Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
First Night



TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DULU SEBELUM MEMBACA PLIS!


“Sayangku, apa kau baik-baik saja?” tanya Mike yang melihat istrinya menyandarkan kepalanya dengan mata terpejam.


“Aku baik-baik saja,” jawab Helena tanpa membuka matanya.


Mike yang hendak menginjak pedal gas mobilnya mengurungkan niatnya, ia membaringkan tubuhnya. Menempelkan telapak tangannya di kening Helena untuk memastikan suhu tubuh istrinya. Istri barunya. “Apa kau merasa tidak enak badan?”


Helena menggelengkan kepalanya pelan kemudian ia membuka matanya. “Aku....”


“Kau menyesal menikah denganku?” Mike menyela ucapan Helena dengan cepat.


Helena meletakkan satu telapak tangannya di dada Mike, ia mendorong dada Mike dengan lembut lalu ia terdengar menghela napasnya dalam-dalam. Tatapannya tak berdaya membuat batin Mike semakin di Landa kecemasan.


Kau tidak kuizinkan menyesali ini, tidak ada akan ada lagi perceraian.


“Kau melupakan makan siang kita, aku lapar.” Lirih Helena menyuarakan kalimatnya. Waktu telah menunjukkan pukul lima sore dan urusan mereka baru saja selesai, tentu saja ia merasa sangat lapar.


Ketegangan yang merasuki batin dan pikiran Mike menguap begitu saja bersama oksigen yang ia hirup. “Maafkan aku,” ucapnya. Hari pertama Helena menjadi istrinya tetapi ia justru melakukan kesalahan.


Benar-benar konyol.


Mike segera memindahkan persneling mobilnya, menginjak pedal gas lalu melaju secepatnya untuk menemukan restoran terbaik untuk istrinya mengisi tenaga karena malam ini... adalah malam penting bagi mereka.


***


Setibanya di tempat tinggal mereka, Mike memberikan ruang kepada Helena untuk membersihkan dirinya lalu menginstruksikan Helena untuk naik ke atas tempat tidur untuk beristirahat.


“Istirahatlah, aku akan membersihkan tubuhku,” ucap Mike.


“K-kau mau ke mana?” tanya Helena, sedikit canggung.


Apa tidak ada malam pertama?


Bibir Mike mengulas senyum, ujung jemari tangannya menyingkirkan sejumput rambut di wajah Helena. “Kau lelah, besok pagi juga kita harus ke gereja untuk pemberkatan... aku akan membersihkan tubuhku lalu menyusulmu tidur,” jawabnya yang hanya di angguki oleh Helena.


Helena sepertinya sangat lelah.


Setelah memberikan kecupan hangat di kening istrinya, Mike melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Merendam tubuhnya di dalam air hangat agar terasa rileks. Ia memejamkan matanya, sudut bibirnya terangkat. Tersenyum sinis tepatnya. Perasaannya kepada Helena mungkin memang masih sebatas rasa suka, kebutuhan, tanggung jawab untuk menikahi dan merawat gadis itu atas nama hutang budi. Ada ketakutan tersendiri terhadap Helena, ia takut tidak bisa memberikan cintanya sebesar rasa cintanya kepada Prilly dulu.


Mike menghela napasnya, sedikit kasar lalu mengembuskannya. Semakin ia memikirkan semakin dalam pula ketakutannya tidak bisa membahagiakan Helena yang kini telah sah menjadi istrinya. Pria itu keluar dari bathtub mengeringkan tubuhnya lalu tanpa mengenakan apa pun ia melangkah keluar dari kamar mandi. Mendekati ranjang, mendudukkan bokongnya di tepi ranjang, menatap wajah istrinya lalu perlahan menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Helena yang tampak telah terlelap.


Awwlnya ia berniat menunda malam pertamanya tetapi jika tidak segera memiliki Helena, ia tidak akan tahu sebesar apa rasa yang ada di dalam dadanya terhadap Helena.


Perlahan Helena menggeliat karena rasa nyaman yang menggodanya, bibirnya mengerang. Ia membuka matanya dan mendapati Mike sedang bercinta dengan tubuhnya.


“Maaf aku membangunkanku,” ucap Mike.


Helena hanya menatap wajah Mike yang penuh gairah, ia tidak tahu harus menggelengkan kepalanya atau justru mengangguk. Yang jelas ia juga telah menunggu untuk merasakan momen ini.


Mike menelusuri dada Helena menggunakan bibirnya kembali, Helena hanya mampu mencengkeram kain seprei dengan telapak tangannya.


Lidah Mike menyusuri kulit dada Helena kemudian berpindah menyusuri kulit leher lehernya meninggalkan beberapa bercak merah tanda kepemilikannya di sana kemudian bibirnya berhenti manakala bertemu dengan bibir Helena menghisapnya seolah Ia adalah pria yang kehausan menjajarkan lidahnya ke dalam mulut Helena. Mike menjejalkan lidahnya lebih dalam, menautkan bibirnya lebih erat di bibir Helena, ia seolah berpesta pora dengan bibir Helena yang terasa sangat lembut. Sedikit terengah ia melepaskan tautan bibirnya kemudian mengecup pipi Helen.


Bibir Mike kembali menelusuri leher jenjang Helena, sedikit kasar karena tidak sabar Mike membuka pakaian Helena. Jemarinya membelai paha Helena sementara bibirmu terus mencumbui seluruh lekukan kulit Helena dari dada kemudian turun ke perut, menjilati kulit Helena selalu Helena adalah es krim yang siap meleleh dan sayang untuk dilewatkan. Mike menggoda kulit Helena menggunakan lidah dan bibirnya yang begitu ahli. Ya, Mike adalah pria yang pernah berubah tangga tentu saja ia sangat ahli. Perlahan bibirnya tiba di bagian bawah perut Helena, ia merenggangkan paha gadis yang akan ia ubah menjadi wanita malam itu. Menyapukan lidahnya di bagian paling sensitif Helena dengan gerakan memutar-mutar, mengisap hingga Helena menjerit dan tubuhnya melengkung.


Yang Helena rasakan saat ini adalah otaknya kosong karena lidah Mike yang hangat menyentuh bagian sensitif yang belum pernah dijamah siapa pun, tubuhnya terasa hancur dan melebur untuk pertama kalinya Helena merasakan sesuatu yang dinamakan kl*m*ks.


Entah bagaimana tubuhnya yang elah melebur dan hancur berkeping-keping itu bersatu kembali. Gairah itu datang lagi manakala bibir Mike dengan rakus mencumbui bibirnya. Jemari tangan Helena menyelisik di antara rambut Mike, tenggorokannya mengeluarkan erangan kecil yang tertahan.


“Kau menyukainya?” tanya Mike begitu tautan bibir mereka terlepas.


Helena tidak menjawab. Wajahnya merah merona.


“Sesuatu yang kosong di sana bolehkah aku mengisinya?” Tatapan mata Mike mengunci tatapan mata Helena yang berkabut gairah. Sama seperti dirinya.


“Lakukan, suamiku,” ucap Helena dengan suara paraunya.


“Aku akan lembut, kau tidak perlu bergerak, biar aku yang mengurus semua ini, pegang erat aku di mana pun kau mau,” ucap Mike.


Helena mengangguk. Ia mengamati Mike yang sedang memosisikan dirinya di depan paha Helena. Untuk pertama kali Helena melihat daging yang mengeras seperti tulang di dalam hidupnya.


“Jangan takut,” kata Mike yang menyadari Helena tampak bergetar karena gugup. Mike menyatukan kedua tubuh, mendorongnya, perlahan. Terus mendorongnya hingga ia mendapatkan tujuannya.


Jeritan Helena sama sekali tidak ia pedulikan. Ia telah terlalu lama tidak menikmati kenikmatan bercinta, Mike bergerak memuaskan dirinya. Menikmati rasa hangat di dalam tubuh Helena yang ketat. Menggeram hingga ia melepaskan cairannya di dalam tubuh Helena.


“Maaf aku menyakitimu,” ucap Mike saat ia menarik dirinya dari tubuh Helena. Sedikit menyesali perbuatannya karena ia berkata akan lembut kepada Helena tetapi faktanya ia justru lupa diri dan memuaskan dirinya tanpa memedulikan Helena yang kesakitan. Meski sebenarnya bukan hanya Helena yang kesakitan karena kedua lengan Mike juga berdarah terkena kuku tajam Helena.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤❤


TERKMA KASIH ❤️


🍒🍒🍒