
"Rasakan kau! Memang anak biadab! Mau tidak mau kau akan mengakuiku kan sekarang?! HAHAHAHA" Ucap Sisca Natalie yang tampak sudah menggila.
Dia sangat takut hidup kesusahan lagi seperti dulu. Dia tidak mau itu terjadi.
Ya Sisca Natalie sendirilah yang membuat akun palsu dan menaikkan berita itu serta memberi bukti foto jika dia dan Linny adalah anak dan ibu kandung.
Terlebih selama ini CEO Kim memang tidak pernah mengenalkan keluarganya. Dia memang mengatakan orang tuanya sudah meninggal saat dia kecil dan dia hanya memiliki seorang adik laki-laki.
Tentu itu menguntungkan posisi Sisca Natalie untuk memfitnah dan menjatuhkan Linny. Dan dia yakin Linny akan takut jika namanya tercemar dan berpengaruh pada bisnisnya. Linny pasti akan kembali dan memohon padanya agar membuat pernyataan jika itu tidak benar.
Dan saat itulah Sisca Natalie akan mengambil kesempatan meminta semua milik Linny menjadi haknya dan harus sesuai keinginannya. Dia tidak akan membiarkan Linny menikah dengan Sean dan memiliki semua milik Linny.
Bagi Sisca Natalie, dia yang paling berhak di antara semua orang. Milik anaknya adalah milik dia.
.
.
Di apartemen lama Linny~
Linny tampak duduk santai dan masih bisa minum wine yang selalu dia sediakan di mobil untuk di bawa ke mana-mana.
Sean yang gelisah malah Linny yang tampak begitu santai menunggu Gerry datang.
Andrean dan William langsung menyusul saat membaca berita itu. Begitu pula Aston, Doni dan Danu.
Mereka khawatir Linny dan Sean akan mengalami kesulitan. Banyak sekali hal yang terjadi dan sangat sulit untuk hidup tenang bagi pasangan itu.
"Linny. Kau baik-baik saja?" Tanya Andrean khawatir.
"Iya tenang-lah. Kenapa kalian yang kebakaran jenggot. Sean juga" Ucap Linny heran sambil memandang mereka satu persatu.
Sean langsung memeluk Linny karena takut Linny merasa jatuh sendiri akibat perbuatan keluarga kandungnya. Sean paham sekali rasanya di jatuhkan keluarga sendiri.
"Bagaimana bisa kami tidak khawatir. Berita tentang mu merebak dengan cepat. Dan banyak masyarakat yang ikut mengecam mu sekarang" Ucap Doni.
Linny malah tertawa. Hal itu membuat pria-pria di sana heran padanya termasuk Sean.
"Kalian pikir aku tidak menyiapkan semuanya? Aku tau suatu saat pasti akan ada hal drama menjijikkan ini. Tapi tenanglah. Gerry sebentar lagi akan membawa *kartu*AS ku untuk menyelesaikan semuanya. Dan lihat saja mereka yang akan hancur" Ucap Linny sambil tertawa.
Ke-enam pria di sana saling berpandangan bingung mendengar perkataan Linny.
"Ah ya. Dre, Kau masih menyimpan semua bukti Reza yang mencampakkan ku dan tidak mengakui anaknya kan? Juga masalah dia yang mencoba membiusku dengan obat-obatan di kapal kemarin?" Tanya Linny pada Andrean.
"Tentu. Kau bilang itu harus di simpan dan tidak boleh di buang" Ucap Andrean yang memang selalu merekam jejak telepon dan menyimpan isi chatnya dengan baik.
"Bagus. Sebentar lagi aku akan tertawa puas" Ucap Linny dengan santai menyesap winenya.
30 menit kemudian Gerry datang tergesa-gesa dan segera masuk ke apartemen Linny.
"Maaf. Ada sedikit masalah. Kantor ku juga di kerumuni wartawan yang meminta penjelasan tentang berita Nona Linny" Ucap pengacara Gerry.
"Dimana barangnya?" Tanya Linny tanpa basa-basi.
"Ini semua hasil visum dan bukti kecurangan Mama Nona yang berani mengalihkan aset warisan untuk Nona dan Adik Nona menjadi milik suami keduanya" Ucap Gerry.
"Sekarang layangkan tuntutan terkait masalah aset terlebih dulu" Ucap Linny dengan santai.
"Tidak usah. Biarkan mereka menghujat sampai puas hingga malu sendiri. Aku mau Sisca Natalie di tangkap dan di masukkan ke tahanan dalam waktu singkat. Lalu setelahnya kita adakan konfrensi pers dan tangkap semua umbaran kebencian dan cacian yang tampak tidak berdasar dan berlebihan. Sesekali netizen perlu di beri pelajaran bukan?" Jelas Linny panjang lebar.
Sean dan yang lainnya kagum dengan cara berpikir Linny. Memang benar Netizen jaman now benar-benar mengerikan. Tidak ada bukti dalam berbicara dan suka melebih-lebihkan serta menghujat tanpa dasar. Pantas di beri pelajaran tentunya.
Linny memang memanfaatkan situasi itu agar menunjukkan dengan jelas siapa dia dan jangan mencoba mengusiknya jika dia tidak pernah melukai orang itu.
"Baiklah. Akan segera. Hari ini juga akan aku layangkan gugatan dan meminta polisi segera menangkapnya" Ucap pengacara Gerry dan dengan sigap semua hal dia kerjakan.
.
.
Dua hari kemudian berita tentang Sisca Natalie di tangkap karena menyalah gunakan aset warisan bermunculan. Bukti Linny dan Nicolas tidak di biayai dengan layak dan di tinggalkan saat berusia belasan tahun juga bermunculan.
Selain itu isi wasiat tertulis dengan jelas semua aset hanya boleh di jual untuk keperluan Linny dan Nicolas untuk biaya hidup mereka. Dan terbukti aliran uang maupun aset itu malah ke Hendra dan tidak di gunakan untuk membiayai Linny dan Nicolas.
"Bangstttt!! Aku ibu CEO KIM!!! Berani kalian menangkap ku!!!! Bangsat!!!" Maki Sisca Natalie tidak terima di tangkap polisi.
"Lebih baik ibu bersikap kooperatif sebelum kami bertindak kasar" Ucap salah satu polisi yang kesal dengan Sisca Natalie yang kasar itu.
"Bangsaaat!!! Mana anak durhaka itu!!!!! Memang bangsat dia!!!!! Tidak akan aku biarkan hidup bahagia anak durhaka itu!!!!" Umpat Sisca Natalie terus menerus.
Polisi tidak menggubrisnya. Karena kesal mereka langsung memasukkan Sisca Natalie ke sel tahanan wanita yang berisi mantan pembunuh juga perampok.
Sisca Natalie masih meraung-raung dan mengumpat tidak jelas hingga menganggu tahanan lainnya.
"HEI! SIALAN! Ribut sekali kau ini!!!" Ucap salah satu wanita bertubuh besar.
"DIAM KAU!" Maki Sisca Natalie yang tidak peduli dan jijik dengan orang-orang di sel tahanan itu.
Dunianya adalah di tempat mewah dengan kehidupan sosialita, bukan di sel tahanan kumuh itu.
Merasa kesal tahanan lainnya langsung memukuli Sisca Natalie hingga dia terjerembab ke tanah dan menangis.
"Diam atau Aku hancurkan kepala mu! Ribut sekali kau!" Ucap salah satu tahanan lalu meludahi Sisca Natalie.
Sisca Natalie berakhir di dalam sel dingin yang kejam, di perlakukan begitu rendah. Tapi tetap saja dia tidak menyadari kesalahannya dan masih mengumpat pada Linny dalam hatinya.
Dia yakin publik tetap akan membenci Linny dan dia akan bebas dari sel itu dengan bantuan publik di luar sana.
Dan benar saja kebencian demi kebencian bahkan ada yang mengata-ngatai Linny dan menyumpahinya mati bertebaran di semua media sosial.
Linny masih santai bekerja. Para karyawan tidak berani ikut-ikutan. Mereka paham sekali sifat sang CEO. Bahkan sebagian besar percaya jika tidak mungkin ada asap jika tak ada api.
Meskipun begitu beberapa investor tampak terganggu kecuali Mister Lee yang terus membantu Linny berbicara dan meyakinkan yang lainnya jika Linny tidak buruk.
Apalagi terbukti Sisca Natalie pernah menelantarkan Linny. Pantas saja CEO Kim yang di kenal itu sanggatlah kuat tekadnya dan tidak bisa tergoyahkan. Dia sudah berada di atas dengan kakinya sendiri dan bahkan di curangi ibunya sendiri.
Seminggu setelah penangkapan Sisca Natalie. Linny mengadakan konferensi pers. Di temani oleh Gerry sebagai kuasa hukumnya. Juga ada Sean, Andrean dan Sisilia yang turut menjadi saksi.
.
.
.