
Rendy tampak berlari menuju apartemen milik Rain. Dia membutuhkan perlindungan dari Rain. Pasti kejadian keracunan di acara Mister Lee akan di telusuri.
Tentu dia harus mencari pertolongan dan perlindungan dari orang yang juga memiliki kekuatan di negara itu.
"Hei!! Buka pintunya" Teriak Rendy berusaha menggedor pintu apartemen Rain.
Tak lama kemudian pintu terbuka. Salah satu bodyguard Rain yang membukakan pintu.
Tanpa ijin ataupun sopan santun, Rendy langsung berlari masuk ke dalam apartemen dan menemui Rain.
"Tolong aku. Mereka pasti akan mencariku" Ucap Rendy yang terlihat ketakutan.
Terlepas dari berhasil ataupun tidak membunuh Linny dan Sean, tetap saja Rendy tidak mau ditangkap polisi dan mendekam dalam sel penjara yang dingin itu.
"Duduklah. Minum dulu"
Rain tampak menyodorkan gelas wine-nye. Dia sangat tenang dan tersenyum tipis menghadapi Rendy.
Rendy tanpa curiga menegak wine yang di berikan Rain padanya. Dia meminum habis wine itu karena terlalu haus karena kabur secepat mungkin dari tempat pesta Mister Lee.
Meskipun Rendy merasa aroma Wine-nya berbeda pada wine yang umumnya sudah pernah dia minum, dia tidak mencurigai hal itu. Karena kini Rain dan dia berada dalam satu kapal.
Rendy berpikir jika dia tertangkap maka Rain juga akan dalam bahaya. Tanpa berpikir jika Rain lebih licik dari yang dia pikirkan.
Tak lama kemudian Rendy merasa pusing. Tubuhnya menggigil kedinginan. Pandangannya kabur. Dia mengingat masa dia melecehkan Linny dan melecehkan beberapa wanita lainnya selama dia membantu bisnis haram Hendra.
Seketika pandangan Rendy menjadi gelap. Dia tidak ingat apa pun lagi.
Begitu terbangun Rendy berada di pinggir jalan dalam kondisi terlentang. Dia merasa linglung.
"Aku dimana?" Gumam Rendy bingung.
Pikirannya kacau. Kadang dia ingat siapa dia. Kadang dia lupa. Dia persis orang gila yang mondar - mandir di jalan itu.
Polisi yang sedang mencari tersangka pelaku racun di pesta Mister Lee sedang menyisir setiap jalan dan rumah yang di curigai di tempati pelaku. Mereka menemukan bukti yang mengarah pada Rendy.
Rendy yang berjalan tanpa arah di tangkap polisi lalu lintas karena terlihat mengganggu sekelompok wanita yang hendak menyeberang jalan.
"Lepas!! Kalian tidak tau siapa aku hah???? Aku ini Putra Abdi Wijaya!! Lepass!!!" Bentak Rendy yang sedang dalam pengaruh obat yang sudah di masukkan Rain ke dalam Wine-nya.
Rendy menjadi bahan uji coba Rain untuk obat yang dia buat dan akan dia jual. Di dalam mobil yang terparkir tak jauh dari Rendy, Rain bisa melihat efek yang di alami Rendy. Linglung. Tertawa. Bernyanyi dan tidak takut akan apa pun.
Rain tersenyum senang, dia berhasil membuat obat yang mengerikan itu. Karena efek obat itu jauh lebih mengerikan dari nark0tik4 mana pun.
Orang yang mengonsumsinya akan mengalami delusi, melupakan sebagian ingatan apalagi ingatan kelam dan menyakitkan, namun juga dia akan terus membutuhkan obat itu karena tanpa obat itu dia akan terus merasa haus dan lapar.
Hingga perlahan tubuhnya akan mengurus dan mengering hingga mati seolah tanpa darah karena darahnya akan terus berkurang setiap harinya.
"Obat yang luar biasa. Sepertinya akan menjadi booming jika kita jual kepada para tikus-tikus itu" Gumam Rain senang.
Polisi mendapatkan data Rendy dan langsung memprosesnya. Rendy yang sedang buron sejak kasus Hendra terkuak kini sudah tertangkap.
"Anda kami dakwa atas tuduhan tangan kanan kasus Hendra Abdi Wijaya alias Ayah kandung Anda, pelecehan terhadap Kimberlyn Fransisca Pratama saat masih di bawah umur, percobaan pencurian data di perusahaan FP corporation, percobaan permerkaosan terhadap saudari Eka, dan juga percobaan pembunuhan menggunakan racun terhadap Kimberlyn serta Winsen Darren. Apa ada sanggahan atas tuduhan yang di jabarkan?" Tanya jaksa yang menemui Rendy di kantor polisi tempatnya di tahan.
Rendy tampak linglung menatap jaksa itu. Dia melihat si jaksa pria itu sebagai wanita yang pernah dia cintai dan hampir saja mencium jaksa itu.
Rendy kembali di masukkan ke dalam sel tahanan. Dia benar-benar seperti orang gila saat ini.
"Aku siapa? Aku di mana?" Tanya Rendy berulang kali saat polisi memasukkan paksa dia kembali ke sel tahanan.
"Aku di mana? Mama mana?" Tanya Rendy terus menerus seperti bocah.
Polisi yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala. Mereka berencana memeriksa darah dan urine Rendy untuk melihat apakah pria itu mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Linny dan Sean di kabari tentang penangkapan Rendy. Juga tentang kondisi Rendy yang seperti orang gila saat ini. Terkadang Rendy ingat siapa dia, terkadang dia tidak ingat, terkadang dia bisa menjawab ke mana dia selama ini dan apa yang dia lakukan tapi dia lebih banyak melupakan apa yang terjadi terutama beberapa bulan terakhir.
Rendy juga kedapatan meminum dan memakan kotorannya sendiri. Dia tampak terus kelaparan dan kehausan meskipun sudah di beri makanan dan minuman yang banyak.
Saat di cek urine dan darahnya polisi tidak bisa menemukan jenis n4rk0tik4 apa yang sudah dia konsumsi. Polisi menetapkan dia menjadi tersangka tahanan khusus karena tahanan lain tidak sanggup satu sel dengannya.
"Sepertinya ada hubungannya dengan Rain" ucap Linny pada Sean sesaat sebelum mereka makan bersama malam itu.
"Rain? Maksud mu Rendy ada hubungannya dengan Rain?" Tanya Sean memastikan.
Linny menghela nafas berat dan mengangguk. Dari ciri-ciri kondisi Rendy saat ini membuat Linny teringat cairan yang berhasil di curi oleh Erik dan di cek oleh Santo.
Efeknya persis seperti apa yang Santo beritahu pada Linny. Linny merasa cemas, jika Rain mencekoki Rendy dengan obat itu, pasti di kemudian hari akan ada yang menjadi korbannya lagi.
Dan bisa saja Rain memasukkan itu ke dalam makanan dan minuman tanpa sepengetahuan orang.
"Mulai sekarang perhatikan apa yang kau makan dan minum meskipun itu hanya air mineral" Tegas Linny pada Sean.
"Kenapa? Apa se-berbahaya itu?" Tanya Sean heran.
"Sangat. Efek obat itu akan berujung pada kematian. Mau kau terus mengonsumsi atau tidak maka kau akan mati dalam beberapa bulan. Aku yakin Rain di balik semua kejadian ini. Dimana tikus itu bersembunyi" Ucap Linny geram.
Dia menjadi semakin waspada. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Rain di sekitarnya. Markas lama Rain yang di sebut oleh Erik dan Joe juga tampak tidak beroperasi. Tampak sepi dan tidak ada tanda-tanda Rain ke sana.
Jadi bagi Linny percuma jika dia menyerang markas itu sekarang. Dia harus menghancurkan sumbernya, bukan hanya tempat tinggalnya itu.
"Aku harus segera menemukan makhluk itu!" Gumam Linny geram.
.
.