
Alexander sedang menyuapi Grace buah potong menggunakan garpu, gadis kecil itu duduk di pangkuan Alexander tak jauh dari Prilly yang duduk di sofa menonton acara kartun bersama William dan Leonel di depan televisi, sedikit bosan, Prilly merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil membaca novel yang baru ia beli beberapa hari yang lalu, novel itu berjudul Found Love on Kyoto karya Cherry Blossom. Air mata Prilly berderai terbawa alur cerita yang menyayat hatinya.
“Mommy, kau menangis?” tanya William, anak kecil itu terkejut melihat derai air mata ibunya.
“Tidak, mommy tidak menangis.” Prilly buru-buru menyeka air matanya.
“Mommy apa kau juga ingin buah?” tanya Grace yang tiba-tiba mendekat pada Prilly sambil mengerjap-erjapkan matanya.
“Mommy tidak.” Belum selesai Prilly menjawab pertanyaan Grace sepotong buah telah menyentuh di bibirnya, terpaksa Prilly membuka mulutnya lalu mengunyah buah potong yang Alexander berikan, tanpa ia sadari wajahnya tampak merona.
Alexander tersenyum licik melihat rona di wajah Prilly.
“Daddy, ayo beri mommy buah lagi agar mommy tidak menangis,” kata Grace.
Nyaris tersedak buah yang sedang ia telan Prilly menutup novel di tangannya dan meletakannya di sofa, ia bangkit dari duduknya berjalan menuju ruang makan dan mengambil air minum, lalu meminum air hingga tandas, kemudian berlari ke kamarnya, tangannya memegangi ponsel dan mulai jemarinya mulai menari di atas layar ponsel miliknya. Tidak lama kemudian Prilly memasuki walk in closet dan mengganti pakaian rumahannya dengan celana jeans dan t-shirt sederhana lalu mengaplikasikan sedikit make up di wajahnya.
Ia menuruni tangga, sambil memegangi tas di tangannya. “Anak-anak mommy ada urusan sebentar, kalian jadilah anak yang baik bersama daddy di rumah.” Prilly mengecup pipi William dan Leonel. Sementara Grace yang berada di pangkuan Alexander tampak berkonsentrasi menatap televisi dan tidak mempedulikan ibunya.
Alexander hanya melirik Prilly dengan ekor matanya dan membiarkan mantan istrinya pergi menghilang di balik pintu.
Prilly memasuki ruangan bioskop bersama Anne, mereka berdua duduk menonton film sambil memakan popocorn, Anne sengaja memilih film komedi karena khawatir Prilly akan menangis jika ia memilih film bergenre action maupun romantis, Film bergenre action romantis mungkin saja bisa mengingatkan dirinya pada Mike karena pria itu terkenal dengan karyanya yang bergenre action romantis.
Tetapi, pada faktanya Prilly justru lebih banyak melamun, terkadang pandangannya kosong dan tak lama ia tertidur hingga pemutaran film berakhir.vAnne menghela napasnya sambil ekor matanya melirik prilly yang tidur dengan nyaman di kursi sambil memeluk selimutnya
Anne mengguncang perlahan bahu Prilly. “Prilly, film telah berakhir.”
Prilly membuka matanya, ia tampak malas mengerjapkan matanya sambil menguap. "Anne ayo kita makan dan berbelanja,” gumannya.
“Ayo,” jawab Anne.
“Kau banyak melamun hari ini,” kata Anne, mereka berdua telah duduk di restoran sambil menyantap makanan mereka.
Prilly tidak merespon apa yang Anne katakan, ia mengunyah makanannya dengan lahap.
"Kau sepertinya lelah sekali hari ini."
“Anne, aku...."
“Meninggalkan anak-anak pergi menonton?” Suara baritone itu mengejutkan Prilly juga Anne, Alexander berdiri tepat di belakang Prilly sambil kedua tangannya memegangi Grace yang mengalungkan lengan kecilnya di leher Alexander.
Anne menyeringai melihat Alexander yang berdiri di belakang Prilly, di mata Anne Alexander begitu gigih pada Prilly, dan Anne justru bahagia setiap kali di suguhi pemandangan Alexander mendekati Prilly.
“Mommy, ayo kita pulang, Leonel menunggumu di mobil, William juga,” seru Grace.
Prilly memutar matanya sambil mendengus, ia mengatur nafasnya dan segera mengubah ekspresi wajahnya, bibirnya menyunggingkan senyum manis, kemudian bangkit dari duduknya dan membalikkan tubuhnya.
“Grace sayang, kalian menyusul Mommy?” tanya Rilly dengan nada seolah-olah ia sangat senang di susul oleh anak-anaknya.
“Grace, kau berat,” keluh Prilly, anak gadisnya memang agak terlalu berisi. “Baik sayang, malam ini kau tidur dengan mommy.”
“Grace, ayo ikut Daddy, mommymu keberatan menggendongmu,” kata Alexander sambil mengambil Grace dari tangan Prilly, “Anne bayar makanan kalian.” Alexander mengulurkan dompetnya kepada Anne.
Prilly melotot kesal pada Alexander. ‘Untuk apa ia menyusulku?!’ batinnya kesal.
Alexander menanggapi tatapan mata Prilly dengan santai, jemarinya dengan alami menyelipkan anak anak rambut milik Grace ke belakang telinganya, kemudian Alexander dan Grace saling gercakap-cakap selayaknya ayah dan anak gadisnya.
“Mommy, tadi kami bermain di sana menunggu mommy menonton bersama aunty Anne,” tujuk Grace ketika mereka melewati sebuah arena permainan anak-anak.
“Oh ya? Kau menyukainya?”
“Mommy aku ingin bermain lagi.” Grace merengek dengan gaya manjanya.
“Tidak hari ini, sayang,” bujuk Prilly.
"Daddy, kapan kita bermain di sini lagi?" gadis kecil itu sedang berusaha merayu Alexander.
"Bagaimana jika minggu depan?"
"Kau janji?"
"Aku berjanji."
"Apa mommy Jovi juga ikut? pasti akan menyenangkan," tanya Grace.
"Mmmmm, akan ku tanyakan nanti pada mommy Jovi." Alexander menjawab.
Prilly menyerahkan kunci mobil miliknya kepada Harun yang dimperintahkan Alexander membawa kembali mobil milik Prilly, William dan Leonel segera bersorak kegirangan ketika melihat Prilly datang dan duduk di bangku samping kemudi.
Maybach hitam itu melaju dengan mulus membelah jalanan kota London, ketiga anak Prilly duduk di belakang sambil sesekali mereka berdebat dan berebut mainan, Grace sesekali merengek karena Leonel menggodanya tetapi William selalu membela Grace, mereka sangat berisik membuat Prilly sesekali menekan pelipisnya.
“Sempurna.” Alexander berguman sambil ekor matanya melirik mantan istrinya.
Mendengar kata yang diucapkan mantan suaminya, sontak Prilly memalingkan wajahnya ke sebelah kanan memandangi jalanan melalui kaca mobil.
'Ya, sempurna jika kau tidak menghianatiku dulu tapi sayang, di hatiku selamanya hanya ada Mike.' Prilly mencibir Alexander di dalam hatinya.
Saat ini yang Prilly rasakan hanya canggung dan kesal karena mantan suaminya terus berada di mansionnya.
SELAMAT SORE 😚😘
JANGAN LUPA TAP JEMPOL KALIAN 😙😙😙