Rebecca. Wanita itu??"  Mahaprana mencoba bertanya dan memastikan apa sebenarnya yang terjadi.


" Dia adalah investor di keluarga Pak Austin, sudah paham Pak Mahaprana yang terhormat??? "  Tegas Andrean dengan tatapan tajam dan suara yang terdengar sangat tidak bersahabat.


Mata Mahaprana membola tidak percaya. Bagaimana bisa seorang wanita bar yang miskin itu investor di keluarga boss-nya di mana dia sudah mengabdi lebih dari 10 tahun itu. Mahaprana bahkan tidak pernah melihat Linny sebelumnya di acara bisnis apa pun selama dia menjadi tangan kanan Austin.


Melihat tatapan dari orang-orang yang masih tidak percaya dengan fakta itu, juga laporan Andrean tentang banyaknya orang-orang yang mengaku sebagai CEO di perusahaannya membuat Linny merasa mungkin itu waktunya menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya. Terlebih semua pebisnis juga berkumpul.


Selain itu Linny tau Sean juga tampak penasaran padanya.


" Baiklah aku rasa ini waktu yang tepat. Aku akan memperkenalkan diriku secara resmi" Ucap Linny dengan suara tajam yang membuat semua orang mendengarkannya.


" Perkenalkan. Aku adalah CEO FP Corporation. Kimberlyn Fransisca Pratama"  Linny dengan tegas.


Seluruh tamu terkejut mendengarnya. Terutama Mahaprana dan Nyonya Senata yang mendengarkan itu langsung dari mulut Linny.


"Dan aku bukan wanita bar murahan - j@lang - dan rendahan yang seperti Anda tuduhkan Pak Mahaprana. Jika tidak mengingat kau adalah orang tua dari Sean maka sejak tadi aku sudah mematahkan leher mu!"  Ucap Linny dengan tegas lalu menatap Sean.


"Ternyata masih banyak pebisnis yang mencoba bekerja sama dengan perusahaan ku namun tidak profesional ya. Hanya menilai orang dari luar tanpa tau siapa dia sebenarnya dan kemampuan orang itu"  Ucap Liny sambil menyoroti beberapa orang yang mencoba mengajukan kerjasama dengan perusahaannya termasuk pria yang hampir melecehkannya tadi.


"Andrean. Batalkan semua janji temu ku dengan orang-orang di sini. Mereka tidak pantas bekerja sama dengan perusahaan ku. Benar bukan? Tidak mungkin kalian mau bekerja sama dengan WANITA MISKIN ini??"  Tanya Linny dengan penuh penekanan.


 Semua orang-orang itu tampak bungkam bahkan beberapa di antaranya ketakutan. Bisnis mereka pasti terancam jika Linny tidak mau bekerja sama dengan mereka.


Pak Senata --Papa Prilly yang baru keluar dari kamar mandi mendekat ke arah kerumunan itu.


" Ada apa Ma? " Senata kepada istrinya yang tampak takut-takut.


Mata Pak Senata tertuju pada Linny.


" Nona Kim!! "  Seru Pak Senata yang langsung memberi hormat pada Linny.


" Astaga aku sangat senang bisa bertemu Nona disini"  Ucap Pak Senata yang tampak bahagia dan menghormati Linny.


" Sayang, Ma. Sini. Ini Nona Kimberlyn yang sudah menyelamatkan nyawa papa saat papa hampir mati di serang pembunuh. Nona Kim juga yang menjadi investor Papa beberapa tahun belakangan"  Jelas Pak Senata yang mengejutkan semua orang.


Prilly terdiam membeku. Linny yang di hinanya adalah penyelamat sang Papa dan bisnis keluarganya.


" Astaga, kenapa pakaian Anda basah Nona. Ah perlu saya panggilkan orang untuk membawakan baju yang bersih? "  Tanya Pak Senata yang heran melihat keadaan Linny.


" Tidak perlu. Aku sudah biasa seperti ini"  Ucap Linny dengan santai.


" Jika kau ingin memberikan ku baju. Mungkin aku akan meminta pakaian yang dikenakan putri mu saat ini" Ucap Linny dengan tajam.


Pak Senata merasa terkejut. Dia bingung entah apa yang terjadi. Prilly yang tampak cemas ketakutan dan pandangan tajam dari Linny seolah memberi jawaban bahwa Prilly lah yang membuat pakaian Linny basah.


" Nona. Itu... "  Pak Senata berusaha berbicara.


Linny mengangkat tangan-nya tanda menyuruh Pak Senata untuk diam.


" Aku sedang tidak ingin banyak berbicara. Silahkan lanjutkan acara kalian. Maaf Om Tante, aku sudah membuat kekacauan. Aku pamit dulu"  Ucap Linny tersenyum pada Austin dan Rebecca lalu berjalan keluar dari rumah itu.


Sisilia, Andrean dan bodyguard mereka langsung mengikuti Linny.


Semua orang membeku, Austin - Rebecca dan Pak Senata yang tidak paham apa yang terjadi lantas bertanya kepada Aston.


Aston menjelaskan secara rinci seluruh kejadian termasuk kata-kata kasar dan hinaan yang diterima Linny. Mata ketiga orang itu tampak membola terkejut dan tidak menyangka.


Mahaprana tampak cemas juga melihat Austin yang terang-terangan menunjukkan rasa kecewa dengan sikap mereka.


Sean masih terdiam, dia menatap Aston.


" Kau sudah tahu? "  Tanya Sean dengan dingin.


Aston membeku. ' mampus aku! Mom help Me!!! '  Pekik Aston dalam batin.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.


-linalim-