Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Tante Sekretaris



“Tapi aku ingin di sini,” ucap Prilly setengah merengek.


“Sayangku, kita di mobil.” Alexander dengan sabar membujuk istrinya.


“Kita pernah melakukannya di mobil, apa kau melupakannya?” Prilly melayangkan protesnya.


“Tempatnya kali ini berbeda, lihatlah di depan kampus terlalu banyak orang berlalu lalang,” jawab Alexander. Mereka memang pernah melakukannya di dalam mobil tetapi bukan di depan gedung universitas yang di lalui oleh banyak orang berlalu lalang.


“Bukankah sama saja di dalam mobil?” Prilly masih enggan mengalah.


“Bagaimana jika kita kembali saja ke rumah atau ke perusahaan?” Alexander mencoba bernegosiasi.


“Baby ingin melakukan di sini,” ucap Prilly sambil menirukan suara anak kecil.


Demi Tuhan, Alexander tidak mengerti dengan isi kepala wanita yang satu ini, setahu Alexander dulu Prilly tidak secerewet ini.


Alexander tidak mempedulikan apa keinginan Prilly, ia melajukan mobilnya menuju perusahaan. Itu lebih baik dibanding ia harus kena pasal perbuatan asusila di siang hari meskipun ia melakukannya bersama istrinya tetapi itu memalukan jika ia harus terjerat kasus sepele seperti itu seolah mereka tidak memiliki tempat saja.


Prilly terus saja cemberut hingga mereka tiba di perusahaan, Alexander membawanya ke dalam kamar tempat ia biasanya beristirahat.


“Di sini kita lebih leluasa melakukan dengan berbagai gaya,” goda Alexander.


“Aku sudah tidak ingin,” kata Prilly dengan nada kesal. Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakinya kemudian ia kembali ke kamar, duduk di sofa dan menekan remot control untuk menonton acara televisi.


Alexander masih di tepat semula berdiri sambil pandangan matanya tertuju pada ponsel yang ada di telapak tangannya, ia tengah mengecek isi pesan yang masuk. “Baiklah, jika kau tidak ingin kau bisa menggambar atau kau bisa tidur, aku akan bekerja,” kata Alexander. Ia memasukkan ponsel ke dalam saku jasnya kemudian mendekati Prilly dan tangannya membelai rambut wanita kesayangannya.


Ketika Alexander hendak melangkah menjauh Prilly menarik bagian bawah ujung jas yang dikenakan Alexander.


“Ada apa, sayangku?”


Prilly tidak menjawab ia hanya menatap mata Alexander dengan tatapan puppy eyes.


“Apa kau ingin makan sesuatu lagi?” tanya Alexander.


“Apa kau marah padaku?” Prilly bertanya dengan nada lirih.


Bibir Alexander mengulas senyum tipis. “Kenapa aku harus marah padamu?”


“Karena aku banyak sekali memiliki keinginan,” jawab Prilly.


Alexander menekuk kakinya, menumpukan lututnya di lantai tepat di depan Prilly. “Apa kau bisa membuatku marah hanya karena kau ingin sesuatu benda yang bisa di beli di dunia ini? Bahkan jika kau menginginkan dunia ini aku akan memberikannya untukmu,” jawab Alexander.


“Meskipun tidak ada bayi di dalam kandunganku?” mata Hazel Prilly menatap mata abu-abu milik Alexander.


Alexander meraih telapak tangan istrinya dan mengecup jemari lentik Prilly. “Kau seharusnya sudah tahu apa jawabanku untuk semua pertanyaanmu itu. Kau adalah hidupku.”


Hanya ingin sebuah pelukan saja mengapa harus berputar-putar? Mengapa makhluk yang paling di mengerti bernama wanita?


“Baiklah, aku akan memelukmu ” Alexander memeluk Prilly dengan penuh kasih sayang.


*****


Glamour Entertainment


Anne terkejut mendapati Harun duduk manis di kursi CEO. Ia sama sekali tidak menyangka jika pagi ini ia di kejutkan dengan hadirnya Harun di Glamour Entertainment yang selama ini tidak memiliki CEO. Tepatnya semenjak Prilly menikah dengan Alexander di Barcelona perusahaan dibiarkan tanpa seorang CEO.


Alexander biasanya menangani seluruh pekerjaan melalui surat elektronik yang dikirimkan oleh Anne dan jika ada berkas-berkas yang harus ditandatangani biasanya Harun atau Dani yang akan mengambil berkas tersebut dari perusahaan untuk di sampaikan kepada Alexander.


“H-Harun?” Anne menyapa Harun sambil mengerjakan matanya beberapa kali.


Sementara melihat Anne yang terkejut Harun hanya menyeringai.


“K-kau bisa tersenyum?” untuk pertama kalinya Anne melihat senyum Harun, pria yang selalu bersikap serius dan tegang jika berada di samping Alexander itu ternyata bisa tersenyum.


Harun berdehem. “Mulai hari ini aku memegang perusahaan ini,” ucap Harun.


“Wah selamat, kali begitu kau menjadi atasanku.” Anne tampak senang memiliki atasan karena yang pasti ia tidak lagi kalang kabut jika ada berkas mendadak yang harus di tanda tangani oleh Alexander


Harun menyeringai kembali membuat Anne terkesiap karena ternyata Harun tidak sekaku seperti yang ia tahu selama ini.


“Baiklah, aku akan menyusun seluruh jadwal kerjamu aku akan memberikan kepadamu sebelum waktu makan siang,” kata Anne.


“Mmmm... Ngomong-ngomong aku harus bagaimana memanggilmu? Apakah Sir atau cukup Harun seperti biasanya?”


Kau cukup memanggilku Harun saja lagi pula yang kutahu usiamu lebih tua dariku.


“Ya Tuhan, akun hanya tua satu tahun di atasmu bukan lima atau sepuluh tahun. Kau jangan mengejekku dengan memanggilku tante,” protes Anne.


“Sepertinya kau lebih cocok panggil tante sekretaris.” Harun tertawa ringan.


Mendengar ejekan Harun membuat Anne melotot galak, ia sama sekali tidak menyangka jika Harun ternyata memiliki selera humor yang menyebalkan. “Aku tidak tahu kau memiliki selera humor yang menyebalkan,” ucapnya sambil berlalu pergi. Ketika sampai di pintu Anne menghentikan langkahnya, ia menoleh kepada Harun. “Oh iya, aku belum tahu seleramu. Apa kau minum kopi? Atau mungkin teh?”


“Kopi Hitam dengan sedikit gula,” jawab Harun dengan nada hangat.


“Baiklah, tapi alangkah baiknya kau bisa mencatat semua yang kau sukai dan tidak kau sukai berikan daftarnya kepadaku,” kata Anne. Ia memulai pekerjaannya pagi itu penuh semangat karena sekarang memiliki seorang atasan dan tentu saja ia harus memperlakukan menempatkan diri sebagai bawahan harus meskipun mereka dulu bisa dibilang sedikit akrab karena pekerjaan dan posisi mereka dulu sama namun sekarang semuanya berbeda.


GINI KAKAK AKU SEBENARNYA MAU LANJUTIN PART HELENA SAMA MIKE TAPI TAKUT KALIAN BOSAN BACANYA 😭😭😭


YA UDAH KALIAN BACA DEVIL IN MY BED AJA YA YANG TADINYA JUDULNYA YOUR GRACE 😆😆😆 UNTUK SAAT INI MASIH AKU UPDATE DI APLIKASI KERAJAAN OREN DI SEBELAH.