
“Jangan besar kepala, siapa juga yang sudi bergabung dengan kalian?” Jovita berdecih malas dan ia bermaksud hendak membalikkan tubuhnya.
“Dan kami juga enggan menerimamu bergabung di sini,” kata Anne dengan nada sinis.
“Jaga bicaramu aku tidak memiliki urusan denganmu,” ucap Jovita dengan nada kesal kepada Anne. “Jangan ikut campur, ini bukan urusanmu.” Jovita mulai terbakar emosi menghadapi sikap Anne yang menurut Jovita mereka tidak memiliki urusan apa pun urusan Jovita adalah dengan Prilly karena tujuannya adalah ingin sekali mempermalukan Prilly.
“Anne lebih baik kita kembali ke perusahaan, aku memiliki banyak urusan karena di perusahaan suamiku ada penyusup yang berusaha menghancurkan perusahaan suamiku,” kata Prilly sambil memasukkan ponselnya ke dalam tasnya. “David, terima kasih traktirannya.”
“Jika perusahaan milik suamimu itu bangkrut, aku ragu apakah Prilly Johanson ini masih akan setia?” Bibir Jovita menyunggingkan senyum sinis.
Prilly bangkit dari duduknya dengan anggun ia mengambil tas tangan yang berada di meja. “Aku rasa, meskipun suamiku jatuh dalam kebangkrutan karena ulah mantan istrinya, tetapi aku mempunyai kemampuan dengan tanganku sendiri. Orang tuaku cukup kaya dan berpengaruh, kebangkrutan suamiku tidak ada artinya di mata kami, lebih baik kau pikirkan saja nasib dirimu dan perusahaan yang diberikan mantan suamimu itu.”
“Kau sombong sekali, Prilly,” desis Jovita.
“Jovita, asal kau tahu, aku bisa lebih sombong dari pada ini, tetapi sayang kesombonganku jika aku gunakan untuk menindasmu... sepertinya kesombonganku tidak ada artinya dan tidak sebanding,” kata Prilly sambil melangkahkan kakinya dengan anggun meninggalkan Jovita yang diikuti oleh David dan juga Harun.
Jovita mengatur nafasnya rahangnya bahkan menggertak karena kesal ia berbalik dan berteriak, “dasar kau ******! Kau merebut suamiku!”
Prilly menghentikan kakinya tanpa menoleh dan ia berkata. “Seluruh orang di London tahu Alexander mencintaiku sejak dulu, bukan karena aku merebutnya dan aku tidak perlu merangkak di atas ranjangnya untuk mendapatkannya,” kata Prilly dengan nada penuh percaya diri membuat Jovita semakin emosi.
“Kau memang wanita tidak tahu diri Prilly Aku sedang hamil dan kau membuat suamiku meninggalkanku kau benar-benar tidak memiliki perasaan, kau wanita jahat!” Cerca Jovita membuat isi pengunjung restoran itu memandang dengan tatapan takjub juga kasihan kepada Jovita, sementara Prilly melangkahkan kakinya kembali tanpa peduli pada kata-kata yang meluncur dari bibir Jovita namun Anne menarik pergelangan tangan Prilly.
“Jovita, kau benar-benar wanita tidak tahu diri, di sini yang tidak tahu diri adalah kau. Apa aku harus mengatakan agar semua orang tahu siapa dirimu sebelum kau di pungut oleh Alexander menjadi istrinya? Kau seharusnya tahu diri jangan berkata seolah-olah kau adalah wanita suci,” kata Anne yang tidak terima Jovita menghina Prilly, ini bukan masalah Prilly adalah bosnya atau sahabatnya dia berbicara kenyataan.
“Aku tidak memiliki urusan denganmu,” kata Jovita dengan penekanan penuh emosi.
“Memang bukan urusanku, tetapi kau benar-benar membuatku muak, kau ternyata wanita yang sangat keras kepala Jovita. Jika kau diam dan menerima kenyataan masalah ini tidak perlu menjadi besar tidak perlu semua orang tahu masalahmu, kau mempermalukan dirimu sendiri Jovita,” kata Anne yang benar-benar emosi.
David menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. “Hei ladies, lebih baik kita pergi dari tempat ini, tidak baik berdebat di sini,” pria itu menengahi.
“Kau membelanya?” sungut Anne kepada David.
“Aku tidak membelanya, ayo kita kembali biarkan saja wanita ini mengoceh sesuka hatinya,” jawab David.
“Ayo kita kembali,” David mengulang kalimatnya sekali lagi. “Harun, bawa Prilly kembali ke perusahaan, aku akan membereskan wanita yang satu ini,” kata David sambil menangkap pergelangan tangan Anne dan membawanya keluar dari tempat itu.
Malam di tempat tinggalnya Prilly menerima panggilan video dari Alexander.
“Kudengar tadi ada yang bertengkar dengan Jovita saat makan siang,” kata Alexander yang terlihat di layar ponsel milik Prilly.
“Aku tidak bertengkar,” kata Prilly mengelak, matanya menatap Alexander dengan tatapan rindu.
“Sayangku walaupun kau salah dan bertengkar dengannya tetap saja aku akan membelamu aku tidak mungkin tidak membelamu benar atau salah tetap saja bagi dimataku kau yang paling benar,” kata Alexander matanya juga menatap ke arah Prilly dengan tatapan rindu.
“Ya Tuhan, kau selalu memanjakanku aku akan besar kepala jika kau terus-terusan seperti ini sayangku." Prilly menyeringai penampakan deretan giginya.
“Jika tidak memanjakan istriku lalu siapa yang harus kau manjakan? Aku yakin jika aku hanya memanjakan Grace kau juga akan protes, ya Tuhan... aku tidak tahu mengapa aku tergila-gila padamu, Prilly,” ucap Alexander dengan nada sangat penuh kasih sayang tatapan matanya juga penuh kasih sayang.
“Karena kau adalah suamiku yang telah diatur Tuhan untukku,” kata Prilly dengan nada manja.
“Ya. Aku adalah suamimu. Jadi, karena suamimu ini seorang taycoon maka kau harus bersikap pemberani. Jika ada orang mengajakmu bertengkar kau harus berani melawan, tapi ingat satu pesanku jangan pernah mengangkat tanganmu untuk menyakiti dan menyentuh fisiknya, kau bisa menggunakan kepintaranmu, otakmu atau dengan mulutmu tapi ingat jangan berkata kasar,” kata Alexander mengajari istrinya untuk menjadi pemberani.
“Suami macam apa yang mengajari istrinya untuk bertengkar?” Prilly tertawa ringan.
“Kau harus belajar itu, bagaimana tadi andai kau sendirian hanya ada Harun, tidak ada David dan Anne? Apa kau akan diam saja diinjak-injak? Tidak mungkin Harun akan membantumu beradu mulut, dia pasti akan diam saja kecuali Jovita mengangkat tangannya padamu,” kata Alexander dengan nada khawatir.
“Ya Tuhan, aku sudah cukup malu untuk berdebat depan umum. Jika aku bertemu dengan Jovita sekali lagi dan dia mengajakku berdebat sepertinya aku lebih baik pergi." Prilly tampak memajukan bibirnya membuat Alexander tampak gemas.
“Tidak aku tidak suka seperti itu kata Alexander istriku harus pemberani.” Alexander membasahi bibirnya dengan lidahnya. “Dan ngomong-ngomong kenapa kalian kau makan bersama David kau pikir karena suamimu tidak ada di London lalu kau makan siang bersamanya?”
“Omong kosong, kau seperti Jovita kau menuduhku, kebetulan David makan di tempat itu juga dan dia menghampiri kami oh ya hubby apa kau tahu sepertinya Anne dan David dalam hubungan mereka menjalin hubungan aku yakin,” kata Prilly mulai mengajak suaminya bergosip.
TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
VOTE JIKA SAYANG AUTHOR ❤️❤️❤️❤️❤️
TERIMA KASIH ❤️❤️❤️❤️❤️❤️