Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Tidak ada pilihan



"Kau menuduhku berselingkuh?" Jovita membesarkan matanya menatap alexsander dengan tatapan tidak suka.


Alexander tidak menjawab pertanyaan Jovita, pria itu membuka ponsel miliknya, penampakan kan sebuah video kepada mantan istrinya, video yang berisi Jovita dan Charles sedang bercumbu di lorong kamar hotel waktu itu.


“Aku tahu semua, kalian juga sudah tinggal bersama, apa kau pernah berpikir seandainya Charles tahu itu adalah anaknya? Apa yang mungkin dilakukannya padamu apakah dia menginginkan anak itu? Apakah kalau diizinkan melahirkannya? Coba kau pikir dengan baik.” Alexander berkata dengan hati-hati.


Jovita tampak terdiam seluruh sendinya terasa lemas, selama ini hubungannya dengan Charles adalah hubungan yang ambigu. Bagaimana caranya dia harus meminta tanggung jawab Charles terhadap bayi yang berada di dalam kandungannya? Bagaimana caranya ia memberitahu Charles bahwa dia sedang hamil anaknya? Jovita merasa paru-parunya seperti tersumbat, dadanya tentu saja terasa sesak, ia tidak mengira kalau ia mengalami nasib seburuk itu, ia dinodai pria lain saat ia masih bersuami dan pria yang menodainya tidak lain adalah Charles.


Jovita bukan hanya sekedar merasa tertampar, namun hatinya juga terasa seperti terpotong lalu terbelah menjadi beratus-ratus bagian.


“Jovita pria itu mengambil kesempatan, aku tidak tahu itu pemerkosaan atau kalian maaf maksudku aku tidak tahu kejadian persisnya bagaimana di dalam kamar, tetapi jika kau mau bekerja sama denganku ada dua kemungkinan. Pertama aku bisa melindungimu yang kedua aku bisa memintakan tanggung jawab Charles untuk menikahimu atau setidaknya bertanggung jawab atas anak yang ada dalam rahimmu itu, pilihanmu ada tiga. Satu kau bisa bekerja sama denganku, aku akan melindungimu, kedua kau bisa bekerja sama denganku maka aku bisa saja mengendalikan Charles agar ia bertanggung jawab atas kehamilanmu dan yang ketiga adalah jika kau tidak mau bekerja sama denganku maka aku tidak bertanggung jawab dengan apa pun yang terjadi atas hidupmu dan calon bayimu. Karena kau telah membuatku bangkrut perusahaan di Singapura aku telah menariknya kembali, aku tidak peduli dengan hidupmu jika kau memilih opsi yang ketiga. Tetapi jika kau memilih opsi pertama dan kedua, aku bisa memberimu tunjangan yang layak meski perusahaan telah kuambil kembali. Jadi Jovita, kuberi kau waktu satu minggu untuk memikirkannya untuk sementara itu utusanku akan terus mengikutimu sampai kau memberikan keputusan.” Alexander berkhotbah panjang lebar.


Jovita hanya terdiam, di otaknya berputar-putar terkaman ia dan Charles bercumbu di lorong kamar hotel, memang terlalu mabuk saat itu. Alexander mengajaknya minum beberapa gelas anggur di ruang pesta, sebenarnya bukan salah Alexander, Alexander memang mendentingkan gelas anggur beberapa kali, ia bisa saja menolak saat itu, dan juga saat itu ia tidak seharusnya meminum begitu banyak anggur karena merasa frustrasi saat melihat kedekatan Prilly dan orang tua Alexander, karena perasaan iri kepada Prilly, Jovita beberapa kali ia mengambil gelas anggur dan meminumnya saat Alexander berbicara dengan beberapa tamu undangan yang hadir di acara ulang tahun Richard ayah Alexander.


Seharusnya iya tidak terlalu banyak minum malam itu dan seharusnya kecemburuannya pada Prilly tidak menenggelamkan akal sehatnya, sekarang semua telah terjadi, ia bahkan bersekutu dengan orang yang seharusnya menjadi musuhnya, orang yang telah melecehkannya, orang yang mengambil kesempatan saat dirinya mabuk, bagaimana ia harus menghadapi Prilly dan orang lain sementara ia telah berkoar di media sosial tentang kesedihannya Sedangkan Alexander memiliki bukti rekaman bahwa yang bercinta dengannya malam itu, bagaimana jika mantan suaminya bersuara di media sosial siapa ayah biologis dari bayi yang sedang di kandungnya. Bukan Alexsander musuh yang sesungguhnya tetapi Charles. Air mata Jovita menetes melewati pipinya.


Setelah Harun dan Dani mengantarkannya kembali ke tempat tinggalnya ia memang hanya butuh menempelkan itu di ponsel milik Charles itu berarti ia harus mengorbankan tubuhnya sekali lagi untuk Charles, mantan suaminya itu benar-benar tidak memiliki perasaan semua yang kita lakukan harus dibayar mahal olehnya sendiri ya dia harus mengorbankan tubuhnya untuk membayar kesalahannya. Alexander benar-benar kejam, Jovita sadar sekarang harga dirinya memang telah tiada, wanita itu tersenyum masam sambil memeluk bantalnya, hatinya sangat sakit, Charles pria itu berulang kali melecehkannya, entah apa namanya, melecehkan atau apa yang pasti pria itu lebih hina dari seorang ba**ngan, pria itu memperkosanya, lalu bersikap seolah tidak bersalah, kemudian membujuknya untuk bersatu menghancurkan Alexander dan bodohnya ia dengan mudah termakan hasutan Charles, di sini jelas sekali satu-satunya orang yang bodoh adalah dirinya.


Jovita meraba perutnya, meski akhirnya ia akan memiliki keturunan tetapi mengapa caranya harus seperti ini? Sekarang ini tidak memiliki pilihan tiga pilihan yang diberikan Alexander, semuanya memang menawarkan keuntungan untuk dirinya kecuali pilihan nomor tiga, Jovita tahu ia tidak bisa memilih lagi. Alexander memang selalu memberikan pilihan yang tidak bisa dipilih oleh siapapun, pria dominan itu selalu memberikan pilihan yang tidak bisa dipilih oleh siapa pun, pilihan itu serupa meski sekilas tak sama. Tawaran Alexander ibarat keputusan yang tidak bisa di tawar oleh siapa pun lagi, ia juga tidak mungkin lagi untuk menunda keputusannya, satu minggu? Satu minggu apa? Jika ia tidak memiliki pilihan satu minggu bukankah terlalu lama?


Jovita tidak ingin menunggu terlalu lama lagi, satu minggu atau satu hari baginya sama saja tetap saja ia tidak memiliki pilihan lain, lagi pula bukankah perusahaan di Singapura juga telah di ditarik oleh Alexander kembali, yang itu berarti saat ini ia menjadi wanita miskin, Alexander benar-benar tidak ingin mengampuninya sedikitpun, jadi jika tidak segera mengambil keputusan maka dirinya tidak akan bisa hidup sementara ia harus berdiri di atas kakinya sendiri sekarang.


OHAYO MINA-SAN


TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️❤️❤️


BERI RATING DAN VOTE NOVEL INI JIKA SAYANG AUTHOR ❤️❤️❤️❤️❤️


TERIMA KASIH ❤️❤️❤️❤️❤️