A Gay With His Angel

A Gay With His Angel
Pesta Menegangkan 1



Pesta di rumah Aston benar-benar mewah,tidak heran karena dirinya memang berasal dari keluarga kaya.


Mama Aston atau yang sering di panggil nyonya Rebecca merupakan sosialita yang ternama, sang Papa -- Austin juga pebisnis handal.


Semua undangan mulai berdatangan termasuk Sean dan sahabat sahabatnya.


Mahaprana beserta istri nya juga tampak hadir karena Papa Sean itu ternyata bekerja di salah satu perusahaan milik Pak Austin sebagai tangan kanannya.


Terlepas dari Sean dan Aston yang bersahabat sejak lama, Mahaprana --Papa Sean memang sangat bisa di andalkan dalam bekerja.


Tampak Eni --Kakak kedua Sean juga turut ikut serta menemani kedua orang tua mereka.


Hal yang lebih mengejutkan ternyata Prilly dan kedua orang tuanya juga turut hadir, Pak Senata dan istrinya ternyata mengenali keluarga Aston. Mereka sempat bekerja sama dalam pengembangan bisnis Pak Senata.


Sean tampak malas dan risih melihat Prilly yang terus mencoba menempel dengannya.


" Minggir! " Ucap Sean tegas.


" Kak Sean... "  Prilly tampak tidak senang dengan penolakan Sean.


Sean bergabung dengan Aston, William, Danu dan Doni. Mereka tampak berbincang dengan beberapa wanita cantik.


Meskipun Sean malas harus berada di antara para wanita yang tentunya terus memperhatikan Sean, namun itu lebih baik dari pada dirinya harus berduaan dengan Prilly.


Tampak Sisilia dan Andrean sudah datang. Mereka terlebih dahulu menyapa Rebecca.


" Hallo sayang. Mana Papa Mama kalian? "  Tanya Nyonya Rebecca sambil mencium kedua pipi dengan Sisilia.


" Papa Mama titip salam saja tante. Mereka enggak bisa datang"  Ucap Andrean menyampaikan pesan dari orang tua mereka.


" Oh tidak apa apa. Eh mana teman kalian itu? Kok enggak datang?  Tanya tanya Nyonya Rebecca.


" Bentar lagi juga sampai tante. Dia harus mengurus sesuatu dulu"  Ucap Sisilia menjelaskan.


Semua tamu tampak berpakaian pesta yang mewah. Yang laki-laki memakai kemeja bahkan sebagian memakai jas.


Yang perempuan memakai gaun yang indah. Benar-benar penampakan pesta sultan di negara ini.


Jamuan yang mewah itu benar-benar ramai dengan banyak pebisnis yang datang.


Seseorang memasuki ruangan pesta itu. Sean menatap wanita itu, dia begitu terkejut.


' Linny? '  Batin Sean.


Tak hanya Sean yang terkejut, sahabat-sahabatnya juga terkejut melihat Linny yang masuk ke ruangan pesta itu.


" Loh. Itu Linny kan? "  Ucap Aston spontan.


Prilly mendengar nama Linny langsung menoleh ke arah wanita yang baru masuk itu.


Wanita cantik dengan pakaian casual.


Linny hanya mengenakan sport bra, celana jeans panjang dan outer jaket kulit yang tipis.


Linny berjalan dengan santai masuk ke ruangan itu. Tidak memedulikan tatapan aneh dan heran yang melihatnya.


Tanpa sadar Linny dan Sean saling bertatapan. Linny terkejut namun dia berusaha menjaga sikap dan ekspresinya.


' Astaga! Dia juga di sini? '  Batin Linny.


" Hei Linny! "  Danu menyapa Linny terlebih dahulu.


Mau tidak mau Linny pun berjalan mendekati mereka.


" Ah kalian di sini juga? "  Tanya Linny berbasa-basi.


" Iya ini acara Mama-nya Aston, jadi kami di undang juga "  Ucap William menjelaskan.


Hal yang Linny lupakan jika kemungkinan Tante Rebecca akan mengundang sahabat dari anaknya itu. Ya Linny mengenali keluarga Aston dengan baik. Dia bahkan sejak awal athu jika Aston adalah saudara sepupu Sisilia dan Andrean. Namun Linny bersikap seolah tidak mengenalinya.


Sean, Danu, Doni dan William belum tahu yang sebenarnya tentang Linny. Aston juga belum sempat menceritakan hal yang didengarnya kemarin di rumah Sisilia dan aAndrean kepada sahabat-sahabatnya itu.


" Oh gitu. Okey enjoy deh ya"  Ucap Linny dengan santai seperti biasanya dan hendak menyingkir dari kerumunan pria lajang itu.


" Hei wanita Bar! Ngapain kau ke sini! Nyari pria yang bisa bayar kau?!"  Ucap Prilly dengan nada merendahkan kepada Linny.


Sean dan ke empat sahabatnya sangat terkejut dengan sikap Prilly


Sedangkan Linny, hanya tersenyum dengan tenang.


" Memangnya ini pesta Anda nona yang terhormat? "  Tanya Linny dengan santai.


" Di sini pesta orang kaya yang terhormat. Bukan wanita bar miskin kayak kau! Pergi sana jangan bikin kotor lantai rumah orang! "  Ucap Prilly dengan kasar mengusir Linny.


Beberapa wanita tampak tertawa mendengar Prilly mengusir Linny.


Mereka tidak ada yang tahu siapa Linny dan juga menganggap Linny orang miskin melihat dari pakaiannya yang biasa dan tidak ber-merk.


Kebiasaan orang yang selalu menilai orang lain hanya dari penampilan luarnya saja.


Linny menatap tajam ke arah Prilly. Jika itu bukan pesta Tante Rebecca yang dia segani maka sudah di pastikan Prilly akan di banting ke tanah oleh-nya.


Melihat Linny yang menatapnya dengan tatapan tajam membuat Prilly tidak terima lalu menyambar segelas jus jeruk dan menyiramkannya ke wajah Linny.


Sebagian wajah Linny basah hingga mengenai jaket kulitnya.


" Sh*it!!! "  Umpat Linny kesal.


Seorang pria mendekati Linny memberikan tissue dan mencoba menyentuh dada Linny yang basah terkena siraman jus.


Sean yang melihat itu merasa kesal ingin memukuli pria kurang ajar itu.


" Argh. Ampun"  Pekik pria itu kesakitan.


Linny memukul dan menjatuhkan pria itu dengan sekali gerakan.


Semua orang terkejut, bahkan Danu sampai terbatuk melihat gerakan Linny.


" Gila! Muaythai! "  Ucap Danu spontan.


Linny menepuk-nepuk jaketnya yang tersentuh pria itu dengan jijik.


Sean  segera mendekati Linny sambil membantu Linny membersihkan air jeruk yang masih menetes di pipinya.


" Kau tak apa-apa? "  Tanya Sean sambil melap pipi Linny yang terkena siraman jus dengan lembut.


" Enggak"  Ucap Linny dan tersenyum tipis.


Pria yang terjatuh di tanah itu merasa kesal. Namun dia tidak berani menyentuh Linny, dia takut dipukul lagi. Tangan dan bahunya terasa sakit akibat bantingan Linny.


" Akan aku laporkan ke polisi"  Ancam pria itu.


" Silahkan. Dan aku juga akan melaporkan tindakan percobaan pelecehan yang kau lakukan! "  Bentak Sean membela Linny.


Sahabat-sahabatnya Sean turut mendukung perkataan Sean. Di mata sahabat-sahabatnya Sean begitu gentel hari ini.


Prilly merasa kesal ingin menyerang dan menjambak rambut Linny.


Linny yang sudah terlatih menghindari serangan langsung bergerak menyamping sehingga Prilly terjatuh sendiri.


" Akh!!! "  Pekik Prilly kesakitan karena terjatuh.


Linny hanya tersenyum melihat tingkah konyol wanita itu.


Mahaprana dan istrinya , Eni, serta Nyonya Senata --Mama Prilly datang melihat keributan itu.


" Kau apa kan menantu ku? "  Tanya Mahaprana dengan nada membentak Linny.


" Menantu? "  Tanya Linny heran.


" Maaf, bukan begitu "  Ucap Sean berbisik kepada Linny.


Sean memang pernah menunjukkan foto keluarganya, Linny langsung menyadari orang-orang itu adalah keluarga Sean.


" Sean! Kenapa kau tidak membantu Prilly? Dia tunangan mu! " Ucap Mahaprana.


" Aku tidak pernah bertunangan dengan siapa pun. Dia juga terjatuh sendiri dan mempermalukan dirinya. Untuk apa aku tolong"  Tegas Sean yang sangat tidak suka di kait-kaitkan berhubungan khusus dengan Prilly.


Mahaprana merasa geram karena Sean berani melawannya di depan umum, Mahaprana yang emosi langsung memaki-maki Linny dengan kata-kata kasar.


" Dasar wanita murahan! J@lang! Beraninya Kau mengajari putra ku untuk kurang ajar! Hanya wanita bar  rendahan! Tidak berpendidikan!"  Bentak Mahaprana dengan tatapan tajam kepada Linny.


Linny hanya diam mendengar semua kata-kata kasar itu.


Sean gelisah, dia tidak ingin membiarkan Linny semakin di hina di sana.


" Linny. Ayo kita pergi " Ucap Sean mencoba membujuk Linny untuk meninggalkan tempat itu.


Linny menatap tajam ke arah Sean yang membuat Sean membeku di tempat.


Melihat ada keributan membuat Andrean dan Sisilia segera mendekati tempat Linny berada.


" Linny!! "


Sisilia sangat terkejut melihat sebagian tubuh dan wajah Linny yang basah.


" Astaga ada apa ini?! "  Tanya Andrean dengan kesal.


" Wah ternyata hebat juga wanita murahan ini. Kau sengaja menggunakan tubuh mu untuk dekat dengan banyak orang kaya ternyata" Ucap Nyonya Senata yang turut merendahkan Linny.


" Linny. Jangan di dengarkan"  Ucap Sean semakin merasa tidak nyaman dan kesal dengan keluarganya maupun keluarga Prilly.


" Pakaian mu basah. Astaga jaket ini limited. Bisa rusak, siapa yang melakukan ini padamu? "  Tanya Sisilia dengan nada kesal sambil menatap orang-orang di sekelilingnya.


Beberapa orang mengenali Sisilia dan Andrean sebagai asisten pribadi CEO FP corporation. Hal itu membuat mereka takut dan bertanya-tanya kenapa Sisilia dan Andrean membela wanita yang baru datang itu. Apa hubungan mereka?


Sisilia meminta Linny melepaskan jaketnya dan menyerahkannya kepada Sisilia untuk di bersihkan.


Terlihat otot perut Linny yang indah serta tato di tubuhnya.


Orang-orang terkejut melihat penampilan Linny yang berbanding terbalik dengan wajah cantiknya.


" Ternyata selain miskin, murahan. Kau juga preman! "  Ucap Nyonya Senata semakin menjadi-jadi.


Prilly hanya tersenyum mendengar Linny dihina oleh orang-orang.


Andrean geram dan hampir menampar Nyonya Senata yang berani menghina Linny, Linny mencegahnya


Tak lama Bodyguard mereka berdatangan.


" Hei apa yang kalian lakukan. Usir wanita murahan itu! "  Ucap Mahaprana yang mengira bodyguard milik Linny dan sahabatnya adalah penjaga di rumah Aston.


Tentu para Bodyguard itu tidak bergeming mendengar perkataan Mahaprana.


Melihat hal itu membuat Mahaprana semakin geram dan memaki-maki lagi hingga menarik tangan Linny.


Sean langsung menahan tangan sang Papa dan melepaskannya dengan kasar.


"Kau---"  Mahaprana terkejut Sean begitu membela Linny bahkan dengan kasar menghempaskan tangannya.


"Jangan menyentuh wanitaku! Aku tidak akan tinggal diam meskipun kalian keluargaku!"  Tegas Sean menatap sang Papa.


Andrean yang melihat hal itu semakin emosi dan hampir kelepasan mengungkap jati diri Linny yang sebenarnya.


"Kau akan menyesal atas ucapan dan tindakan mu Pak MAHAPRANA!! Kau sudah berani menyentuh---"


Ucapan Andrean terhenti saat  Austin --Papa Aston mendekati mereka.


" Ada apa ini? "


Terdengar suara Austin yang merasa heran dengan keributan itu.


" Linny?? "


" Kapan kau tiba sayang? "


Austin yang melihat Linny langsung memeluk dan mencium pipi Linny dengan penuh kasih sayang.


Hal itu membuat semua orang di ruangan itu terkejut.


"Om Austin kenal Linny?"  Tanya Sean bingung.


.


.


.


Disclaimer : SEMUA CERITA-TOKOH-TEMPAT-KEADAAN HANYALAH FIKSI BELAKA. TANPA MENGURANGI RASA HORMAT KEPADA SIAPAPUN SEMOGA KARYA INI DAPAT MENGHIBUR TEMAN-TEMAN SEKALIAN.


-linalim-