
“Alex, jelaskan padaku.” Air mata Prilly telah membanjiri wajahnya.
Bukan hanya wajah Prilly yang telah banjir air mata, air mata Alexander juga telah mengalir di wajahnya.
“Alex, kau menyembunyikan ini dariku?” Suara Prilly terbata-bata bercampur isak tertahan. Sementara Alexander tidak menjawab pertanyaan istrinya.
Otak Prilly perlahan mulai merangkai semua kejadian yang menimpa dirinya sejak ia bertemu Morgan atau Mike yang ternyata masih hidup.
“Kalian membohongiku." kembali Prilly suaranya terdengar pelan, bercampur isak tangisnya.
Alexander membawa Prilly semakin mendekati sisi ranjang dan mendudukkannya di sebuah kursi. Sementara Sophia berdiri tak jauh dari mereka sambil menundukkan wajahnya, ia beberapa kali menyeka air matanya, ia ingin melarikan diri karena tak mampu menyaksikan kejadian yang sedang berlangsung di depan matanya. Sedangkan Mike yang berada di ranjang yang lain di dalam ruangan itu memejamkan matanya mendengarkan semua yang sedang terjadi.
Prilly perlahan mengulurkan tangannya untuk membelai wajah Sidney replika dirinya. “Alex, apakah aku memiliki tiga anak kembar?” Prilly justru mengira anaknya kembar tiga, dia sama sekali tidak mengira bahwa yang terjadi adalah putrinya telah ditukar.
Alexander tidak menjawab ia hanya mengusap rambut Prilly dengan gerakan yang sangat lembut dan penuh kasih sayang.
Prilly semakin terisak, tentu saja dadanya sangat sakit saat itu. Mike dan Alexander telah membohonginya, mungkin kedua pria itu sekarang menganggap dirinya seperti seorang badut, ia mungkin di anggap sebagai lelucon oleh dua orang pria dari keluarga Johanson.
Setelah beberapa menit memandangi wajah Sidney, Prilly dengan hati-hati mencium pipi gadis kecil yang masih tertidur pulas, Prilly mendongakkan wajahnya menatap Alexander dengan tatapan begitu memelas. “Jelaskan semua padaku,” ucapnya dengan suara meratap.
Bibir Alexander menyunggingkan senyum, ia mengangguk dan berkata. “Tenangkan dirimu, aku akan menjelaskan semua kepadamu nanti.”
“Aku tidak butuh nanti, aku ingin sekarang.” Prilly seperti biasa menatap Alexander dengan tatapan puppy eyes dan sukses membuat Alexander tidak mampu untuk menolak keinginannya.
Alexander menghela napasnya rasanya sangat berat dadanya terasa sakit melihat Prilly berlinang air mata Alexander benar-benar merasa bersalah, sepertinya hidup Prilly menjadi sulit karena harus hidup dengan dirinya, Prilly menjadi sasaran Wilona dan Simon hanya karena nama Johanson berada di belakang namanya. Kekayaan memang tidak menjamin kebahagiaan, kekayaan belum tentu membawa ketenangan. Alexander menolehkan kepalanya seolah meminta persetujuan kepada Mike. Tetapi. Alexander melihat mata Mike justru terpejam.
Alexander kembali menarik napasnya dalam-dalam, ia kemudian menggeser tempat duduk Prilly agar menghadap ke arahnya kemudian Alexander menekuk kakinya menjadikan lututnya untuk bertumpu.
Alexander menggenggam telapak tangan Prilly, matanya terus menatap mata Prilly yang berurat yang masih berurai air mata, “Grace bukan putri kita, Wilona menukarnya dengan Sidney.” Pelan Alexander menjelas mengucapkan kata demi kata agar Prilly mudah menyerap setiap kata yang ia ucapkan.
“Aku baru mengetahui semua saat kita kembali dari Arizona. Wilona dan Simon menginginkan keluarga kita hancur dan target mereka adalah kau dan Sidney.” Alexander menjelaskan dengan sangat hati-hati.
Dada Prilly semakin terasa tikam oleh ribuan belati. "Apa salahku kepada Wilona?” Ia nyaris menjerit tetapi enggak mengontrol suaranya, Prilly berasa begitu bodoh karena iya sama sekali tidak menyadari Putri yang besarkan bukanlah putri yang ia kandung dan ia lahirkan.
“Sayang, kau tidak salah keluarga Johanson salah membawamu terlalu jauh terseret ke dalam masalah kami.” Alexander menyeka air matanya sendiri menggunakan punggung telapak tangannya.
“Maafkan kami membawamu begitu jauh ke dalam masalah keluarga kami,” ucap Alexander lagi.
Prilly masih terisak, “bagaimana dengan Grace?”
“Grace tetap putri kita tidak akan ada yang berubah,” jawab Alexander sambil berusaha tersenyum.
“Bagaimana kelak menjelaskan kepada Grace?”
Prilly mengangguk.
Alexander kembali tersenyum sambil menatap Prilly tatapan matanya tampak menyiratkan kelegaan. “Apa kau ingin mendengarkan penjelasan dari Mike?”
Prilly balik menatap Alexander dengan tatapan seolah ia bertanya, ‘Apakah Alexander memperbolehkannya berbicara dengan Mike?’
Alexander mengedipkan matanya dan bibirnya masih menyunggingkan senyum, "berbicaralah berdua, aku akan menunggumu di luar.”
Prilly menggelengkan kepalanya, “bisakah kau tetap tinggal?” Dada Prilly terasa sakit mendengar Alexander ingin menunggunya di luar. Membayangkan dirinya akan dikembalikan kepada Mike seperti kesepakatan awal mereka.
“Tidak, Sayang.” Alexander mengusap wajah Prilly dengan gerakan lembut. “Kalian berbicaralah berdua, Aku akan menunggumu di luar. Setelah selesai temui aku di luar.”
Prilly akhirnya mengangguk setuju untuk berbicara berdua secara pribadi dengan Mike.
Alexander bangkit dari duduknya meninggalkan Prilly untuk berbicara berdua dengan Mike, Sophia mengikuti langkah kaki Alexander menuju pintu dan kedua orang itu menghilang di balik pintu.
Prilly bangkit dari duduknya, mendekati ranjang pasien di mana Mike terbaring.
Prilly berdiri di samping ranjang pasien, wajahnya tertunduk dalam. Sedangkan Mike yang sedari tadi memejamkan mata, menyadari seseorang mendekati ranjangnya, perlahan ia membuka matanya.
Hening, sangat hening, tidak ada yang bersuara, bahkan sepertinya kedua orang itu juga sangat hati-hati mengembuskan napas mereka. Mungkin jika ada jarum terjatuh ke lantai suaranya dapat terdengar jelas karena keheningan yang dalam.
“Apa wajah baruku begitu buruk?” Mike bertanya dengan nada sedikit bercanda, mencoba mencairkan suasana yang begitu beku.
“Kau selamat dari kecelakaan pesawat itu?” Prilly masih menundukkan kepalanya.
“Aku tidak pernah menaiki pesawat itu, semua hanya kebetulan,” jawab Mike.
SELAMAT SIANG TEMAN TEMAN SEMUA, NOVEL INI TAMAT YA HARI INI, SEMUA KONFLIK AKAN AKU USAHAKAN SELESAI HARI INI.
JIKA MASIH ADA YANG BELUM SELESAI MAKA AKAN AKU MASUKKAN SEBAGI BONUS CHAPTER.
DAN SETELAH INI AKAN ADA SQUEL DARI NOVEL INI, DENGAN JUDUL YANG BERBEDA SEPERTI MARRIED WITH PILOT.
UNTUK SQUEL DI TUNGGU NANTI AKAN MUNCUL YA, SAAT INI MASIH PROSES REVIEW.
JANGAN LUPA JEJAK KOMEN KALIAN DAN JANGAN LUPA TAP JEMPOL KALIAN ❤️🌸
FOLLOW AUTOR DI AKUN MANGATOON DAN BACA JUGA KARYA YANG LAIN 😘😘😘😘