A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Mengulang Kembali Rasa Itu...



NOTE : PERINGATAN!!! CERITA INI MENGANDUNG UNSUR AKTIVITAS DEWASA!!!


DIHARAPKAN BIJAK DALAM MEMBACA DAN TIDAK MENIRU ADEGAN DALAM CERITA INI!!!


KHUSUS 18+. MOHON MEMPERHATIKAN USIA LAYAK MEMBACA CERITA INI.


"Dan Aku juga mau minta maaf. Sejak bermalam di tempat mu, sejujurnya aku bermimpi sedang bercinta dengan wanita. Dan sejak saat itu. Aku hanya bisa 'berdiri' jika membayangkan wajahmu"


" Malam itu kita memang bercinta. Itu bukan mimpi"


Keduanya merasa canggung saat mendengar kejujuran satu sama lain.


Terlintas keinginan Sean untuk menyentuh Linny. Entah apa yang mendorongnya begitu menginginkan Linny saat ini.


" Linny. Ah itu. Apa boleh kita coba lagi? "  Tanya Sean tergagap.


" HAH??? "


Linny membola tidak percaya mendengar permintaan Sean.


Permintaan untuk mengulang malam panas yang terlupakan itu.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sean mencium bibir Linny dengan lembut.


Linny bisa melihat gerak tubuh Sean yang tampak bergetar dan ragu.


Entah ragu karena takut di pukuli Linny atau ragu dengan keinginannya untuk bercinta dengan seorang wanita.


Linny mencoba membalas ciuman Sean. Di peluknya leher Sean dan melekatkan tubuh mereka.


" Apa Aku boleh? "  Tanya Sean menatap wajah Liny.


Linny hanya diam membisu, Sean menganggap itu jawaban 'iya'.


Sean langsung menggendong Linny ke atas ranjang dan kembali menciumnya.


Mulai dari wajah, leher, dada, perut hingga turun ke bawah perut


Linny men*de*sah di perlakukan seperti itu. Tubuhnya bereaksi ingin merasakan lebih.


Dia belum pernah merasakan keinginan itu saat bercinta dengan pria lain.


Tubuh Linny tampak sudah siap merasakan penyatuan dari Sean.


Si Venus terlihat menunggu Pluto mendatanginya.


Sean segera menempatkan diri di antar kedua kaki Linny.


Pluto tampak mencoba memasuki Venus secara perlahan.


Ajaib, Pluto benar-benar bisa bahkan berdiri dengan sempurna saat berhadapan dengan Venus.


Biasanya Pluto hanya bereaksi pada Mars dan antek-anteknya saja.


" Ah.... "


Terdengar suara Linny saat Sean melesakkan Pluto untuk masuk lebih dalam.


" Shitt!!! Milik mu benar-benar nikmat. Kau mengurut di dalam sana! "  Ucap Sean berbisik di telinga Linny.


Linny tersenyum bangga, entah mengapa dia merasa senang saat Sean berkata begitu.


Padahal kalimat itu sering dia dengar dari semua pria yang pernah bercinta dengannya.


Sean kembali menggerakkan tubuhnya. Linny tampak sudah puas dan penuh keringat, namun Sean belum juga ingin berhenti.


30 menit berlalu, Sean masih membiarkan si Pluto bermain dengan Venusnya Linny dengan penuh perasaan.


Entah mengapa Sean  takut membuat Linny merasa sakit.


Tak lama Sean merasa sesuatu akan keluar dari tubuhnya.


" Arghh.. Linny!! Aku.... "


Sean terdengar memekik, tubuhnya mengeras, si Pluto tampak bergerak dengan cepat.


Sean membiarkan Pluto sedalam-dalamnya menjumpai Venus dan mengeluarkan cairan itu di dalam tubuh Linny.


Mendapat perlakuan itu membuat Linny men*de*sah lagi.


Sungguh gila rasanya. Keduanya kembali berciuman.


" Thanks"  Ucap Sean yang merasa sangat puas.


"Apa Kau berbohong kalau Kau gay? "  Tanya Linny yang masih menetralkan nafasnya.


"Untuk apa Aku berbohong?? " Tanya Sean sambil tertawa pelan.


" Sial! Kau begitu gila! Atau Kau Bisex? "  Tanya Linny lagi.


" Tidak. Aku tidak pernah bisa melakukannya dengan wanita selama ini. Kau wanita pertama yang membuatku bisa seperti ini"


"Ah bukan juga. Mantan Ku yang pertama. Kau yang kedua"  Ucap Sean meralat perkataan nya yang salah.


" Terserahlah. Aku hampir gila. Kau bisa membuatku ketagihan. Sial!" Ucap Linny merasa kesal karena si Venus tampak menyukai Plutonya Sean.


" Sialan. Sudahlah Aku lelah. Aku ingin tidur"  Ucap Linny merasa malas menggerakkan tubuhnya.


" Hei bersihkan dulu tubuh mu. Jorok sekali kau ini!"  Ucap Sean kesal.


Linny  tidak memedulikan ucapan Sean. Tubuhnya terlalu lelah untuk bergerak meskipun hanya menuju kamar mandi.


Melihat itu Sean langsung menggendong kembali Linny dan membawanya ke kamar mandi.


" Hei turunkan Aku!!"  Ucap Linny yang kesal diganggu saat beristirahat.


" Tubuh mu lengket dan kotor. Aku tidak suka orang yang tidur bersama Ku tidak membersihkan diri dengan baik"  Ucap Sean  menurunkan Linny lalu menyalakan shower.


" Kalau begitu Kau tidur di sofa sana! "  Protes Linny yang kesal.


Sean merasa geram lalu menciumi bibir Linny lagi dengan buas. Diangkatnya sebelah kaki Linny dan kembali membiarkan Pluto kembali bertemu dengan sahabat Venus-nya itu.


" Ah.... F*ckkk!!! Kau!!! "


Linny merasa geram dengan tindakan spontan Sean.


Namun tidak dapat di pungkiri dirinya suka di perlakuan begitu oleh Sean.


" Ahh.... Apa di dalam sana ada alat penyedot? Kau benar-benar nikmat Linny. Kau membuatku ingin terus! "  Ucap Sean yang menikmati Pluto yang merasa seperti di urut di dalam tubuh Linny.


"Sial!! Jangan banyak bicara. Aku benar-benar tidak tahan lagi"  Ucap Linny sambil memukul dada Sean perlahan.


Sean mengangkat kedua kaki Linny dan di kalungkan di pinggangnya.


Tubuh atletis Sean dengan mudah menggendong Linny seperti koala.


" Kita lanjutkan di tempat tidur saja"  Ucap Sean berbisik di telinga Linny.


Sean membawa Linny kembali di dekat tempat tidur dengan posisi milik mereka masih menyatu.


" I wanna try this position! "


Ucap Sean lalu mengerakkan tubuhnya dalam posisi mengendong Linny.


" Arghh!! shiit!! Itu terlalu dalam Sean!! "


Ucap Linny yang merasa si Pluto semakin merajalela di dalam sana.


" Apakah itu lebih baik dari pada pria yang lain? "


Pertanyaan Sean yang entah mengapa menjadi se-mesum itu. Bahkan dengan Erik dia tidak pernah membahas hal seperti itu.


" Kau yang terbaik. Milik mu yang terbaik Sean! "


Ucap Linny yang di penuhi dengan nafsu yang sudah hampir mencapai ubun-ubun.


" Benar kah? Kau suka? "  Tanya Sean lagi.


" Ya Aku suka. Kau membuatku gila Sean! " Ucap Linny menikmati setiap pergerakan mereka.


Sean terus memanjakan tubuh Linny. Mereka berganti posisi dengan Linny membelakangi Sean.


Pluto tampak sangat bersemangat hari ini. Meskipun Sean sadar staminanya memang tinggi, namun dia tidak menyangka, Pluto ternyata menyukai Venus dan mampu bermain dengan baik.


"Ahhhh"  Suara Sean terdengar menggema di ruang kamar hotel itu.


" Please.. Push me harder, Sean!! "  Ucap Linny yang benar-benar sudah tidak tahan lagi.


" As you wish my Queen! "  Ucap Sean sambil mengecup punggung Linny yang terbuka.


Pluto tampak bergerak cepat dan membuat Venus semakin kewalahan.


Keduanya kemudian mencapai pelepasan bersamaan.


Akhirnya mereka tertidur karena lelah. Benar-benar kegiatan yang melelahkan dan menguras tenaga bagi keduanya.


Malam harinya mereka baru terbangun karena lapar.


Keduanya tertawa mengingat keganasan masing-masing di atas ranjang.


" Apa aku boleh mengulanginya lagi nanti? Bermalam lah di sini! "  Ucap Sean menatap Linny.


" Aku harus membuka bar. Ini sudah pukul 7 malam. Aku harus segera makan malam dan berangkat", ucap Linny merapikan pakaian yang di pinjam dari Sean.


" Kalau begitu Aku ikut dengan mu. Kita makan di luar sekalian Kau bisa kembali ke apartemen mu dan berganti pakaian"  Ucap Sean menawarkan.


Linny hanya menganggukkan kepala menyetujui perkataan Sean.


Keduanya menuju basement hotel untuk menaiki mobil Sean.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN  SEKALIAN.


-linalim-