Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Mata hazel Sidney



“Grace dan Leonel?” David menyebutkan kedua anak kembar yang ia ketahui.


“Bukan Grace dan Leonel tetapi Leonel dan Sidney.” Alexander menjawab dengan ekspresi yang sangat buram, rahangnya tampak mengeras.


“Sidney?” David tampak bingung.


“Ya, Wilona menukarnya menukar bayi Sidney dengan Grace dan kau membatunya,” kata Alexander dengan tatapan mengintimidasi David, penuh amarah yang tertahan.


David jujur saja tidak terima mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Alexander. “Jangan berbicara omong kosong Alexander, aku tidak pernah membantunya.”


“Kau tahu kan istriku itu tidak mudah berteman tetapi ia menganggapmu adalah salah satu temannya, seharusnya kau lumayan istimewa di matanya.” Alexander mengangkat sebelah alisnya. “Aku penasaran Bagaimana reaksi istriku itu jika ia tahu orang yang dianggap sebagai temannya ternyata....”


“Alexander!” David melotot galak ke arah Alexander yang terus memojokkan dirinya. “Sudah kukatakan aku tidak ada hubungannya dengan penculikan itu,” tandas David.


“Tetapi buktinya jelas terpampang nyata kau mentransfer uang yang begitu besar kepada hacker ini bagaimanakah menyangkalnya nanti pengadilan?”


“Wanita ular itu memperalatku,” geram David.


“Siapa yang tahu?” Alexander begitu sinis membalas perkataan David.


David telah lama menyadari Wilona bukan hanya wanita ular dia sangat licin seperti belut, dia sangat licik penuh sandiwara dan selalu menggunakan wajah cantiknya untuk memperdaya siapa pun termasuk dirinya dulu. Wilona selalu meminta belas kasihan kepada pria-pria yang terpesona kepadanya, setelah pria terpesona dengan kecantikannya, Wilona tidak akan ragu memancing pria dengan tubuhnya, menyeret pria yang haus ke atas ranjang, kemudian ia mengeruk uang pria yang tergila-gila kepadanya dengan mudahnya. Setelah puas, Wilona akan membuang pria yang telah ia perdaya, terutama jika ia mendapatkan pria yang lebih kaya.


Setelah mengingat-ingat Bagaimana Wilona yang sesungguhnya David menatap Alexander dengan tatapan penuh kepastian. “Aku akan sekuat tenaga membantu kalian, bahkan aku akan mempertaruhkan segalanya untuk menolong Prilly dan dirimu. Yang pasti aku berbicara sebagai sahabat dan jika kau perbolehkan aku ingin masuk ke dalam tim pengacara yang menangani kasus kalian.” David mengemukakan niatnya.


“Bisakah aku memegang kata-katamu?” Alexander memandang David dengan tatapan tajam, ia sepertinya masih belum yakin dengan ucapan David.


“Kau benar-benar tidak bisa percaya padaku? Anggap ini permintaan maafku kepada kalian.” David berkata dengan nada sangat rendah. “Lalu Bagaimana nasib Sidney? Sekarang di mana dia berada?”


“Dia aman dan berada di tempat yang seharusnya.” Alexander pandangannya sedikit menerawang membayangkan wajah Sidney yang memang baru ia lihat di layar ponsel yang Mike tunjukkan kepadanya, yang jelas Sidney memiliki warna mata Hazel seperti Prilly.


“Apa Prilly mengetahui hal ini?”


Alexander menelan ludahnya. Ia sekarang benar-benar terlalu banyak menyembunyikan sesuatu di balik panggung Prilly. Ia memutuskan memikul semua masalah sendirian, ia tidak ingin Prilly berpikir terlalu berat. “Istriku belum mengetahuinya, aku akan membereskan semuanya terlebih dahulu barulah aku akan memberi tahu semuanya, aku ingin semua masalah ini segera selesai.”


David menganggukkan kepalanya beberapa kali, meski ia belum berkeluarga tetapi David mengerti pentingnya keluarga. “Kau sepertinya sangat mencintai Prilly, ya.”


Sudut bibir Alexander terangkat. “Kau salah, aku tidak hanya sangat mencintainya, tetapi aku juga memujanya.” Tanpa malu-malu Alexander mengungkapkan bagaimana perasaannya terhadap Prilly kepada David.


David terkekeh mendengar ungkapan perasaan Alexander yang menurut David sedikit konyol seorang Alexander sudah berkata seperti itu di depannya. “Dan bagaimana kabar tentang Mike Apakah kalian menghentikan pencariannya?”


Rona wajah Alexander berubah seketika mendengar nama Mike disebut, bagaimanapun ia masih merasakan kekhawatiran tentang kepemilikan Prilly yang sesungguhnya.


Alexander menyunggingkan senyum pahit ia menatap David dengan tatapan yang sulit diartikan. “Entahlah....” akhirnya hanya satu kata itu yang mampu Alexander ucapkan, ia tidak bisa menceritakan begitu saja di mana Mike saat ini berada kepada David.


Alexander akhirnya merasa sedikit lega, perlahan satu demi satu tabir kelam yang di ciptakan Wilona akan segera terkuak, kerja kerasnya memulai membuahkan hasil. Hanya tinggal mendapatkan kembali Video yang di hapus oleh hacker itu, maka kasus penukaran bayi Sidney akan terungkap jelas, dan yang pasti setelah itu....


Akan sangat banyak orang yang terseret di dalam kejahatan yang di ciptakan Simon dan Wilona, siapa yang mengeksekusi penukaran tersebut? Apakah perawat yang menjaga ruangan terlibat? Bagaimana bayi Sidney di bawa keluar dari negaranya?


***


Seminggu kemudian David sedang duduk dengan sombongnya di depan seorang pria yang ekspresinya tampak tertekan, pria yang duduk di depan David tak lain adalah hacker suruhan Wilona.


Bagaimana tidak tertekan? Dua orang pria berbadan kekar menodongkan pistol tepat di kanan dan kiri pelipis kepalanya! Bagaimana mungkin dia bisa tenang.


“Dapatkan kembali rekaman itu atau kepalamu ku tembak saat ini juga,” ucap David dengan nada dingin.


Pria itu tampak sangat frustrasi, ia menatap David dengan tatapan mata kesal. “Tidak semudah yang anda pikirkan Sir, aku perlu waktu.”


“Waktu? Kau juga mengatakan itu kemarin, kau perlu waktu dan aku telah memberimu waktu dua puluh empat jam. Tetapi, kau bukan berusaha mengembalikan rekaman itu. Kau justru berusaha melarikan diri.” David menatap tajam pria di depannya. “Kau tidak akan pernah bisa melarikan diri dari cengkeramanku, meskipun kau mengembalikan uang yang pernah kau terima enam tahun yang lalu aku tidak akan menerima itu. Aku hanya butuh rekaman itu,” tandas David.


David sangat murka karena sebenarnya pria itu telah tertangkap satu hari yang lalu. Tetapi, tangkapannya berusaha melarikan diri, sayangnya David mendapatkannya kembali. Sungguh pria yang malang.


“Kau tentu tahu keluarga Johanson. Kau sedang berurusan dengan mereka sekarang. Kau jangan main-main, beruntung aku yang turun tangan bukan keluarga Johanson yang turun tangan langsung, aku masih berbelas kasih.” David tersenyum sinis kemudian melanjutkan ucapannya, “jika kau tidak patuh Aku tidak tahu apa yang akan keluarga Johanson lakukan terhadap anak dan istrimu.”


Wajah pria di depan David tampak semakin pias mendengar ancaman David, “aku hanya menjalankan profesiku menghapus video itu dan itu dan aku pantas mendapatkan hasil kerja kerasku, apa yang salah?”


Emosi David tersulut mendengar jawaban pria di depannya. “Oh, begitu rupanya? Jika anakmu kucuri karena itu juga pekerjaanku apa kau tidak akan mempermasalahkan?” David mengembalikan kata-kata pria di depannya.


Pria itu terdiam.


“Kembalikan rekaman itu. Aku beri waktu satu jam, aku akan menunggumu di sini!" titah David dengan nada tegas dan tatapan mengintimidasi.


SORRY YA PAGI GAK UPDATE, HEHE... MINGGU PAGI ITU JADWALNYA PADAT, 🤭🤭


MENDEKATKAN DIRI KEPADA TUHAN 😆😆


TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️❤️


RATE BINTANG LIMA ⭐⭐⭐⭐⭐


VOTE POIN SEBANYAK-BANYAKNYA ❤️❤️❤️❤️


JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR KALIAN ❤️❤️❤️❤️


TERIMA KASIH ❤️❤️❤️❤️