
Alexander mengatur napasnya, kali ini sepertinya ia tidak bisa lagi berlari dari Prilly. “Sayang berikan ponsel itu kepadaku tinta Alexander dengan nada sangat lembut.
Prilly masih menatap nanar wajah Alexander, sebelah tangannya mer*m*s gaun tidurnya yang tipis hingga kuku-kukunya nyaris menancap di telapak tangannya. Dengan linglung Prilly menyerahkan ponsel yang diminta Alexander.
Alexander menerima ponsel dari tangan Prilly, merengkuh pundak Prilly dan memeluk tubuh istrinya dengan sebelah lengannya yang kekar, sebelah tangannya menyentuh layar ponsel kemudian menempelkan benda pipih itu di telinganya. “Harun tolong siapkan pesawat pribadiku, satu jam lagi aku akan pergi ke New York, kau dan Anne urus perusahaan selama aku berada di New York.” Alexander memberikan perintah kepada Harun dengan tegas dan jelas.
Alexander matikan sambungan panggilannya, ia menciumi pucuk kepala Prilly kemudian melepaskan rengkuhan lengannya di pundak Prilly, kemudian ia ! melangkah masuk ke dalam walk in closet dan mengenakan pakaiannya, ia mengambil beberapa berkas yang mungkin saja diperlukan, Alexander juga menyiapkan pakaian istrinya.
Kemudian Alexander kembali ke tempat di mana Prilly masih terpaku berdiri kebingungan dengan apa yang terjadi pagi itu.
Alexander mengambil rambut yang terurai di pipi Prilly kemudian menjepitkan di belakang telinga Prilly seraya berucap dengan lembut. “Cepat ganti pakaianmu, kita akan pergi ke New York. Aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan seluruh keperluan anak-anak, semua akan ikut bersama kita ke New York.”
Prilly masih linglung berdiri di tempatnya, dadanya terasa sakit, entah sakit karena apa yang jelas dadanya seperti tertikam seribu berlati. Sambil menyeka air matanya Prilly masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya dengan kilat kemudian ini ia mengenakan pakaian yang telah di siapkan Alexander. Saat ia keluar dari kamar mandi Alexander telah menunggunya ia pria itu memegang tas tangan milik Prilly dan sebuah koper kecil.
“Kita harus cepat,” kata Alexander dan mereka berlima menuju Heathrow Airport, London untuk pergi ke New York.
Berulang kali selama di perjalanan berulang kali Prilly menatap Alexander dengan tatapan penuh tanda tanya tetapi Alexander sama sekali tidak menjelaskan apa pun kepada Prilly. Perjalanan kurang lebih enam jam menuju John f Kennedy New York benar-benar terasa sangat canggung Alexander hanya memeluk Prilly sepanjang perjalanan membenamkan wajah istrinya di dadanya.
Kali ini Alexander hanya pasrah, bagaimanapun keputusan Prilly nanti akan menerima dan menghormati, Sydney perlu bertemu ibu kandungnya dan begitu pula Prilly. Ia berhak tahu semua yang terjadi di belakang punggungnya, Alexander tidak mampu lagi menyembunyikan kebohongan yang ia jalani ini lebih lama.
Yang akan terjadi di New York nanti biarkan saja terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan. Alexander bukan menyerah pada titik ini, menurut sudut pandangnya lebih penting mempertemukan Prilly dan Sidney terlebih dahulu dibanding memikirkan nasib rumah tangganya.
Apalagi yang Alexander tahu Sidney memiliki sebuah penyakit Alexander justru membayangkan kemungkinan terburuk, iya akan menyesal seumur hidup jika Prilly tidak lebih awal bertemu dengan Sidney selagi Sidney masih memiliki kesempatan untuk hidup.
Setelah mengantarkan ketiga anaknya ke hotel tempat mereka menginap dan memberi ketiga anaknya penjagaan yang ketat Alexander membawa Prilly ke rumah sakit di mana Sidney dirawat.
Alexander menggenggam telapak tangan Prilly dengan erat, mereka tepat berada di depan pintu kamar di mana Sydney dirawat. perasaan Alexander saat itu sangat khawatir, Prilly mungkin akan menyalahkannya. Prilly mungkin akan meninggalkannya, Prilly mungkin akan marah kepadanya.
Sedangkan perasaan Prilly satu-satunya yang dicurigai adalah Alexander memiliki wanita lain yang ia sembunyikan di New York, dan wanita simpanan suaminya sedang sakit kemudian Alexander pasti akan mengembalikan Prilly kepada Mike. Memikirkan hal itu ia sangat ketakutan, Prilly tidak ingin dikembalikan kepada Mike seperti barang, jujur saja Prilly menyesali kata-katanya dulu, menyesali ia pernah membuat kesepakatan jika Mike kembali...
Karena tanpa di duga perasaannya kepada Alexander berubah, ia teramat sangat nyaman bersama pria yang ia kenal sejak ia membuka mata di dunia ini. Prilly saat ini hanya ingin bersama pria yang sangat di cintai, pria yang hampir membuat otaknya gila. Ia sangat mencintai Alexander yang sekarang.
“Masuklah,” kata Alexander setengah berbisik di telinga Prilly.
Baru saja satu langkah mereka berdua memasuki ruang rawat inap tersebut Prilly menghentikan langkahnya, karena pandangannya yang pertama dilihat adalah keberadaan Sophia, kemudian ia melempar pandangannya, ke arah dua ranjang di dalam ruangan itu.
Mike terbaring di sana dan satu ranjang lain, di mana seorang anak kecil berbaring lemah.
Mike menatap kedua orang yang memasuki ruangan dengan tatapan tegang, untuk beberapa detik pandangan mata Prilly dan Mike bertemu, seperti pertemuan sebelumnya, Prilly selalu menghindari kontak mata terlalu lama dengan Mike.
Sementara Sophia tergagap saat melihat siapa yang datang, Sophia yang sedang duduk di sofa segera bangkit, perlahan wanita itu bergerak mendekati Prilly, ia tidak mengatakan apa-apa. Hanya menatap Alexander dan Prilly bergantian dengan tatapan yang tampak ketakutan.
“Prilly.....” Sophia memberikan memberanikan diri menyapa Prilly dengan suara pelan hampir tak terdengar siapa pun selain dirinya sendiri meski wajahnya tampak pias.
Alexander meletakkan kedua telapak tangannya di pundak Prilly, perlahan ia membawa Prilly mendekati ranjang di mana Sidney berbaring.
Bukan hanya tubuh Alexander yang menegang, tubuh Prilly juga menegang melihat gadis kecil yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit kulitnya begitu pucat tampak tak berdaya dan wajahnya sangat mirip dengan dirinya.
“Alex, jelaskan padaku.” Air mata Prilly telah membanjiri wajahnya.
SELAMAT PAGI TEMAN TEMAN SEMUA, NOVEL INI TAMAT YA HARI INI, SEMUA KONFLIK AKAN AKU USAHAKAN SELESAI HARI INI.
JIKA MASIH ADA YANG BELUM SELESAI MAKA AKAN AKU MASUKKAN SEBAGI BONUS CHAPTER.
DAN SETELAH INI AKAN ADA SQUEL DARI NOVEL INI, DENGAN JUDUL YANG BERBEDA SEPERTI MARRIED WITH PILOT.
UNTUK SQUEL DI TUNGGU NANTI AKAN MUNCUL YA, SAAT INI MASIH PROSES REVIEW.
JANGAN LUPA JEJAK KOMEN KALIAN DAN JANGAN LUPA TAP JEMPOL KALIAN ❤️🌸