Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Prilly pandai membujuk



Setelah Prilly mengutarakan keinginannya untuk ikut serta acara amal pada Alexander, paginya Diana langsung menjemput Prilly dan langsung membawa menantunya datang ke acara amal, melelang semua perhiasan yang pernah Alexander berikan pada Prilly di masa lalu dan hasilnya di sumbangkan ke gereja dan panti asuhan.


Diana bahkan sengaja menghubungi media untuk menyorot kebersamaan mereka, bukan untuk memamerkan amalnya, namun untuk memamerkan kedekatan dirinya dan Prilly pada Jovita yang hingga detik ini tidak pernah di terima oleh Diana dan suaminya.


“Ku rasa kita harus pergi berbelanja, kita telah lama tidak menikmati waktu berdua sayang, dan lagi besok ulang tahun daddymu Richard, kau harus membawa Alexander agar ia datang, sudah cukup lima tahun ia memutus komunikasi dengan kami,” kata Diana pada Prilly setelah acara lelang berakhir.


“Mommy, jangan khawatir, aku pasti membawa Alex kembali ke keluarga,” jawab Prilly.


“Kau harus meminta ganti perhiasanmu yang di lelang pada Alexander, bagaimana mungkin nanti kau menghadiri pesta tanpa mengenakan perhiasan,” ucap Diana dengan nada serius.


Prilly terkekeh, bagaimanapun Diana terbiasa dengan lingkungan sosialita kelas atas yang bergengsi dan merepotkan, Prilly tidak akan bisa menghindari hal-hal semacam itu di masa depan karena ibu mertuanya pasti akan membawanya untuk di pamerkan seperti dulu.


“Kapan mansion baru kalian siap di tempati?” tanya Diana saat mereka berada dalam perjalanan menuju pusat perbelanjaan.


“Aku telah memilih semua interiornya, mungkin dua bulan lagi kami bisa pindah.” Prilly memberitahu mertuanya.


“Kuharap kau dan Alexander bahagia selamanya, tidak perlu lagi ada perpisahan,” ucap Diana penuh harap.


Prilly tersipu mendengar apa yang di ucapkan Diana, ia juga tidak ingin bercerai untuk kedua kalinya dengan Alexander, sekarang ia hanya mencintai Alexander seorang.


“Apa pun yang terjadi kau harus mempertahankan Alexander, aku yakin dia sangat mencintaimu, Sayang,” kata Diana.


“Mommy, aku pasti akan melakukannya,” jawab Prilly sambil tersenyum.


“Mommy tidak ingin menantu mana pun selain dirimu, tidak satu pun gadis di London yang pantas untuk putraku selain kau,” kata Diana bersungguh-sungguh.


“Mommy kau terlalu memujiku." Prilly menjawab diiringi tawa kecil.


“Aku serius, Alexander harus segera menceraikan wanita itu,” kata Diana tampat ridak sabar menanti momen putranya menceraikan istrinya.


Prilly tak bisa berkomentar, senyum di wajahnya lenyap seketika, ia merasa iba pada Jovita, namun di sisi lain ia mencintai Alexander dan tak ingin berbagi pria yang ia cintai dengan wanita lain, ia tidak rela Alexander tidur di atas ranjang bersama wanita lain.


Memikirkan hal itu membuat dada Prilly terasa sesak bagai terimpit batu.


Pagi hari sesampainya di perusahaan, Jovita sedang memegang koran harian dengan perasaan yang tak mampu ia jabarkan, Prilly Silviana Johanson tampil bersama mantan ibu mertuanya dalam acara amal.


Itu adalah judul sebuah Headline berita yang terpampang di media pagi itu di London, bukan hanya itu, di beberapa media Online juga tersebar foto Diana dan Prilly yang begitu intim di pusat perbelanjaan, makan bersama di sebuah restoran dan sebuah artikel yang paling menarik adalah tulisan ‘Prilly Silviana Smith tidak lagi mengenakan cincin di jari tangannya.’


Jovita termangu sambil memandangi layar ponselnya, Masa lalunya yang buruk membuat ia tak bisa di terima oleh kedua orang tua Alexander, bahkan mungkin jika masa lalunya tidak ada pun ia tidak akan di terima juga oleh keluarga Johanson karena status sosial mereka.


“Madam,” suara Danny membuyarkan lamunan Jovita.


“Ya, ada apa?”


“Tuan memerintahkan saya untuk mengantarkan anda pergi berbelanja membeli gaun pesta,” ujar Danny.


“Gaun pesta?” Jovita bertanya, ia tidak tahu jika besok malam akan ada pesta.


“Ya madam, gaun pesta,” kata Danny, “besok malam ulang tahun tuan Richard Johanson di adakan, tuan ingin mengajak anda menghadiri pesta ulang tahun ayah beliau,” Danny menjelaskan.


“Oh, baiklah,” jawab Jovita sambil neletakkan koran di tangannya ke atas meja, ada secercah kebahagiaan, ini adalah pertama kali Alexander mengajaknya datang ke acara keluarga. “Di mana suamiku?” tanya Jovita, karena setelah sampai di perusahaan suaminya hanya duduk beberapa menit di kursi kerjanya dan pergi bersama Harun.


“Tuan bersama Harun sedang pergi bertemu client di luar,” jawab Danny.


“Oh.” Hanya itu tanggapan Jovita, yang pasti ia hari ini sangat bahagia karena suaminya akan membawanya ke tengah keluarganya.


Sementara di tempat tinggal Prilly, Alexander dan Prilly sedang bergulat di atas ranjang seperti mereka telah sangat lama tidak bertemu, mereka menumpahkan kerinduan yang dalam dan penuh cinta di antara desahan dan geraman dari keduanya. Alexander terus saja memompa pinggulnya membuat Prilly benar-benar menggelepar karena nikmat yang di berikan Alexander.


“Kau pandai membujukku, ya?" goda Alexander pada Prilly yang terkulai lemas di atas dadanya seusai mereka melakukan ritual panas, Alexander datang ke tempat tinggal Prilly karena istrinya itu mengatakan merindukannya, tentu saja dengan senang hati Alexander datang, namun sesampainya di sana Prilly justru membujuknya untuk hadir di pesta ulang tahun Richard besok malam.


Karena Prilly yang meminta, Alexander akan dengan senang hati datang ke pesta ulang tahun ayahnya, namun Alexander ingin menggoda istrinya jadi ia meminta imbalan jika ia bersedia untuk datang, tak disangka ia mendapatkan lebih dari yang ia inginkan.


“Aku merindukanmu,” erang Prilly lirih.


Alexander mengecup pucuk kepala istrinya, “Aku senang sekali mendengarnya, aku lebih merindukanmu.” Alexander menjawab sambil sedikit menggeram karena telapak tangan Prilly meraba benda yang ada di antara pahanya dan berhasil membuatnya tegak kembali, istrinya yang sekarang sangat pandai, berbeda dengan Prilly yang dulu.


Kali ini Prilly yang memimpin permainan hingga membuat Alexander tak berdaya di bawah kendali Prilly, entah karena cintanya yang dalam pada Prilly atau karena memang Prilly luar biasa, Alexander merasakan gairah yang tak biasanya, ia tak pernah merasakan senikmat ini bercinta dengan wanita mana pun bahkan bersama Jovita sekalipun. Prilly menyeringai puas melihat Alexander yang biasanya mendominasi kini takluk di bawah kendalinya, jika ada pepatah kuno mengatakan dapatkan hati seorang pria melalui perutnya, sadar diri ia tidak pandai di dapur maka Prilly telah memutuskan untuk mengikat Alexander dengan cara lain, Prilly yakin Alexander jelas lebih tertarik dengan apa yang berada di bawah perut di banding dengan urusan perutnya.


KOK JADI BANYAK BANGET PART ENA ENANYA YA 🙄🙄🙄


KAN KALAU UDAH BIKIN PART ENA ENA KEBABLASAN MULU 😥😥😥


TAP JEMPOL KALIAN 😅😅😅