
Beberapa toko sudah di masuki Linny dan Sean. Tidak biasanya Linny akan berbelanja sebanyak itu. Semua yang dia beli untuk Nicolas, Ayu, Eka juga adiknya Eka.
Tak lupa Linny membeli banyak hadiah untuk Soan juga, hadiah untuk Soan langsung di antarkan Alfa sesuai perintah dari Linny.
Setelahnya Linny mengajak Sean ke salah satu toko branded berlambang H itu.
"Coba lihat mana yang lebih bagus warnanya" Ucap Linny sambil menunjuk dua buah sandal berharga fantastis itu.
Jiwa-jiwa missqueen seperti author ikut bergetar melihat Linny dengan santai memilih dan membeli sandal branded itu. Author saja hanya pakai sandal swallow warna-warni yang sering di colong kalau lupa simpan ke dalam rumah.
"Yang ini bagus" Ucap Sean menunjuk salah satu sandal itu.
"Oke.. Mbak, ambil yang itu untuk ukuran kaki cowok ini" Ucap Linny menyuruh pelayan toko itu.
Sean terkejut, Linny ternyata membeli sandal itu untuk Sean.
"Linny ini terlalu mahal. Aku enggak perlu ini. Lagian barang ber-merk ku sudah banyak" Bisik Sean di telinga Linny.
Tanpa banyak bicara Linny langsung mengecup bibir Sean agar pria itu diam dan tidak menolak lagi.
Pelayan di toko itu hanya bisa diam melihat kemesraan sepasang anak manusia itu.
Linny tidak hanya membelikan Sean sepatu, bahkan dia membawa Sean menuju toko pakaian dan membelikan pakaian casual maupun pakaian kerja untuk Sean.
Tak lupa kedua bodyguard mereka juga mendapat hadiah berupa pakaian baru dari Linny juga.
"Ini kebanyakan Linny, nanti enggak terpakai" Protes Sean.
Jika Sean yang dulu dia pasti senang bisa memiliki banyak barang branded, namun Sean yang sekarang sudah berubah.
Dia tidak tertarik lagi dengan barang-barang branded dan aksesoris-nya. Dia sekarang lebih memikirkan menambah aset dan investasi sejak memutuskan untuk menemani Linny sampai akhir hayatnya.
Tentu semua itu juga berkat nasehat dari William dan Andrean yang mengajari Sean mengenai cara investasi yang baik.
"Diam.. Aku lagi bosan. Makanya aku belikan ini semua" Ucap Linny.
Linny oh Linny. Ngeri banget bosannya, nge-borong barang-barang branded. Apa dayalah para jiwa-jiwa missqueen yang jika bosan hanya bisa main lato-lato atau nongkrong di dekat kali sambil nyicipin cilok seharga lima ribuan.
Sean hanya bisa menghela nafas panjang, dia bukannya enggak senang dengan diperhatikan Linny begitu, namun dia merasa tidak enak dan takut akan dianggap hanya menginginkan kemewahan hidup dari Linny.
"Jangan mikir aneh-aneh. Kalau orang bilang kau hanya numpang hidup dan jadi parasit demi kemewahan, tinggal jawab aja. ' Mau di ajarin biar bisa kayak aku gak? '. Simpel kan?" Ucap Linny yang seolah bisa membaca isi pikiran Sean.
Sean terkejut mendengar perkataan Linny. Linny malah tersenyum manis.
"Kau jangan memikirkan apa pun. Aku memang begini, jika aku sudah menganggap orang itu bagian dalam hidupku maka aku akan memanjakan hidupnya dengan semua yang aku miliki" Ucap Linny yang tanpa sadar menyiratkan Linny sudah mengakui Sean sebagai bagian dari kehidupannya.
"Terima Kasih Linny. Tapi aku benar-benar tidak ingin terlalu banyak membeli barang-barang seperti ini. Barang-barangku sudah banyak. Lagian lebih bagus di investasikan" Ucap Sean menjelaskan.
"Wah, tumbenan bisa mikir mau invest?" Ucap Linny cukup terkejut mendengar keinginan Sean yang mulai berinvestasi.
"Iya, lagi pula usiaku juga bukan usia untuk terlalu bersenang-senang dengan menghabiskan uang tanpa tujuan jelas" Ucap Sean jujur. Dia juga baru tersadar belakangan ini.
"Bagus lah. Kalau begitu aku lebih tenang memberikan kau 2% dari saham perusahaanku sekarang ini" Ucap Linny.
Netra Sean membola terkejut mendengar perkataan Linny. Saham? Saham apa???
"Aku sudah membeli kembali 6% saham perusahaan dari investor luar. Dan 6% saham itu akan dibagi rata untuk mu juga Andrean dan Sisilia. Kalian sudah bekerja dengan maksimal bahkan menjaga perusahaan seperti milik kalian sendiri" Ucap Linny yang memang sudah memikirkan keinginan itu sejak lama.
"Astaga Linny, itu sudah keharusan kami sebagai karyawan mu. Lagi pula kau selalu mempercayai kami. Mana mungkin kami bekerja setengah hati" Ucap Sean merasa heran dengan keinginan Linny.
"Aku tidak mau berdebat Sean. Jangan mengganggu keputusanku" Ucap Linny tanpa mau di debat keputusannya.
Keduanya kembali berjalan berkeliling. Sean melihat sebuah toko yang menyewakan jasa wedding, terlihat juga banyak wedding dress yang indah.
Timbul ide di kepala Sean. Meskipun Linny tidak ingin menikah namun apa salahnya jika mereka memiliki kenangan mencoba pakaian itu.
"Ayo ke sana sebentar" Ucap Sean menarik tangan Linny perlahan.
Linny yang tidak tahu menahu keinginan Sean hanya ikut mengikuti Sean. Dia begitu terkejut saat Sean ternyata membawanya masuk ke dalam toko yang menyewakan jasa wedding.
"Mau ngapain ke sini??" Tanya Linny heran.
"Cobain aja. Lagi pula aku ingin melihatmu memakai pakaian itu" Ucap Sean sambil menunjuk salah satu dress putih yang sangat indah seperti dress di film-film kartun negeri Cinderella itu.
Linny hanya menghela nafas heran melihat keinginan Sean. Dia hanya mengikuti kemauan Sean.
Keduanya menyewa toko itu selama dua jam penuh dengan bayaran fantastis. Tentu pemilik toko membiarkan mereka bersenang-senang di dalam toko itu.
Karena Sean benar-benar hanya ingin melihat Linny mencoba berbagai dress yang indah dan memfotonya sebagai kenang-kenangan.
"Ini bagus. Coba yang ini" Ucap Sean langsung mengambil sebuah dress berwarna merah yang tampak kontras dengan kulit putih Linny.
Pilihan Sean memang sangat bagus dan semua sangat pas di tubuh Linny. Sean terpukau melihat kecantikan Linny.
"Kau juga coba tuxedo nya sana!" Ucap Linny ketus.
Dia tidak mau sendiri mencoba pakaian-pakaian itu.
"Baiklah" Ucap Sean.
Keduanya menghabiskan waktu mencoba banyak pakaian di dalam dan berfoto ria di ruangan yang tersedia. Tampak lucu sekali.
"Ah, gimana kalau tukaran" Ucap Sean.
"Tukaran?" Linny tampak heran.
"Aku pakai dress, kau pakai tuxedo. Pasti lucu" Ucap Sean.
Linny tertawa mendengar ide konyol Sean, namun tampaknya hal itu cukup menyenangkan. Dia juga merasa bosan dengan cara foto normal orang-orang biasanya.
"Okey. Ayo tukaran" Ucap Linny.
Dan benar saja Sean memakai wedding dress putih juga beberapa dress lainnya yang sangat seksi. Kontras dengan tubuh kekarnya. Beruntung ada ukuran dress yang besar dan muat di pakai Sean.
Jun dan Alfa yang melihat Tuan dan Nona yang mereka jaga itu tertawa sembunyi-sembunyi. Tentu pemandangan itu sangat lucu di mata Jun dan Alfa.
"Mereka cocok ya" Ucap Jun tiba-tiba.
"Iya. Sayang Nona CEO sangat keras hati. Kalau tidak aku yakin malah hari ini mereka sudah menikah" Ucap Alfa yang sudah melayani Linny beberapa waktu ini, dia cukup paham dengan sifat Nona CEO-nya yang keras itu.
"Iya. Kita doa kan saja suatu saat nanti mereka benar-benar sah sebagai suami istri. Aku bahkan tidak percaya Tuan Sean itu dulunya pecinta sesama jenis. Lihat cara dia menatap Nona CEO, aku saja bisa merasakan cinta yang besar dari tatapannya itu" Ucap Jun yang sudah tahu tentang Sean.
Jun memang secara khusus di minta menjaga ekstra Sean dari orang-orang di circle lama Sean itu.
Bahkan Jun di beri kuasa khusus melenyapkan siapa pun yang dianggap membahayakan Sean.
"Iya. Aku juga heran. Nona CEO juga biasanya tidak pernah nyaman didekati lawan jenis. Padahal banyak yang lebih muda dari Tuan Sean dan kaya raya. Tapi Nona sangat menjaga jarak dan tidak nyaman. Hanya dengan Tuan Sean saja bisa membuat Nona CEO senyaman itu. Meskipun dia tampak ketus dan dingin, tapi aku bisa lihat dari bahasa tubuh Nona CEO yang nyaman bersama Tuan Sean" Jelas Alfa sambil tersenyum.
Kedua bodyguard itu malah asyik bergibah ria layaknya emak-emak kompleks yang melihat pasangan pengantin baru yang mesra tak tahu tempat.
"Terima kasih Linny. Kau mau mengikuti keinginan anehku hari ini" Ucap Sean sambil mengecup telapak tangan Linny.
"Lagi pula ini tidak buruk" Ucap Linny dengan santai.
Tanpa Linny sadari, Sean ternyata menyiapkan sebuah cincin berlian yang sangat indah yang dia pesan di toko perhiasan mewah di dekat sana saat dia tahu akan berlabuh di sana bersama Linny, Sean memang sudah merencanakan itu. Sean ingin membuat tanda Linny sebagai miliknya.
"Aku tidak meminta mu untuk menikah denganku. Tapi aku ingin meminta mu menjadi milikku sepanjang usiaku, dan aku ingin hanya kematian yang bisa memisahkan kita. Apa pun langkah yang kau ambil, apa pun jalan yang kau pilih, aku akan selalu ada dan bersamamu meskipun harus mengarungi neraka sekalipun" Ucap Sean sambil berlutut dan memegang tangan Linny.
Tanpa sadar Linny tersenyum bahagia, Sean menepati janjinya tidak memaksa untuk menikah. Sean hanya meminta Linny selalu bersamanya hingga akhir hayat.
Linny menganggukkan kepala tanda setuju dengan perkataan Sean. Tidak buruk jika mereka terus bersama selamanya tanpa ikatan pernikahan. Apalagi dia dan Sean saling membutuhkan.
Sean menyematkan cincin indah itu di jari manis Linny. Setelahnya Sean berdiri dan mencium lembut bibir Linny.
"I love you. Te ammo. Saranghae. Ich Liebe dich. Wo ai ni. Ai shi te ru. Aku cinta padamu" Ungkap Sean dengan segala jenis bahasa yang dia ketahui untuk mengungkapkan cinta.
Linny tertawa. Sejenak dia berpikir, aneh hanya dia yang menerima cincin dari Sean. Dan setelah dia perhatikan di dalam cincin itu ada ukiran bunga dan kupu-kupu yang indah.
"Ah ini.." Linny menatap cincin itu dengan mata berbinar. Indah sekali.
"Aku berusaha memasukkan apa yang kau suka" Ucap Sean sambil membelai pipi Linny.
Linny tiba-tiba melepas kalung yang dia dapat sebagai hadiah dari Mister Lee itu. Linny memasangkan kalung itu pada Sean. Meskipun tampak aneh karena itu kalung wanita, Sean tetap memakainya dengan senang hati.
"Ini juga tanda kau milikku. Jangan coba-coba dekat dengan sejenis mu lagi!" Tegas Linny.
Sean tertawa bahagia dan langsung memeluk Linny. Tentu baginya itu menyenangkan. Seolah mereka benar-benar sudah terikat sah tanpa ada yang bisa memisahkan lagi.
Setelahnya mereka keluar dari toko itu. Pemilik toko tampak sangat bahagia tentunya karena mendapat bayaran fantastis dari Sean dan Linny. Sean memeluk Linny sepanjang jalan.
"Mau makan di restoran jepang itu?" Tanya Sean.
"Boleh. Aku butuh tenaga sebelum menghajar mantan pacarmu yang gila itu" Ucap Linny.
Sean terkejut, dia sudah lupa akan Erik. Baru dia tersadar masih ada urusan masa lalu yang harus dia selesaikan.
.
.