A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Pesta Besar...



Tiga hari berlalu sejak peristiwa mengerikan itu di markas Om Donald. Sean masih sering terbayang saat-saat kematian Agus yang tampak menyesali perbuatannya. Entah mengapa hati Sean bergetar dan merasa terlalu kejam membiarkan Agus tersiksa sebelum ajalnya.


Linny tahu perasaan Sean langsung menatap Sean dengan tajam.


"Lemah!"  Ucap Linny singkat lalu mengabaikan Sean dengan pikirannya.


Sean tahu maksud Linny. Tapi dia memang sungguh tidak tega melihat ada pertumpahan darah itu, dan dia juga takut Linny akan mendapat masalah setelah hal itu terjadi.


Hanya saja Sean tidak tahu, Linny sudah tidak punya ketakutan menghadapi gerombolan preman atau mafia. Linny lebih takut jika orang-orang di sekelilingnya di ganggu dan tidak bisa tahan menghadapi masalah sepertinya.


Yang terburuk dalam kehidupan Linny sudah terjadi, dia tak lagi punya ketakutan untuk hal yang lainnya.


.


Hari berlalu. Sean sudah dinyatakan pulih total oleh dokter. Sean kembali pergi ke gym dan tentunya di temani Jun. Bahkan dia berlatih muay thai kembali bersama Jun.


Hari pernikahan William dan Sisilia pun semakin dekat. Linny juga cukup sibuk memastikan kapal pesiarnya layak layar dan meminta Event Organizer (EO) memastikan dekor dan acara terbaik bagi pernikahan sahabatnya itu.


Om Donald bahkan menempatkan banyak pengawalnya menjaga kapal itu agar tidak terjadi sabotase. Selain itu juga Om Donald di undang jadi dia memastikan pengamanan selama pelayaran harus terjaga.


Di tempat lain terlihat kerempongan sang calon pengantin wanita yang mengomel karena berat badannya bertambah dan mempengaruhi gaun seksi yang akan dipakainya.


"Ihhhh. Dua hari lagi nikah malah gemukan sih!! Duh!!"  Keluh Sisilia di hadapan Linny saat mencoba lagi gaun pernikahannya sebelum finishing dan dibawa pulang olehnya.


"Hahahahaha"  Linny tertawa puas melihat kekesalan Sisilia itu.


"Ketawain terus! Aku doain entar kau juga ngalamin yang sama seperti aku!"  Ucap Sisilia kesal.


"Doain aja. Lagian aku tidak ingin menikah kok. Bodoh amat!"  Ucap Linny kembali tertawa.


Mendengar perkataan Linny membuat wajah Sisilia menjadi serius.


"Kau yakin tidak mau menikah Linny? Maksudku, aku bisa melihat ketulusan Sean kok. Ya meskipun aku juga ragu dia sudah benar-benar normal atau jangan-jangan jadi bisex sekarang"  Ucap Sisilia mencoba menasihati Linny.


"Kau lupa kalau aku sudah bersumpah? Aku tidak akan menikah Sisil. Aku hanya akan hidup begini menikmati hidupku. Lagi pula aku tidak butuh pria. Yang aku butuh kekuatan dan kekuasaan. Dengan begitu aku bisa melindungi diriku juga adikku"  Jawab Linny dengan santai.


Sisilia tampak menyerah, sulit sekali menasihati sahabatnya yang sangat keras kepala itu. Linny malah tersenyum melihat wajah kesal dan lelah Sisilia.


Mereka berencana melakukan pesta sehari sebelum acara pernikahan Sisilia. Semuanya berkumpul di rumah calon pengantin itu. Terlihat Aston membawa Eka bersamanya, Doni dengan pacarnya seorang artis selebgram seantero bangsa, Danu yang masih men-jomblo santai, Nicolas juga pulang demi menghadiri pernikahan Sisilia yang sudah seperti Kakak kandungnya. Nicolas membawa Ayu Lestari-kekasihnya yang sama-sama berkuliah di Australia, sedangkan Andrean juga masih santai men-jomblo. Dirinya terlalu sibuk membantu Linny mengurus perusahaannya.


"Ini sebenarnya kita ngumpul mau buat apa ya. Perasaan pesta lajang tuh yang cowok bareng cowok, cewek ya bareng cewek"  Ucap Danu heran dengan acara pesta lajang versi mereka.


Yang lainnya tampak tertawa mendengar pertanyaan Danu. Tapi memang benar adanya.


"Kau mau cowok sama cowok, cewek sama cewek? Terus kalau mabuk mau nyoba juga pedang sama pedang?" Tanya Linny lalu melirik Sean. Sean gelagapan di pandang begitu.


"Astagfirullah... Pindah server deh aku lama-lama denger pembahasan antar pedang itu. Trauma aku woi ke ingat si Erik dan Cicak kembar itu. Ck!"  Keluh Danu yang bergidik ngeri mengingat kegilaan kaum pelangi seperti Erik dan Carlie Carlos yang sungguh psikopat.


"Nyindir aku nih maksudnya??"  Tanya Sean berpura-pura marah.


"Ya maaf ya, kaum kotor kayak aku memang menjijikkan"  Ucap Sean menambahi.


Aston menertawai Danu yang wajahnya tampak terkejut dan merasa bersalah berbicara begitu di hadapan Sean.


Danu sudah lupa Sean juga mantan gay, apalagi sifat dan sikap Sean tidak seperti para pecinta pedang itu yang sangat berusaha mendapatkan Sean kembali.


Nicolas hanya tertawa mendengar pembicaraan mereka. Nicolas sudah mendengar dari Linny tentang Sean. Bagi Nicolas sendiri, dia tidak mempermasalahkan masa lalu Sean apalagi tinggal di luar negeri membuat pemikirannya jauh lebih terbuka.


Asal Sean tidak menyakiti Kakak satu-satunya itu maka dia akan mengabaikan masa lalu ataupun sikap keluarga Sean yang pernah menyakiti Kakaknya.


"Semua undangan udah disebar?"  Tanya Linny memastikan.


"Sudah. Aku sudah undang semua partner bisnis dalam negeri maupun luar negeri yang bisa ikut di acara pernikahan aku dan William. Juga seluruh keluarga ku termasuk orang-orang kantor yang memang aku rasa pantas ikut menikmati acara"  Jawab Sisilia menjelaskan.


Pesta mewah yang akan mereka adakan di atas kapal pesiar tentu membuat para tamu antusias apalagi mereka juga akan berhenti di negara Singapore untuk berjalan-jalan sebelum kembali berlayar pulang.


Linny meliburkan Bar RB karena Eka dan adiknya akan ikut juga. Perusahaan tentu tetap akan berjalan melalui pantauan jarak jauh Linny dan Andrean juga Sean. Tentu akan aman tanpa butuh meeting atau perjumpaan investor mendadak berhubung semua investor dan partner mereka sudah diundang untuk menikmati acara pernikahan William dan Sisilia.


Tentu tidak ada yang menolak mengingat CEO Kim yang sangat sulit ditemui akan berada di acara itu. Sekaligus mereka bisa berkenalan dekat dengan CEO yang terkenal sangat tertutup dan tidak suka diganggu privasinya itu.


"Om Donald juga ikut. Dan pastinya banyak pengawal yang di bawanya"  Ucap Linny.


Yang tahu hal itu hanya Sean, Andrean dan tentunya Om Donald. Tentu melenyapkan seseorang tak perlu diumbar ke public bukan?


Mereka kembali berbincang banyak hal sambil menikmati wine dan caiman.


^^


Hari pernikahan Sisilia pun tiba. Pukul 2 siang sudah banyak tamu yang mulai memasuki kapal pesiar milik Linny. Semuanya berkumpul di pelabuhan, satu persatu tamu yang diundang di beri undangan khusus yang memiliki barcode. Pengamanan yang sungguh ketat bukan?


Linny mengundang 3 chef yang saat ini sedang naik daun di negara +26 ini. Chef June, Chef Rena, dan Chef Aldon. Mereka bertanggung jawab akan setiap makanan selama pelayaran itu. Tentunya bergantian atau saling membantu mengurusi keperluan makanan di dalam kapal pesiar.


Linny memilih kamar terbesar dengan pemandangan terindah di dalam kapal itu.


Ada beberapa jenis kamar di sana. Namun Linny memang meminta renovasi untuk satu kamar khusus dia tempati. Sehingga tentunya kamarnya dia atas kapal pesiar itu paling berbeda dan istimewa.


Linny satu kamar dengan Sean. William tentunya dengan Sisilia. Ayu Lestari dengan Eka. Nicolas ingin tidur sendiri. Begitu juga dengan Adik Eka. Sedangkan Aston tidur sekamar dengan Doni dan Danu berhubung kekasih Doni tidak dapat ikut. Andrean diberikan kamar khusus sendiri.


Di dalam kamar Sean sangat takjub dengan isi kamar itu.


"Kenapa?"  Tanya Linny yang memperhatikan Sean menelisik seluruh isi kamar.


"Aku pernah melihat orang posting tentang kamar kapal pesiar yang paling mewah. Tapi ini jauh lebih mewah dari yang aku lihat"  Ucap Sean jujur.


"Ini memang aku yang design ulang. Aku minta dibuat sesuai seleraku. Apa aneh?"  Tanya Linny.


"Enggak. Bagus malahan. Benar-benar ciri khas kau Linny"  Ucap Sean. Terlihat dinding dekat tempat tidur yang memiliki ukiran bunga rose penuh duri. Sedangkan di bagian langit-langit kamar terdapat banyak kupu-kupu yang akan bersinar saat lampu dinyalakan.


Meskipun minimalis namun kesan mewah tidak dapat dipungkiri. Bahkan kamar mandinya sangat luas. Ada jacuzzi yang sangat luas dengan sekelilingnya dibatasi kaca yang bisa melihat pemandangan luar. Indah sekali tentunya.


Sean memeluk Linny dari belakang sambil mencium tekuknya.


"Aku merindukan mu Linny"  Ucap Sean lirih.


"Kita tinggal bersama bahkan bertemu setiap hari. Apa yang membuatmu merindukan ku lagi? "  Tanya Linny heran.


"Entah-lah rasanya aku selalu ingin memelukmu begini"  Jawab Sean.


"Sudahlah. Ayo istirahat mumpung masih sore ini. Entar malam kan acara resepsinya William dan Sisilia"  Ucap Linny.


"Aku ingin mandi dengan mu"  Ucap Sean manja.


"Hei. Yang nikah siapa, yang ingin enak-enak malah kau! "  Ucap Linny menegur Sean.


"Aku kan bilang mau mandi. Bukan mau gituan. Aku ingin mencoba jacuzzi luar itu. Kan kata dokter aku harus banyak melatih otot kalau bisa harus berenang"  Jelas Sean.


"Iya, berenang kan Sean? Bukan berendam kan? Modus mu ke baca dasar mesum"  Ucap Linny namun tetap dia masuk ke dalam kamar mandi dan menanggalkan semua pakaiannya.


' Awas kalau kau yang minta duluan ya Linny '  Batin Sean yang berencana memancing gairah Linny. Dia tahu betul titik sensitif Linny.


"Aku mencintaimu Linny"  Ucap Sean berbisik di telinga Linny saat mereka berendam di dalam Jacuzzi.


Linny duduk membelakangi Sean. Tangan Sean memeluk erat perut Linny. Sesekali tangannya offside menyentuh bagian sensitif tubuh Linny.


"Sshhh... Seannn"  Tegur Linny lembut. Gairahnya terpancing.


"Kenapa?"  Tanya Sean berpura-pura tidak mengerti.


"Ck! Kau ini! "  Linny tampak kesal hendak menjauh dari pelukan Sean.


Namun dengan cepat Sean memeluk tubuh Linny semakin menempel dengannya.


Linny bisa merasakan milik Sean mengeras dan menempel di kulit belakangnya.


"Si Pluto mau bertemu jenguk Venus. Boleh?"  Tanya Sean dengan senyum menggodanya.


.


.


.