Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Menikahi Prilly



Malam itu juga Mike menghubungi orang tuanya yang masih berada Prancis. Besok pagi mereka akan kembali ke London. Jadi pernikahan akan diadakan sore hari. Gaun pengantin juga dipesan mendadak dari desainer gaun pengantin yang yang cukup terkenal. Bahkan malam itu juga mereka mengukur tubuh Prilly untuk di buatkan gaun. Prilly menghubungi David, Adelia dan Anne untuk datang di pemberkatan pernikahan mereka besok.


Malam itu, Prilly dengan manja meminta Mike untuk tidur di kamarnya. Sandra tidak mengizinkannya dan berdebat dengan Prilly. Namun Mike meyakinkan Sandra, bahwa dalam sepuluh bulan, hubungan mereka tidak pernah terjadi hal-hal yang melanggar aturan. Barulah Sandra mengijinkan mereka untuk tidur di kamar Prilly. Mereka bercerita berbagai hal dan baru tertidur ketika hampir pagi.


Pagi harinya, Mike bangun pagi-pagi sekali dan bersama Sandra membuat sarapan. Sedangkan Prilly, memilih tetap menggulung tubuhnya di dalam selimut. Prilly adalah tipe orang yang akan merasa lemas jika jam tidurnya kurang. Jadi Mike membiarkan ia tidur sampai calon istrinya itu merasa jam tidurnya cukup. Sandra hanya mampu menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan putrinya yang tidak perduli bahkan ketika calon suaminya ada di rumahnya. Ia tetap tidur seperti itu. Dan mereka sarapan tanpa Prilly.


Jam sepuluh pagi, designer gaun pengantin mereka datang untuk melakukan fiting. Itu adalah pernikahan sederhana yang mendadak. Namun Mike memilihkan Prilly gaun terbaik dari designer termahal di London. Bahkan hanya untuk fiting mereka membawa tim yang berjumlah lusinan, Prilly yang baru bangun tidur mencoba gaun pengantinnya dengan roti di mulut dan di tangannya. Karena ia tak mampu menahan lapar di perutnya. Mike hanya terkekeh melihat calon istrinya yang kelakuannya tak jauh seperti awilliam. Mereka berdua sama-sama menggemaskan.


Tak lama berselang, kedua orang tua Mike datang ke mansion itu. Veronica, ibu Mike segera memeluk Sandra dan melepas kerinduan pada sahabatnya. Veronica juga memeluk calon menantunya yang nampak gugup bertemu orang tua Mike.


“Sayang, kau semakin cantik,” puji Veronika sambil menggenggam telapak tangan Prilly yang wajahnya bersemu merah tak mampu menyembunyikan kegugupannya. “Kau tidak perlu gugup seperti itu, ini bukan pertama kali kita bertemu bukan?” Memang benar, mereka mengenal sejak Prilly bayi. Walaupun jarang bertemu karena Veronica sibuk mengikuti suaminya bertugas berpindah-pindah negara.


“Aku tidak sabar untuk menggelar resepsi pernikahan kalian. Akan aku undang semua sahabatku dari seluruh dunia untuk memamerkan menantuku yang cantik ini.” Veronica rupanya tak sabar ingin memamerkan menantunya.


“Mommy kau terlalu berlebihan,” sahut Prilly sopan.


“Lalu kalian akan berbulan madu kemana?” tanya Veronica.


“Kami belum memikirkannya, Mommy,” jawab Prilly. Mereka memang belum sempat memikirkannya, karena pernikahan mendadak mereka.


Siang itu mereka berkumpul di rumah Prilly, bahkan ayah Lin Lin dan adiknya, Nuan Nuan juga di undang untuk perjamuan makan siang.


William sangat senang karena Nuan Nuan banyak membawakan mainan dan coklat. Ia sangat riang karena banyak orang dewasa menyayanginya.


“Kalian harus segera memberikan William adik, agar ia memiliki teman bermain,” kata Veronica


pada Prilly dan Mike.


“Sepertinya, aku akan memiliki tambahan dua cucu sekaligus tahun depan,” timpal Sandra.


“Tenang, Mommy. Kau tunggulah lounching cucu baru. Kami bekerja keras setiap malam.” Anthony mengedipkan sebelah matanya pada Lin Lin, istrinya yang langsung membuat wajah putihnya terbakar karena malu.


“Aku rindu anak-anak, rumah terasa sepi sejak Mike dewasa. Kalian ingatlah, jangan hanya mempunyai satu anak, ketika anak-anak kalian dewasa, kalian akan kesepian.” Veronica memberikan wejangan kepada para pemuda yang berada di ruangan itu.


“Apakah lima cukup?” bisik Mike pelan di telinga Prilly.


“Kau akan membuat badanku rusak. Kau saja yang hamil,” sungut Prilly manja.


“Kalau begitu, tiga lagi,” bisik Mike lagi.


“Itu masih terlalu banyak.”Prilly mencoba bernegosiasi.


“Aku yang akan mengurus, kau hamil dan melahirkan saja,” bisik Mike membuat Prilly mencubit dengan lembut paha calon suaminya dan tersipu malu karna ulah Mike.


Setelah selesai perjamuan makan siang itu mereka kemudian bersiap-siap menuju gereja untuk pemberkatan.


“Mommy cantik,” kata William ketika melihat mommynya memakai gaun pengantin.


“William sayang, Mommy akan menikah dengan Uncle Mike.” Prilly memberi tahu William berharap pria kecil itu mengerti maksud dengan menikah.


“Uncle Mike?” William menatap Mike dengan tatapan senang. Tampaknya ia mengerti.


“Apa kau ingin memanggil Uncle Mike dengan panggilan Daddy?” tanya Prilly.


“Daddy....” William mengatakan kata itu untuk pertama kali. Ia bahkan tidak pernah mau mengucapkan kata itu walaupun seribu kali Prilly mengajarinya saat ia belajar berbicara. Prilly sangat bahagia putranya bersedia mengucapkan kata itu.


“Sayang, apa kau bahagia?” tanya Mike. “Mulai sekarang, William memiliki dua Daddy, mengerti?” Mike tidak ingin serakah, William harus tetap tahu siapa ayah kandungnya.


Pria kecil itu mengangguk dan menciumi pipi Mike. Mike memeluk William dengan bahagia. Prilly hampir saja meneteskan air matanya, karena merasa kebahagiaannya sekarang terasa sempurna.


Pengambilan sumpah pernikahan berlangsung dengan sangat khidmat, mereka belum mengenakan cincin pernikahan, Prilly berniat mendesain cincin itu sendiri.


Bisa di bilang tamu undangan dalam acara itu hanya empat orang. Moses Sekretaris Mike, Anne, Adelia dan David. Selebihnya adalah keluarga Prilly, keluarga Mike dan juga keluarga Linlin. Mereka makan malam dan bercengkrama dengan hangat malam itu seolah-olah malam itu adalah malam paling bahagia dalam sepanjang hidup keluarga itu hingga terasa enggan untuk berpisah kembali ke kediaman masing masing.


“Istriku.” Mike terus saja menciumi punggung telapak tangan Prilly ketika mereka telah berada di kamar. Prilly memandangi wajah pria bermata biru di depannya dengan tatapan penuh kebahagiaan. Pria yang ia rindukan, ia idam-idamkan sejak ia berumur sepuluh tahun. Prilly berharap semua ini bukan mimpi, dan jika ini hanyalah mimpi, ia berharap tidak akan terbangun dari tidurnya.


“Sayang, maafkan aku tidak melamarmu dengan romantis seperti yang kau minta. Aku juga tidak melamarmu dengan berlian,” bisik Mike.


“Kau berhutang padaku, Hubby.” Prilly memajukan bibirnya manja.


“Bagaimana aku harus membayar hutangku? Katakanlah."


“Cintai aku seumur hidupmu, suamiku,” ujar manja Prilly.


"Itu kewajibanku. Meskipun aku tak berhutang padamu, aku pasti akan mencintaimu.” Mike memeluk Prilly dari belakang. “Lalu, dimana kita akan tinggal setelah ini? Kita tidak mungkin berlama-lama di mansion orang tuamu.”


“Dimanapun asal bersamamu, Hubby,” kata Prilly setengah mengerang karena Mike menciumi belakang lehernya.


“Kita akan tinggal di pent houseku yang terletak di jantung kota London. Lrivaci dan keamanan di sana sangat terjaga, kau tinggal ganti interior sesuai keinginanm," kata Mike seraya mengeratkan lengannya memeluk Prilly, mencondongkan tubuh tingginya dan mengabsen setiap inchi leher Prilly.


Prilly berbalik dan meraih bibir Mike, dengan senang hati Mike mmembalas kecupan itu yang kini berubah menjadi *******-******* disertai erangan-erangan kecil dari kedua insan yang dilanda cinta tersebut. Tangan Mike membelai punggung Prilly dan Prilly juga tidak melewatkan tangannya untuk mulai menyusup di antara rambut keemasan Mike.


Mike mengangkat tubuh kecil istrinya dan melingkarkan paha istrinya pada pinggangnya dan membawa istrinya ke atas ranjang. “Mike kita belum mandi,” kata Prilly ketika ciuman mereka terlepas.


“Kita bisa mandi nanti setelah berolahraga.” Mike menarik gaun Prilly dengan lembut.


Malam itu, Mike mencicipi seluruh tubuh istrinya yang telah lama ia dambakan. Dada istrinya yang begitu pas berada di telapak tangannya, tubuh kecilnya yang begitu pas berada di bawahnya dan sesuatu yang lembut saat ia memasukinya. Membuat keduanya terus saling bergumul seolah esok pagi tidak akan datang dan tidak ada hari lain.


Pagi hari setelahnya, mereka terbangun jam sembilan. Mike mengajak Prilly mandi sebelum sarapan. Istrinya perlu asupan tenaga setelah semalam suntuk mendesahkan namanya dan pagi itu mereka melakukan lagi di kamar mandi. Mike berkata akan cepat, namun kenyataannya olahraga pagi di kamar mandi memakan waktu cukup lama.


Prilly dan Mike menuruni anak tangga dan menuju dapur. Mereka tidak melihat seorang pun di rumah itu selain para pelayan yang ada di rumah. Semua pergi ke perusahaan untuk bekerja. sedangkan Sandra mengirim pesan bahwa ia membawa William ke perusahaan Federick agar tidak membuat drama yang menganggu pengantin baru.


Mike membuatkan Prilly sarapan yang langsung di lahap dengan cepat. Mike tersenyum melihat tingkah istrinya yang memang seperti anak kecil.


“Pelan-pelan, Sayang, kau bisa tersedak.” Mike memperingatkan Prilly.


“Aku lapar, setelah semalam suntuk kau siksa.”


“Benarkah istriku tersiksa? Sepertinya kau menikmatinya?”


“Kau menyiksaku,” jawab Prilly sambil memelototkan matanya.


“Benarkah? Itu belum seberapa karena itu yang pengalaman pertamaku. Mungkin malam ini akan lebih menyiksamu,” goda Mike.


“Kau akan membuat tubuhku hancur.”


“Bagaimana kalau di sini?” Mike mendekatkan tubuhnya dan mengecup bahu prilly


“Mike, ini di dapur.” Prilly takut ada pelayan yang melihat perbuatan suaminya.


“Kalau begitu, ayo ke kamar,” goda Mike lagi.


“Tidak ada jatahmu malam ini,” sungut Prilly.


“Aku akan menyelesaikan sendiri dengan tanganku.”


“Mesum.”


“Kau benar-benar membuatku lapar kembali, Sayangku.” Mike mengecup bibir Prilly yang terus menolaknya. Namun Mike mengangkat tubuh kecil Prilly, membawanya menaiki tangga menuju kamar mereka.


Di luar salju bulan Desember terus turun menutupi sebagian tanah di area mansion tersebut. Namun, di dalam kamar itu suasana panas menyelimuti ke dua insan yang dimabuk gairah asmara hingga peluh membasahi kulit keduanya.