
Sore hari di tempat tinggal Mike, tempat tinggalnya itu bukan sebuah pent house ataupun apartemen itu hanya sebuah rumah sederhana di sebuah kompleks perumahan yang tenang dan asri.
Mike memilih tinggal kompleks perumahan karena pertimbangan khusus, Sidney akan lebih mudah bersosialisasi dengan anak-anak kecil sebaya dengannya jika di kompleks perumahan, berbeda jika membawa Sidney tinggal di apartemen.
“Mike, sebaiknya kelinci itu kau kembalikan ke toko hewan atau kau donasikan saja.” Helena sedang melayangkan protesnya kepada Mike perihal kelinci yang mengganggu ketenangan di tempat tinggal mereka.
“Donasi?” Mike mengerutkan keningnya sambil menatap Helena dengan tatapan geli. Bagaimana mungkin ia mendonasikan seekor anak kelinci?
“Ya, donasikan saja ke kebun binatang, aku sangat terganggu. Sidney terus saja mengejar-ngejar kelinci itu dan aku tidak tega melihat kelinci itu tampaknya kelelahan.”
“Aku rasa kau yang tidak menyukai kelinci itu atau kau cemburu karena Sidney lebih memperhatikan kelinci daripada dirimu,” ucap Mike menggoda Helena.
Helena memutar bola matanya tampak enggan, kemudian terdengar ia menggerutu. “Kau terlalu memanjakannya.”
Mike hanya menyunggingkan senyum tipis sedangkan Helena berlalu meninggalkan Mike menuju ke dalam kamarnya. Sementara itu Mike melangkahkan kakinya menuju kamar putrinya di mana gadis kecil itu sedang menggambar di atas buku gambarnya.
“Apa yang mau gambar?”
Sidney mengalihkan perhatiannya dari buku gambarnya dan menatap ayahnya. “Daddy, kau kembali?” Ia tampak begitu riang melihat siapa yang berdiri tak jauh dari dirinya. “Aku sedang menggambar kelinci,” kata Sidney seraya menunjukkan gambar yang ada di atas kertas.
“Kudengar kau terlalu banyak bermain dengan kelinci dan kau membuat kelinci itu kelelahan.” Mike mengamati gambar hasil buatan tangan putrinya yang terlihat sama sekali tidak mirip dengan kelinci.
“Apa Helena yang mengatakannya padamu?”
“Tentu saja, siapa lagi,” kata Mike.
“Karena Helena tidak menyukai kelinci.”
“Kau seharusnya patuh kepada Helena dan juga kau tidak boleh membuat kelinci kelelahan, dia bisa mati.” Mike memberikan pengertian kepada putri kecilnya.
“Aku tidak memiliki teman bermain Daddy,” keluh Sidney, Mike mengerti apa yang dikeluhkan oleh putrinya itu karena pada faktanya memang tetangga mereka tidak ada yang sebaya dengan Sidney. Ada beberapa yang memiliki anak kecil tetapi anak itu terlalu kecil untuk berteman dengan Sidney dan ada beberapa bocah lelaki tetapi itu juga terlalu besar untuk dijadikan teman Sidney.
Mike mengusap sebelah alisnya karena sedikit bingung harus bagaimana menghadapi putrinya yang tampaknya kesepian.
“Daddy, kau tahu? Teman-temanku di sekolah memiliki adik, sedangkan aku tidak kenapa Daddy tidak membuatkan adik untukku? Aku ingin memiliki saudara.”
Mendengar permintaan Sydney membuat Mike tersenyum simpul. “Sayangku, kau memiliki banyak saudara.”
“Benarkah?” tatapan mata Sidney tampak begitu berbinar penuh dengan harapan.
Mike mengangguk.
“Kenapa mereka tidak pernah berkunjung?”
“Apa kau ingin mengunjungi mereka?”
“Kita akan bertemu mereka,” ucap Mike sambil membelai rambut di kepala putrinya.
“Kapan Daddy?” tatapan mata gres tampak tidak sabar.
“Secepatnya.”
“Apakah saat akhir pekan besok?” Sidney tampak semakin tidak sabar nanti momen di mana ia akan bertemu dengan saudara seperti yang dikatakan ayahnya bahwa ia memiliki saudara.
“Aku akan memilih waktu yang tepat.” Mike tidak mungkin menjanjikan kapan, ia sendiri tidak tahu pasti kapan drama kehidupan ini berakhir.
“Baiklah, sekarang kau pergi ke kamar Helena dan katakan kepadanya untuk membantuku memasak untuk kita makan malam.”
Gadis kecil itu mengangguk patuh, ia mengerjakan bulu matanya mengerjapkan matanya membuat bulu matanya yang panjang tampak seperti kupu-kupu yang bergerak. “Daddy, aku ingin pancake buatanmu.”
“Baiklah besok pagi akan membuatkan pancake kesukaanmu.”
“Oke, Daddy,” di situ mau lompat dari kursi tempatnya duduk dan meninggalkan Mike kemudian setengah berlari dengan kaki kecilnya Sidney melesat menuju kamar Helena.
Sementara Mike masuk ke dalam ruang kerjanya ia melonggarkan dasi yang mencekik lehernya sambil menghempaskan bokongnya di kursi kerjanya. Sydney memang mirip sekali dengan ibu kandungnya, tidak hanya wajah dan bola matanya, tetapi wajahnya juga mirip. Bahkan seleranya juga sama seperti Prilly, dia menyukai pancake dan pastinya menyukai semua masakan yang di yang dibuat oleh Mike.
Seharusnya Mike menyadari putrinya telah tertukar sejak di rumah sakit, sayangnya tidak satupun dari mereka menyadari kejadian itu hanya karena mata Grace biru seperti mata milik Leonel dan dirinya.
Mike sedikit mengingat-ingat tentang wajah Grace, walau bagaimana Grace adalah salah satu putrinya, putri keluarga Johanson. Tidak ada kata menyesal telah menyayangi Grace maupun merawat Grace tetapi di masa depan Grace harus tetap diberi tahu tentang kenyataan pahit tentang drama yang pasti akan menyakiti hatinya tetapi Mike berharap Grace bisa menerima kenyataan dan tetap berada di tengah keluarga Johanson.
Tetapi, seorang putri yang diculik dari kerajaannya akhirnya pasti akan kembali ke kerajaan yang seharusnya menjadi miliknya, sejauh apa pun ia dibuang tetaplah ia seorang putri. Ibarat berlian meskipun berada di dasar lumpur, tetaplah ia mulia dan tetaplah benda yang berharga.
Puncaknya adalah ketika Mike berniat pergi ke China, namun saat itu, Wilona menghubunginya, dan menceritakan semua, tentang Sidney, awalnya Mike tidak percaya akan tetapi hati kecilnya berkata Bagaimana jika yang dikatakan Wilona bukanlah omong kosong? Bagaimana jika Sidney benar-benar putrinya? Bagaimana jika Grace bukan Putri kandungnya? Mike lebih baik kehilangan proyek besarnya di China dibanding harus mempertaruhkan nyawa Putri kandungnya yang berada di tangan Wilona. Meskipun saat itu tidak ada kepastian kebenaran dari ucapan Wilona.
Mike mempertaruhkan semuanya di titik itu, life is a gambling....
Ketika tiba di Mexico, ia berjumpa dengan seorang gadis kecil yang sangat mirip dengan istrinya tentu saja tidak perlu membuktikan apa pun lagi Mike percaya Sidney adalah putrinya. Putri kandungnya. Malangnya lagi Sidney sedang menderita, gadis itu ternyata juga divonis mengalami sebuah penyakit yang mengharuskan Mike mendonorkan darahnya untuk putrinya, tidak hanya itu, Sidney juga memerlukan operasi sum-sum tulang belakang dan beruntungnya sum-sum tulang belakang mereka cocok.
Setelah mengubah haluan penerbangannya menuju Mexico, karena kabar pesawat yang seharusnya ditumpangi menuju China mengalami kecelakaan sekali lagi Mike mengambil sebuah keputusan yang sangat besar, memalsukan kematiannya. Karena ia tak bisa lagi membiarkan Sydney hidup ditangan Wilona.
Putrinya yang berharga, ia akan membesarkannya dan akan membawanya keluar dari cengkeraman tangan jahat Wilona pada saat yang tepat.
Pernikahan Alexander dan Prilly sama sekali tidak salah di mata Mike, tanpa pernikahan mereka, Mike mungkin masih harus berlumur dosa membantu bisnis haram milik Simon. Dan beruntungnya lagi bukan Wilona yang membesarkan Sidney, seorang gadis yang saat itu usianya baru saja menginjak dua puluh tahun tahun merawat Sydney dengan tulus. Meskipun di bawah tekanan Wilona ia tidak pernah memperlakukan Sidney dengan buruk. Mike tidak akan mempermasalahkan keterlibatan Helena di masa depan.
RATE BINTANG LIMA ⭐⭐⭐⭐⭐
VOTE POIN SEBANYAK-