Gorgeous Jewel

Gorgeous Jewel
Bab IV Chapter 113



Mulai dari sini, Zhou Yun pun mulai menjelaskan tentang kebenaran yang telah terjadi di belakang Alice atau Lan You Nian.


Di masa itu You Nian telah lama berdiri di atas puncak kultivasi di mana ia berada di alam Immortal Realm tahap Supreme Core dan sedikit lagi menembus ke dalam ranah para dewa yaitu God Realm. You Nian tidak menyadari akan plot licik yang telah disusun dengan rapi di balik punggungnya oleh orang yang sangat dekat dengannya yakni sahabatnya sendiri. Qin Ao Shuang.


Zhou Yun muridnya, begitu teliti dengan suasana yang perlahan-lahan berubah dalam istana dan beberapa sekte beladiri yang telah ia kunjungi. Para Tetua dan para perdana menteri terlihat seperti mereka memiliki pandangan aneh pada gurunya. Itu berkesan... seolah mereka memendam rasa haus darah. Meski samar-samar tapi Zhou yakin kalau sesuatu yang buruk pasti akan terjadi dan itu menyangkut keselamatan gurunya.


"Tidak seperti seorang bawahan, mereka seperti memendam sesuatu yang gelap di hati mereka." Batin Zhou Yun yang mengawasi seluruh aula dari balik tirai di belakang tahta You Nian.


Hari demi hari terus berlalu dan satu persatu orang-orang yang dekat dengan gurunya perlahan-lahan membuat jarak. Seribu alasan omong kosong mereka lontarkan saat You Nian ingin mengajak mereka bertemu.


"Apa yang terjadi. Apakah guru menyadari hal ini juga?"


Zhou Yun yakin kalau gurunya pasti tahu tentang hawa aneh yang berhembus dari setiap pengikutnya.


"Guru. Apakah kau mau tahu tentang apa yang terjadi setelah mereka semua sudah menyusun rencana untuk membunuhmu dengan matang itu?" Zhou Yun bertanya.


"...." Alice tidak menjawab. Dadanya kian sesak semakin ia mendengar cerita Zhou Yun.


"Baiklah guru. Aku akan melanjutkannya."


Zhou Yun pun memberanikan diri untuk menerobos ke dalam rapat rahasia mereka. Dia sangat terkejut ketika Xiao Mei, adik tersayang dari gurunya ada dalam komunitas mereka.


Xiao Mei berdiri tegap di sisi Qin Ao Shuang yang sedang duduk menatap para tetua besar dari berbagai macam sekte beladiri.


"Setelah membunuh Lan You Nian maka kita akan membagi hasilnya. Oh, maaf. Maksudku, itu untuk kalian saja. Kalau aku...hanya menginginkan dirinya saja."


Zhou Yun terbelalak melihat seringai yang mengerikan itu. Gadis lugu yang begitu selalu berbicara lembut pada semua orang ternyata adalah seekor serigala yang berbulu domba.


"Xiao mei... apa yang kau lakukan? Apakah kau juga mengkhianati kakakmu?" Batinnya kecewa melihat sikap Xiao Mei yang tidak bergeming saat orang-orang ingin membunuh kakaknya.


Menurut dari apa yang pernah gurunya ceritakan. Xiao Mei adalah seorang anak yang pernah ia selamatkan dari para bandit yang menjarah desanya. Kala itu saat gurunya masih remaja, mereka berdua selalu dan telah tumbuh bersama hingga saat ini.


Hati Zhou Yun perih melihat adik yang begitu lengket dan selalu memanggil kakaknya dengan manja ternyata memiliki niatan busuk.


"Aku harus segera melaporkan ini pada guru."


Zhou Yun segera melompat keluar dari tempat itu tapi pergerakannya dirasakan oleh salah seorang tetua. Bahkan lalat pun sulit lepas dari pemantauan mereka.


"Tangkap! Jangan biarkan dia lari!" Seru Qin Ao Shuang dan semua orang pun lenyap daru kursi mereka untuk mengejar Zhou Yun.


Zhou Yun pun berlari dengan sekuat tenaga untuk mencari tempat persembunyian. Sayangnya saat ia dikejar, salah seorang tetua melakukan serangan jarak jauh padanya, tapi Zhou Yun lega karena ia sempat menghindar dan tidak memberikannya luka fatal.


Melewati ranting-ranting pohon, Zhou Yun melompat dengan lihai tapi ia pun terpojok. Ia tidak punya pilihan lain selain melompat ke dalam ngarai yang dalam yang ada di depannya.


"Aku tidak boleh mati disini." Benaknya saat ia terjun ke bawah.


"Guru, maaf. Aku tidak bisa kembali sekarang." Gumamnya. "Aku harus memulihkan tubuhku terlebih dahulu." Zhou Yun duduk bersila dan mulai memulihkan tubuhnya.


Setelah tiga hari berlalu, Zhou Yun kembali ke istana You Nian. Ia mengerutkan keningnya melihat pemandangan yang ada di depan matanya. Antara marah dan jijik ia melihat Xiao Mei yang menempel pada gurunya.


Zhou Yun tidak bisa apa-apa selain menelan buah pahit yang orang lain miliki. Dia tidak bisa mengatakan kebenarannya, atau lebih tepatnya, kemungkinan besar gurunya akan sulit mempercayainya karena adiknya juga turut andil dalam rencana jahat itu.


Zhou Yun pun memutuskan untuk menyusup dalam rencana mereka. Ia mendekati Qin Ao Shuang dengan perlahan-lahan hingga akhirnya ia mendengar tentang pil pengalih jiwa dan raga saat mereka sedang melakukan rapat rahasia. Zhou Yun telah belajar dari kesalahannya dan kali ini ia menyusup dengan sangat baik.


"Jadi itu...yang membuat mereka patuh padanya."


Pil pengalih jiwa dan raga yang yang mampu merusak ingatan seseorang dan menjadikan mereka bergerak seperti boneka yang menari-nari di atas telapak tangan orang yang menuangkan Qi mereka dalam pil itu.


Licik!


Zhou Yun menelan ludahnya saat datang hari dimana Qin Ao Shuang mengundangnya untuk minum teh. Ia ragu dan takut kalau dirinya akan terjebak seperti mereka. Meskipun hubungan mereka telah sedikit lebih dekat tapi dia belum penelitiannya tentang penawar pil itu belum sepenuhnya berhasil.


Zhou Yun menatap dalam cangkir tehnya. Tidak ada bau dan tidak ada rasa, bahkan getaran aneh energi Qi pun tidak terdeteksi. Pil yang berbahaya. Para ahli pun pasti tidak akan bisa mendeteksinya. Pikir Zhou Yun.


Zhou Yun mengambil cangkir teh itu saat Qin Ao Shuang mempersilakannya. Wajah putih berseri yang tersenyum itu begitu manis namun sepasang bola mata itu berkata lain. Mereka, seperti seekor binatang buas yang siap untuk menerkam buruannya. Zhou meneguknya perlahan-lahan berpura-pura menikmati teh itu.


"Guru. Sekali lagi aku minta maaf karena tidak mengatakan apapun padamu. Tapi, aku melakukan ini karena suatu alasan." Ucap Zhou Yun memelas pada Alice sambil ia bertekuk lutut di hadapannya.


"Lalu, setelah itu apalagi?" Balas Alice dengan monoton dan dingin. Ia tidak menyangka kalau selama ini mereka telah bermain keji di belakangnya tanpa ia sadari.


QIN! AO! SHUANG!!!


Alice mengeratkan kepalan tangannya. Jika bisa, ia benar-benar ingin kembali dan menghajar wanita itu hingga ia memohon kematian padanya.


Zhou Yun menunduk. Aura gurunya berubah menjadi mencekam. Ia menarik nafas dan kembali menjelaskan.


Dengan bakat dan kemampuannya, Zhou Yun telah meneliti pil itu sebelum reaksinya semakin kuat dan membuatnya kehilangan jati diri. Ia menggunakan banyak Qi dan herbal untuk mendetoksifikasi racun mengerikan itu.


Hampir seperti parasit pengendali pikiran, Zhou Yun menjerit kesakitan saat ia berendam di air herbal dan memuntahkan darah kotor dari mulutnya. Air itu juga menjadi hitam dan berbau.


Nafasnya tersengal-sengal. "Akhirnya, aku berhasil."


Dengan itu dia akan terus berpura-pura sebagai salah satu boneka dari Qin Ao Shuang dan mendengar semua rencana mereka. Bahkan, jika perlu ia sendiri yang akan membunuh jal*ng itu dengan tangannya.


"Aku akan mengumpulkan buktinya dan sesegera mungkin guru harus mengetahui semuanya."


Harusnya rencana itu berjalan mulus tapi Qin Ao Shuang merasa ada yang aneh dengan Zhou Yun.