Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Cantik



TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DULU SEBELUM MEMBACA PLIS!


Tanpa di duga Helena justru menekuk kakinya. “Mike, kita menjadi pusat perhatian orang,” katanya dengan wajah yang tampak panik.


“Maukah kau menikah denganku?” Mike mengulangi pertanyaannya.


Helena mengerjapkan matanya, wajahnya tampak merah merona, ia menatap samudra biru di mata pria yang sedang melamarnya seolah mencari kepastian.


Tatapan mata mereka beradu untuk beberapa saat sebelum Helena menganggukkan kepalannya. “Aku akan menikah denganmu,” jawabnya lirih tanpa melepaskan pandangannya dari mata Mike.


Mike tersenyum lebar. “Beri aku pelukan,” katanya.


Helena seketika mengerucutkan bibirnya, bagaimana mungkin pria yang melamarnya meminta pelukan? Bukankah seharusnya sebaliknya? Mike merengkuh punggung Helena menggunakan telapak tangannya lalu membawanya ke dalam pelukan.


“Terima kasih, Helena,” ucap Mike di dekat telinga Helena.


Helena mengangguk. Ia hanya bisa mengangguk, semuanya terlalu cepat, sama sekali di luar dugaannya.


“Apa kalian telah selesai?” tanya Sidney.


“Sidney, kemarilah sayang,” kata Mike.


Gadis kecil itu menuruti apa kata ayahnya, ia mendekati Mike dan Helena. “Jadi kalian telah berdamai?”


“Kami tidak bertengkar,” sahut Helena.


Mike hanya terkekeh. “Kau melupakan bungamu, sayang,” kata Mike sambil mengulurkan buket bunga mawar merah yang memang sedari tadi belum Helena terima.


“Oh, terima kasih,” kata Helena sambil menerima bunga tersebut.


“Selamat, akhirnya kalian akan resmi menjadi keluarga,” kata Sophia sambil mendekati Helena dan memberinya pelukan. Begitu juga Harry yang memberi Mike ucapan selamat.


Akhirnya setelah menjadi pusat perhatian orang yang berlalu lalang mereka membubarkan diri. Sidney kembali bersama Sophia, wanita itu mengatakan ingin Mike dan Helena bersantai menikmati waktu mereka. Sepertinya Mike harus berterima kasih kepada sepupunya yang penuh pengertian.


“Sepertinya kita harus merayakannya malam ini,” kata Mike kepada Helena yang berada di punggungnya. Ia bersikeras menggendong Helena.


Helena meletakkan dagunya di pundak Mike, belum pernah di dalam hidupnya merasakan hidup yang seindah ini. Berada di gendongan seorang pria, menggenggam bunga menyusuri Brooklyn bridge.


Seperti mimpi. Ya. Seperti mimpi.


“Kenapa kau diam saja?” tanya Mike.


“A-aku... merasa sedang bermimpi,” jawab Helena pelan.


“Sayangnya ini nyata,” jawab Mike. “Bagaimana jika kita makan malam di tempat yang romantis?”


“Kau seperti anak muda saja,” jawab Helena dengan nada mengolok namun terdengar ringan.


“Aku selalu muda, usia tiga puluh enam tidak bisa di bilang tua,” jawab Mike tidak terima dengan ucapan Helena yang seolah mengatainya tua.


“Baiklah, kita akan makan malam yang romantis sambil membicarakan rencana pernikahan,” kata Mike.


“P-pernikahan?” tanya Helena.


Bodohnya aku!


“M-maksudku, apa secepat ini?”


“Kalau perlu besok,” jawab Mike.


“Hah?”


“Bagaimana?”


“Bukankah baru saja kau bilang kita akan membicarakan sambil makan yang romantis? Mengapa kita membicarakan di sini?” Protes Helena.


“Jadi kau menantikan makan malam yang romantis juga?” tanya Mike dengan nada yang menggoda.


Helena hanya mampu memukul bahu Mike dengan pelan menggunakan sebelah tangannya.


***


Dua sejoli itu kembali ke tempat tinggal mereka sekitar pukul sembilan malam, ketika Helena hendak menuju kamarnya Mike memerintahkan kepada Helena untuk masuk ke kamar Mike. Helena mematuhi perintah calon suaminya, setelah meletakkan bunga ke dalam vas ia masuk ke dalam kamar Mike. Ia harus membiasakan dirinya untuk tinggal di kamar Mike karena mereka akan menikah dalam waktu dekat sesuai dengan kesepakatan mereka.


Helena memasuki kamar mandi, ia menanggalkan seluruh pakaiannya. Setelah membersihkan tubuhnya ia merendam tubuhnya di dalam bath tube yang berisi air hangat. Merelakskan tubuhnya, menikmati sensasi air hangat yang terasa begitu nyaman meresap ke dalam kulitnya.


***


Mike memasuki kamarnya, ia mengambil beberapa peralatan pribadi Helena bermaksud memindahkannya ke dalam kamar Mike. Ia tidak melihat di mana calon istrinya berada, ia menebak Helena ada di dalam kamar mandi. Perlahan ia mendorong pintu kamar mandi yang tidak di kunci, ia melihat sosok Helena yang tengah berbaring di dalam bath tube. Matanya terpejam, rambutnya basah tergerai menutupi pundaknya, kulitnya pucatnya basah, dadanya tampak kencang menyembul terendam sebagian air, puncaknya yang berwarna merah jambu tampak... menggairahkan.


Mike tidak pernah tahu jika tubuh Helena, ternyata seindah itu. Buah dadanya tidak terlaku besar tetapi yang pastinya benda itu tampak menyenangkan. Perutnya tampak rata, pinggulnya tampak melengkung dengan pinggang yang ramping. Tetapi, ada tato kecil di perutnya. Paha dan kakinya tampak jenjang dan sesuatu di antara pahanya. Oh. Mike ingin sekali merasakan berada di sana. Entah berapa kali Mike menelan ludahnya sendiri, sesuatu di balik celananya bahkan telah mengeras sekeras baja.


Mike mengatur napasnya, ia mendorong pintu hingga terbuka sepenuhnya membuat Helena sontak membuka matanya. Tatapan mata mereka beradu. Cukup lama.


Helena segera menguasai dirinya, ia menyilangkan kedua lengannya seolah melindungi dadanya dari pandangan Mike sementara wajahnya tampak merah merona.


“Keluarlah, jangan terlalu lama di dalam air,” kata Mike dengan suara serak. Tatapan matanya begitu lapar seolah ia adalah predator yang tengah mengintai mangsanya. Tetapi, nada bicaranya masih mampu ia kontrol.


Dengan canggung Helena mengubah posisinya, menegakkan tubuhnya di bantu dengan sebelah tangannya sementara satu lengannya masih berusaha melindungi dadanya.


“Kemarilah, aku akan mengeringkan tubuhmu,” kata Mike sambil meraih sebuah handuk yang masih rapi terlipat di rak penyimpanan handuk bersih.


Linglung, Helena berdiri lalu melangkah meninggalkan bath tube, ia mendekati Mike. Membiarkan Mike merawatnya, mengeringkan tubuh dan rambutnya. Dengan tatapan lapar Mike menyingkirkan handuk di tangannya, ujung jemari tangannya menelusuri belahan dada Helena.


“Cantik,” ucap Mike.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤❤❤❤


TERIMA KASIH ❤️


🍒🍒🍒🍒🍒


JANGAN LUPA BACA ARISAN BERONDONG ☝😍