Gorgeous Jewel

Gorgeous Jewel
Bab V Chapter 173



Mereka menyaksikan perjuangan Lan You Nian yang merangkak dari bawah hingga puncak.


Lan You Nian kecil berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya dan kakeknya. Karena kakeknya yang sudah tua renta tidak sanggup lagi untuk melakukan pekerjaan berat dan mencari nafkah, ia pun menjadi tulang punggung keluarga. Lan You Nian yang bereinkarnasi ke dunia itu menggunakan pengetahuannya di kehidupan sebelumnya untuk mencari uang.


Awal yang cukup sulit namun Lan You Nian bukanlah tipe orang yang gampang putus asa. Dia telah hidup dengan keras selama dua puluh tahunan lebih, apa susahnya jika ditambah beberapa tahun lagi. Begitulah prinsipnya.


Lan You Nian telah melihat para ahli bela diri dan seorang immortal yang kala itu datang ke desanya. Dia menyimpulkan kalau kekuatan adalah hal dominan yang bisa membuat kehidupannya berubah. Lan You Nian kecil pun memutuskan untuk mencari cara dengan pengetahuan dan kemampuan yang terbatasnya untuk menapaki jalan para immortal.


Keras. Sulit. Memang, tapi dia pantang menyerah.


Bahkan ketika kakeknya wafat, Lan You Nian menangis semalaman di sisi kakeknya dan berkata pada dirinya sendiri 'Lagi-lagi aku tidak memiliki siapapun. Sendirian di dunia ini. Biarkan aku menangis sepuas ku malam ini karena besok dan seterusnya, aku akan berjuang sendirian.'


Semenjak hari itu, Lan You Nian memutuskan untuk tidak meneteskan air mata meski darah dan dagingnya robek karena jalan berbatu yang ia akan lalui di masa mendatang.


Gambaran hidup Lan You Nian kecil sangatlah menyentuh. Echidna dan Elysia hampir tak kuasa menahan air mata mereka melihat ibu/mama mereka tersiksa di dua kehidupan.


Ketika telah remaja. Lan You Nian berhasil diterima menjadi seorang murid dari sebuah sekte perguruan.


Lan You Nian sebagai murid luar bercita-cita untuk menjadi murid dalam dan menjadi seorang yang disegani di sekte itu.


Bertahun-tahun kemudian, dengan kegigihannya dia pun berhasil memasuki gerbang murid dalam. Betapa bahagianya Lan You Nian kala itu.


Dia mulai menjelajahi dunia luar yang luas dan tempat-tempat berbahaya. Dan saat sedang melakukan pelatihan di luar, takdir mempertemukannya dengan Xiao Mei yang masih belia.


"Sama seperti kalian, gadis kecil ini adalah adikku tersayang. Kami dipertemukan oleh takdir dan akan selalu bersama berbagi suka dan duka." Kata Alice dengan nada bahagia.


Dari nada bicaranya, Echidna dan Elysia bisa tahu kalau ibu/mamanya benar-benar menyayangi gadis kecil bernama Xiao Mei itu.


Sejak bertemu dengan Lan You Nian, Xiao Mei selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Xiao Mei yang masih kanak-kanak begitu lucu seperti seekor anak ayam kecil yang selalu mengikuti induknya.


Xiao Mei sangat manja. Dia bahkan menangis ketika mereka terpisah dalam kerumunan orang saat Lan You Nian ke pasar.


Elysia terkekeh, ia memandang Xiao Mei dengan mata berbinar-binar karena pipi kecil gadis itu yang sangat menggemaskan di matanya. Serasa ia ingin sekali mencubit kedua pipi itu apalagi ketika dia sedang mengunyah makanannya.


Tahun demi tahun berlalu begitu cepat. Xiao Mei yang mengikuti Alice kembali, akhirnya telah mendapatkan posisi sebagai murid luar.


Sebagai seorang pemula yang tidak memiliki bakat, awalnya Xiao Mei sedikit enggan untuk bergabung karena ia hanya akan menjadi murid pesuruh. Namun Xiao Mei tidak ingin berpisah dari Lan You Nian. Mau tidak mau, suka ataupun tidak, Xiao Mei memutuskan untuk masuk dan bertahan di sekte itu.


Sebagai murid dalam, Lan You Nian tentu memiliki tugas dan kewajiban yang lebih daripada murid luar. Ia juga mendapat tempat spesial karena bakatnya yang menjadikannya murid langsung dari ketua sekte. Lan You Nian menjadi panutan bagi semua murid.


Pertempuran di dunia kecil atau di reruntuhan demi mendapatkan artefak telah ia lakukan. Kehilangan nyawa rekannya tak terhindarkan. Tapi Lan You Nian berhasil bertahan hidup.


Sampai puluhan tahun berlalu, Lan You Nian berhasil menjadi penerus dan ketua sekte selanjutnya. Posisi itu tentu tidaklah mudah. Banyak yang mendukungnya, namun tidak sedikit pula yang berkolusi untuk menjatuhkannya. Tapi berkat adik dan sahabatnya Qin Ao Shuang yang selalu bersamanya, Lan You Nian mendapatkan dukungan yang lebih banyak dari para murid dan tetua.


Seiring waktu berlalu, hubungan ketiganya semakin erat. Apalagi di tambah Lin Zhou Yun yang menarik perhatian Alice karena bakat dan tekadnya sehingga ia mengangkat Lin Zhou Yun sebagai murid didiknya.


Echidna dan Elysia kadang melihat mereka dengan tatapan iri. Mereka juga ingin bergabung dalam suasana hangat itu.


Elysia dan Echidna lega. Mereka bahagia karena di kehidupan ini, ibu/mama mereka memiliki seseorang yang bisa menemaninya.


Sayangnya, itu hanyalah tipuan belaka.


Sekte yang Lan You Nian pimpin berhasil berkembang pesat. Pengaruh dan kekuatannya semakin luas. Keluarga kerajaan merasa terancam dan takut dengan hal itu, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk bersatu dengan sekte-sekte lainnya untuk menghancurkan apa yang Lan You Nian miliki.


Licik. Namun Lan You Nian tidak tinggal diam. Kalau mereka bermain seperti itu, maka ia pun akan menggunakan skema yang lebih mengerikan.


Lan You Nian menyebarkan mata-mata untuk menghancurkan hubungan mereka.


Kala pertempuran besar-besaran itu tiba dan Lan You Nian memimpin orang-orangnya. Ia pun mulai melancarkan taktiknya yang mana membuat sekte-sekte yang berdiri di sisi kaisar berbalik menyerangnya.


Banyak korban yang berjatuhan. Keluarga kerajaan adalah lawan yang sulit, namun Lan You Nian berhasil meraih kemenangannya.


Echidna tersenyum bangga. Elysia bertepuk tangan.


Mereka mengira kalau di kehidupan ini, mama/ibu mereka mendapatkan akhir yang bahagia. Tapi semua harapan dan kesenangan itu sirna dalam sekejap mata saat Qin Ao Shuang dan Lin Zhou Yun berpelukan mesra di hadapan Lan You Nian.


Setelah mereka menusuk Lan You Nian, Qin Ao Shuang tertawa dengan tatapan merendahkan. Ia menempel pada Lin Zhou Yun bagaikan sepasang kekasih.


"Baj***an-Baj***an ini! Mereka semua menusuk mama dari belakang." Echidna berteriak penuh amarah. Matanya melototi Kedua orang itu. Meskipun ia berteriak, namun apa yang terjadi di depan matanya tidak akan berubah.


Setelah Lan You Nian pingsan, ia pun sadar dan melihat dirinya sudah dirantai. Lan You Nian menunduk lemas. Ia tidak memiliki tenaga lagi dan kultivasinya telah dihancurkan.


Dirinya telah di penjara dalam menara kurungan.


Derap langkah kaki datang menghampirinya. Qin Ao Shuang menunjukkan wajah puasnya saat ia melihat tubuh Lan You Nian yang penuh bekas luka cambuk.


Elysia dan Echidna kehilangan kata-kata. Adegan pengkhianatan itu terjadi begitu tiba-tiba. Mereka sama sekali tidak menyangka kalau orang-orang terdekat Lan You Nian akan mengkhianatinya.


Ketika Qin Ao Shuang melenggang pergi ditemani oleh Lin Zhou Yun. Seorang gadis lainnya datang.


Lan You Nian mengangkat kepalanya melihat sosok yang berdiri tanpa kata di depannya.


"Ternyata....kau juga ya.." Suaranya serak dan terdengar samar-samar. Walaupun pandangannya sudah agak kabur tapi ia masih mengenali adiknya.


Kecewa. Lan You Nian menahan pahit dan sakit hatinya. Ia tidak meneteskan air mata tapi hatinya menjerit dan meronta karena sakit yang menusuknya.


Lan You Nian tertawa dua kali. "Apakah perasaan dan semua yang pernah kita lakukan itu hanyalah sandiwara dan kepalsuan belaka?" Ucapnya. Ia menghela nafasnya lalu kembali menunduk.


Awalnya Echidna dan Elysia mengira kalau Xiao Mei datang untuk menyelamatkan Lan You Nian tapi saat ia melihat ekspresi datar dan tatapan dingin gadis itu, tangan mereka menjadi gemetar.


Mata mereka terbelalak setelah mendengar ucapan Lan You Nian.


Echidna menjerit karena amarah. Suara gadis kecil miliknya terdengar seperti raungan naga. Echidna melototi Xiao Mei. Sedangkan Elysia menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya dengan tangannya. Bahkan ia yang hanya menonton saja bisa merasakan betapa sakitnya yang ibunya rasakan saat itu.


Bukankah dia begitu menyayangi mama? Lalu kenapa dia mengkhianatinya? Kenapa?! Echidna tidak percaya. Dia benar-benar ingin melompat dan mencabik-cabik Xiao Mei.


Xiao Mei tetap diam. Tanpa sepatah kata ia mencabut pedangnya dan menusuk Lan You Nian begitu saja.


Echidna tak kuasa menahan amarahnya. Tanpa sadar ia melompat untuk menjatuhkan Xiao Mei, namun tubuhnya tidak bisa menyentuh Xiao Mei melainkan tembus melewatinya.


"Tenanglah sayang. Ini hanyalah gambaran ingatan ku." Kata Alice lembut.


"Ta-tapi bu. Apakah ibu baik-baik saja dengan semua ini? Kenapa ibu masih bisa tenang seperti itu? Adik, murid dan sahabat ibu mengkhianati ibu. Mereka semua adalah orang-orang yang ibu percayai. Kenapa mereka tega melakukan hal itu?!"


Elysia juga mulai terbawa emosi.


Tak cukup sekali. Keduanya menyaksikan Lan You Nian ditusuk berkali-kali oleh Xiao Mei.


"Mama...aku sudah tidak ingin melihatnya lagi...." Pinta Echidna dengan suara pelan.


Dia benar tidak sanggup untuk melihat kejadian itu.


Kenangan itu berakhir disitu.


Elysia dan Echidna pun membuka matanya.


Mereka berdua menatap Alice.


Keduanya tiba-tiba terisak. Alice membuka lengannya lebar-lebar. Echidna dan Elysia merangkak mendekat dan memeluk Alice.


Alice mengelus kepala keduanya dengan lembut. Ia tidak menyangka kalau ternyata kedua putrinya akan menangis. Namun, entah mengapa dia merasa tenang. Hatinya menjadi lebih yakin kalau keputusannya untuk menceritakan masa lalunya pada mereka tidaklah salah.