
Acara makan malam yang di adakan Mister Lee khusus untuk kolega yang dia kenal baik dan pernah atau sedang bekerja sama dengannya.
Acara mewah yang di hadiri pihak kalangan atas itu tentu terlihat sebagai pesta sultan.
Bahkan orang-orang antusias saat melihat Linny hadir. Semuanya tampak mendekati dan menyapa Linny serta Sean.
Linny dan Sean hanya berusaha menanggapi dengan ramah dan sekedarnya saja.
Tanpa Linny dan Sean sadari Hendra dan Sisca Natalie juga di undang. Dan tentu mereka akan sengaja mengejek dan menjatuhkan Linny di depan public.
"Wah. Anak durhaka ini di sini juga rupanya. Pintar juga kau mencari mangsa orang kaya" Ucap Sisca Natalie dengan sengaja.
Linny hanya menanggapi dengan senyuman tipis dan dengan tenang menegak wine di gelasnya.
Dia tidak mau menghabiskan tenaga untuk bertengkar dengan orang yang tidak penting baginya itu.
Di abaikan Linny tentu membuat Hendra dan Sisca Natalie merasa geram. Baru saja mereka mau mengata-ngatai Linny lagi tampak Wisnu Negara juga Santo Wisnu Negara beserta Celly mendekati Linny dan Sean.
"Hai sayang. Kau cantik sekali hari ini" Sapa Wisnu Negara.
Wisnu Negara juga memeluk Sean dengan hangat seolah mereka semua seperti keluarga.
Hendra yang tau siapa Wisnu Negara tentu terkejut melihat sikap Wisnu Negara pada Linny.
"Maaf. Pak Wisnu kenal Kimberlyn?" Tanya Hendra ragu-ragu.
"Tentu. Semua orang tau siapa Kimberlyn. Ah, jangan tidak sopan, panggil dia CEO. Dia CEO Kim. CEO muda yang berbakat dan pemilik FP Corporation" Ucap Wisnu Negara dengan membanggakan Linny.
Linny hanya tersenyum mendapat pujian dari Wisnu Negara. Sedangkan Santo yang melihat kejadian itu turut tersenyum senang karena itu tentu pukulan telak untuk Hendra dan Sisca Natalie.
"Aku akan menghancurkan mereka. Aku akan mempermalukan mereka dan menginjak kepala mereka dengan kaki ku sendiri. Ingat perkataan ku Santo. Aku akan menghancurkan Hendra dan Sisca Natalie. Mereka tidak layak di sebut manusia"
Ucapan Linny yang pernah Santo dengar langsung dari bibir indah Linny masih teringat jelas. Keinginan kuat Linny sama persis dengan keinginannya menghancurkan sang Ibu kandung beserta selingkuhannya.
Maka dari itu Santo selalu mendukung Linny dan membantunya dalam hal apa pun yang di butuhkan Linny.
Wajah Hendra dan Sisca Natalie masih menahan malu dan tidak percaya.
"Dan ini Winsen. Dia pria hebat dan berbakat" Ucap Wisnu Negara yang turut membanggakan Sean di depan Hendra dan Sisca Natalie.
"Ah kapan kalian akan menikah? Andrean dan Sisilia sudah. Jadi kalian kapan? Aku akan memberi hadiah pernikahan terbaik untuk kalian berdua" Ucap Wisnu Negara sambil memandang Linny dan Sean bergantian.
"Doa kan saja Om. Om akan jadi orang pertama yang tau soal itu" Ucap Linny dengan senyum manisnya.
Mendengar itu tentu Sisca Natalie kesal. Dia ibu kandung Linny tapi dia di anggap seolah tidak ada di sana.
Linny - Sean pun sibuk berbincang dengan Wisnu Negara dan mengabaikan Hendra juga Sisca Natalie.
Kedua pasangan suami istri itu memilih menjauh meninggalkan Linny yang sibuk dengan Wisnu Negara.
Niat hati ingin menjatuhkan dan mencaci Linny malah berujung rasa kesal dan malu yang mereka dapatkan.
.