Gorgeous Jewel

Gorgeous Jewel
Bab III Chapter 82



Tidak ada angin tidak ada hujan, Alice benar-benar tidak bisa menghindari malapetaka yang dihadapinya kali ini. Tubuhnya di seret oleh deemon wanita berambut abu-abu yang waktu itu ia temui.


Echidna menggembungkan pipinya menatap wanita itu dengan cemberut. Seharusnya hari ini adalah hari libur mereka berburu monster atau melakukan tugas dari serikat dan harusnya Echidna menikmati waktunya berdua bersama mamanya. Tapi, salah wanita itu yang mengacaukan segalanya. Deemon wanita berambut abu-abu itu benar-benar melenyapkan impian manisnya.


Echidna terus menatap punggung deemon wanita yang berjalan dengan riang di depannya. "Hmph!" Dengusnya kesal.


Wanita itu berbalik mendengarnya dengusan Echidna. Dia menunduk melihat gadis kecil yang begitu imut dengan ekspresi marahnya yang tambah membuat dirinya makin gemas. "Gadis kecil sayang~ kenapa cemberut? Nanti kakak belikan sesuatu yang enak ya?"


Echidna membuang mukanya. "Mama melarang ku untuk menerima sesuatu dari orang yang tidak dikenal. Apalagi orang itu mencurigakan."


"Eh~ Oh kakak lupa ternyata." Gadis itu menegakkan posisi berdirinya dan menghadap kepada keduanya untuk memperkenalkan diri. "Maaf ya, aku lupa memperkenalkan diri, hehe. Namaku Rosalyn Nemea. Panggil saja Rosalyn." Ujarnya. Ia lalu mengambil satu tangan Alice. "Kalau kamu boleh memanggil ku Rose kok." Lanjutnya dan memberikan kedipan mata pada Alice.


Melihat sikapnya yang menempel pada mamanya. Echidna masuk berdiri di tengah keduanya untuk memisahkan wanita itu dari Alice.


"Nona Rosalyn, ada keperluan apa sampai mengajak ku berkeliling seperti ini?" Tanya Alice dengan formal dan terdengar memberi jarak diantara mereka. Sejak tadi ia hanya menunggu deemon wanita itu untuk mengutarakan niatnya yang sebenarnya.


"Rose. Kamu boleh panggil aku Rose." Rosalyn memberikan tatapan memohon yang dibuat-buatnya. "Jangan terlalu formal begitu. Aku hanya ingin berteman denganmu kok." Lanjutnya.


Bukannya Alice tidak ingin berteman dengan Rosalyn. Hanya saja, firasatnya mengatakan sesuatu yang lain. Meski terlihat ramah, wanita deemon yang dihadapannya terasa menyembunyikan sesuatu. Karena itu Alice tidak bisa memungkiri untuk tidak mencurigainya, walaupun Rosalyn mengaku bahwa dia adalah kenalan Ophelia.


Echidna mengangkat wajahnya dan melihat wanita itu. Rasanya ia ingin membawa mamanya pergi menjauh darinya. Sejak tadi wanita bernama Rosalyn itu telah membawa mereka berkeliling sambil memperkenalkan seisi kota yang mereka lalui. Perasaannya sempat goyah saat mereka bertiga sampai di sebuah distrik perbelanjaan dan mampir di kedai kaki lima yang menjajakan makanan ringan.


Demi membujuk dan mendapatkan hati Echidna. Rosalyn segera mentraktir mereka makan, minum bahkan sampai ia menawarkan untuk membelikan mereka perlengkapan tempur baru. Berhubungan Rosalyn tahu kalau Alice adalah seorang pemburu cakap yang sangat hebat. Kemanapun mereka pergi, Rosalyn pasti akan menawarkan sesuatu yang menarik perhatiannya pada Alice dan Echidna.


Setelah berjalan lama dan melewati banyak pemandangan kota Demonscar yang penuh dengan keramaian dengan berbagai macam deemon dari berbagai suku. Rosalyn juga telah menawarkan banyak hal. Saat ia melihat mimik wajah Alice yang mulai bosan. Rosalyn akhirnya memutuskan untuk membawa mereka ke sebuah toko kue dan roti terkenal yang ada di kota Demonscar.


"Maaf....Rose." Alice sedikit canggung memanggilnya seperti itu. Mata Rosalyn terbuka lebar dan berbinar-binar. Dia merasa kalau hubungan mereka menjadi sedikit lebih dekat. "Bukannya aku ingin menolak kebaikan mu tapi, aku ingin tahu apa tujuanmu yang sebenarnya?"


Alice langsung menuju topik intinya. Dia sudah lelah memperhatikan deemon wanita itu menahan lidahnya untuk bertanya.


Rose tersentak. Ia melemaskan pundaknya dan melepaskan nafasnya. "Aku...aku ingin meminta bantuanmu."


"Bantuan? Bantuan seperti apa itu?"


"Mungkin kamu sudah tahu tentang keadaan benua Arkham dimana para deemon membagi diri mereka menjadi dua fraksi. Yaitu pasif dan aktif." Alice mengangguk.


"Begini~" Rose memainkan kedua telunjuknya dan dengan sikap canggung berkata pada Alice. "Aku ingin kamu membantuku menyelesaikan masalah ini."


"Aku tahu. Tapi selama ini aku tidak menemukan orang dengan kemampuan yang sama sepertimu. Saat pertama kali melihatmu, aku merasa yakin kalau kamu pasti adalah orang yang ku cari selama ini. Ya... meski cuma cuma firasat ku sih tapi aku yakin. seratus persen yakin."


"Pergilah ke serikat pemburu dan cantumkan permintaan mu. Aku yakin pasti akan ada orang yang mengambilnya." Balas Alice menolak permintaan Rose.


Bukannya Alice tidak ingin membantu Rose. Tapi apa yang Rose minta adalah sesuatu yang berhubungan dengan politik negara di benua Demonscar dan Alice tahu pasti hal itu akan memakan banyak waktu untuk menyelesaikannya.


Rosae menggenggam kedua tangan Alice yang baru saja ingin berdiri dari tempat duduknya. "Apakah kau yakin?" Tanya Rose pelan. Melihat Alice tidak memberikan respon pada pertanyaannya. Rose berdiri dan berencana untuk meninggalkan toko Namun hidungnya tiba-tiba menangkap bau aneh. Rosalyn menghirupnya sekali, samar-samar dan perlahan ia ingat bau apa itu. Rose baru menyadari kalau pengunjung di toko telah tak sadarkan diri.


"Alice! Tutup hidungmu!" Seru Rose segera.


Apa yang ia cium adalah bau dari asap penidur. Saat menghirupnya, tubuh akan kehilangan energi secara perlahan-lahan. Seperti sebuah wadah yang bocor yang mengeluarkan tetesan airnya sedikit demi sedikit. Asap penidur tidak akan terasa sampai orang itu benar-benar kelelahan karena kehabisan mana dan akhirnya tak sadarkan diri. Asap penidur akhir-akhir ini sering kali dipakai oleh fraksi aktif dalam menjalan rencana mereka terutama untuk menyusup ke kastil raja iblis dan mengambil dokumen penting.


Alice melirik ke sekelilingnya. Ia tak merasakan apapun dan tak ada yang terjadi pada dirinya. Namun dilihat dari ekspresi panik Rose serta para deemon yang tak sadarkan diri yang ada di toko itu. Alice mengambil posisi siaga.


Disampingnya, Alice melihat Echidna yang duduk menikmati makanannya juga terlihat baik-baik saja. "Apa yang terjadi?" Benak Alice menyipitkan matanya melihat situasi mereka.


Dengan tiba-tiba, sebuah kubah aneh menutupi seluruh gedung toko itu. "I-ini...! Sepertinya kita sudah terjebak."


Rose dengan cepat berbalik saat merasakan kehadiran seseorang datang dari lantai dua toko itu. Dia terkejut melihat pria berambut abu-abu yang berjalan pelan menuruni tangga yang diikuti oleh Kyrant seorang budak dari ras naga.


Rose dan Alice, masing-masing diantara mereka mengenali orang-orang itu.


"Dia adalah pria yang waktu itu." Kata Alice dalam batinnya. Lalu ia melirik ke pria rambut abu-abu di sampingnya.


"Ka-Kakak?!" Rose tidak menyangka kalau yang menjebaknya dalam kubah itu adalah kakaknya. Namun yang lebih mengejutkan baginya adalah keberadaan kakaknya yang masih hidup. Tubuh Rose kaku entah karena kehadiran kakaknya atau kenyataan kalau kakaknya adalah seseorang dari fraksi aktif.


Alice menoleh ke arah Rose dan melihat deemon pria yang juga berambut abu-abu itu. Ia melihat keduanya memiliki bentuk wajah yang sama. Apalagi saat ia mendengar Rose memanggil pria itu kakak.


Pria itu tidak berkata apapun. Ia menuruni tangga dengan sunyi lalu berhenti dan mengulurkan tangannya ke depan.


Dalam hitungan detik tempat itu di penuhi oleh prajurit bayangan dari pria itu. Para deemon yang memiliki kemampuan setara dengan penyihir level 6.


"Aku bahkan tidak bisa merasakan kehadiran mereka." Batin Alice. Ia meremas tinjunya dan merasa kalau pertarungan ini akan menjadi sedikit lebih sulit.