Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Sahabat



Tiga bulan telah berlalu sejak kejadian itu, keuangan perusahaan milik Alexander juga telah membaik tentu saja membaik, Alexander dan Prilly bahu-membahu bangun dari keterpurukan perusahaan, mereka bekerja sama siang dan malam, berusaha sebaik mungkin mempertahankan perusahaan dan memperbaiki sistemnya, karena perusahaan itu bukan hanya mata pencaharian bagi keluarga Alexander tetapi juga menyangkut orang banyak.


Untunglah keluarga membantu dan tentu saja Harry dan Sophia juga membantu mereka, seperti yang dijanjikan hari kepada Alexander, pria itu memberikan sebuah proyek di New York dan tentu saja proyek itu lebih menguntungkan di banding dengan proyek yang telah dicuri oleh keluarga Charles.


Di sisi lain Charles entah dengan terpaksa atau dengan sukarela mengembalikan semua data-data yang pernah dibeli dari Jovita, akan tetapi Alexsander tidak begitu saja melepaskan Charles, tidak semudah itu mempercayai Charles, karena Alexander tahu jika Charles masih mencari Jovita, entah itu untuk mengajaknya bekerja sama atau untuk bertanggung jawab terhadap anaknya, sesuai janji Alexander ia mengamankan Jovita, menjamin kehidupan mantan istrinya selama mengandung hingga melahirkan.


Jovita sendiri bersedia untuk ditempatkan di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, penjagaan di sana sangat ketat, wanita itu menjalani hari-harinya sebagai ibu hamil biasa, satu minggu sekali dokter khusus datang ke tempat itu untuk memeriksa kandungannya.


***


Prilly sedang berada di rumah sakit bersama Anne mereka berdua menjenguk karena Linlin baru saja melahirkan putra keduanya, bayi montok itu sedang berada di dalam gendongan Prilly, dia tampak begitu merah dengan pipi bulat dan bibirnya tampak kecil seperti Anthony.


“lihat dia sangat mirip dengan kakakku,” kata Prilly sambil dengan hati-hati mencium pipi bulat bayi yang berada di dalam gendongannya.


“Ya, dia mengambil sebagian besar gen ayahnya." Linlin membenarkan ucapan Prilly.


“Rasanya aku ingin segera memiliki seorang bayi lagi, sangat menyenangkan mengurus bayi,” kata Prilly sambil mencium kembali pipi bulat bayi mungil itu.


“Ya, menyenangkan meskipun harus bangun tengah malam untuk memberikan susu.” Linlin menyeringai.


Anne memutar bola matanya, kemudian ia berkata. “Ya Tuhan. Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan.” Ia adalah satu-satunya wanita lajang di sana, tentu saja ia tidak mengerti dengan apa yang Prilly dan Linlin bicarakan.


“Bukankah kau sudah berbaikan dengan David?” Prilly memandang wajah Anne dengan tatapan menyelidik.


“Siapa bilang aku tidak ada hubungan dengannya,” Anne mengelak.


“Tapi David telah menceritakan semua padaku tentang hubungan kalian,” kata Prilly mencoba memancing pembicaraan, ia sangat ingin tahu seperti Apa hubungan Anne dan David.


Anda tertawa ringan, “Prilly aku tahu trik milikmu itu, kau hanya mencoba memancingku,” kata Anne sambil tertawa pelan, “di antara kami tidak ada hubungan apa pun, aku dan David telah berakhir tiga tahun yang lalu.”


“Jadi kalian, memang ada hubungan?” Prilly mengecilkan suaranya yang hampir terpekik karena merasa sangat antusias dengan apa yang barusan didengarnya.


“Oh ayolah, Prilly kau sangat menyebalkan, kau selalu seperti detektif." Anne menggerutu, sejak awal iya tahu jika Prilly hanya menjebaknya, tetapi tetap saja ia tidak bisa menghindari Prilly yang tampak begitu ingin tahu.


Linlin tertawa terkikik karena melihat ulah adik iparnya. “Dia memang seperti detektif dan tidak akan berhenti sebelum kau menceritakannya Anne,” kata Linlin.


“Anne kau sangat pandai menyimpan hubunganmu dengan David, Aku sungguh tidak menyangka,” kata Prilly dengan nada seolah ia adalah orang yang teraniaya karena sahabatnya tidak mau berbagi dengannya.


“Demi Tuhan, bukan seperti itu, Aku dan David sebenarnya itu hanya sebuah kesalahan,” kata Anne wajahnya tampak murung.


“Kesalahan?” tanya Prilly dan lilin berbarengan.


Anne mendudukkan bokongnya di sofa di dalam ruangan itu, ia meletakkan kepalanya di sandaran sofa, pandangan matanya menatap ke arah langit-langit kamar.


“David dan Adelia itu sebenarnya bertunangan sejak kecil." Anne dengan suara lirih seperti bergumam mulai bercerita.


Prilly mengerjapkan matanya beberapa kali begitu juga Linlin mereka bahkan saling tatap untuk beberapa saat kemudian menatap Anne dengan tatapan tentu saja tatapan tidak percaya.


“Benarkah yang kau katakan itu?” Linlin yang pertama membuka suaranya.


“Apa kentunganku berbohong? mereka pandai menyimpan rahasia mereka, aku bahkan menjalin hubungan dengan David satu tahun, dan aku merasa di tipu,” dari raut wajahnya tampak Anda begitu kecewa.


“Jadi, itu sebabnya kalau keluar dari perusahaan dan meminta bekerja kepadaku?” Prilly menyipitkan matanya menatap Anne.


“Ya, begitulah,” jawab Anne sambil tertawa pahit ia membenarkan posisi duduknya sekarang ia seperti seorang terdakwa yang sedang dihakimi dua orang.


“Jadi kau ingin membantuku bukan karena tulus? Tetapi kau sendiri sedang melarikan diri dari masalah?” Prilly sedikit tertawa mengejek kepada sahabat sekaligus sekretaris di perusahaannya.


“Ya, begitulah. Tapi, sungguh Prilly aku di posisi yang tidak mudah jika aku terus berada di sisi David aku merebutnya dari Adelia salah sahabat baikku, sementara Adelia tampaknya sama sekali tidak mengetahui hubungan kami. Aku lelah menjalaninya, aku merasa menghianati Adelia, ketika aku semakin lelah, aku putuskan untuk pergi dan kebetulan kau sedang dalam kesusahan jadi aku menawarkan bantuanku, kira-kira seperti itulah,” kata Anne dengan nada putus asa.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️❤️❤️


FOLLOW AUTHOR YAA ❤️❤️❤️❤️


VOTE JIKA SAYANG AUTHOR ❤️❤️❤️❤️❤️


TERIMA KASIH ❤️❤️❤️❤️