
"Ada Good news dan Bad News"
"Video mu bocor di beberapa situs dan group telegram"
"Group??!!!"
Sean merasa ketakutan dan bergetar. Dia membayangkan pandangan menjijikkan dari semua orang yang akan menyebarkan videonya dan memaki dirinya.
Linny melihat ketakutan Sean langsung menarik Sean dalam pelukannya.
"Kita pulang sekarang. Tenang aku akan urus ini" Ucap Linny menenangkan Sean.
Sean hanya mampu mengangguk dan pasrah dengan apa yang akan terjadi.
Mereka langsung menaiki mobil dan kembali ke penthouse Linny bersama-sama.
Sepanjang jalan bayangan orang-orang menjatuhkan dan mencaci maki dirinya kini berputar di dalam kepalanya.
' Manusia Gay '
' Menjijikkan '
' Monster '
' Jijik. Ganteng-ganteng rupanya punya penyakit Gay '
' Pantesan ganteng dan punya kerjaan bagus tapi gak nikah-nikah '
' Sial banget yang pernah suka sama dia. Jangan-jangan semua temannya juga gay itu '
' Ih jijik. Ternyata Kak Sean itu Gay. Nyesal gue pernah suka sama dia '
' Duh ngebayang kotornya penyakitan dia '
' Gila dia Gay dan berani-beraninya mendekati CEO Kim '
' Apa CEO Kim selama ini di tipu seorang Gay? Astaga benar memalukan! '
Semua kalimat itu berputar di kepala Sean hingga dia merasa kesakitan.
Linny langsung menarik Sean dan menciumi bibirnya. Linny menyesap kuat bibir Sean hingga Sean tersentak.
"Aku bilang berhenti memikirkan hal yang belum terjadi. Jangan menyakiti dirimu sendiri bodoh!" Ucap Linny dengan ketus pada Sean.
"Aku takut Linny"
Sean tampak bergetar dan menggenggam erat tangan Linny.
"Jangan takut ada kami. Apa pun perkataan orang tidak akan mengubah kenyataan kalau kau milikku. Mengerti?" Tanya Linny dengan tegas.
Linny tidak ingin Sean terus berlarut-larut dalam rasa takut dan kesedihan itu.
TIba di penthouse mereka segera berkumpul di ruangan kerja Linny untuk membahas hal itu.
"Tadi kau bilang ada Good News. Apa itu?" Tanya Linny tanpa basa basi.
Andrean, Sisilia dan William saling berpandangan sebelum berbicara.
"Good News-nya wajah itu di blur. Wajah Sean di blur untuk video pelecehan Agus. Hanya wajah Agus yang tampak" Ucap William.
"Sedangkan untuk video Sean dan Erik keduanya di blur rapi" Tambah William.
"Dan Nicolas sudah menemukan titik yang menyebarkan di awal. Om Donald sudah membereskannya untuk sementara. Kita tetap haru mencari letak master video itu di simpan" Ucap Sisilia menambahkan.
Linny tampak mengerti karena Om Donald tadi meneleponnya untuk memberitahu Linny agar lebih berhati-hati karena kemungkinan besar video Sean sudah di bocorkan oleh Erik.
Linny tidak menyangka maksud Om Donald adalah adanya kebocoran Video itu hari ini. Tangan Linny tampak menggenggam erat berkas di hadapannya.
"Hancurkan siapa pun yang berani menyebar luaskan video itu. Secara terang-terangan ataupun melalui jalur belakang. Jangan biarkan mereka bebas dan tuntut atas UU ITE. Paham?" Tanya Linny pada Andrean.
"Tapi itu bisa membuat profile Sean muncul di publik nanti" Ucap Sisilia menyuarakan keraguannya.
Linny menghela nafas berat. Dia memijat kepalanya yang terasa pusing itu. Linny tidak menyangka akan secepat ini masalah video Sean bocor. Dia harus cepat mencari di mana master video itu di simpan oleh Erik.
Sean melihat begitu kuat Linny dan teman-temannya berusaha membantu Sean menyelesaikan masalahnya itu. Tampaknya dia harus kuat menerima jika dia di ketahui sebagai mantan Gay.
"Aku rasa itu tidak masalah Sisil. Jika nama ku akan di ketahui masyarakat, mungkin itu karma untukku" Ucap Sean pasrah.
Semuanya menatap Sean yang begitu pasrah dan bergetar menahan rasa takutnya.
Linny tampak berpikir sebentar lalu beranjak dan memeluk Sean yang duduk di sofa sebrang meja kerja Linny.
"Kau percaya pada ku?" Tanya Liny serius menatap Sean.
Sean hanya mampu mengangguk perlahan. Air matanya terjatuh. Kegelapan yang akan menghantuinya kini sudah perlahan mendekat.
"Jika semua orang tahu. Biarkan mereka tahu. Dan katakan kalau kau itu MANTAN GAY. Paham?" Tanya Linny yang menekankan kata terakhirnya.
"Kita tidak menutupi semua terlalu lama jika sampai kita gagal menemukan master video itu. Tapi Sean cukup mengakui kesalahan dan meminta maaf. Selebihnya urusanku. Ingat Sean, kau hanya MANTAN GAY. Camkan hal itu di kepala mu selalu. Kau milikku dan tidak ada yang bisa mengubah kenyataan itu" Ucap Linny terdengar menekankan hal itu pada Sean agar Sean tidak terus merasa terjatuh lebih dalam lagi.
Sean menatap Linny dengan lirih.
"Aku bisa merusak reputasi mu. Lebih baik jika kau menjauhkan diri dari ku terlebih dulu" Ucap Sean yang takut nama Linny akan menjadi jelek dan orang-orang juga turut mencari tahu masa lalu Linny.
Linny memeluk Sean dengan lembut dan mengelus kepala belakang Sean perlahan.
"Tidak masalah. Aku tidak peduli dengan hal itu. Kau sudah menepati semua yang kau katakan bahkan kau berani memutuskan semua ikatan dengan manusia-manusia laknat itu. Jadi sekarang tugas ku untuk menjaga mu" Ucap Linny tulus.
"Perusahaan mu bisa terimbas Linny" Ucap Sean yang takut perusahaan milik Linny akan ikut terdampak.
"Kau meremehkan ku. Hal itu tidak akan menjadi masalah bagiku. Aku sudah melewati dua kali kematian. Jadi ini bukan apa-apa Sean. Aku hanya ingin kau kuat dan percaya semua akan baik-baik saja. Jika kau lemah maka Erik dan si Gila Rain itu akan tertawa puas sudah menjatuhkan mu. Itu tujuan mereka" Ucap Linny meyakinkan Sean.
Sean hanya mampu memeluk Linny dengan erat dan berterima kasih.
"Terima kasih. Kalian semua sudah terus mendukungku. Terima kasih" Ucap Sean tulus.
Andrean dan William bergantian memeluk Sean dan mendukungnya.
"Kau tenang saja. Danu, Doni dan Aston juga akan lebih waspada. Kami akan mencari dari belakang siapa orang terdekat Erik yang bisa kita jadikan kacung untuk menyerang mereka dan menemukan Master video itu" Ucap William meyakinkan Sean.
"Kalian yakin? Itu berbahaya" Ucap Sean yang takut sahabat-sahabatnya terluka karena ingin membantunya.
"Tidak akan. Mereka akan dalam perlindungan ku. Mulai sekarang siapapun yang berkaitan dengan mu akan mendapat penjagaan dari orang-orangku. Kau tenang saja. Yang harus kau lakukan hanya tetap tenang dan jangan menunjukkan kelemahan mu agar Erik semakin kacau" Ucap Linny sambil tersenyum smirk.
"Maksud mu?" Tanya Sean heran.
"Dia akan bingung jika melihat kau yang masih sangat santai setelah video itu tersebar di beberapa orang. Apalagi jika kau tampak tetap bahagia bersama ku tanpa merasa terganggu. Hal itu akan membuatnya semakin bingung dan kelabakan" Ucap Linny yang tahu jika tujuan orang-orang itu hanya untuk memancing reaksi dan ketakutan Sean dan menawarkan Sean kembali pada mereka.
"Mereka pasti akan berpikir kau ketakutan dan akan mencari mereka kembali. setelah itu mereka akan berusaha mengikat mu kembali ke komunitas itu. Cara klasik mafia kelas teri seperti Rain sangat mudah di tebak" Ucap Linny tertawa meremehkan.
Andrean, Sisilia dan William tampak setuju dengan perkataan Linny. Lebih baik Sean bersikap seolah tidak ada yang terjadi dan tetap santai tanpa harus takut apa pun.
Sean kini semakin kuat dan yakin dengan Linny.
"Akan aku hadapi. Apa pun itu. Aku tidak akan kembali pada mereka" Ucap Sean dengan tegas.
Sean terus meyakinkan dirinya untuk kuat. Dia harus kuat. Perang baru di mulai. Dia tidak boleh lemah.
.
.
.
"Kenapa kau sebar itu? Aku sudah bilang jangan di sebar dulu" Terdengar suara Erik kesal dan protes pada Rain.
"Aku lakukan itu agar mengertaknya. Jika tersebar dengan kondisi di blur dia juga akan takut. Pasti dia akan datang dan memohon pada kita" Ucap Rain.
"Kau gila. ada video ku juga. Bagaimana jika keluarga ku melihat itu. Kau keterlaluan Rain" Ucap Erik kesal.
Rain langsung menarik Erik dan menciuminya.
"Tenang sayang. Aku sudah mem-blur dengan rapi video itu tanpa menunjukkan wajah mu ataupun Sean. Itu hanya untuk menakut-nakuti dia" Ucap Rain sambil tersenyum.
"Jangan lakukan itu lagi tanpa ijinku. Dimana Master Video yang aku titipkan itu. Aku menitipkannya padamu bukan untuk kau lakukan sesuka hati!" Erik masih tampak sangat kesal pada Rain.
Rain malah tertawa tanpa merasa bersalah. Dia dengan tenang mencumbu Erik.
"Ada di brankas biasa. Di sana laptopnya ku simpan. Tenang saja, biarkan semua itu di sana. Aku tidak mungkin membuat mu hancur. Kecuali kau mengkhianatiku sayang" Ucap Rain sambil mengeluarkan milik Erik dari celananya dan mengelusnya perlahan.
Erik menghela nafas berat. Dia berpikir harus segera membawa pergi Master video itu. Bisa runyam jika video original itu bocor.
Dia memang mengancam Sean dengan video itu tapi tidak terbesit keinginannya untuk membocorkannya ke public. Jika ingin Erik hanya mau mengirimkan itu kepada keluarga Sean. Bukan di bagikan menjadi konsumsi publik.
"Aku sedang ingin. Ayo bermain sebentar. Milikku sudah sangat tegang" Ucap Rain lalu menarik Erik masuk ke kamarnya.
Pertempuran antar pedang itu pun terjadi hingga keduanya kelelahan. Rain yang sudah terlalu lelah pun dengan mudah tertidur.
Erik langsung menyelinap menuju brankas Rain.
' Dia terlalu gila. Aku harus mengamankan ini ' Batin Erik.
Erik segera memasukkan laptop itu ke dalam tas ransel yang sering di bawanya. Tidak ada yang mencurigai tindakan Erik. Meskipun dia bisa meminta Rain menyerahkan kembali laptop itu tapi entah apa yang membuatnya memilih mengambil laptop itu diam-diam.
Erik juga mengambil semua berkas data Sean yang di simpan Rain. Termasuk rekaman CCTV Sean yang sering mengunjungi Bar Pelangi dulu. Erik merusak sisa rekaman yang ada.
.
.
.