Prilly'S Husband

Prilly'S Husband
Biji ketumbar



Bibir Anne menyunggingkan senyum tipis, namun sayangnya senyum itu justru sekilas terlihat sinis. dengan langkah kaki panjang menuju pintu keluar dan meraih gagang pintu bahkan ia sama sekali tidak menoleh lagi kepada David.


Tetapi David merasa telah cukup karena hampir empat tahun ia kehilangan gadisnya, dengan sigap ia memeluk Anne dari belakang mendekapnya erat-erat sementara Anne tentu saja meronta.


“David! Lepaskan!” kata Anne dengan nada ketus.


“Menikahlah denganku,” pinta David sekali lagi.


“Apa begini caramu melamar calon pengantinmu?” Anne bertanya dengan nada sinis.


Tetapi pertanyaan itu meski di lontarkan dengan nada sinis justru membuat hati David berbunga. “Jadi, kau calon pengantinku ya?” David menciumi tengkuk Anne.


“Aku tidak berkata bahwa aku menyetujui.” Anne masih saja terus keras kepala dan meronta.


Posisi mereka sekarang terlihat seperti orang yang sedang berkelahi. David melepaskan kungkungan lengannya dari tubuh Anne karena takut menyakiti gadis itu, dan tanpa berbicara apa pun Anne justru meraih gagang pintu dan melarikan diri dari tempat itu tanpa menoleh sedikit pun.


Sementara David mengacak-acak rambutnya karena frustrasi, tetapi bibirnya sedikit menyunggingkan senyum. Paling tidak ia telah memberitahukan semua yang selama ini ia pendam kepada Anne dan ia bertekad akan berusaha sedikit lagi untuk mendapatkan gadis itu.


***


Sementara di belahan bumi lain, di sudut kota Mexico di sebuah bangunan mewah yang tampak begitu megah di antara bangunan-bangunan yang tampak sederhana dan cenderung kumuh.


Simon marah besar kepada Wilona karena kekasihnya itu telah melepaskan Mike begitu saja, bahkan hingga detik ini itu pria itu tidak diketahui di mana keberadaannya.


“Kau memang bodoh! Dasar wanita idiot! Lihat semua gagasanmu tidak ada yang berhasil! Kau mengira dengan melepaskan pecundang itu ia akan mengobrak-abrik rumah tangga Alexander atau perusahaan Alexander? Lihat dia tidak berbuat apa-apa! Ia bahkan lenyap bagai di telan bumi!” cerca Simon sambil mencengkeram rahang Wilona, matanya tampak merah melotot galak.


“Bagaimana jika ia meminta tolong kepada Harry? Kau benar-benar memiliki otak kecil ya? Dasar ja**Ng!” makinya.


Wilona terdiam ia menyadari sepertinya trik itu memang benar tidak berhasil, ia salah melepaskan Mike.


“Kau benar-benar tidak memperhitungkan tindakanmu, kau mengambil keputusan tanpa menggunakan logika!” Simon melepaskan cengkeramannya di rahang Wilona dengan kasar.


“Bagaimana jika kita mencarinya?” tanya Wilona dengan nada dingin, dengan semua perlakuan kasar Simon ia sama sekali tidak tampak takut kepada pria itu, meski wajah Simon sangat mengerikan karena terbakar amarah meski kilatan mata Simon seperti nyala api neraka, Wilona sepertinya tidak ampul pusing.


Wilona dengan santai meregangkan tubuhnya, lalu mengambil sebatang rokok, membakar ujungnya lalu menghisapnya, menikmati tembakaunya dalam-dalam. “Data perusahaan yang dicuri oleh Mike sangat banyak seharusnya kau bisa mempergunakan itu untuk mengamati kelemahan-kelemahan perusahaan pesaingmu, kau seharusnya belajar bukan mengandalkannya seumur hidup,” kata Wilona dengan nada acuh namun terdengar sangat tajam.


Sepertinya selama ini mereka terlalu memandang remeh Mike, kemampuan keturunan keluarga Johanson tidak bisa dipandang remeh.


Simon menggebrak meja karena emosinya makin membuncah. “Seharusnya kita tidak melepaskan Sidney! Seharusnya gadis kecil itu masih berguna untuk kita!”


Wilona memandangi wajah Simon dengan tatapan jijik, pria itu hanya bisa mengomel dan mengomel.


“Kenapa tidak kita culik saja satu anak Mike yang lelaki? Dia adalah satu-satunya keturunan pria harganya pasti lebih berharga, dia pasti akan mengorbankan dirinya lagi untuk menyelamatkan bocah itu,” kata Wilona dengan nada enteng.


Mendengar ucapan Wilona yang terdengar enteng Simon menendang bangku kayu yang berada di dekat kakinya hingga bangku itu terjungkal.


“Jangan berbicara omong kosong! Untuk keluar dari London bukan hal yang mudah apalagi membawa seorang anak berusia enam tahun! Kita memerlukan dokumen! Di mana kau letakkan otakmu ja**Ng?!” Simon kembali tersulut amarah karena Wilona, sementara Wilona tetap asyik menikmati tembakaunya.


Wilona tampak berpikir sebentar perkataan Simon ada benarnya.


‘Otak Simon ternyata tidak sekecil biji ketumbar, ya?’ batin Wilona.


“Kalau begitu kita pancing saja mereka datang di hari pernikahan kita dua bulan lagi bagaimana?” Wilona memanjakan suaranya.


“Apa kau pikir mereka akan masuk ke dalam jebakan kita? Target awal kita adalah Prilly, tetapi sampai detik ini wanita itu masih berkeliaran hidup dengan bebas dan bahagia, semua benar-benar tidak ada yang bisa diandalkan!” tandas Simon semakin terdengar gusar.


Memang benar, sejak mereka menargetkan Prilly hingga sekarang tidak ada yang mampu menyentuhnya, apalagi sekarang wanita itu diketahui memiliki pengawal yang terlatih. Pengawal yang di sewa Alexander bukan pengawal biasa, pengawal itu mantan ajudan pribadi presiden Rusia yang tentu sangat terlatih, bukan hanya keterampilan bela dirinya, ketangkasan, kewaspadaan dan pria itu juga penembak jitu.


Entah berapa dana yang dikucurkan Alexander hanya untuk membayar satu orang pengawal. Yang jelas hanya satu pengawal saja membuat orang-orang Simon yang ia kerahkan benar-benar tidak mampu menjangkau Prilly.


TAP JEMPOL KALIAN ❤️❤️❤️


RATE BINTANG LIMA ⭐⭐⭐⭐⭐


VOTE POIN SEBANYAK-BANYAKNYA ❤️❤️❤️❤️


JANGAN LUPA JEJAK KOMENTAR KALIAN ❤️❤️❤️❤️


TERIMA KASIH ❤️❤️❤️❤️