Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Pria beriman



Setelah tiga hari, Prilly kembali menjalani aktifitasnya sebagai seorang CEO. Mike menugaskan dua orang bodyguard yang selalu sigap di sekitar Prilly. Mike takut Alexander kembali datang menganggu Prilly. Sebenarnya ittu berlebihan, menurut Prilly. Namun, Mike tidak mau mendengarkan istrinya. Bahkan sekarang kedua bodyguard Prilly tengah berdiri dengan tatapan dingin tak jauh dari pintu ruangan Prilly. Anne yang merasa risih dengan kehadiran mereka tak henti-hentinya mengomel dan mengeluh pada Prilly. Sedangkan Prilly hanya terkekeh meminta Anne mengabaikan saja.


David yang tahu Prilly kembali bekerja, segera mendatangi Prilly ke ruangannya Ia sempat terkekeh melihat dua pria berbadan kekar dengan seragam safari hitam berdiri di depan ruangan itu. Apalagi melihat tampang Anne yang kesal, ia semakin ingin mentertawakan penderitaan Anne.


“Jadi, Mona CEO kau tidak berbulan madu?” godanya.


“sepertinya aku akan memikirkannya,” jawab Prilly santai sambil membolak-balikkan kertas kertas di depannya.


“Apa kau berfikir akan meninggalkan perusahaan ini ketika kontrak kerjamu selesai?” David sangat serius dengan kata-katanya


“Entahlah, akan aku pikirkan nanti,” jawab Prilly sambil menghela nafas. “Di sini aku menemukan beberapa teman yang tidak pernah aku temukan di tempat lain.”


“Jadi kau tidak akan pergikan? Meskipun kini kau menjadi istri salah satu pria kaya di negara ini?”


“Walaupun aku bukan istri pria kaya, Aku tetap putri seorang milyarder di negara ini bukan?” kata Prilly. “Aku tetaplah seperti ini, meskipun aku sendiri yang kelak menjadi milyarder karena usahaku sendiri,” lanjut /rilly tenang.


“Sejujurnya, aku tidak memiliki kandidat yang aku rasa memenuhi standarku, jika kau meninggalkan perusahaan ini.” David berkata jujur


Prilly tersenyum santai, “Tenanglah, aku akan membantu temanku yang malang ini l, sampai kau mendapatkannya,” ejek Prilly pada David.


“Prilly, kau berkata seolah aku orang yang sanggat menyedihkan.”


“Kau memang pria yang menyedihkan, lebih baik kau traktir kami makan,” pinta Prilly.


“Apa suamimu tidak memberimu makan? Kau memintaku mentraktirmu dan teman-temanmu kau angkut semua,” keluh David.


“Cepat jawab, atau aku akan keluar bersama mereka dan kau akan makan sendirian dengan lebih menyedihkan,” ancam Prilly.


“Baiklah, baiklah, hubungi mereka.” Bavid tidak bisa menang setiap kali Prilly memintanya mentraktirnya bersama teman-temannya dan Prilly dengan cepat menyambar interkom untuk mengisntruksikan Anne agar bersiap dan mengajak Lin Lin serta Adelia untuk pergi makan siang.


“Gala dinner untuk natal di perusahaan nanti apa kau punya usul? Mungkin kau punya rekomendasi tempat yang bagus,” kata David di sela makan siang mereka.


“Anne, katakan pada departemen humas untuk mengirimkan proposal rencana gala diner natal, secepatnya padaku.”


“Baiklah, Prilly.”


“Aku akan datang,” kata Prilly.


“Benarkah?” David, Anne dan Adelia saaa berisiknya.


“Tentu saja, jika tidak bertabrakan dengan jadwal gala diner keluarga dan kalian yang masih sendiri apa kalian sudah memikirkan pasangan untuk kalian bawa?” tanya Prilly setengah meengejek David tentunya


“Pengantin baru akan pamer,” jawab David malas.


Lin lin tertawa kecil mendengar kelakuan adik iparnya yang sekarang sungguh berbeda dari Prilly yang ia kenal sepuluh bulan yang lalu. Cinta memang selalu sanggup merubah apapun.


“Anne, kau tidak pernah membawa kekasihmu. Padahal seingatku, kau memiliki kekasih bukan?” tanya Prilly.


“Lupakan, Prilly, ia lelaki ********,” sungut Anne.


“Bersabarlah, kau akan mendapatkan yang jauh lebih baik,” jawab Prilly. “Lalu adelia bagaimana denganmu?” tanya Prilly.


“Seperti yang kau lihat, aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku dan....“


“Bermain game,” Linlin membuka suaranya.


“Kalian sungguh menyedihkan,” ejek Prilly. “Kalian sepertinya perlu seorang agen cinta.”


“Aku mau.” Anne dan Adelia menyahut bersamaan.


“Aku tidak. Apa kalian sadar, ia hanya mempunyai tiga orang teman gadis dan satu orang teman berjenis kelamin pria? Lalu siapa lagi yang akan ia kenalkan pada kalian?” David bertanya dengan lugas sesuai fakta. “Aku hanya mempunyai dua pilihan, sedang kalian hanya memiliki aku, satu-satunya pilihan.” David mengangkat kedua bahunya bersamaan.


Anne dan Adelia saling berpandangan dan tertawa bersama menyadari mereka terjebak oleh Prilly.


Prilly menjalani hari-harinya bersama Mike dengan sangat bahagia. Sudah dua minggu mereka membina rumah tangga dan sekarang mereka menepati penthouse yang berada tepat di jantung Kota London. Sebenarnya penthouse itu tak jauh dari apartemen mereka sebelumnya. Namun keamanan dan kemewahannya jauh di atas standar.


Prilly membawa serta Maria dan seorang pengasuh William. Mereka mengubah satu kamar menjadi ruang kerja untuk mereka. Bahkan Mike menyediakan walk in closet khusus untuk Prilly, lengkap bersama dengan isinya dari berbagai brand-brand ternama. Semuanya sesuai dengan ukuran dan gaya Prilly yang chick namun tetap anggun dan tidak terlalu dewasa.


Prilly telah menyelesaikan desain perhiasan-perhiasan untuk luxury jawelry. Perhiasan yang didesain oleh Prilly akan di launching pertama kali pada pertengahan tahun depan dengan sistem pre order karena dibuat secara limited edition. Hanya sepuluh pieces setiap modelnya.


Untuk menghemat biaya, Prilly memutuskan untuk langsung menjadi model photoshoot untuk setiap perhiasan yang ia desain. Mike sebenarnya tidak mengijinkan, apa lagi untuk memamerkan perhiasan di leher atau telinganya, berarti Prilly harus mengekspose lehernya yang indah di depan kamera. Namun, Prilly tetap dengan keinginannya yang membuat Mike terpaksa mengiyakan keinginan istrinya dengan syarat Mike yang memilih konsep, gaun, tempat bahkan fotografer dan tim lainnya.


Karena tidak ingin Prilly menjalani photoshoot dengan pria lain, Mike menyewa jasa para potgrafer wanita yang mempunyai jam terbang tinggi. Ia juga tidak ingin ada satupun kru laki-laki dalam pemotretan tersebut, ia tidak rela keindahan istrinya dinikmati pria lain.


Prilly dengan patuh mengikuti semua keinginan Mike. Toh ia juga lebih leluasa jika harus bergaya di depan para wanita. Namun, siapa sangka sepanjang pemotretan, Mike bahkan hanya mengomel tidak mengijinkan pose-pose yang tertentu padahal pose itu masih tergolong wajar tidak sensual. Prilly memijat pelipisnya yang mulai berdenyut karna kecerewetan suaminya.


Prilly meminta para kru untuk istirahat sejenak, ia menarik pergelangan tangan suaminya dan membawanya suaminya masuk ke dalam kamarnya karena pemotretan itu di kerjakan di tempat tinggal mereka.


“Sepertinya kau butuh makan suamiku? Hmm,” bisik Prilly genit setelah mendudukkan Mike di sebuah sofa.


Prilly menciumi bibir Mike dengan lembut dan memberi makan suaminya yang kelaparan di sofa kamar mereka tanpa melepaskan gaun yang menempel di tubuhnya.


Mereka terengah-engah menikmati percintaan kilat mereka. Kemudian Mike merapikan gaun yang di kenakan istrinya dan mengaplikasikan lispstik di bibir istrinya.


“Terima kasih, Sayang. Kau sangat pengertian, I love you,” bisiknya sambil mengecupi kening istrinya.


“Kau cerewet sekali ketika lapar,” kekeh Prilly.


Mereka keluar dari kamar seolah-olah pasangan selingkuh yang telah mencari waktu untuk memadu kasih. Mereka melanjutkan season photo shoot dengan lancar tanpa gangguan lagi dari mulut cerewet Mike.


Seminggu kemudian, natal telah tiba. Seperti biasa, salju semakin tebal menutupi jalanan di kota itu. Ini adalah malam natal pertama bagi Prilly bersama putra dan suaminya yang harmonis. Ia benar-benar memiliki keluarga kecil yang rukun dan bahagia. William sangat bersuka cita karena ia satu-satunya anak kecil di antara seluruh keluarga yang berkumpul. Jadi William menerima banyak kado dari orang-orang yang menyayanginya.


Hari ini adalah tanggal dua puluh enam desember dan merupakan libur nasional di London. Prilly dan Mike menghabiskan waktu mereka dengan membawa William untuk berjalan-jalan melihat suasana natal di sepanjang Oxford Street dan kemudian menuju Winter Wonderland. William tentu saja sangat gembira dan tak henti-hentinya berceloteh karena ini pertama kalinya ia mengunjungi tempat ini. Memakan jajanan yang di jual di stand-stand dan melihat hal-hal baru. Pria kecil itu sangat menikmatinya dan akhirnya tertidur di pelukan Mike karena kelelahan. Dan mereka memutuskan untuk membawa pria kecil itu kembali ke penthouse mereka sebelum sore.


Sesampainya di penthouse mereka, Mike membaringkan William di kamarnya. Melepas jaket dan sepatunya, kemudian menutup tubuh mungil itu dengan selimut.


“Sepertinya aku harus bekerja keras setelah masa periodemu berlalu agar William segera mendapatkan adik,” bisik Mike sambil memeluk Prilly dari belakang. “Kapan itu berlalu?” tanya Mike.


“Ini baru tiga hari dan kamu sudah menanyakan lebih dari sepuluh kali. Astaga, qku tidak menyangka bagaimana kau melalui harimu sebelum beristri,” gerutu Prilly.


“Aku tidak pernah memikirkan hal itu dulu.”


“Dan sekarang kau hanya memikirkan hal itu?” tanya Prilly.


“Tentu saja, aku pria beristri sekarang. Istriku sangat cantik, mana mungkin aku melewatkannya.”


“Ya Tuhan, kau mesum sekali, Mike.” Prilly menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. Sepuluh bulan yang lalu, suaminya ini adalah pria yang sangat sabar dan beriman meskipun Prilly menggodanya.


Sekarang tidak lagi.