Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Brownies



London, 3 Januari.


“Hubby, aku ingin makan brownies,” rengek Prilly.


Mereka pagi itu baru saja tiba di perusahaan Alexander. Prilly merengek ingin mengikuti suaminya karena mengatakan bosan di rumah, sebenarnya Alexander tahu istrinya bukan bosan di rumah tetapi karena Sidney kemarin baru saja di bawa kembali oleh Mike ke new York. Istrinya hanya menyembunyikan kegundahannya dengan mencari alasan bosan di rumah.


Mendengar rengekan istrinya Alexander tersenyum, kehamilan Prilly memang sedikit merepotkan karena porsi makannya berubah drastis. Tentu saja Alexander tidak bisa menolak semua keinginan Prilly yang mirip sebuah perintah mengatas namakan janin di dalam perutnya untuk bermanja dan seolah menyiksa Alexander. Alexander justru merasa sangat senang bisa memanjakan istrinya yang sedang hamil muda dan bersikap berlebihan, ia menuruti seluruh keinginan Prilly meskipun ia harus menerjang hujan badai salju sekali pun.


“Baiklah aku akan menyuruh Arnold memesankan brownies untukmu,” kata Alexander dan bermaksud untuk memberitahu Arnold sekretaris barunya untuk membelikan Prilly brownies.


“Bukan untukku tapi untuk baby,” ucap Prilly meralat kalimat suaminya.


Bibir sexy Alexander masih menyunggingkan senyum. “Iya untuk baby kita,” katanya.


“Aku tidak mengatakan ingin makan brownies di sini,” kata Prilly sambil mengerjapkan matanya beberapa kali.


Diam-diam Alexander menghela napasnya sembari mencubit batang hidung di antara alis matanya .


Apa lagi ini?


“Jadi kau ingin makan brownies di mana?”


Alexaner urung mengangkat gagang telepon, ia menghampiri istrinya yang manja dan membelai rambut di kepala Prilly.


“Di toko bakery di dekat kampusku dulu,” jawab Prilly dengan tatapan mata penuh harap.


Astaga.


Alexander tidak lagi bisa berkata apa-apa karena kampus yang di maksud Prilly itu baru saja mereka lewati lima belas menit yang lalu dan istrinya yang bertubuh kecil itu tidak mengatakan apa-apa saat mereka melewati toko bakery yang ia maksud. Tetapi, setelah tiba di perusahaan dan mereka baru saja duduk istrinya mengatakan ingin makan brownies di tempat itu.


Entah istrinya atau calon bayi yang ada di kandungan istrinya yang gemar sekali menyiksa Alexander.


Apa semua wanita hamil seperti ini merepotkan dan membuat ulah yang tidak masuk akal? Apakah mengidam itu hal yang wajar atau hanya akal-akalan seorang istri yang ingin memper alat suami?


“Bisakah kau menunggu sebentar lagi karena lima belas menit lagi aku memiliki jadwal meeting?” Alexander mencoba bernegosiasi dengan istri kesayangannya.


“Tapi baby mengatakan tidak ingin menunggu,” jawab Prilly sambil melingkarkan sebelah lengannya di leher Alexander dengan gaya menggoda sementara satu telapak tangannya mengelus perutnya yang sebungkus pakaian.


Ya Tuhan! Istriku sangat menggemaskan tetapi merepotkan.


“Coba Daddy dengarkan. Baby ingin brownies,” ucapan Prilly dengan suara yang di kecilkan meniru gaya anak kecil.


Alexander meraih pinggang Prilly menggunakan sebelah tangannya. Ia membawa Prilly mendekati kursi kerjanya dan Alexander mendudukkan bokongnya ia mendekatkan wajahnya di perut Prilly. “Apakah anak Daddy bersedia menunggu sebentar?”


“Baiklah jika kau terlalu sibuk aku akan ke sana sendiri,” ucap Prilly dengan nada kesal. Bibirnya tampak terkatup rapat menandakan ia tidak baik-baik saja.


Alexander hanya mampu tersenyum melihat pemandangan yang menggemaskan di depan matanya. “Baiklah aku tidak sibuk pertemuan bisa ditunda kapan saja atau Dani akan mengurus pertemuan tersebut."


Alexander mengangkat gagang telepon di mejanya untuk memanggil Dani sekretaris utamanya. Menginstruksikan kepada Dani untuk mewakilinya mengurus pertemuan pagi itu karena ia memiliki urusan yang lebih penting di banding perusahaannya, urusan ini berhubungan dengan hidup dan matinya. Secepat kilat ia membawa Prilly ke toko bakery yang di maksud oleh istrinya.


Alexander benar-benar tercengang saat Prilly saat mereka tiba di toko bakery yang Prilly maksud seluruh jenis brownies ditunjuk oleh istrinya dan bukan hanya ditunjuk tapi brownies itu juga setelah masuk ke dalam perut sang istri Alexander benar-benar tidak menyangka istrinya yang bertubuh kecil itu ternyata perutnya sangat besar.


Setelah puas memakan seluruh brownies mereka bermaksud kembali ke perusahaan. Di dalam mobil Alexander buru-buru membuka pakaian yang menutupi perut Prilly.


“Apa yang kau lakukan?” Prilly terpekik karena gerakan yang sangat tiba-tiba di lakukan oleh Alexander.


“Kau... Apa kau ingin memperkosaku di sini?” Prilly melotot galak ke arah suaminya.


“Memperkosa?” Alexander menaikkan sebelah alisnya. “Aku hanya sedang berpikir perutmu sangat kecil kenapa bisa menampung makanan sebanyak itu. Apa benar seluruh makanan itu ada di dalam perutmu?”


Prilly berusaha menjauhkan telapak tangan suaminya yang benar-benar berusaha membuka pakaiannya hanya melihat perutnya. “Anakmu sangat serakah. Ia membuatku lapar sepanjang waktu,” ucap Prilly sambil membelai perutnya dengan gerakan penuh kasih sayang.


“Jadi sekarang kau ingin makan apa lagi?” sebelum mereka kembali ke perusahaan lebih baik Alexander menawari istrinya makan kembali atau ia akan di repotkan untuk mencari makanan lagi.


Mendengar pertanyaan suaminya Prilly menggeleng. “Kami kenyang. Aku tidak ingin makan apa-apa lagi, aku ingin dirimu.” Prilly mencium bibir Alexander dengan rakus, tangannya berusaha membuka pengunci ikat pinggang yang di kenakan suaminya.


Bukankah tadi ia takut di perkosa? Kenapa sekarang ia berubah pikiran?


“Sayangku. ini bukan tempatnya,” kata Alexander setelah ciuman mereka terlepas, ia mengusap bibir Prilly yang basah karena sisa ciuman mereka menggunakan ibu jarinya.


“Tapi aku ingin di sini,” ucap Prilly setengah merengek.


“Sayangku, kita di mobil.” Alexander dengan sabar membujuk istrinya.


🍒🌸


FYI : Hari minggu ada event di grup chat mangatoon. Silakan join di gc aku. Nanti kalian kasih aku pertanyaan akan aku jawab. Yanb dapat hadiah poin aku. Tapi nanti kl udah terkumpul poinnya aku sebar juga buat anggota gc. Hehehe. Jadi jangan lupa gabung yaaa... tenang aja GC aku gak akan di tutup ke dua kali kok. Udah lewat masa baper karena Prilly.