Gorgeous Jewel

Gorgeous Jewel
Bab II Chapter 59



Terjebak dan terombang-ambing dalam lorong dimensi yang ia tidak ketahui, Alice tak sadarkan diri. Namun, jauh di dalam alam bawah sadarnya, Alice bertemu dengan sosok Dewi yang sudah menantinya di balik lubang hitam itu.


Sang Dewi masuk jauh ke dalam lautan kesadaran Alice dengan maksud untuk mengambil alih tubuh gadis yang sudah lemah itu. Akan tetapi, ia terkesima saat melihat sebuah dataran kecil dengan pohon plum yang indah bermekaran di atasnya, dataran itu bahkan tidak cocok disebut pulau jika dilihat dari ukurannya.


Sang Dewi menghampiri tempat itu, disana ia melihat sosok gadis berambut hitam panjang dengan tubuh remaja yang masih segar pada umumnya sedang berdiri memandangi laut. Kedatangannya membuat gadis itu menoleh, sontak Sang Dewi seketika terpana dengan kecantikan gadis itu. Mata hitam yang selaras dengan rambut hitamnya serta wajah putih berseri bagaikan susu murni yang tak ternoda oleh apapun. Tidak hanya itu saja, sosok gadis yang tampak kesepian itu memancarkan aura yang membuat ia tampak anggun dan terasa hangat. Terbersit dalam hatinya, Sang Dewi ingin mendekat dan memeluk gadis yang terlihat kesepian itu.


"Beribu-ribu tahun lamanya, baru kali ini aku melihat gadis seindah dirinya." Gumam pelan Sang Dewi.


"Kau siapa?" Tanya gadis itu dengan suara yang begitu lembut di telinganya.


"Aku..Emm..Nyx"


"Nyx? nama yang sedikit aneh." Ucap Gadis itu sambil memiringkan kepalanya dengan ekspresi bertanya-tanya. "Aku You Nian, Lan You Nian." Lanjutnya memperkenalkan dirinya.


Sang Dewi tertawa kecil ketika ia mendengar nama gadis itu. "Kau juga memiliki nama yang asing."


Di lubuk hatinya, entah mengapa ia merasa kalau ia cocok dengan gadis itu dan ingin bercengkrama dengannya lebih lama. Tapi Nyx segera menyadari tujuan awalnya, hatinya tidak boleh tergoyahkan hanya karena perasaan sementara. Demi tujuan akhirnya, bagaimanapun juga ia harus mendapatkan tubuh gadis itu.


"Nyx, Ada keperluan apa kau datang ke tempat ini?" Tanya You Nian masih dengan nada yang lembut.


Nyx tiba-tiba kehilangan kata-katanya, ia tidak berani mengatakan tujuannya saat matanya bertemu dengan You Nian. "Aku...aku..ingin..." Nyx melirik ke kiri dan ke kanan karena salah tingkah. Ia sendiri bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya.


"Disini bukan tempat mu, kembalilah." Ucap You Nian, lalu ia berbalik membelakangi Nyx.


Nyx mengulurkan tangannya dan ingin memanggil You Nian namun ia terhenti di tengah jalan. Ia mengepalkan tangan itu, menggenggamnya kuat-kuat dan menariknya kembali. Nyx kemudian menarik nafas dalam-dalam untuk memperbaiki keyakinannya.


"Aku kemari untuk mengambil alih tubuh mu." Terang Nyx, namun You Nian sama sekali tak menunjukkan reaksi apapun. Nyx sedikit kesal karena You Nian tak menunjukkan ekspresi sebagaimana yang ia bayangkan. Nyx merasa kalau gadis itu sama sekali tak menghiraukannya "Aku tidak peduli kau mau atau tidak. Bagaimanapun aku akan mengambil alih tubuh ini." Lanjutnya terdengar seperti merengek.


You Nian tersenyum tipis, meski ia hanya hidup lima ratus tahun lamanya tapi potensi jiwanya untuk hidup adalah ribuan bahkan bisa sampai puluhan ribu tahun, jika seandainya ia tak mendapatkan pengkhianatan dari orang-orang yang ia cintai. Mungkin saat ini ia sudah berada di nirwana dan benar-benar berdiri dalam keabadian.


"Kau tidak akan sanggup, pulanglah selagi aku masih berbaik hati. Ini peringatan terakhir ku." Balas You Nian dengan datar.


Nyx tidak peduli, ia tidak menghiraukan kata-kata You Nian dan malah mulai mengumpulkan energi untuk menggantikan kesadaran tubuh gadis itu. You Nian berbalik, ia menggelengkan kepalanya. Nyx yang sudah siap menyerang kesadaran jiwa You Nian kemudian terdiam, ia melangkah mundur karena kaget dengan apa yang terjadi di sekelilingnya tiba-tiba.


You Nian hanya menjentikkan jarinya dan tempat itu berubah total. Lautan yang di kelilingi kegelapan menjadi terang dan pemandangan di sekitar mereka meluas. Tak lagi sebuah dataran kecil, kini sebuah jalanan kayu, jembatan kayu, gazebo kecil dan bangunan besar mewah yang seperti sebuah istana berdiri di atas lautan tepat di ujung jalan.


Nyx bergetar sedikit takut karena perasaan mendominasi dari gadis itu yang membuat wajahnya memucat. Nyali Nyx Sang Dewi Kegelapan menciut melihat tempat yang begitu luas dan hidup itu. Apakah ia benar-benar bisa mengambil alih tubuh gadis ini? Benak Nyx mulai ragu.


"Nyx, Dewi Kegelapan. Apakah kau begitu inginnya membalas dendam atas kematian ayahmu?" Tanya You Nian membuat Nyx terkejut. Darimana ia tahu tentang rahasianya itu?


Sesampainya di gazebo itu, You Nian mengibaskan tangannya kesamping sehingga terciptalah kursi dan meja untuk mereka berdua. "Duduklah." Serunya lembut menunjuk salah satu kursi.


Nyx mengangguk dan mengikutinya begitu saja, ia terlihat seperti anak-anak yang sangat patuh meski usianya sudah ribuan tahun lamanya. Nyx sendiri tidak sadar dengan tingkah lakunya, entah mengapa sosok You Nian begitu mendominasi seperti mendiang ayahnya.


Keduanya lalu menghabiskan waktu mereka, bercerita tentang masa lalu Nyx yang cukup pahit.


Setelah waktu yang tak terasa lamanya berlalu, You Nian merasa kalau nasib ayah Nyx tak jauh berbeda dengan dirinya. You Nian merasa simpati melihat ekspresi murung Nyx saat menceritakan masa lalunya.


"Nyx, sayangnya aku harus menghalangi keinginan mu untuk mengambil alih tubuh ku. Tapi, aku ingin kau tinggal disini."


"A-Apa! Jangan konyol! Apa maksudmu?! Aku tidak peduli, jika memang harus bertarung, maka aku akan sekuat tenaga melawan mu." Jelas Nyx tegas saat ia terperanjat dari kursinya.


You Nian lalu merubah penampilannya menjadi dirinya saat ini, Yakni sebagai Alicia Lein Strongfort.


"Aku tidak peduli siapa dirimu sebenarnya tapi tubuhmu ini akan menjadi milikku!"


Nyx lalu menyerang Alice dengan kekuatan jiwa, tapi Alice tetap bersikap santai di tempat duduknya. "Disini, aku adalah tuan rumahnya. Sekuat apapun kau berjuang, semuanya akan menjadi sia-sia." Balas Alice sambil menahan serangan Nyx.


Nyx tak tinggal diam di tempatnya, ia melepaskan lingkaran sihir dalam jumlah yang banyak secara instan yang mengarah pada Alice, tapi dengan sekali jentikan jari dari Alice, lingkaran sihir itu hancur begitu saja.


Nyx Menggertakkan giginya dengan kesal. Sekali lagi ia melakukan hal yang sama tapi untuk kedua kalinya Alice membatalkan serangannya. Sekali lagi, lagi dan lagi, lingkaran sihir muncul semakin cepat dan siap menyerang Alice tapi Alice hanya perlu melakukan hal yang sama untuk membatalkan semua formasi-formasi itu.


Kesadaran jiwa Nyx mulai melemah, merasa kalau ia tak sanggup lagi, Nyx memilih untuk mundur. Namun, semuanya sudah terlambat, Nyx terperangkap, ia terhalang oleh sesuatu yang tak terlihat dan sulit di tembus. Nyx yang melayang di langit berbalik memandang Alice.


"Kan sudah ku katakan sebelumnya. Lagi pula, aku tidak akan menyakitimu. Aku tahu jiwa mu tidaklah stabil dan sebentar lagi akan lenyap. Kau tidak bisa mempertahankan kesadaran jiwamu di Aria terlalu lama, maka dari itu aku menyuruhmu untuk tinggal disini." Jelas Alice.


"Apa kau berkata jujur? Bagaimana caranya agar aku bisa percaya kata-katamu?"


Alice mengetuk-ngetuk jemarinya di atas meja sambil menyandarkan pipinya pada tangannya yang lain. "Kau yang masih berdiri di hadapanku adalah buktinya. Jika seandainya aku ingin melenyapkan mu, maka sudah kulakukan sejak tadi."


Nyx menelan air liurnya, apa yang Alice katakan memang benar. "Baiklah, aku akan mempercayai mu." Sahut Nyx lalu ia turun dan berdiri di depan Alice.


Alice berjalan ke samping Nyx. "Aku juga ingin menunjukkan sesuatu padamu." Alice lalu membuka telapak tangannya dan mengeluarkan energi yang terasa akrab bagi Nyx.


Kedua mata Nyx melebar, energi itu, bekas kehendak itu, adalah milik pahlawan kuno ribuan tahun lalu.