A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Epilog 2 (TAMAT)



Tiba di rumah sakit Linny di bawa ke ruangan khusus bersalin. Terlihat dia amat kesakitan.


Hingga sejam kemudian, Sean dan yang lainnya tiba, Linny masih belum melahirkan juga.


"Ma"


Sapa Sean pada Nyonya Mahaprana.


"Sana masuk. Istri mu butuh dirimu di sampingnya nak"


Ucap Nyonya Mahaprana dengan lembut. Sean mengangguk dan langsung masuk ke dalam kamar bersalin.


Dia terkejut melihat Linny yang kesakitan. Dokter yang melihat kehadiran Sean langsung mendekatinya.


"Masih belum"


Ucap Dokter itu.


Sean hanya mengangguk. Namun hingga hampir 10 jam lamanya Linny belum juga bisa mengeluarkan calon buah hatinya itu. Entah si Sean junior masih betah di dalamnya atau tidak.


Namun itu sudah membuat orang sangat cemas karena ketuban Linny sudah pecah dan Linny harus di infus khusus agar bayinya tetap aman di dalam.


Linny yang kesakitan itu sudah tampak sangat lelah. Dia bahkan sudah tampak tak bertenaga seidkitpun.


Melihat penderitaan sang istri tentu Sean sangat sedih, dia sangat khawatir dengan kondisi Linny. Hatinya teriris melihat perjuangan orang yang sangat dia cintai untuk melahirkan keturunannya.


Bahkan Sean sempat berpikir , jika Linny akan mengalami kesulitan ini maka dia memilih tidak perlu mempunya anak. Dia sangat tidak tega melihat kesakitan yang di alami Linny.


Tentu saja, karena Linny selama ini sangat kuat. Tertusuk dan tertembak pun Linny tidak pernah berteriak kesakitan seperti saat ini. Pastilah rasanya sekarang sangat amat sakit hingga Linny tak mampu menahannya lagi.


Akhirnya tak lama kemudian Linny sudah bisa melahirkan anaknya dengan normal. Tanpa cacat sedikitpun si jagoan terlahir ke dunia.


Suara tangisannya sangat kuat hingga Linny dan Sean menitikkan air mata mereka tanpa sadar.


Setelah bayi mungil itu di bersihkan, suster memberikannya pada Sean.


Sean belajar menggendong bayi kecil itu lalu setelahnya di serahkan pada Linny untuk menyusui.


"Dia tampan. Putra ku sangat tampan. Terima kasih sayang"


Ucap Sean yang terus menciumi wajah Linny bertubi-tubi.


Setelah Linny di observasi 3 jam dan di pastikan dia  dan anaknya baik-baik saja, mereka di pindahkan ke ruangan biasa.


Sean meminta agar anaknya dan Linny di satukan di sebuah ruangan agar lebih mudah di jaga. Sean semakin posesif dan protektif. Dia takut ada orang yang mau menyentuh dan melukai anaknya.


Di dalam ruangan perawatan sangat ramai penuh teman-teman Linny dan Sean. Juga keluarga Sean dan Keluarga Aston serta Sisilia.


Semuanya datang untuk memberi ucapan selamat bagi Linny. Tak ketinggalan Om Donald yang datang bersama Joe dan Erik.


Mereka bahkan membawakan banyak buah dan makanan sehat untuk Linny. Serta tak lupa hadiah untuk anak Sean dan Linny.


"Wah gantengnya"


Ucap Erik yang sangat senang melihat anak mantan kekasihnya dan mantan musuhnya itu.


"Ganteng dong. Siapa juga Daddynya"


Ucap Sean berbangga hati di hadapan semua orang.


"CK! Daddynya kalah ganteng. Gantengan baby boy ini. Aduh gemesh"


Ucap Erik yang benar-benar sangat menyayangi bayi kecil itu.


Linny tersenyum mendengarkan ucapan Erik. Timbul niatnya menggoda Erik saat itu.


"Ya asal jangan dewasanya di pacarin ya, Uncle. Nanti pisau dan pistol Mommynya bakal melayang ke kepala, Uncle"


Ucap Linny dengan nada mengejek.


Mendengar itu tentu Erik mendengus kesal. Joe langsung mengusap kepala Erik agar jangan bertengkar di sana.


"Siapa namanya?"


Tanya Om Donald pada Sean.


"Keldy Winkey Mahaprana"


Jawab Sean dengan bangga. Nama yang bagus untuk putra kesayangannya itu.


.


.


.


7 tahun berlalu~


Kini Sean dan Linny sudah menempati rumah mewah yang memiliki taman. Bukan lagi penthouse karena mengingat mereka sudah memiliki anak dan sudah semakin dewasa.


Keldy kini tumbuh menjadi anak yang tampan dan kuat. Sifatnya cenderung meniru sifat Linny.


Dia lebih diam dan sangat peka dengan sekitar. Dirinya juga menyukai dunia gelut dan mafia. Itu terlihat sejak dia masih kecil.


Keldy yang berusia 4 tahun pernah mengambil pistol milik Jun tanpa di sadari. Dia bisa mengenggam pistol dengan benar.


Tentu orang - orang terkejut. Keldy juga meminta belajar ilmu bela diri sejak kecil.


Masih kecil saja dia sudah bisa menentukkan apa yang dia mau. Benar-benar duplikat Linny. Bahkan semua Bodyguard Sean dan Linny sangat takut pada putra mereka.


Lain Keldy lain pula anak kedua Sean dan Linny. Dia seorang putri cantik. Meniru kecantikan Linny namun sifatnya entahlah mirip siapa. Namanya Kelly Winkey Mahaprana.


Sangat centil dan benar-benar berlaku seperti princess. Namun centilnya hanya di rumah dan orang-orang terdekat. Jika di sekolah dia lebih mirip ratu yang dingin dan tidak banyak bicara.


Bahkan gurunya saja kesulitan mengajak putri Sean dan Linny itu untuk berbicara. Dia sangat pelit dan sangat mencurigai orang-orang yang banyak bertanya tentang kehidupan juga keluarganya.


Mungkin karena hidup dan besar sebagai putri dari Sean dan Linny membuatnya paham jika musuh bisa saja bersikap ramah.


Tapi berbeda dengan Keldy, Kelly menyukai dunia kedokteran dan ilmu penelitian. Dia selalu meminta di belikan buku tentang penelitian dan kedokteran.


Meski baru berusia 6 tahun, pengetahuan sains Kelly sangat tinggi. Dia juga di juluki si pintar yang dingin di sekolahnya.


Tak banyak yang berani mendekatinya bahkan cendrung anak-anak perempuanl memusuhinya karena dia cantik, cerdas, kesayangan guru dan banyak juga anak laki-laki sangat menyukainya.


Pernah dia di bully namun ke esokkannya si pembully langsung kocar kacil dan bahkan pindah sekolah. Kelly tidak melawan. Dia merasa malas meladeni para pembully.


Namun Keldy lah yang bertindak. Bahkan Keldy memiliki geng di sekolahnya. Dan dia menjadi ketuanya.


Ucap Linny yang pusing melihat tingkah Keldy maupun Kelly.


Dia pusing karena Kelly diam dan tidak melawan walau di sakiti karena merasa itu hal bodoh dan tidak berguna. Juga pusing karena Keldy yang mampu dan tega mengahajar anak perempuan yang berani membully Kelly.


Meskipun senang karena kedua anaknya sangat rukun dan saling menjaga, tetap saja Linny tak habis pikir Keldy bisa menjadi ketua geng di sekolahnya.


"Dia meniru mu. Lihat saja bodyguard mu semua ketakutan jika Keldy sudah marah"


Ucap Sean yang malah santai menikmati buah.


"Ck! Kau ini!"


"Biarkan sayang. Selama dia tidak melakukan hal berbahaya. Kita pantau saja"


Ucap Sean sambil membelai rambut Linny.


"Iya aku tau. Aku hanya tidak mau dia menjadi seorang seperti ku. Aku tidak mau dia mencontoh masa lalu ku yang gelap"


Ucap Linny yang khawatir dengan anak-anak mereka.


"Tenanglah. Tidak akan terjadi. Sudahlah ayo ke kamar. Aku juga butuh di urus"


Ucap Sean bermanja-manja pada Linny.


Linny hanya mampu menggeleng heran dengan bayi besarnya itu. Semakin lama Sean semakin menempel padanya.


.


.


.


"Uncle Joe!! Ajarin aku melempar pisau"


Seru Keldy saat semua orang berkumpul di rumah Sean dan Linny.


Mereka memiliki kebiasaan kumpul bulanan dan lebih sering di rumah Sean Linny karena lebih luas.


Om Donald yang di temani putranya yang baru datang dari hongkong terkejut mendengar Keldy ingin belajar menggunakan pisau.


Linny hanya bisa menghela nafas kasar. Keldy semakin lama semakin mirip dengannya. Keras kepala dan menyukai mainan berupa pisau atau pun pistol.


Keldy bahkan pernah bertarung dengan kakak kelasnya berjumlah 5 orang dan mereka semua tentu bonyok di tangan Keldy.


"Keldy!"


Linny menaikkan suaranya dan menatap tajam ke arah putranya itu.


"Sudahlah. Anak laki-laki bagus bisa belajar bela diri. Yang penting dia tau menempatkan diri mana yang boleh dan tidak nantinya"


Ucap Om Donald menasehati.


Linny pun menyerah. Keldy tampak senang dan sangat dekat dengan Joe.


Berbeda dengan Kelly, Kelly sangat dekat dengan Erik.


Joe dan Erik memang dulu suka merawat anak Sean dan Linny jika keduanya sibuk bekerja.


Bahkan malah terlihat Joe dan Erik yang lebih mirip orang tua Keldy dan Kelly.


"I'm give up"


Ucap Linny yang membuat semua orang tertawa.


"Gimana rasanya hadapi cloningan diri sendiri? Pusing kan? Rasain!"


Ledek Sisilia pada Linny yang membuat Linny semakin jengkel.


"Sekarang kau tau Linny, Bagaimana perasaan kami menghadapi mu dulu"


Tambah Andrean lagi.


Semuanya semakin tertawa mendengar ledekan Sisilia dan Andrean itu.


Sean memeluk Linny dari belakang dan mengecup pipi Linny.


"Tapi aku tetap bangga menjadi suami dan ayah untuk anak-anak kita. I Love you"


Ucap Sean berbisik di telinga Linny.


"I Love you more"


Balas Linny yang langsung berbalik dan mengecup mesra bibir Sean.


"LINNY!!!!!!"


Semua berseru kesal melihat Sean dan Linny yang malah bercumbu mesra di hadapan mereka.


"Sumpah gak ada obat tuh mantan gay sama wanitanya!"


Seru Danu kesal.


"Sudahlah. Mending aku bawa Kelly ke taman. Bisa rusak mata anak gadis ku ini lihat kelakuan Daddy sama Mommynya"


Tambah Erik yang langsung membawa Kelly ke taman belakang untuk membaca buku bersama.


Suasana riuh dan mereka kembali tertawa bersama. Semuanya kini bahagia dengan hidup mereka masing-masing.


What wonderful life~


.


.


.


Tak terasa sudah selesai kisah Sean dan Linny. Sudah ada lebih dari 200.000 kata dan lebih dari 150 bab sitayangkan.


Semoga kisah ini bisa kita ambil pelajarannya bersama ya. 


Dan semoga kalian yang membaca kisah ini bisa mencapai kebahagiaan versi kalian masing-masing.


Dan masalah Season 2 akan author pertimbangkan ya. Karena sedang fokus dengan karya Author di aplikasi lain yang tak kalah serunya ^^


Arigatou Gozaimasu!!!