
Prilly dengan gembira menyambut kedatangan Sidney di pintu kedatangan bandara ia tidak sabar menunggu putrinya datang.
Bukan hanya putrinya tapi suaminya juga datang Alexander kembali dengan selamat, kebahagiaan Prilly benar-benar berlipat-lipat Alexander pergi ke New York untuk menyelesaikan masalah Wilona dan Simon Alexander berjanji ia akan kembali dengan selamat bersama Sidney dan benar saja setelah satu minggu Alexander kembali bersama Sidney, Mike dan Helena.
Wilona dan Simon ditangkap tepat di hari pernikahan mereka. Alexander datang hanya untuk menyaksikan drama penangkapan Simon dan Wilona dengan mengatakan Prilly akan menghadiri acara pernikahan mereka. Memberi harapan kepada pasangan busuk yang mengira rencana mereka untuk menghabisi Prilly akan berhasil. Pada kenyataannya semua cecunguk mereka telah berbalik arah, memihak musuh kemudian membuka mulut membocorkan semua rencana jahat Wilona dan Simon.
Sebelum kepergian Alexander ke New York, Prilly membuat berbagai drama. Ia memanfaatkan kehamilannya sebagai senjata karena ia tidak ingin ditinggalkan. Prilly sangat mengkhawatirkan keselamatan Alexander, Prilly yang terus saja merengek agar suaminya mengizinkan dirinya turut serta pergi ke New York dan berbagai drama lain agar suaminya urung menghadiri resepsi pernikahan Wilona dan Simon.
Simon dan Wilona ditangkap tanpa ada perlawanan. Seluruh bukti telah terkumpul dan memberatkan mereka. Semua pihak yang terlibat di dalam penculikan bayi Sidney telah diamankan oleh pihak yang berwajib. Wanita yang melahirkan Grace telah ditangkap karena terbukti menjual Grace kepada Wilona, seorang bidan yang membuat surat keterangan lahir palsu untuk Sidney juga ikut serta terseret dalam kasus penculikan Sidney. Seorang penjaga keamanan rumah sakit dan dua orang perawat di rumah sakit bertugas di ruangan bayi juga terseret dalam masalah itu. Sedangkan Siapa ayah biologis Grace telah dikantongi identitasnya oleh Alexander.
Semua masalah teratasi seperti membalikkan telapak tangan, juga masalah Jovita. Alexander tahu ia berencana akan bergabung dengan Wilona, dan tepat drama ciptaan Wilona berakhir. Alexander melepaskan Jovita. Ia lepas tangan dan tidak akan pernah mau tahu lagi dengan urusan mantan istrinya. Tunjangan perceraian telah di perbaharui sesuai hukum yang berlaku di negara tersebut.
Setelah memberikan kecupan mesra untuk suaminya, Prilly menyapa Helena dan Mike. Prilly segera menciumi pipi Sidney. “Bagaimana kabarmu, Sayang?”
“Kabarku sangat baik Bagaimana kabar Mommy?” Grace mengerjapkan bulu mata indahnya.
“Seperti yang kau lihat, Mommy baik-baik saja. Mommy sangat merindukanmu sayang.” Prilly menatap wajah Sidney dengan sorot mata penuh kerinduan yang dalam.
Sidney mengangguk kemudian ia bertanya, “kenapa Grace tidak bersama bersamamu? Apa ia tidak merindukanku?”
“Grace, Leonel dan William mereka masih berada di sekolah. Ayo kita kembali ke rumah dan tunggu mereka.” Prilly menjawab pertanyaan putrinya dengan nada riang gembira.
Sidney mengangguk. Prilly meraih sebelah telapak tangan Sidney, tidak mau kalah Alexander juga meraih sebelah tangan Sidney. Mereka bertiga berjalan bergandengan.
Mike, Helena dan Sidney datang untuk merayakan Natal dan tahun baru di London. Bukan hanya untuk merayakan Natal dan tahun baru. Mereka semua mereka akan kan memberitahu kebenaran kepada seluruh keluarga tentang apa yang telah mereka sembunyikan selama ini.
Tahun ini adalah tahun terindah ah bagi keluarga Johanson. Michael Brian Johanson masih hidup baik baik-baik saja dan tuan Putri yang sesungguhnya telah kembali.
Malam sebelum Natal tiba seluruh keluarga berkumpul di kediaman Prilly dan Alexander. Mereka mengundang seluruh keluarga untuk berkumpul di mansion mereka untuk memberitahukan kebenaran yang membuat seluruh keluarga di selimuti kebahagiaan.
Victoria adalah orang yang paling bahagia karena putra satu-satunya ternyata masih hidup. Ia memiliki seorang cucu yang sangat cantik. Wanita yang telah memasuki usia tua itu terus menciumi Sidney, air mata bahagia terus membanjiri pipinya tidak pernah terbayang olehnya putranya kembali dengan wajah yang berbeda dan identitas yang berbeda pula. Tetapi, yang sedikit mengecewakan bagi Victoria adalah putranya tidak mau lagi menggunakan nama Michael Brian Johnson. Mike memutuskan mengganti namanya menjadi Morgan.
Hanya Morgan, karena jika ia kembali menggunakan identitas lamanya artinya ia mengumumkan bahwa Sidney pernah diculik dan kisah pilu putrinya harus menjadi konsumsi publik. Pemburu berita tidak akan membiarkan hidup mereka tenang, Sidney dan Grace akan menghiasi berbagai media yang ada di London.
Nanti jika waktunya tiba, Grace akan tahu siapa orang tuanya. Saat ia dewasa dan bisa menerima segalanya dengan gamblang dan emosi yang terkontrol. Tidak untuk sekarang.
Masalah dalam keluarga mereka telah teratasi seluruhnya. Sekarang mansion itu telah sepi karena semua anggota keluarga yang berkumpul telah kembali ke kediaman masing-masing tak terkecuali Helena dan Mike yang memutuskan selama berada di London mereka akan tinggal di kediaman orang tua Mike. Bahkan ketiga anak Prilly ikut bersama Victoria karena ingin bermain bersama Sidney. Mereka ingin di pisahkan, sepertinya mereka akan memiliki ikatan persaudaraan yang kuat.
Alexander dan Prilly masih berdiri di depan bangunan mansion setelah melepas kepergian seluruh keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka.
“Mungkin seperti ini rasanya kelak saat kita menua dan anak-anak kita memiliki keluarga sendiri.” Tiba-tiba Alexander berucap seperti itu, bibirnya menyunggingkan senyum.
“Kau salah,” ucap Prilly. “Kita justru seperti sepasang pengantin baru, lihat tidak ada yang mengganggu kita.”
Alexander terkekeh, sebelah alisnya terangkat. “Jadi, apa yang biasa pengantin baru lakukan?”
“Menurutmu?” Prilly menggeser tubuhnya menghadap Alexander.
“Membuat anak.”
“Tetapi, anaknya telah jadi.”
“Kalau begitu tidak usah melakukan apa-apa.” Senyum di bibir Alexander semakin lebar, senyum yang sangat manis.
“Begitu, ya?” Prilly mengalungkan kedua lengannya di pinggang Alexander, kepalanya sedikit mendongak.
Alexander menahan punggung Prilly menggunakan sebelah lengannya, sementara sebelah tangannya menyapu serpihan-serpihan salju yang berguguran di atas rambut istrinya. “Ayo masuk ke dalam. Di sini terlalu dingin,” ucap Alexander dengan nada penuh kasih sayang seperti biasanya.
“Di sini sangat dingin, kalau begitu beri aku kehangatan.” Prilly tersenyum menggoda kepada Alexander dengan senyuman paling nakal yang semakin membuat Alexander merasa tergila-gila kepada istrinya sendiri.
Alexander mengecup perlahan bibir istrinya di bawah salju yang berguguran dari langit kota London. Hangatnya ciuman dan cinta dari kedua insan itu seolah mampu melelehkan salju yang begitu tebal menyelimuti kota London.
SQUEL PRILLY'S HUSBAND UDAH TAYANG.
TAPI AKU BELUM UPDATE CHAPTERNYA, TUNGGU SAATNYA TEPAT DAN PARTNYA 50% SIAP BARU AKU UPDATE. BISA DI FAVE DULU KAKAK 🤗🤗🤗
DAN UNTUK PART MIKE, DAVID DAN HARUN AKU BELUM TAHU. DAN TIDAK BISA MENJANJIKAN.
KALIAN ADA SARAN?
BISA KASIH AKU MASUKAN YA DI KOLOM KOMENTAR.
TERIMA KASIH ❤️ DAN JANGAN LUPA TAP JEMPOL KALIAN ❤️
DAN AKU MAU KASIH SEDIKIT UCAPAN BUAT TEMAN AKU MIKE EVEN DIA GAK MUNGKIN BACA DI SINI. HEHEHE