Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
David di fitnah



Alexander baru saja menghubungi David untuk mengajak pria itu bertemu secara pribadi, kemudian ia tampak begitu berkonsentrasi menghadapi laptopnya di ruang kerjanya. Namun buru-buru ia menutup laptopnya karena suara Prilly terdengar begitu dekat dan ternyata istrinya itu sedang berdiri di ambang pintu sambil berkacak pinggang.


“Ya Tuhan. Hubby, aku sudah berjanji untuk tidak membawa pekerjaanmu kembali ke rumah dan lihat... kau begitu serius dengan benda mati itu, kau mengabaikanku dan anak-anak dari tadi,” sungut Prilly.


Alexander bangkit dari kursi kerjanya yang nyaman dan segera menangkap tubuh Prilly, lalu dengan paksa menciumi bibir Prilly.


“Kau mencoba menyuapku,” kata Prilly setelah ciuman mereka terlepas.


“Menyuap?” Alexander mengangkat sebelah alisnya.


Prilly terkekeh. “Menyuap dengan cumbuan.”


“Bagaimana rasanya? Apa kau suka?”


“Kau terlalu pandai menyuap,” ucap Prilly sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Alexander kembali melahap bibir Prilly, dengan lembut yang menghisap bibir Prilly, mempermainkan lidahnya di dalam rongga mulut Prilly untuk saling bertukar saliva, terdengar sedikit erangan dari bibir Prilly, lagi jari-jemari Alexander mulai merayap di balik gaun rumahan yang dikenakan oleh Prilly untuk menelusuri setiap jengkal kulit lembut milik istrinya dan meraba benda kenyal yang ada di dada Prilly yang masih terbungkus kain bra.


Ciuman cuman mereka semakin dalam tangan Alexander tidak hanya menelusuri kulit di dada istrinya, tangan yang lebar itu telah berpindah menyusup di balik celana dalam Prilly, me**mas bokong sintal istrinya. Alexander kemudian mengangkat tubuh Prilly. Dengan patuh wanita itu mengalungkan kakinya di pinggang Alexander, tanpa melepas ciuman mereka, Alexander menutup pintu ruang kerjanya kemudian berjalan menuju sofa dan meletakkan tubuh Prilly di atas sofa.


Melanjutkan ciuman yang panas membara, ciuman yang selalu membuat jiwa Prilly seperti kehilangan kendali.


“Apa hari ini anak-anak membuatmu sakit kepala?” Alexander bertanya dengan suara setengah berbisik tepat di dekat dengan telinga Prilly, napasnya menyapu kulit wajah Prilly membuat bulu kuduk Prilly semakin meremang.


“Tidak, anak-anak tidak membuatku sakit kepala,” jawab Prilly, matanya menatap mata Alexander begitu dekat.


Alexander menyeringai. “Oh, ya? Apa mereka tidak berisik?”


“Mereka sangat manis hari ini,” jawab Prilly dengan seringai menggoda.


“Baiklah. Kalau begitu bagaimana kalau kita saja yang berisik?”


Prilly paham dengan maksud berisik yang di inginkan Alexander. “Apa kau telah mengunci pintu?” Prilly tentu saja khawatir mereka anak-anak bisa saja masuk ke ruang kerja tempat mereka akan bercumbu.


“Aku telah menguncinya kau jangan khawatir. Bagaimana? Apa kau ingin melakukannya di sini?”


“Kau tidak perlu memberiku pilihan.” Prilly menatap Alexander dengan tatapan menggoda.


“Kau benar, tidak ada pilihan Nyonya manis, aku hanya berbasa-basi menawarimu, aku ingin di sini.” Alexander menggeram sambil menyingkap pakaian yang membalut tubuh Prilly.


“Kau seperti sedang memaksaku.” Prilly tertawa kecil karena perlakuan Alexander.


Prilly bangkit dari posisi tidurnya ia membantu Alexander melepaskan pakaian yang melekat di tubuh kekar miliknya. Dalam sekejap mereka berdua telah polos tanpa busana Alexander mulai mencumbui setiap jengkal tubuh istrinya menikmati lehernya yang jenjang American beberapa kiss mark di sana kemudian turun ke dadanya yang kenyal menghisap-hisapnya dan semakin turun menciumi perut Prilly kemudian lebih ke bawah lagi dan berhenti di antara kedua paha Prilly, bermain-main di area yang telah basah hingga membuat Prilly mendapatkan puncaknya. Setelah puas bermain-main dengan tubuh Prilly akhirnya Alexander menyatukan tubuh mereka. Dengan lembut Alexander mulai menggerakkan pinggulnya, mengentak-entakkan dengan irama yang memabukkan. Saling bertukar posisi dengan berbagai macam gaya hingga akhirnya mereka mendapatkan puncak bersama.


“Aku sangat mencintaimu.” Alexander mendudukkan Prilly yang masih lemas di atas pahanya.


“Aku juga sangat mencintaimu,” ucap Prilly yang menyembunyikan wajahnya di dada Alexander.


****


Keesokan harinya Alexander menemui David mereka bertemu di sebuah restoran kelas atas yang pengunjungnya benar-benar terjaga privasinya ruangan khusus untuk berbicara dengan David.


“Aku merasa seperti telah memenangkan sebuah kasus yang sangat besar, kau mengundang makan di tempat seperti ini.” Dengan nada begitu santai David berucap tanpa melihat ekspresi Alexander yang begitu dingin dan kaku, bahkan ia mengabaikan sorot mata Alexander menyiratkan kemarahan.


Sama sekali tidak menjawab perkataan David hingga hidangan yang mereka pesan habis Alexander sama sekali tidak membuka mulutnya. David memang tidak mempedulikan sikap Alexander yang begitu dingin, ia telah mengenal Alexander meskipun tidak dekat dan hanya beberapa kali bertemu dengan Alexander secara langsung tetapi yang ia tahu Alexander memang berperangai dingin dan kaku.


“Aku sengaja mengundangmu ke sini untuk berbicara secara pribadi,” kata Alexander dengan nada datar. “Karena istriku menganggapmu sebagai salah satu sahabatnya, aku terpaksa harus menganggap sahabat istriku adalah sahabatku juga.”


‘Terpaksa?’ batin David nelangsa, suami Prilly benar-benar langka.


“Itu bagus,” jawab David dengan nada terdengar kegirangan.


“Tetapi, tidak ada sahabat yang menusuk sahabatnya dari belakang,” kata Alexander dengan nada sinis. “Aku paling aku tidak suka sebuah pengihanatan David, kau harus tahu itu.”


“Pengihanatan?” David mengerutkan keningnya hingga alisnya kedua alisnya hampir menjadi satu.


Alexander dengan santai mengeluarkan sebuah map, membuka perlahan kemudian menyodorkan itu kepada David.


“Bacalah...!” titah Alexander dengan suara terdengar berat.


David dengan hati-hati membaca rangkaian huruf yang terukir di atas kertas putih di depan matanya tenggorokan terasa tercekik, amarahnya mendidih, bahkan rambut kepalanya terasa tegak lurus. Ini adalah fitnah yang paling kejam yang pernah ia terima.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️❤️


RATE BINTANG LIMA ⭐⭐⭐⭐⭐


VOTE POIN SEBANYAK-BANYAKNYA ❤️❤️❤️❤️


JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR KALIAN ❤️❤️❤️❤️


TERIMA KASIH ❤️❤️❤️❤️