Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Prasangka



Pagi yang suram, cuaca tampak tidak bersahabat, langit begitu gelap, bahkan matahari pun enggan menyapa dengan sinarnya, Prilly menatap nanar pada Mike yang sedang menyiapkan sarapan.


Mike sesekali melirik istrinya yang bersikap tidak normal sejak memasuki ruang makan, setelah menyiapkan semua kebutuhan sarapan pagi mereka Mike mendudukkan William di baby chair dan mulai membiarkan William makan dengan tangannya sendiri, sementara Prilly makan dengan tenang tanpa mempedulikan suaminya.


Tidak lama, bell pintu tempat tinggal mereka berbunyi Mike segera bangkit untuk membukakan pintu. Di depan pintu tampak Sophia berdiri sambil menatap kesal pada Mike seperti Algojo yang hendak memenggal kepalanya.


Mike menghela napas dalam-dalam, selama tinggal di New York ia benar-benar memiliki dua gadis yang harus di urus, satu adalah istrinya dan satu adalah sepupunya yang setiap hari bergaul dengan istrinya bagai saudara kembar, mereka tampak sangat akrab, dan yang paling menyusahkan adalah mereka selalu meminta Mike menemani mereka berdua jika mereka hendak pergi meskipun Sophia memiliki pengawal pribadi dari keluarga kepresidenan.


“Sudah ku bilang kau tidak seharusnya memakai Wilona sebagai pemeran utama di dalam film barumu ini!” itu kalimat yang terucap begitu Sophia memasuki ruang tamu di tempat tinggal Mike.


“Ia lolos audisi, mau bagaimana lagi?”


“Lihat sekarang apa yang terjadi? Ia dendam padaku tapi ia membalasnya kepadamu, apa urusannya denganmu? Bukankah seharusnya ia berhadapan denganku bukan denganmu?”


“Karena yang mengenalkanmu pada Harry adalah aku, wajar kurasa ia masih menyimpan kekesalannya padaku,” jawab Mike dengan nada cukup santai.


“Dan kau begitu tenang? Istrimu pasti sedang marah melihat berita skandalmu bukan?”


“Aku bisa menjelaskannya nanti, kau terlalu terburu buru datang, aku bahkan tidak memerlukan bantuanmu Sophia pulanglah” usir Mike.


“Benarkah kau tidak memerlukan bantuanku? Satu satunya saksi yang bisa di percaya Prilly adalah aku, meskipun Moses berada di sana aku yakin, Prilly belum tentu mau mempercayainya.”


“Aku mengenal istriku,” kata Mike, raut wajahnya begitu tenang.


“Lalu apa rencanamu?” tanya Sophia sambil menatap galak pada Mike.


“Shooting film telah berakhir, kami juga akan kembali minggu depan tidak ada gunanya memperpanjang masalah ini.”


“Pikirkan harga diri istrimu dan keluarganya, kau memang sepupuku yang bodoh!” maki Sophia dengan suara pelan.


“Selamat pagi Sophia,” sapa Prilly yang keluar dari ruang maksn sambil diikuti oleh William di belakangnya.


“Prilly, selamat pagi,” sapa Sophia, ia menghampiri William dan mengecup pipi bulat William.


“Bagaimana jika kita pergi ke salon hari ini?” tanya Prilly tanpa menatap sedikit pun pada suaminya.


“Ku rasa ide yang baik, bersiaplah, aku akan menunggumu.”


“Aku akan mengantar kalian." Mike bergegas menawarkan dirinya.


“Tidak perlu, nikmati saja waktumu karena aku juga akan membawa William,” jawab Prilly dengan nada dingin..


Mike mengernyit, istrinya sepertinya benar-benar marah kali ini, Sophia tersenyum mengejek pada Mike saat ia melihat Prilly berlalu ke dalam kamar untuk bersiap siap.


“Mike aku baru saja ingat, istrimu yang mungil itu sedang mengandung, aku tidak yakin dan sedikit takut pergi tanpa dirimu,” Sophia tiba-tiba merasa tidak seharusnya menerima ajakan Prilly yang kandungannya sudah cukup besar dan mungkin tinggal beberapa minggu lagi wanita mungil itu akan melahirkan.


“Aku akan menyusul kalian, kau kirim saja titik lokasimu padaku,” kata Mike setengah berbisik.


Sophia mengangguk.


Ketika berada di dalam mobil tiba-tiba Prilly meminta pada Sophia untuk mengubah arah mereka, “Sophia sebenarnya aku hanya ingin mengobrol denganmu, aku tidak dalam mood bagus untuk pergi ke salon,” guman Prilly.


“Kalau begitu kita ke tempat tinggalku saja, kita bisa mengontrol di kamarku,” usul Sophia.


Prilly menyetujui usul Sophia dan mereka menuju tempat tinggal Sophia, sebuah rumah yang tak terlalu besar, sangat berbanding terbalik dengan siapa dirinya. “Kau pasti tidak menyangka bukan? Tempat tinggalku sederhana,” Sophia seolah mengerti apa ysng sedang Prilly pikirkan.


“Ya, apalagi dengan statusmu,” seringai Prilly.


“Aku menyukai rumah mungil ini, aku dan Harry membelinya dengan cara membagi rata,” kekeh Sophia.


“Benarkah?”


“Ya begitulah, kami sama-sama jatuh cinta dengan bangunan ini, di belakang rumah ini ada danau kecil, dan sedikit taman,” kata Sophia sambil membuka pintu dan mempersilakan Prilly masuk.


Setelah berkeliling melihat lihat isi rumah yang ternyata sangat mewah di dalamnya mereka menuju danau kecil yang di ceritakan Sophia.


Mereka duduk bangku taman yang berada di tepi danau, sementara William ia bermain di temani oleh nannynya dan beberapa pengawal Sophia.


“Kau memikirkan gosip di media sosial yang menerpa Mike bukan?” tanya Sophia langsung.


“Aku tahu itu foto lama,” jawab Prilly.


“Kau marah?”


“Mike pernah bercerita tentang Wilona, kau dan Harry.”


“Sekarang kau ragu pada Mike?”


Prilly sedikit termenung, pandangannya mengarah ke depan dengan tatapan sedikit kosong.


“Andai aku di posisimu pasti aku pun akan ragu, tapi Mike tidak pernah memiliki satu pun kekasih di dunia ini selain dirimu,” Sophia meyakinkan.


“Sophia, aku pernah bercerai, jika sekali lagi aku bercerai kembali dunia akan menertawakanku,” guman Prilly.


“Perceraian apa yang kau bicarakan?”


“Foto Mike menindih Wilona di lantai itu memang masa lalu, akun tidak tahu seperti apa kebenaran hubungan mereka di masa lalu.”


HAI HAI 😚😍😚😍


AKAN BANYAK KEJUTAN DI HIDUP PRILLY YANG MANIS MANIS SAJA INI 😍😚😍😚


JANGAN LUPANTAP JEMPOL KALIAN YAH 😚😚😚😚😚😚😚


TENANG AUTHOR DI SINI MESKI YANG BACA DIKIT TETEAP AKAN MELANJUTKAN SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN 😂😂😂