
TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DULU SEBELUM MEMBACA PLIS!
“Jadi, apa hubungannya dengan Harun?” Besoknya Prilly sengaja mengajak Anne dan Linlin makan siang demi untuk menginterogasi sahabatnya itu.
Anne terkejut mendengar pertanyaan Prilly. “Aku dan Harun? Kami atasan dan bawahan,” jawab Anne apa adanya. Ia dan Harun memang tidak memiliki hubungan apa-apa, hanya sebatas atasan dan bawahan.
“CK... aku tidak percaya,” kata Prilly. Jika tidak, mana mungkin David kebakaran jenggot hingga repot-repot datang ke tempat tinggalnya meski awalnya tidak bersedia mengakui bahwa ia itu datang sebenarnya untuk mengeluhkan hubungannya dengan Anne.
Anne sedikit memundurkan tubuhnya. “Tidak percaya bagaimana? Apa maksudmu? Jadi kau mengajakku untuk makan siang hanya untuk menginterogasiku?” Anne menggelengkan kepalanya sambil menatap Prilly dengan tatapan tidak percaya, sahabatnya itu tidak berubah selalu ingin tahu masalah percintaan orang lain.
Linlin tertawa pelan sambil mengaduk jus di gelasnya. “Sepertinya aku juga tertarik dengan cerita percintaanmu kali ini,” katanya.
“Astaga, kalian benar-benar bersaudara,” kata Anne sambil kembali menggelengkan kepalanya.
“Jadi kau dan Harun kapan akan menikah?” tanya Prilly yang sukses membuat Anne tersedak air liurnya sendiri.
Anne meraih gelas berisi air putih yang ada di depannya kemudian meneguknya untuk membasahi kerongkongannya. “Astaga, bagaimana aku menjelaskannya, aku dan Harun tidak ada hubungan apa-apa.”
Prilly mencebik, begitu juga Linlin.
“Biar kutebak, sepertinya ada seseorang yang mengadu kepadamu,” kata Anne sambil menatap Prilly dengan tatapan geli.
Prilly hanya menyeringai menanggapi ucapan Anne.
Anne kembali menggelengkan kepalanya. “Astaga David itu! Apa dia seorang pria? Mengadu kepadamu seperti seorang anak mengadu kepada ibunya, jangan-jangan kau memang ibunya David,” ucap Anne dengan ada tidak suka.
Prilly menyeringai. “Ya, David datang ke rumahku, dia membawakan Alexa beberapa hadiah kemudian aku dan Alex menginterogasinya awalnya dia tidak mengaku apa motifnya datang menemuiku ternyata dia benar-benar sedang rasa patah hati karena katanya kau dan Harun memiliki hubungan,” katanya.
“CK... kau percaya pada David?” Anne memiringkan kepalanya sedikit.
“Entahlah,” jawab Prilly.
“Tapi, aku rasa Harun itu dia pria yang baik,” kata Linlin tiba-tiba.
Prilly mengacungkan jari telunjuknya. “Aku juga setuju. Dibanding dengan David, aku lebih merestui kau bersama Harun karena selama aku kenal Harun... dia sepertinya tidak memiliki masalah dengan gadis mana pun karena kau tahu sendiri suamiku membuatnya sangat sibuk hingga pria malang itu benar-benar mengabdikan dirinya untuk bekerja, suamiku sangat pelit. Dia tidak memberi Harun libur,” kata Prilly dengan nada prihatin.
“Akan kuberikan apa saja kepada Harun kecuali libur,” ucap Prilly menirukan gaya Alexander membuat kedua sahabatnya tertawa.
“Kau mirip Alexander,” kata Linlin dengan nada geli.
“Aku istrinya,” ujar Prilly.
“Semua orang di London juga tahu,” kata Linlin.
“Ck... jangan percaya dengan kepolosannya Harun,” kata Anne setelah tawa mereka mereda.
“Jadi menurutmu Harun itu dia tidak polos?” tanya Linlin.
“Aku rasa tidak,” jawab Anne ragu-ragu. Bagaimana mungkin pria polos menciumnya tanpa malu-malu di depan orang lain?
“Apa kau pernah merasakan ke kenakalan Harun?” tanya Prilly dengan seringai jail.
Wajah Anne tiba-tiba terasa memerah. “Ya Tuhan, kalian ini mengajakku makan atau mau menjadikan aku terdakwa?”
Prilly tertawa kecil begitu juga Linlin.
“Kalian benar-benar menyebalkan.” Anne benar-benar ingin menangis karena ia seperti sedang di hakimi oleh kedua sahabatnya.
“Aku rasa jika aku diperbolehkan memberikan pendapat aku lebih baik memilih Harun daripada David,” kata Linlin dengan nada serius.
“Kenapa begitu?” Anne menatap Linlin. Ekspresi wajahnya tidak kalah serius di banding Linlin.
Linlin berdehem. “Kau dan David sudah terlalu berlarut-larut, kau bayangkan saja selama waktu itu David sama sekali tidak ada usaha mengejarmu. Terakhir dia mengejarmu bukankah waktu itu Prilly dan Alexander baru saja menikah dan sekarang bang dia tiba-tiba datang kembali. Apa kau pernah menyelidiki bagaimana kesehariannya di belakangmu? Apa kau pernah memikirkan? Maksudku dia adalah pria normal, dia memiliki kehidupan sosial, dia tidak mengejarmu, dia seperti tidak menginginkan pernikahan dan dia... bagaimana dia memenuhi kebutuhan prianya maksudku seperti....”
“Benar kata Linlin, David terlalu santai,” Prilly membenarkan ucapan kakak iparnya.
Anne merenungkan perkataan Linlin. Memang benar ia tidak pernah menyelidiki Bagaimana David di belakangnya, apa saja apa yang dilakukan David selama mereka tidak bersama. Apakah David berkencan dengan gadis-gadis seperti di masa lalu? Pikiran-pikiran seperti itu terasa menggelitik di otak Anne.
“Sepertinya perkataan kalian ada benarnya. Tapi, bagaimana aku menyelidiki David? Apa aku harus menguntitnya?”
Prilly memutar otaknya. Benar kata Anne, bagaimana caranya. “Sekarang sebenarnya apa hubunganmu dengan David?” tanyanya.
Anne tidak mampu menjawab pertanyaan sahabatnya. Hubungannya dan David kandas dan pria itu sama sekali tidak mengejarnya, empat tahun kemudian ia datang kembali. Anne menolak, kemudian ia tidak datang lagi. Kemudian saat mereka secara tidak sengaja bertemu kembali David bersikap seolah ingin mengejarnya. Bukankah itu memang sedikit aneh. David seolah menari ulur hubungan mereka yang tidak pasti.
Sebenarnya apa yang diinginkan David?
Sebenarnya apa hubungannya dengan David? Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana perasaannya terhadap David?
Juga, mengapa membawa-bawa Harun dalam pembicaraan ini? Harun sama sekali tidak ada hubungannya dengan semua ini, seharusnya. Apa pun hubungan Anne dan David nanti Harun tidak ada hubungannya.
Setelah ketiga orang tersebut bertukar pikiran, Anne juga telah menceritakan apa yang sebenarnya bahwa antara dirinya dan Harun sama sekali tidak ada hubungan tetapi mereka memiliki kesepakatan di depan David untuk bersandiwara untuk mengetahui seberapa besar tekad David kepada Anne akhirnya acara !akan siang berakhir. Prilly menculik Anne membawanya untuk pergi berbelanja bersama Linlin. Ia sendiri yang meminta kepada Harun agar Anne di berikan izin untuk tidak kembali ke perusahaan.
Linlin dan Prilly adalah dua ibu muda yang sama-sama memiliki putra dan putri yang menyita waktu mereka di rumah. Jadi, ketika mereka memiliki kesempatan untuk keluar rumah tanpa membawa anak-anak, mereka memanfaatkan waktu mereka dengan sebaik mungkin melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk sejenak melupakan kesibukan mereka sebagai ibu rumah tangga.
TAP JEMPOL KALIAN DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤❤❤❤