Gorgeous Jewel

Gorgeous Jewel
Bab IV Chapter 114



Zhou Yun terus mengikuti Qin Ao Shuang tanpa tahu bahwa Qin Ao Shuang telah menambah dosis pil yang ia berikan padanya.


Saat Zhou Yun menyadari ada sesuatu yang aneh dalam dirinya, dia telah terlambat melakukan pencegahan, akibatnya ia pun terjebak dalam lobang yang sama dengan para boneka lainnya. Meski tak sepenuhnya dalam kendali Qin Ao Shuang, dimana ia masih bisa mengontrol dirinya dengan paksaan. Zhou Yun kerap kali menyusup ke dalam kamar Qin Ao Shuang guna mencari petunjuk sebenarnya tentang rencana wanita itu.


Zhou Yun gegabah dan menganggap enteng wanita serigala itu.


Saat rencana Qin Ao Shuang sudah matang dan malam pun tiba. Ketika You Nian sedang tertidur lelap, malam damai yang sepi dan tenang di istananya tiba-tiba berubah menjadi merah terang menyala. Tanpa sebab yang jelas, beberapa gedung terbakar dengan api yang besar. Para dayang dan pengurus istana lainnya panik tunggang-langgang kesana kemari. Tidak hanya di dalam istananya saja, bahkan kepanikan juga terjadi di lingkungan para penduduk.


"Yang Mulia, Para hewan buas tiba-tiba menyerang pemukiman warga. Mereka masuk melalui gerbang selatan. Para hewan buas itu mengamuk dan memporak-porandakan rumah serta fasilitas umum." Lapor seorang prajurit sambil berlutut.


"Bagaimana dengan bentengnya? Apa yang terjadi dengan penjagaannya?"


"Maaf Yang Mulia. Saat kami kesana, kami tidak menemukan satupun penjaga di atas benteng."


You Nian mengernyitkan alisnya. Ia segera memakai pakaian kebesarannya dan keluar kamarnya untuk mencari orang-orangnya. Tapi belum lama ia berjalan, energi di tubuhnya perlahan melemah, mereka menghilang layaknya air yang menguap ke dalam udara.


"Apa yang terjadi?"


"Apakah aku diracuni?"


You Nian bertanya-tanya pada dirinya sembari ia mengingat-ingat tentang apa yang baru saja ia lakukan sebelum tidur.


Apakah mungkin itu...tidak, itu tidak mungkin. Dia tidak mungkin melakukan itu.


You Nian memiliki dugaan pahit tentang penyebab kondisinya saat ini. Satu-satunya yang ia lakukan adalah menemani adiknya minum teh sambil memainkan kecapi. Fakta yang menyedihkan memang, tapi You Nian ragu dan menepis rasa curiganya itu. Ia tetap melangkah mencari orang-orangnya meski kondisinya sedang melemah.


You Nian telah lama mencari dalam kepanikan di istananya, tapi dia belum juga menemukan para menteri, jenderal atau petinggi lainnya. Ia bahkan melihat aula nya kosong dan Zhou Yun juga tidak muncul di sisinya. Sangat tidak biasa muridnya itu tidak datang saat situasi genting seperti ini.


Kemana semua orang?


Sejak tadi ia hanya melihat para dayang dan prajurit biasa yang sibuk mondar-mandir memadamkan api. Saat ia ingin meninggalkan aula itu, suara seorang wanita memanggilnya membuat ia berbalik dan melihat murid dan sahabatnya.


Alangkah tenangnya ia dengan kehadiran kedua orang itu, akhirnya mereka sudah bisa membagi tugas dan menyelesaikan masalah di luar dan di dalam istana.


You Nian menghampiri keduanya.


"Syukurlah kalian disini."


"Apa yang terjadi NianNian?" Panggil akrab Qin Ao Shuang.


You Nian menggelengkan kepalanya. "Aku menerima informasi kalau hewan buas sedang mengamuk di luar istana dan menyerang rumah-rumah penduduk. Sementara istana tiba-tiba saja mengalami kebakaran."


"Bagaimana mungkin!? Ini..." Qin Ao Shuang menyipitkan matanya sambil menatap You Nian. You Nian menangguk, ia mengerti maksud tatapan Qin Ao Shuang.


"Hilangnya penjaga di gerbang selatan adalah hal yang sangat mencurigakan. Aku juga merasa kalau kejadian ini sudah direncanakan. Oleh karena itu, aku ingin kalian membantu ku untuk mengamankan para warga dan mengatasi hewan-hewan buas itu."


Zhou Yun dan Qin Shuang mengangguk. "Baiklah percayakan pada kami." Balas Qin Ao Shuang. Lalu mereka pergi.


You Nian yang memperhatikan raut wajah Zhou Yun sejak tadi penasaran dengan gelagat anehnya itu. Dia benar-benar tidak biasanya untuk diam mematung tanpa sepatah kata pun.


"Aku juga tidak melihat dimana Xiao Mei." You Nian menghela nafasnya dengan khawatir. Ia lalu berjalan ke dalam istananya dan naik ke atas menuju ruangan di lantai tertinggi untuk melihat situasi di dalam istananya dan di luar.


Dengan Qi nya yang terus menipis, sebisa mungkin dia menahan dirinya untuk menggunakan tenaga dalam secara berlebihan. Kalau-kalau dalang di balik kejadian itu muncul dan menyerangnya, setidaknya dia bisa melindungi dirinya untuk beberapa menit sampai bala bantuan tiba.


You Nian menapaki anak tangga satu persatu. Akhirnya ia pun tiba di puncak. You Nian melihat lingkungan istananya yang berkobar dengan api. Beberapa gedung sudah hampir habis terbakar, juga para warga yang berlarian karena amukan hewan buas.


Dia berpikir bahwa orang yang mendalangi situasi ini sungguh tidak memiliki hati nurani.


Keringat dingin yang sedari tadi mengalir dari kepalanya begitu tidak mengenakkan. Racun itu perlahan mengikis tubuhnya. You Nian berdecih kesal. Karena sudah lama musuhnya mati dan kehidupannya sedikit tenang, dia sampai lengah hingga bisa diracuni.


You Nian berbalik ketika ia merasakan kehadiran dari beberapa orang di belakangnya. Ternyata mereka adalah lima tetua ahli bela diri dari setiap sekte. You Nian melirik mereka satu persatu. Raut wajah, aura dan hawa membunuh yang mencekam itu membuatnya segera bersiaga untuk bertarung.


Tanpa ada peringatan, dua orang tetua menyerang langsung dengan teknik mematikan. You Nian dengan lihai menghindar dan segera melindungi tubuhnya dengan Qi yang padat. Benar saja dugaannya, tetua selanjutnya menyerang dengan niat pedang yang tajam. You Nian terdorong mundur. Ledakan hebat dari puncak menara bisa dilihat dari kejauhan.


You Nian terpojok.


Untuk menghadapi para ahli bela diri itu dalam ruangan sempit dan dengan kondisinya saat ini, kemungkinannya untuk menang sangatlah tipis.


"Ada apa dengan kalian? Apakah setelah bertahun-tahun menjalin kerjasama dan sekarang kalian memilih untuk angkat senjata? Apakah aku pernah aku berlaku sebagai seorang tiran yang membatasi kebebasan kalian?" Tanya You Nian.


Selama dia duduk di atas tahtanya sebagai seorang kaisar. Kebebasan, kesejahteraan dan keadilan antara setiap sekte baik dalam material maupun perekrutan murid, You Nian selalu melihat semua sisi yang membaginya dengan adil.


Para tetua itu tidak menjawab.


You Nian tidak tahu. Mereka kini dalam pengaruh pil milik Qin Ao Shuang dan satu-satunya perintah yang terngiang-ngiang di telinga mereka saat ini adalah melumpuhkan Sang Kaisar Wanita, Lan You Nian. Setelah meminum puluhan cangkir teh dari Qin Ao Shuang, para tetua itu sudah sepenuhnya menjadi boneka miliknya.


Pertarungan sengit tidak terelakkan. You Nian hanya bisa mengeratkan rahangnya dan melawan para ahli bela diri itu.


Setelah cukup lama bertarung dengan saling melemparkan teknik dan jurus mematikan. You Nian terjatuh di atas lututnya, nafasnya terengah-engah namun entah bagaimana ia mampu mengalahkan para tetua itu.


You Nian mengangkat kepalanya mengarah ke pintu saat suara langkah kaki berbunyi mendekat dengan cepat.


"Sial. Apakah masih ada lagi?"


Dia benar-benar sudah tidak sanggup lagi bertarung. Namun ketika dia melihat sosok gadis yang muncul, You Nian lega.


"Kakak! Apa yang terjadi? Kenapa kakak sampai terluka seperti ini?"


"Xiao Mei, syukurlah kau datang."


Xiao Mei berlari kecil menghampiri You Nian. Ia memeriksa kondisi tubuh You Nian.


"Kakak...apakah kakak baik-baik saja?" Xiao Mei memandang sedih You Nian lalu ia menoleh dan melihat para tetua yang terkapar di lantai. "Dasar orang tua tidak berguna. Kalian.!!"


You Nian tersenyum tipis. Sekali lagi batinnya lega melihat adiknya. Syukurlah dia tidak apa-apa begitulah pikirnya.


Naif. Walaupun ekspresi wajah Xiao Mei berubah tapi kala itu You Nian tidak memperhatikan tatapan matanya yang kosong.


"Guru.. ." Saat ini Zhou Yun masih bertekuk lutut sambil memanggil pelan gurunya.


Alice masih terdiam. Dari cerita Zhou Yun barusan. Itu menjelaskan kalau muridnya itu dan Qin Ao Shuang ada di suatu tempat sedang mengawasi dirinya yang bertarung.


" Guru..."


Alice tidak menghiraukan panggilan Zhou Yun. Sebaliknya, ia tenggelam dalam benaknya. Alice memegang perutnya, merabanya dengan pelan dan mengingat tentang apa yang terjadi selanjutnya saat Xiao Mei memeluk erat dirinya kala itu.


Darah segar berwarna merah mengalir dari perutnya. Dia memuntahkan darah dari mulutnya dan tidak menyangka hal itu.


"Xiao Mei...kenapa?!"


Setelah Xiao Mei menusuknya dengan belati beracun. You Nian kehilangan semua tenaganya dan jatuh tak sadarkan diri.