
TAP JEMPOL KALIAN TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA PLIS!
“Selamat siang, Nona Anne,” sala David dengan seringai menggoda Anne.
Wajah Anne sontak masam, ia sedikit menyipitkan kedua matanya lalu menyahut, “Selamat siang, Mr. Brown.”
“Jadi kau datang sendiri tanpa kekasihmu itu?” David menaikkan sebelah alisnya.
Anne diam-diam menghela napasnya dengan kasar. David memang selam ini selalu menuduhnya berhubungan dengan Harun padahal faktanya tidak ada apa pun antara Anne dan Harun. Hubungannya dengan Harun benar-benar murni hubungan antara atasan dan bawahan, tidak lebih. Ini bukan pertama kali ia bertemu David dan mendapat tuduhan yang di lontarkan dengan nada yang terdengar seperti mengejek.
Sedikit mengangkat dagunya, Anne menjawab tuduhan David dengan ketus. “Kekasihku sedang menghadiri pergi....” Anne tidak melanjutkan kalimatnya karena ia tidak yakin apakah David tahu keberadaan Mike atau tidak.
“Menghadiri pernikahan Mike?” David sedikit memiringkan kepalanya, bibirnya mengulas sedikit senyuman yang menurut Anne sangat menjengkelkan. “Jangan khawatir, aku pengacara Johanson Group. Aku bisa di percaya.”
“Maaf, Mr. Brown. Sebaiknya kita mulai apa yang harus saya sampaikan. Saya datang untuk menyampaikan dokumen ini,” kata Anne langsung kepada pokok ini tujuannya datang menemui David.
David bersedekap, ia menyandar bahu dan punggungnya di kursinya sambil memandangi Anne yang secang memeriksa kelengkapan berkas yang akan di berikan kepada David. “Bisakah membuatkan aku kopi?” tanya David tiba-tiba.
Anne menghentikan gerakan tangannya, perlahan ia mendongakkan kepalanya menatap David dengan tatapan jengkel. Bagaimana mungkin pria di depannya tanpa tahu malu meminta tamunya membuatkan kopi. “Apa Anda tahu saya datang sebagai apa?”
David seolah mengunci tatapan mata Anne. “Aku ingin meminum kopi buatanmu,” jawab David.
Bibir Anne melengkung membentuk senyuman sinis. “Sayangnya saya tidak bersedia membuatkan kopi,” ucap Anne tak kalah sinis dengan senyum di bibirnya.
“Untuk sekali ini saja,” pinta David. Nadanya begitu halus seolah memohon dengan sangat.
Anne mendengus. Mau tidak mau ia bangkit dari duduknya menuju tempat di mana dulu membuatkan kopi untuk David. Perlahan ia meraih sebuah cangkir. Semua letak cangkir dan peralatan yang biasa ia gunakan dulu masih sama, nyaris tidak ada perubahan yang berarti. David, pria itu bukan hanya keras kepala tetapi juga sangat cerewet dalam hal kerapian dan kebersihan.
Mata Anne tertuju kepada sebuah cangkir bergambar Mickey mouse. Itu adalah cangkir miliknya. Masih terlihat bagus dan terawat seperti dulu meski bertahun-tahun tidak di gunakan. Mendadak jantungnya terasa di remas, entah perasaan apa yang menghampirinya. Gulungan-gulungan bayangan masa lalunya bersama David terasa memenuhi otaknya yang tiba-tiba terasa mengecil.
“Aku meminta office boy untuk membersihkan cangkir milikmu, aku yakin suatu saat kau akan menggunakannya kembali, di sini.” Suara itu membuyarkan lamunan Anne.
“Saya tidak membutuhkannya lagi, sebaiknya di buang saja,” jawab Anne setelah ia menguasai keterkejutannya karena David ternyata berada di belakangnya. Lebih parahnya lagi pria itu mengalungkan lengannya dengan posesif di pinggangnya.
“Aku merindukanmu,” bisik David di telinga Anne.
“Biarkan aku memelukmu sebentar saja,” pinta David dengan suara pelan.
Anne menajamkan matanya sebentar, ia menghela napasnya dalam-dalam, membiarkan David memeluknya dengan erat dari belakang hingga beberapa menit akhirnya mereka lalui dalam kebisuan dan David melepaskan pelukannya.
Setelah David kembali duduk di kursinya, Anne mulai membuatkan kopi untuk David, dua sendok kopi hitam satu sendok gula. Ia masih mengingat selera David dengan baik. Setelah mengaduknya dengan benar, Anne membawa kopi ke meja David menghidangkannya dengan benar tanpa bersuara. Saat hendak menjauh dari meja David lagi-lagi tangannya di tarik oleh David hingga tubuhnya akhirnya terduduk di pangkuan David dan dengan sigap David mengurungnya di dalam dekapannya. Memeluknya erat tanpa mengatakan apa pun, Anne menyerah. Ia tidak memiliki tenaga untuk melawan. Toh, meskipun ia melawan hasilnya pasti sia-sia, tenaganya pasti tidak sebanding dengan tenaga David. Pria keras kepala itu pasti memaksanya kehendaknya.
***
“Mommy, kapan Alexa akan membesar sebesar aku?” tanya Grace sambil menatap Alexa yang tampak dengan damai tertidur di dalam ranjang bayi. Sesekali lidah kecilnya menjilati bibir mungilnya membuat siapa pun yang menyaksikannya merasa gemas.
“Itu masih lama, sayangku,” jawab Prilly sambil memperbaiki letak pita di ujung kepang rambut Grace.
“Aku ingin Alexa segera membesar, aku ingin segera memilik teman bermain,” ucap Grace. Nada bicaranya terdengar seperti sedang mengeluh.
“Teman bermain?” tanya Prilly, alisnya sedikit berkerut.
“Ya, aku bosan bermain dengan Leonel. Kau tahu Mom? Leonel selalu berbuat curang kepadaku,” keluh Grace mengadukan kenakalan Leonel yang terus menerus ia terima.
Prilly tersenyum. Ia telah terbiasa mendengar Grace mengadu seperti ini, bagaimanpun juga mereka memang bukan saudara kembar sedarah. Tidak ada kemiripan sifat di antara mereka itu wajar. “Apa yang Leonel perbuat?”
“Leonel menyembunyikan bukuku... hari ini. Di sekolah,” jawab Grace dengan nada kesal.
Prilly memberikan kode kepada Grace untuk duduk di pangkuannya dengan posisi menghadap ke arahnya. “Kau harus melawan jika Leonel menggertakmu, sayangku,” ucapnya terdengar lembut.
“Mom, nanti jika masuk sekolah menengah pertama aku tidak ingin satu sekolahan dengan Leonel, bisakah?” Grace mengerjapkan kedua matanya yang berwarna biru. Mata yang sama seperti Leonel dan Mike tetapi faktanya mata itu sama sekali bukan milik keluarga Johanson.
“Baiklah, saat dewasa nanti kau pilih apa saja yang kau suka.” Prilly meletakkan telapak tangannya di atas kepala Grace kemudian mengacak-acak dengan gerakan lembut rambut Grace. “Bagaimana dengan Willy? Apa kau menyukainya?”
“Mom, Willy terbaik. Aku akan menjadi pengantinnya kelak,” jawab Grace membuat Prilly tersenyum. Prilly yakin, Grace tidak mengerti apa yang di ucapkannya, tetapi ide Grace boleh juga sepertinya.
TAP JEMPOL KALIAN DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KOMENTAR ❤❤❤❤