Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Kado dari Harry



Hari ini Alexander tiba di New York, Alexander menyelesaikan semua urusan urusannya di new York karena dia memang mempunyai jadwal untuk pertemuan dengan beberapa investor di sana dan juga tentunya karena ada masalah kebocoran dokumen rahasia yang disebabkan oleh Jovita ia harus sekaligus menyelesaikan masalah itu. Alexander seharusnya berada di New York untuk satu atau dua hari namun karena masalah yang disebabkan oleh Jovita, ia tidak bisa hanya sebentar di sana. Mungkin ia akan tinggal dua minggu, sedangkan Prilly dia mengurus perusahaan yang berada di London selama Alexander pergi ke New York. Alexander merasa sangat beruntung karena mempunyai istri yang sangat cerdas dan juga cekatan, ia bisa tenang meninggalkan perusahaan yang sedang kacau.


Sesampainya di New York Alexander segera menuju kantor anak cabang yang berada di sana, ia memiliki beberapa pertemuan di sana membahas beberapa proyek baru yang akan dijalankan dalam waktu 6 bulan yang akan datang. Setelah pertemuan selesai ia segera menemui Harry suami Sophia yang tak lain adalah sepupu Mike. Mereka terlibat dalam pembicaraan yang serius, bagaimana tidak perusahaan Alexander bisa mengalami kebocoran rahasia yang besar hanya karena ulah seorang Jovita, Alexander tahu kalau Jovita tidak hanya membocorkan satu proyek saja, ia mungkin bisa bangkrut dalam waktu hitungan detik jika Jovita melangkah terlalu jauh. Tetapi Alexander hanya mengatakan sedikit kebocoran kepada Prilly, ia tidak ingin istrinya terlalu pusing dan memikirkan hal-hal yang seharusnya tidak dipikirkan olehnya, bagi Alexander cukup dia yang bekerja keras Prilly tidak perlu istrinya itu cukup duduk diam dengan manis di rumah menikmati hasil kerjanya, ia tidak ingin tangan Prilly memegang pena untuk bekerja, tangannya yang lentik itu cukup untuk menggambar desain perhiasan sesuai keinginannya.


“Jadi mantan istrimu itu membocorkan rahasia perusahaan?” Harry menyesap kopi di depan yang berada di yang di depannya.


“Ya, begitulah. Semua manusia aku pikir sama ketika marah dan cemburu menguasai pikiran mereka pasti akan melakukan tindakan yang gegabah aku juga dulu pernah merasakan kecemburuan dan logikaku tidak bisa bekerja dengan baik,” kata Alexander.


“Kau bisa bicara bijaksana juga ya rupanya,” kata Harry sedikit terdengar mengejek.


“Jangan konyol kau juga pernah tergila-gila kepada seseorang hingga kehilangan akal sehat bukan?” Alexander tidak terima dengan ejekan Harry.


“Kita sama,” kata Harry.


“Ya tergila-gila kepada satu orang wanita di dunia ini benar-benar tidak masuk akal,” keluh Alexander.


“Baiklah, kita adalah dua pria yang tidak masuk akal. Jadi apa tujuan menemuiku? Kau pasti memiliki tujuan tertentu,” tanya hari ia ingat beberapa bulan yang lalu sebelum Alexander menikah dengan Prilly pria itu jauh-jauh dari London hanya untuk mengejar wanita mungil itu ia bahkan sengaja meminta bantuan hari hanya untuk membawa Prilly pergi ke club karena menurut Alexander hanya itu cara satu-satunya untuk menarik perhatian Prilly yang saat itu sedang patah hati karena kehilangan Mike.


“Aku ingin meminta bantuanmu sedikit kau tahu proyek yang seharusnya jadi milikku dicuri oleh mantan istriku yang dijual kepada sekutuku ironis bukan?”


“Kau menceraikannya saat ia sedang hamil, tentu saja dia tidak bisa berpikir dengan benar dia terbakar cemburu,” Harry memberikan pandangannya.


“Omong kosong omong kosong bayi yang dikandungnya bukan anakku." Alexander berkata dengan pelan, seperti berbisik.


“Kalau serius?” Harry tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


“Tentu saja aku serius,” jawab Alexander, iya mengerutkan keningnya.


“Jadi istrimu menyelingkuhimu di belakang punggungmu juga? Kau mengejar Prilly sedangkan istrimu di belakang punggungmu juga bermain dengan laki-laki lain oh sungguh, rumah tanggamu seperti drama Alex aku tidak percaya.” Harry tertawa mengejek.


“Bodoh, ketika itu Jovita mabuk, seseorang memanfaatkan situasi itu dan hingga detik ini dia tidak tahu bahwa dia pernah dinodai,” Alexander mulai bercerita.


“Kau tidak memberitahunya?” Harry mengerutkan keningnya.


“Awalnya aku tidak ingin memberitahunya karena bagaimanapun tindak pelecehan seksual itu sulit diterima bagi korbannya, tetapi setelah ia berbuat seperti ini aku harus memberitahunya, aku pikir aku harus menyelesaikan masalah proyek ini terlebih dahulu, proyek ini menyangkut seluruh tim yang telah bekerja keras selama 6 bulan siang dan malam aku tidak tega membiarkan mereka kecewa begitu saja. proyek ini hilang atas keteledoranku, aku meninggalkan laptopku dan di sana ada salinan berkas proyek, ini adalah murni kesalahanku yang lalai,” sesal Alexander.


“Kau sangat perfeksionis, apa pun yang kau lakukan harus sempurna kukira kau bukan manusia biasa ternyata kau bisa lengah juga,” ejek Harry.


“Sedari tadi kau hanya mengejekku,” keluh Alexander.


“Jadi kau meminta bantuan untuk melakukan apa di sini?”


“Aku perlu bertemu dengan perusahaan pengembang yang akan membangun proyek yang kami rancang, tetapi kau tahu? Pemimpinnya sangat sombong, aku tidak bisa menemuinya sekretarisku sudah berusaha menghubunginya tetapi mereka seolah-olah tidak ingin ditemui, bisakah kau membantuku aku yakin kau mengenalnya.”


“Hanya masalah itu oh Tuhan masalah kecil di New York siapa yang bisa menolakku,” jawab Harry dengan nada sombong.


Harry menyeringai mendengar ejekan Alexander. “Baiklah, aku mengerti semua yang kau perlukan di sini akan kau dapatkan dengan baik.”


“Aku akan membayarmu aku tidak suka berhutang.”


“Bodoh, aku tidak memerlukan uang mu.”


“Rumah tanggamu dan Prilly sepertinya sangat bahagia ya?” Tiba-tiba Harry berkata seperti itu.


“Ya, tentu saja kami sangat bahagia dia memberiku rumah yang hangat yang tidak pernah aku temukan selama ini, istri yang manis dan anak-anak yang lucu aku sudah menemukan kesempurnaan dalam hidupku,” kata Alexander dengan wajah yang berbinar.


“Bagaimana jika—“ Harry menggantungkan kalimatnya.


Alexander memandang Harry, Mata Alexander bahkan menyipit.


“jika—“ Harry menggantungkan kembali kalimatnya, “maksudnya—“


“Bicaralah yang jelas Harry, kau tidak perlu bertele-tele, kau seperti baru mengenalku kemarin saja kita sudah saling mengenal sejak kecil, kau sering merusak mainanku yang bodoh,” ucap Alexander seperti tidak sabar mendengar kalimat yang berulang kali digantungkan oleh Harry.


“Jika Mike kembali maksudku,” kata hari cepat.


Alexander terdiam sejenak, iya tampak menghela napasnya. “Jika Mike kembali ya? aku tidak tahu apa yang akan terjadi dan apa yang harus aku lakukan, aku tidak ingin kehilangan Prilly tapi jika kebahagiaan Prilly adalah Mike apa aku berhak merenggut kebahagiaannya? Aku tidak tahu harus bagaimana aku yang jelas sekarang aku hanya ingin menjadi suami yang baik untuknya, menjadi ayah yang baik untuk anak-anakku aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti aku tidak ingin memikirkannya.” Alexander menjawab pertanyaan Harry dengan nada getir.


Harry tersenyum, “kau benar-benar pria yang baik ya,” kata Harry seperti mengejek.


“Siapa bilang aku baik? Tetapi jika aku memaksakan kebahagiaanku sendiri sekali lagi aku yakin rumah tangga aku tidak akan selamat,” jawab Alexander sambil memegang dagunya.


“Baiklah karena kau sangat mencintai Prilly kali ini semua kesulitanmu aku akan membantu semua kesulitan selama kau dan aku akan membantu mereka menyelesaikannya bahkan jika proyek itu hilang dan kau tidak mendapatkannya lagi aku akan menggantikannya dengan yang lebih baik anggap saja ini semua kado untuk pernikahan kalian karena aku dan Sophia tidak bisa hadir di pernikahan kalian beberapa bulan yang lalu,” kata Harry, kali ini nadanya tidak mengejek tetapi terdengar sangat hangat.


“Kedengarnya manis sekali, kau tahu hanya dengan mendengar Sophia tidak bisa datang istriku mengerutkan keningnya begitu dalam,” kata Alexander mengingat Prilly yang kecewa ketika mendengar Sophia tidak bisa hadir di pernikahan mereka.


“Ya, wajar saja, mereka memang berteman akrab padahal dulu yang kudengar mereka saling membenci mungkin itu seperti itulah bentuk kasih sayang antara dua wanita.”


“Susah dimengerti,” kata Alexander.


“Dan jika istriku tahu kau berada di sini dan tidak bersama Prilly dia pasti juga akan ribut, berisik sekali," kata Harry, mereka berdua tertawa ringan membicarakan rumah tangga mereka juga istri mereka.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️❤️❤️


VOTE JIKA SAYANG AUTHOR ❤️❤️❤️


TERIMA KASIH ❤️❤️❤️❤️