Gorgeous Jewel

Gorgeous Jewel
Bab III Chapter 97



"Apakah kau yakin tetap ingin mencarinya?" Tanya Fee.


"Ya." Balas singkat Alice dengan wajah serius.


"Bagaimana dengan identitasnya. Ku pikir kau harus tahu tentang siapa sebenarnya putrimu itu."


"Kau tidak perlu mengatakannya padaku. Sejak dia menganggap ku sebagai ibunya dan aku menerimanya. Aku tidak peduli siapapun dirinya. Bagaimanapun dia tetaplah Echidna, putri ku." Jelas Alice menekankan pendiriannya.


Saat ini keduanya tengah berada di langit, tepatnya dengan menggunakan pedang terbang Alice, keduanya menuju tempat dimana seharusnya Echidna berada.


Setelah membawa para tawanan budak Cecilion ke kota Arkham. Rose sempat menahan Alice dan sebelumnya telah menanyakan hal yang sama. Sebagai pemilik Eye Of Truth, kemampuan itu membuat Rose mengenali jati diri Echidna yang sesungguhnya.


Alice mengangkat telapak tangannya ke hadapan Rose, ia menggelengkan kepalanya dan menolak perihal Rose yang ingin memberitahukan tentang siapa sebenarnya Echidna itu.


Bukannya Alice menolak, namun Alice telah lebih dulu menyadari fakta bahwa kekuatan putrinya melebihi siapapun dari yang pernah ia temui. Saat ia melihat apa yang terjadi melalui ingatan Cecilion, Alice sudah bisa menduga-duga tentang identitas sesungguhnya Echidna. Kebenaran tentang putrinya selama ini adalah ras naga tidak akan membuat ia mengurungkan niatnya untuk tetap membawa kembali Echidna ke sisinya.


Selagi Fee bersemayam dalam bayangan Alice, pedang terbang yang Alice gunakan melesat dengan cepat menuju tempat dimana para naga tinggal. Pegunungan Drakelight dengan puncak yang tinggi dan suhu yang rendah. Tempat itu menjadi sebuah pembatas antara tanah para Elf dan Dwarf dari daratan bagi para ras deemon.


~


"Bagaimana keadaan Yang Mulia?" Tanya seorang pria dengan penampilan humanoid yang bertubuh manusia namun dengan ekor dan sisik serta beberapa bagian dari ras naga.


"Keadaannya sudah lebih baik. Kami telah berusaha sekuat mungkin untuk melenyapkan segel dari Sang Pahlawan dan sepertinya kesadaran Yang Mulia akan segera kembali." Jawab salah seorang tetua dari ras naga.


Pria itu bernafas lega, setelah menunggu tiga hari. Akhirnya ia melihat adanya titik terang dan sebentar lagi dengan kedatangan wanita itu, ras naga akan kembali untuk menunjukkan kekuatannya pada dunia.


"Tapi ada sebuah kejanggalan yang sulit kami atasi."


Nafas pria itu tertahan ketika kakek tua itu melanjutkan kalimatnya.


"Kejanggalan apa itu?" ia mengerutkan dahinya.


"Kekuatan Yang Mulia berangsur pulih namun berbeda dengan kondisi tubuhnya yang tampak seperti gadis kecil. Walau kami telah bersusah payah untuk menghilangkan hal janggal itu, tapi sihir kami tetap tidak berefek padanya. Kami merasa kalau kejanggalan itu telah menyatu dengan tubuh Yang Mulia." Jelasnya lalu para tetua itu undur diri.


Setelah berhari-hari melakukan pemurnian pada Echidna untuk melepaskan segel yang pernah Pahlawan tanamkan padanya. Para tetua dari ras naga itu akhirnya bisa berisitirahat. Segel Pahlawan ratusan tahun itu memakan banyak energi Mana. Seandainya bukan karena sesuatu yang janggal itu yang merusaknya, maka mereka akan kesulitan untuk menghancurkan segel itu.


Malzar Volge, nama dari pria itu. Saat ini dia adalah pemimpin dari ras naga. Malzar berbalik dan menatap sebentar pintu ruangan itu dimana Echidna berisitirahat, lalu ia pergi.


Keesokan harinya, Kyrant, anak dari Malzar telah kembali dari benua Arkham. Karena sihir Cecilion telah melemah, Kyrant akhirnya berhasil lepas dan pulang ke tanahnya.


"Masuklah." Suara yang dingin dan datar terdengar dari dalam ruangan dimana Echidna berisitirahat.


Seorang penjaga yang berdiri di luar saling melirik sebelum memutuskan salah satu dari mereka untuk masuk ke dalam.


Echidna telah bangun. Ya, ingatan dan kekuatannya telah kembali. Setelah menerka-nerka akan lingkungannya saat ini, ia melihat prajurit di hadapannya yang menggigil ketakutan.


"Siapa pemimpin kalian?" Tanya Echidna.


Seperti angin dingin yang berhembus pelan ke dalam telinganya, prajurit itu menjadi lebih gugup untuk menjawab. "B-beliau adalah Tuan Malzar Volge."


Echidna meletakkan tangannya di bawa dagunya sambil mengingat-ingat nama itu. "Volge...? Hmm... aku tidak tahu siapa dia. Panggil dia kemari."


"Ba-baik Yang Mulia." Prajurit itu segera keluar. Ia bersyukur karena tidak terlalu lama di dalam kamar itu.


Sembari menunggu beberapa saat, Echidna mengingat-ingat apa yang terjadi padanya selama ini. Ia sedikit heran karena tubuhnya yang serupa dengan gadis kecil.


"Aku bisa menggunakan manifestasi Mana untuk menutupi hal ini." Dan begitulah ia berubah ke bentuk semula dirinya sebagaimana ratusan tahun yang lalu sebelum ia disegel.


Echidna melirik ke dadanya. Ia memegangi sisi kiri dadanya dan merasakan ada sesuatu yang kurang. Jantungnya berdegup normal tapi perasaan seperti ada yang ia lupakan itu membuatnya sedikit terganggu. Karena tidak tahu apa itu, Echidna bersikap acuh dan mencoba untuk tidak begitu peduli. Baginya saat ini adalah dendam dan kebencian yang harus dibalas.


Setelah beberapa saat. Malzar dan Kyrant memasuki kamar Echidna. Sepasang mata mereka terbuka lebar melihat wanita cantik jelita yang duduk di atas sisi ranjang itu.


Rambut hitam yang gelap dengan mata berwarna merah darah, tatapan tajam serta aura yang mendominasi itu terpancar jelas walaupun dia hanya duduk dengan santai.


"Apakah ini juga bagian dari kejanggalan itu?" Berbeda dengan tubuh humanoid ras naga pada umumnya. Penampilan Echidna lebih terlihat seperti manusia.


Malzar dan Kyrant segera berlutut di hadapan Echidna.


"Saya senang Yang Mulia akhirnya sadar." Kata Malzar.


Echidna tidak berkata-kata. Ia berdiri dari ranjang dan berjalan mendekati keduanya.


"Katakan padaku, bagaimana keadaan ras naga saat ini?"


"Saat ini kami..." Malzar tak bisa memikirkan jawaban yang benar. Kesampingkan kekuatan mereka yang besar. Mereka berada di atas puncak gunung yang sulit di daki dan seolah menutup diri, mereka tidak melakukan apapun selama ini selain dari menjaga kestabilan ras mereka.


"Maafkan Kami Yang Mulia. Semenjak kami kehilangan Anda, kami hanya bisa menjaga ras naga agar tetap kukuh." Jelas Kyrant menggantikan Malzar.


Echidna melirik ke samping dengan tajam. Ia melangkah dan berdiri di depan Kyrant. "Aku tidak bertanya padamu. Sekali lagi kau lancang dan kau akan mati." Katanya dengan tegas.


"Ma-maafkan saya Yang Mulia."


"Kumpulkan para naga. Setelah sekian lama aku tertidur dalam segel Pahlawan itu. Sudah waktunya kita bangkit dan menunjukkan pada dunia. Heh, terutama untuk para hyuman bodoh itu. Hama kecil yang sudah mempermalukan ku." Dengan seringai di wajahnya, Echidna berjalan keluar dari kamar itu diikuti oleh Malzar dan Kyrant.


"Tunggu saja. Akan ku buat kau menyesali tindakan mu karena telah menyegel ku. Lihatlah dari alam sana. Aku, akan membinasakan ras mu!" Batinnya lalu ia tertawa kecil.