
Besoknya Sean kembali ke kantor, dia masih harus bekerja di kantor itu selama 2 minggu ke depan sesuai surat pengunduran dirinya.
Terlihat Nabila menangis sesenggukan di luar ruangan kepala bagian.
Tampak teman-teman Nabila berusaha menenangkan Nabila.
"Kenapa? " Tanya Sean kepada salah satu teman Nabila.
" Oh itu. Nabila kena Surat Peringatan tingkat 2 Kak. Bonus tahunan Nabila juga tidak bisa diambil. Hanya gaji pokok dan karcis makan siang saja" Ucap teman Nabila.
" Kok bisa? " Tanya Sean heran.
" Katanya Nabila di luar sering bermasalah. Suka memaki orang sembarangan dan membuat nama perusahaan ikut terseret. Sampai-sampai CEO kita mengamuk. Gitu deh" Ucap teman Nabila.
Sean terkejut, tiba-tiba dirinya teringat Linny.
Tapi tidak mungkin wanita itu bisa membuat Nabila mendapat teguran keras. Linny hanya orang biasa tidak mungkin ada koneksi hingga ke atas.
Mengingat Linny, Sean teringat ide gila dari Danu.
Apalagi sejak kemarin Kak Nini dan Eni terus memaksa Sean menerima Prilly agar tidak bermain wanita sembarangan lagi.
Dan puncaknya saat sang Mama menelepon namun ternyata Papa lah yang berbicara.
"POKOKNYA JIKA DALAM DUA BULAN KAMU TIDAK MENEMUKAN CALON UNTUK MENIKAH MAKA PAPA AKAN LANGSUNG MELAKSANAKAN PERNIKAHAN MU DENGAN ANAK PAK SENATA!! TIDAK ADA BANTAHAN!!!"
Begitulah ultimatum keras dari sang Papa -- Mahaprana, memang Maha segala-galanya.
Sean merasa kesal namun apa mau di kata. Orang tuanya juga keras kepala.
Sean berencana menemui Linny dan mengajukan penawaran gila sesuai ide dari Danu. Tentu dia akan memberikan kompensasi yang terbaik untuk Linny.
Malam itu dia kembali ke bar RB. Tampak Linny seperti biasanya, dengan senyum dan ramah melayani pesanan dari pelanggan.
Sean duduk di kursinya seperti biasa sambil menikmati Cocktail.
Dirinya tidak berencana mabuk karena harus berbicara serius dengan Linny.
Terlihat banyak tamu yang asyik berbicara dengan Linny. Dirinya cukup sibuk hingga setelah tamu mulai berkurang dan belum ada pelanggan baru, Sean mengajak Linny berbicara empat mata di luar Bar.
" Ada apa? " Tanya Linny mengikuti Sean keluar dari bar-nya.
" Aku mau tanya. Eh enggak sih. Bukan tanya. Mau kasih penawaran sekaligus minta tolong" Ucap Sean yang bingung harus memulai dari mana.
" Ada apa sih? Lama banget mikir nya! Kalau enggak penting Aku mau masuk nih!" Ucap Linny heran dengan tingkah Sean.
'Jangan bilang kalau dia suka aku?! ' Batin Linny.
" Aku mau Kau menikah dengan Ku! " Ucap Sean spontan sebelum Linny masuk ke dalam bar.
" Whatt??!!! " Pekik Linny terkejut.
" Bukan itu. Maksud Ku. Aduh! " Sean tampak gelagapan.
Linny semakin heran. Manusia gay ini apa sedang salah makan obat atau habis ngobat - ngefly dan salah server ke tempat Linny.
" Tunggu. Aku enggak paham Sean. Nikah? Kita? Hei! Gimana mungkin aku nikah sama kau yang..... Argh sudah lah! Kau gila! " Ucap Linny meninggalkan Sean sendirian.
" ****!!! Aku serius Linny!!! " Teriak Sean yang membuat Linny terhenti langkahnya.
" Aku butuh bantuan mu kali ini. Aku serius. Tapi pernikahan kita hanya sebatas kertas semata. Hanya untuk menunjukkan status. Itu saja!" Ucap Sean pasrah yang tampak tidak punya pilihan lain lagi.
" Apa maksud mu?!" Tanya Linny menatap tajam ke arah Sean
" Maksud Ku kita menikah. Hanya sebagai formalitas. Aku juga tidak akan menyentuh mu atau membatasi hidupmu. Sebagai gantinya aku akan memberimu sejumlah uang yang cukup untuk melunasi cicilan pembangunan bar mu" Ucap Sean menjelaskan
Sean ingat Linny bekerja keras untuk membayar cicilan pembangunan Bar-nya. Mungkin itu hal terbaik yang bisa di lakukan Sean dengan memberikan kompensasi agar Linny bisa melunasi cicilannya.
" Kau tahu Sean. Di bar Ku hanya menjual minuman dan mendengar keluhan. Bukan menjual wanita ataupun harga diri! " Ucap Linny terdengar dingin.
Linny meninggalkan Sean yang terpaku tak menyangka penolakan darinya.
Sean berpikir Linny pasti bisa memahami dan menerima penawaran Sean. Dan itu tidak dilakukan secara gratis pula.
Pasalnya mereka sudah sangat dekat dan Linny sudah menolong Sean beberapa kali.
Sean kembali masuk ke dalam bar RB. Tampak Linny tersenyum dan bercanda dengan pelanggan lainnya.
Saat menatap Sean, senyuman Linny memudar. Dirinya melangkah mendekati Sean
" Jika Kau datang untuk membeli minuman, silahkan. Tapi jika Kau datang untuk menginjak harga diri orang, lebih baik jangan pernah tunjukkan lagi wajah mu, karena aku tidak yakin bisa menahan diri untuk tidak memukuli mu" Tegas Linny lalu mengabaikan Sean.
Sean cukup terkejut. Linny benar-benar marah. Sean tidak menyangka Linny akan begitu tersinggung.
Sean melangkah keluar dari bar RB. Dirinya menatap ke arah plang bar itu.
" Apa Aku salah berbicara? Kenapa dia sangat marah ya? " Tanya Sean pada dirinya sendiri.
Sean mengemudikan mobil sedannya kembali ke apartemen. Dirinya benar-benar bingung saat ini.
Kepada siapa lagi dia bisa meminta tolong permasalahannya. Dia tidak berani sembarang mencari wanita untuk ditawarkan pernikahan kontrak itu. Jika salah sasaran maka di pastikan rahasianya akan terbongkar.
Sean masuk ke dalam mobilnya dan melaju kembali menuju apartemennya untuk beristirahat.
Biarlah besok baru dia pikirkan harus mencari cara apa untuk menyelesaikan masalahnya. Dia benar-benar lelah dan buntu saat ini.
Kelelahan nya bertambah melihat pesan demi pesan dari Prilly yang terus mengganggunya.
Karena terlalu kesal dirinya melempar ponsel itu hingga retak.
Sean frustrasi dengan semua yang harus dia hadapi kini.
Penawaran yang dia berikan kepada Linny di tolak dan di anggap penawaran tergila yang pernah ada. Linny bahkan sangat marah padanya.
Sean tidak mengerti lagi harus mencari cara apa sebelum batas waktu dari sang Papa.
Sean paham sang Papa tidak pernah bermain-main dengan perkataannya. Dan tentu Sean tidak ingin menikah dengan pilihan Papa-nya itu.
"Sudah lah Sean. Besok baru Kau pikirkan. Dan ingat membeli ponsel baru" Ucap Sean pada diri sendiri.
Sean mencoba merebahkan diri dan memejamkan matanya agar dapat tertidur.
Dirinya berharap bisa segera masuk ke dalam dunia mimpi, dunia tanpa beban apa pun.
.
.
.
Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-WAKTU-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT TERHADAP SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN.
-linalim-
Hai terima kasih sudah membaca sejauh ini. Dukung karya ini dengan memberi like, subscribe, komen dan share ke teman-teman kalian yang suka dengan cerita seperti ini.
Maaf author juga kurang paham dengan genrenya kenapa menjadi game dan permainan. Ini lebih ke kisah romance dan pergolakan batin serta pencarian jati diri di barengi dengan balas dendam.
Semoga berkenan dengan cerita ini ya, dan bisa mengambil hikmah dan pembelajaran yang baik.
Arigatou Gozaimasu ^^