Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Kesepakatan



TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DULU SEBELUM MEMBACA PLIS!


“Menikahlah denganku,” ucap David pelan. Nadanya penuh dengan permohonan.


Tubuh Anne yang berada di dalam dekapan erat lengan David sontak menegang. Ia tidak menyangka jika David masih menunggunya, terakhir mereka David tidak menunjukkan reaksi apa pun. “David, tidak seharusnya kita begini,” ucap Anne sambil berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan David.


“Kau menolakku karena Harun?”


Anne hampir meledakkan tawanya tetapi ia masih bisa mengontrolnya. Sepertinya bermain-main sedikit dengan David agak menyenangkan. Lagi pula, untuk mengetahui ketulusan hati seseorang terkadang kita harus mengujinya terlebih dahulu bukan?


Anne berdehem. “Jika iya kenapa?”


“Jawabanmu itu....” David menjeda ucapannya sebentar. “Apa berarti aku tidak memiliki kesempatan?”


Anne mendongakkan kepalanya sedikit. “Kau terlalu lama, bertahun-tahun kau membiarkan aku tanpa kepastian.” Sayangnya ucapan itu hanya mampu Anne ucapkan di dalam benaknya, lidahnya kelu tak mampu menyuarakannya.


“Jika kau menunjukkan niat baikmu, aku akan mempertimbangkannya,” ujar Anne. Akhirnya mungkin itu adalah kalimat yang paling tepat saat ini.


Tetapi, jujur saja ia tidak yakin karena David sepertinya memang hanya bermain-main dengannya. Pria itu tidak pernah serius mengejarnya.


“Jangan berlari lagi dariku,” kata David sambil mendaratkan sebuah kecupan di puncak kepala Anne.


Tubuh Anne menegang kembali.


Ia mengangguk tanpa berpikir panjang.


Apa? Kami telah membuat kesepakatan?


“Ingat, karena kau telah memberikan aku kesempatan maka aku meminta kau berbuat adil. Aku memiliki kesempatan yang sama dengan kekasih sialanmu itu.” David setengah emosi mengucapkannya hingga gemeretak giginya terdengar di telinga Anne.


Anne kembali mengangguk, ia akan memulai permainannya. Mau tidak mau karena ia yang memulai, besok saat Harun kembali dari New York ia kan meminta Harun untuk bekerja sama dengannya. Mudah-mudahan Harun bersedia, hanya itu harapan Anne.


“Bagaimana jika kita makan malam?” tanya David sambil melonggarkan pelukannya.


Anne menarik dirinya menjauh dari David, ia kembali duduk di kursi yang seharusnya ia duduki. “Malam ini....”


“Kau baru saja hendak mengingkari perjanjian telah kita sepakati,” ucap David dengan nada tidak suka. Sebelah matanya bahkan tampak menyipit.


“Aku tidak....” Anne hendak berkilah.


David menatap Anne dengan tatapan tajam. “Kau selalu berusaha menghindariku. Kau bahkan cepat sekali berubah pikiran,” ucapnya dengan nada geram.


Anne terdiam. Bibirnya tampak sedikit mengerucut karena kesal upayanya menghindari David tidak berhasil. Anne sendiri sangat tidak mengerti perasaannya terhadap David, semenjak hubungan mereka kandas, ia tidak pernah ingin menjalin hubungan dengan pria mana pun. Sepertinya begitu besar pengaruh mantan bosnya itu dalam kisah cintanya atau dengan kata lain bisa juga dikatakan pria di depannya itu adalah penyebab traumanya, sepertinya begitu.


Tetapi, apa yang membuatku trauma? David tidak pernah berbuat kasar baik secara fisik maupun verbal.


David mengangkat cangkir kopinya, menyesap isinya perlahan menikmati kopi buatan Anne. “Aku ingin malam ini kau bersamaku,” ucapnya dengan nada memaksa.


“Hanya makan malam,” ralat Anne.


“Aku akan menjemputmu,” ucap David.


“Sebaiknya kita selesaikan pekerjaan ini,” kata Anne sambil mata dan tangannya tertuju pada dokumen yang ia bawa.


***


“Dad, kenapa Mommy belum bangun?” tanya Sidney yang sedang menyantap sarapannya pagi itu. Ia hanya di temani oleh Mike di meja makan.


Dalam hati Mike menyeringai. “Mommy tidak enak badan,” jawabnya.


“Karena... dia terlalu lelah,” jawab Mike. “Ayo segera habiskan sarapanmu, aku akan mengantarmu pergi ke sekolah.”


Dengan patuh Sidney menghabiskan makanannya seperti apa yang ayahnya instruksikan. Gadis kecil itu telah beberapa hari tidak pernah menjumpai Helena di meja makan, ia mulai merindukan paginya yang indah. Dulu ia selalu sarapan di temani oleh Helena dan Mike ayahnya, dulu paginya sangat sempurna. Helena selalu menata rambutnya dengan berbagai gaya lalu menyiapkan peralatan sekolahnya dan ayahnya menyiapkan sarapan untuknya. Tetapi, sejak ayahnya menikahi Helena, setiap pagi ayahnya memberikan bahwa Helena tidak enak badan setiap pagi. Dan sekarang apa rambutnya akan di ikat dengan gaya ekor kuda yang membosankan hingga seumur hidup? Sidney tidak menyukai suasana yang berubah seperti ini.


Apa pernikahan membuat Helena menderita setiap pagi?


Batin Sidney bertanya-tanya, ia akan menyuarakan isi hatinya nanti saat ia kembali dari sekolah di saat ayahnya masih berada di perusahaan. Tekad Sidney sangat bulat.


“Kau melamun, sayang?” Mike mengamati wajah putrinya.


Sidney menggelengkan kepalanya secepat mungkin.


“Apa yang kau pikirkan?” tanya Mike dengan nada sangat lembut.


“Tidak ada, aku hanya ingin segera pergi ke sekolah,” jawab Sidney sambil menggendong tas sekolah di punggungnya kemudian gadis manis itu berlari keluar rumah mendahului langkah kaki Mike lalu ia berhenti tepat di samping kanan pintu mobil. “Dad, buka pintu mobilnya!”


***


Sepulang dari sekolah, setelah mengganti pakaiannya Sidney segera menghampiri Helena yang sedang berkutat di dapur menyiapkan bahan-bahan masakan yang akan ia olah untuk makan malam.


“Mommy,” sapa Sidney sambil naik ke atas bangku pantri.


“Kau sudah mengganti pakaianmu? Gadis pintar,” ucap Helena terdengar sangat puas. Ia menatap Sidney dengan tatapan penuh kasih sayang.


Mata Sidney tampak mengawasi Helena dengan saksama. “Aku merindukanmu,” ucapnya tiba-tiba.


“Merindukanku?” tanya Helena. Ia tampak bingung dengan apa yang di lontarkan oleh Sidney.


“Aku merindukan sarapan pagi denganmu,” jawab Sidney.


Ucapan Sidney terasa menghunjam jantung Helena, tepat di sasaran. Helena menghentikan gerakannya yang sedang mencuci sayuran di bawah kucuran air dari wastafel. Ia mematikan kran air kemudian mengelap telapak tangannya yang basah. Sejak menjadi pengantin Mike, ia memang melupakan Sidney setiap pagi karena setiap malam suaminya menyiksanya hingga ia kekalahan. Mike yang ia kira pria baik-baik ternyata predator yang senang sekali membuat mangsanya lemas hingga tak berdaya kemudian memangsanya dengan lahap hingga tak bersisa.


“Sayang, maafkan aku. Aku berjanji mulai besok kita akan sarapan pagi bersama.” Helena mendekati Sidney. Menangkup pipi Sidney dengan kedua telapak tangannya.


Sidney justru menatap Helena dengan tatapan iba. “Daddy mengatakan kau tidak enak badan setiap pagi, apa kau benar-benar sakit?”


Helena bersumpah akan menghukum suaminya karena membohongi putrinya. Pria itu adalah penyebab sakitnya Helena, sakit di antara kedua pahanya yang berdenyut meminta di puaskan.


Tidak, bukan Helena yang sakit. Pria itu menderita penyakit kecanduan pengantin baru.


“Aku sudah sembuh, sayangku. Besok adalah akhir pekan bagaimana jika kita menikmati waktu di taman?” Helena menawarkan kompensasi kepada Sidney atas kesalahannya. Kesalahan Mike tepatnya.


“Joging?”


Helena mengangguk. “Kita bertiga.”


“Bawa juga Kirara....”


Kirara adalah hewan penurut kesayangan Sidney yang baru saja beberapa bulan menjadi penghuni rumah mereka dengan kelucuan dan juga gonggongannya yang terkadang membuat berisik.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️ DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤❤❤❤❤


SALAM MANIS ❤❤❤


🍒🍒🍒🍒