A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Seperti Orang Tua-nya..



Setelah dua minggu lebih lamanya berada di Bali. Sean dan Linny kembali ke kota Jakarta tercinta.


Niat ingin mencari tempat untuk membuka bisnis Linny di sana berujung mendapat dua orang baru yang masuk dalam lingkungan Linny.


Bahkan cukup merepotkan karena Linny harus menggunakan caranya sendiri untuk mengancam Ayah tiri dari Dewi dan Farid untuk menyerahkan semua dokumen milik kedua anak itu.


Jika tidak Linny akan kesulitan untuk membawa Dewi dan Farid untuk tinggal bersamanya tanpa dokumen identitas yang jelas.


Lalu bagaimana nasib sang Ayah tiri? Penasaran kah kalian dengan nasib si manusia laknat yang tega menghancurkan masa depan anak sekecil dan sepolos Farid?


Tentu tidak dalam kondisi baik-baik saja jika berurusan dengan Linny dan Om Donald.


Pria itu mengalami luka pukulan di sekujur tubuh hingga sundutan rokok. Bahkan sempat mengalami dehidrasi sebelum Linny melemparkannya ke penjara di kota Bali itu dengan tuduhan penganiayaan, pencurian, pelecehan di bawah umur, perdagangan anak, juga KDRT.


Wow sungguh banyak bukan? Namun bukan itu yang menjadi siksaan untuknya. Karena dengan permintaan Linny dan juga bantuan dari Om Donald. Linny memasukkan dua algojo Om Donald ke dalam sel tahanan yang sama dengan pria laknat itu.


Dan tahu apa yang terjadi? Tentu dia kembali di siksa bahkan di lecehkan di dalam sana agar merasakan penderitaan yang sama seperti Farid.


Hingga menurut informasi dari sipir lapas bahwa pria itu beberapa kali mencoba bunuh diri karena tidak tahan di siksa dan di lecehkan.


Namun tentu pihak pengurus penjara tidak mau repot mengurusi pria itu. Dan hanya menyelamatkan nyawanya tanpa mau ikut campur urusan yang terjadi di dalam Sel-nya.


Terlihat Linny dengan santai menikmati kopi yang di beli Sean untuknya di bandar udara I Gusti Ngurah Rai sebelum memasuki pesawat.


"Kenapa murung? Gak suka kopi ini?"  Tanya Sean pada Linny yang tampak menatap lurus dan kosong.


"Bisa di tambah vodka gak?"  Tanya Linny lagi.


Sean merasa kesal langsung mencubit perlahan pipi Linny. Benar-benar kekasihnya yang satu ini sungguh tidak bisa lepas dari minuman beralkohol.


Eh? Kekasih? Apa Linny sudah mau menerima Sean sebagai pacarnya? Ya setidaknya menurut Sean hubungan mereka sudah seperti kekasih bahkan lebih. Sean ingin sekali mengajak Linny menikah. Namun sayangnya Linny masih tetap pada pendiriannya dan tidak sekali pun mau membahas tentang pernikahan.


Bukan Sean diam dan tidak berusaha. Sudah berkali-kali Sean mencoba mengajak Linny membahas tentang pernikahan dan setiap kali juga Linny mengalihkan pembahasan itu ke hal lain.


Mungkin Sean harus lebih bersabar pikirnya. Setidaknya Linny sudah berkata jika Sean miliknya seorang dan Linny tidak akan meninggalkan Sean begitu saja.


"Sudah banyak yang kemarin malam kau minum. Cukup stop dulu minuman beralkohol beberapa hari ini"  Ucap Sean menasehati.


Sean takut jika kesehatan Linny akan terganggu akibat terlalu banyak alkohol yang masuk ke dalam tubuhnya.


"Ck! Lebay! Dulu aku kerja di bar juga tiap hari minum"  Ucap Linny.


"Iya itu dulu. Kan udah enggak berapa bulan ini. Jadi ingat kesehatan hati dan ginjal mu sayang"  Ucap Sean dengan lembut sambil mengecup perlahan pipi Linny.


Dewi menatap kehangatan hubungan Sean dan Linny. Meskipun Linny tampak dingin dan galak namun Dewi bisa melihat Linny begitu mencintai Sean juga.


Beberapa waktu tinggal bersama Sean dan Linny di Villa membuat Dewi sedikit banyak memperhatikan Sean dan Linny.


Persis hubungan Almarhum Ayah dan Ibu kandungnya yang telah berpulang itu. Dulu keluarga Dewi merupakan keluarga bahagia saat kedua orang tua kandungnya masih lengkap.


Keduanya sangat mesra meskipun Ayah kandungnya persis Linny tampak cuek dan galak. Tapi selalu hangat dan menjaga keluarganya dengan baik.


"Ada apa?"  Tanya Jun yang melihat mata Dewi berkaca-kaca menatap pada Sean dan Linny.


"Tidak. Hanya teringat almarhum orang tua ku. Mereka sama seperti Tuan dan Nona. Sangat mesra di mana pun meski Ayah tampak dingin dan galak. Tapi Ayah sangat menyayangi Ibu juga aku dan Farid"


Ucap Dewi sambil menghapus air mata di sudut matanya sebelum terjatuh ke pipi.


"Aku berharap kau menjadi orang yang bisa di percaya oleh Nona dan Tuan. Mereka sangat baik pada siapa pun tapi jangan coba-coba berkhianat"  Ucap Jun sambil menatap Dewi.


Dewi mengingat kedua orang tua kandungnya. Ingatan yang membuat Dewi berkaca-kaca tentunya.


Ingin kugali gundukan itu. Dan mencabut papan nama setiap dukaku.


Biarlah nafasku memeluk tentangmu. Puisi-puisi gelap menimangku.


Sajak berair mata merangkulku. Dan merambatkan tiap ratap di sekitar gelap.


Seolah kau utus jangkrik untuk memejamkan lelahku. Menyanyikan cerita tentang dahaga merindu.


Seolah kau titipkan restumu. Lewat dingin malam menyeruak rindu.


Mantra-mantra bai Doa penghapus basah mataku. Seperti suara hati yang tak mampu tersampaikan olehku.


Bahkan suara musik kini berbeda saat anganku menuju kenangmu.


Kini syair terlantun untukmu. Bak pujangga berlagu dengan nestapa.


Ini untukmu, Itu buatmu. Dan doa terjalin sebagai baktiku.


"Ingat kata-kataku. Jangan pernah berkhianat pada Tuan dan Nona. Jika itu terjadi aku yang akan membunuh mu"


Jun menatap tajam pada Dewi dan Dewi hanya membalas dengan tatapan bingung.


"Kau-- Kau suka pada Nona?"  Tanya Dewi.


Jun membolakan matanya terkejut dan melihat sekeliling apakah ada yang mendengar perkataan Dewi.


"Kau gila!"  Umpat Jun kesal.


Dewi menatap heran pada reaksi Jun.


Aneh menurutnya. Tak ada bodyguard seprotektif Jun. Menurut Dewi tentunya.


"Jika suka katakan saja daripada jadi penyakit"


Tampak Dewi dengan cuek dan santai mengomentari Jun.


"Lebih baik kau diam daripada ku robek mulutmu itu!"


Dewi mengerjap. Jun tampak benar-benar kesal.


.


.


.


Note : Kisah ini hanya fiksi belaka. Jangan terlalu di ambil hati jika nama dan kejadian serta lokasi terasa mirip dengan dunia nyata. Ingatlah di dunia nyata wanita seperti Linny sangat mustahil di dapat.


Dan sedikit info tambahan. Akan ada Giveaway lanjutan yang akan Author adakan. Kira-kira kali ini mau hadiah apa dan untuk berapa orang ya?


Nah agar tidak ketinggalan jangan lupa subscribe semua cerita yang Author terbitkan tentunya dengan berbagai genre cerita yang menarik serta berbeda. Baik Fantasi, romansa, BL, maupun kisah sehari-hari yang terjadi pada umumnya di rasakan manusia.


Dan jangan lupa Follow IG Author @lunagelim.author karena info mengenai Give away akan author taruh di sana. Begitu juga dengan jadwal tayang dan update cerita di semua lapak penulisan Author. Semoga terhibur. Salam hangat penuh cinta dari Sean Linny.